
Bab 121
"Darah Daging Yang Di Benci"
Akhirnya di putuskan jika pernikahan Bima dan Nelam di laksanakan bersamaan dengan ulang tahun ke empat si kembar.
Sebelum melaksanakan pernikahan Bima tinggal kembali di apartemen,,awal nya si kembar protes terutama Adelia,tapi mereka di berikan pengertian kalau Bima akan kembali saat ulang tahun mereka.
Sedangkan Adelio sangat paham dengan posisi orang tua nya, walaupun usia nya baru 4 tahun tapi daya pikir nya melebihi usia nya, persis seperti Bima dulu.
************
Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu pun tiba,,tampak semua sudah sangat di siapkan,,tempat akad nikah dan ulang tahun si kembar.
Acara pernikahan di gelar di pagi hari sampai dzuhur, ulang tahun si kembar di lakukan dari habis dzuhur sampai ashar,,selepas magrib mengadakan syukuran sekaligus santunan yatim.
"Saya terima nikah dan kawin nya Nelam Purnamasari Mahadewa binti Antasari Mahadewa dengan mas kawin tersebut,Tunai.."Ucap Bima dengan sekali tarikan napas,, langsung di iringi kata sah dari para saksi.
Semua mengucapkan Alhamdulillah.
Pernikahan di gelar dengan nuansa putih,Nelam tampil cantik dan elegan dengan balutan kebaya muslimah dan hijab berwarna putih, begitu juga Bima yang memakai setelan senada dengan kebaya muslimah yang di kenakan Nelam.
Begitu juga si kembar tampil begitu memukau,Adelia tampil dengan gaun putih cantik dan Adelio tampil dengan jas dan celana berwarna putih,, penampilan mereka benar-benar membuat gemas orang-orang yang melihat nya.
Sinta dan Antasari juga tampil serasi dengan balutan kebaya dan jas yang warna putih senada,,tampak mereka jauh lebih muda dari usia mereka.
Pesta pernikahan sederhana tapi terkesan mewah,tidak terlalu banyak tamu yang hadir, karena memang hanya kerabat dan rekan-rekan bisnis saja yang di undang dengan waktu yang terbatas pula.
Saat Bima sedang asyik mengobrol dengan salah satu tamu undangan,, tiba-tiba ada yang menepuk pundak nya.
"Hai bro,,sudah gw bilang Khan kalau kalian berjodoh.."Ucap seseorang itu tepat di telinga Bima.
"Si*l,,lo pikir kuping gw speaker.."Ucap Bima meninju pelan bahu seseorang itu yang tak lain adalah Bayu.
"Apa kabar bro..??"Bayu berkata sambil memeluk Bima.
"Alhamdulillah,, seperti yang Lo lihat,,Lo sendiri apa kabar...??"Tanya Bima.
"Alhamdulillah,, setelah 3 tahun perjuangan akhirnya gw bisa jadi ayah.."Bayu berkata sambil melambaikan tangan nya pada seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi perempuan,,wanita yang tak lain Laras menghampiri mereka.
"Nie bro dua bidadari gw.."Ucap Bayu sambil merangkul Laras.
"Selamat ya pak Bima.."Ucap Laras sambil mengangguk kan kepala nya dan mengulurkan tangannya.
"Terimakasih Laras,kamu panggil saya nama atau mas saja,, seperti Nelam memanggil Bayu.."Ucap Bima sambil membalas uluran tangan Laras.
Laras tidak menjawab hanya tersenyum.
"Istri gw sungkan sama Lo bro.."Ucap Bayu yang langsung di senggol pundak nya oleh Laras.
"Hai,boy siapa nama nya..??"Lucu sekali kamu.."Ucap Bima sambil memegang pipi chubby anak Bayu.
"Nama ku Sena om.."Jawab Bayu dengan suara meniru anak kecil.
__ADS_1
"Senang ya Bay,,Lo bisa ngikutin dari anak Lo di dalam perut,terus lihat anak Lo dari baru lahir,, sampai tumbuh kembang nya,, kalau gw Lo tahu sendiri kisah Yusuf,,dan si kembar pun gw tahu mereka sekarang sudah berusia 4 tahun.."Ucap Bima dengan wajah sedih.
"Jangan bersedih bro,, setiap orang punya kebahagiaan dan takdir masing-masing,,lagian aneh banget sie ngeliat seorang Bima Mahadewa menjadi melankolis kayak gini.."Ledek Bayu sambil menggelengkan kepalanya.
"Si*l lo.."Ucap Bima kesal.
"Kalian sudah bertemu dengan Nelam dan si kembar Adelia,, Adelio.."Tanya Bima menatap bergantian Bayu dan Laras.
"Sudah bro,, bahkan kami sudah berkenalan dengan si kembar,,wah ternyata kalian berdua memang bibit unggul.."Bayu berkata sambil menepuk pundak Bima.
"Pas gw lihat si Lio itu gw seperti lihat Lo bro,, walaupun wajah nya mirip Nelam,,tapi gaya nya benar-benar persis banget Lo bro,gw jadi ada ide gimana kalau kita besanan bro.."Ucap Bayu penuh semangat dengan tangan nya di pundak Bima.
"Maksud Lo..??"Tanya Bima sambil mengerutkan keningnya.
"Si Lio kita jodohkan sama Sena,,nah Lia ini mau gw jodohin sama anak gw yang sedang dalam program,,siapa tahu cowok,iya ga sayang..??"Tanya Bayu santai pada Laras.
Laras tidak menjawab hanya menggelengkan kepalanya dengan pemikiran suami nya itu.
"Ya ampun Bay,,Lo aja kawin telat karena ga mau di jodohin,, sekarang anak Lo masih cilik begini sudah mau Lo jodohin.."Bima berkata sambil tertawa.
Sedangkan Bayu dengan wajah masam meninju pelan pundak Bima,,dan mereka tertawa bersama sambil mengingat memory saat mereka lajang dulu.
**********
Acara pernikahan pun berjalan lancar,di teruskan dengan acara ulang tahun Adelia dan.Adelia,,semua berganti pakaian,, karena tema ulang tahun nya piknik,,semua berpakaian casual tapi tetap terlihat elegan.
Pesta ulang tahun pun berjalan lancar,, tidak banyak juga tamu yang di undang,, anak-anak dari para kerabat dan anak-anak dari beberapa relasi.
Sebelum magrib acara pesta ulang tahun selesai,mungkin karena kelelahan setelah magrib si kembar langsung terlelap.
Akhirnya acara pun selesai semua,,para tamu pun satu persatu ijin pulang,,Bayu dan Laras pun ijin pulang,, mereka pulang ke apartemen Bayu.
Sinta dan Antasari juga sudah masuk ke kamar mereka untuk istirahat,,Bima pun segera mengajak Nelam untuk istirahat di kamar.
Setelah di dalam kamar,,Bima memeluk Nelam dari belakang.
"Aku bahagia sekali,, seperti mimpi sekarang kita sudah bersama lagi.."Ucap Bima sambil mencium kepala Nelam dari belakang.
"Iya mas aku juga sangat bahagia.."Ucap Nelam sambil mengusap lembut lengan Bayu yang sedang memeluk pinggang nya dari belakang.
"Boleh aku meminta hak ku sayang.."Bima berkata sambil membalikkan tubuh Nelam kehadapan nya.
"Iya,,tapi lebih baik kita mandi dan shalat isya dulu.."Ucap Nelam lembut.
"Kita mandi bareng.."Bima berkata dengan tatapan nakal nya.
"Jangan sekarang mas,, Khan kita masih punya banyak malam.."Ucap Nelam lembut sambil mengelus pipi Bima.
"Baiklah.."Ucap Bima lemas.
"Hai,, ayolah Bima Mahadewa semangat.."Ucap Nelam sambil mencium pipi Bima,, kemudian langsung berlari ke kamar mandi dan mengunci nya dari dalam.
Bima hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
Setelah Nelam selesai mandi,Bima segera bergegas mandi,, mereka shalat isya bersama,,saat shalat isya selesai, Nelam mencium punggung tangan Bima,, Nelam menitikkan air mata kebahagiaan nya.
Mereka saling tatap, berlahan Bima menghapus air mata Nelam, mengusap lembut wajah Nelam,mencium pipi,hidung,dan kening Nelam.
Saat Bima ingin mencium bibir Nelam,, tiba-tiba terdengar pintu di ketuk,, seketika wajah mereka menjauh, Nelam langsung bangkit menuju pintu, sedang kan Bima dengan wajah masam melipat sajadah dia dan Nelam.
Ketika pintu terbuka,,terlihat Adelia dan Adelio sudah berdiri di depan pintu.
"Kami berdua akan tidur di sini,, menemani papah dan mamah.."Ucap Adelio di setujui dengan anggukan oleh Adelia.
Nelam dan Bima pun saling tatap.
"Gagal dong malam ini.."Bisik Bima.
"Masih banyak malam yang akan kita lewati sayang.."Ucap Nelam mengedipkan matanya,sambil mengikuti langkah si kembar menuju ranjang.
Bima ikut melangkah dengan gontai.
..."TAMAT"...
*****
Akhir cerita
Bima dan Nelam pun hidup bahagia dengan si kembar. Adelia dan Adelio, perusahaan Bima dan Antasari kini menjadi satu dengan nama "Mahadewa Group ".
Nelam meneruskan usaha butik Sinta, dengan keahlian nya,butik Nelam berkembang pesat sampai mempunyai banyak cabang di kota-kota besar.
Bahkan Nelam bekerja sama dengan salah satu perusahaan di bidang fashion di New York, Nelam di percaya sebagai salah satu desainer handal di sana.
Antasari dan Sinta lebih memilih tinggal di Bandung,kota kelahiran Sinta, mereka ingin menghabiskan masa tua mereka di sana.
Sedangkan Bayu dan Laras,, memutuskan untuk tetap tinggal di Bali bersama orang tua Bayu dan keluarga Laras, mereka sudah menjadi salah satu pengusaha yang sukses di Bali.
Masa lalu, dendam kini sudah terlewati semua,air mata berganti dengan kebahagiaan,, kepahitan hidup yang di jalani dengan ikhlas akan membuahkan sesuatu akhir yang manis.
Akan ada hikmah di setiap ujian,jadi bersyukur,sabar dan ikhlas itulah kunci hidup.
Jangan lupa novel terbaru author yang kedua.berikan selalu dukungan kalian.
ikut dalam "You Are Writer Season 7"

Alhamdulillah tamat ya novel "Darah Daging Yang Di Benci".
Terimakasih banyak yang sudah meluangkan waktu nya untuk membaca, memberikan dukungan,like,Vote dan komen nya untuk novel ini
Jangan lupa dukungan nya untuk novel kedua author
Mampir dan berikan dukungan nya ya,, karena novel ini ikut lomba di "You Are Writer Season 7 "
p
__ADS_1