
Bab 54
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Antasari dan Sinta terbelalak kaget dengan ucapan Dokter Malik , walaupun suaranya sudah lemah tapi tetap terdengar jelas.
"Apa maksud kamu Malik!??"Ucap Antasari menatap tajam Dokter Malik dan Aluna.
"Iya Antasari,di London saat di Rumah Sakit jiwa Rossa melahirkan seorang putri.."Ucap Dokter Malik menatap sendu Aluna kemudian menatap Antasari dengan sorot mata mencoba meyakinkan Antasari.
Dengan pelan Antasari melepaskan pelukan nya dari Sinta,dia pun mendekati Aluna dan Dokter Malik.
"Aku masih belum paham dengan semua ini,,yang aku tahu Rossa meninggal karena kecelakaan saat pesawat membawa nya terbang ke London.."Antasari berkata dengan mata berkaca-kaca sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.
"Rossa tidak pernah meninggal,,aku yang membawanya ke London karena dengan jet pribadi Robert.."Ucap Dokter Malik menatap nanar Antasari.
"Karena saat itu,Rossa depresi berat karena dia sedang mengandung tanpa tahu siapa ayah dari anaknya,, sedangkan Robert yang saat itu ingin menikahinya,harus masuk penjara karena jaringannya tercium polisi..""Ucap Dokter Malik sambil mencoba terus berbicara dengan napas tersengal-sengal.
"Aluna.. Antasari tidak pernah bersalah padamu,,dia bukan ayah kandung mu,,semua cerita Robert itu bohong."Ucap Dokter Malik sambil memegang tangan Aluna yang masih terus menangis.
"Maafkan om yang tidak bisa melepaskan mu dari tangan Robert,, maafkan om juga yang ikut memanfaatkan mu..""Dokter Malik berkata dengan napas yang semakin sesak.
"A,, Antasari bantu Aluna lepas dari Robert,, kasihan dia.."Ucap Dokter Malik yang mulai terbata-bata.
"Dokter.."Bima berteriak memanggil Dokter.
"Dokter cepat periksa ayah saya.."Ucap Bima saat Dokter dan perawat yang langsung datang.
"Mohon maaf sebaiknya kalian keluar dulu,,kami akan memeriksa keadaan pasien.."Ucap Dokter.
Antasari mengambil tubuh Aluna yang menangis histeris untuk membawanya keluar,,Sinta mengikuti Antasari,, Nelam keluar dengan memeluk Bima yang terlihat sangat rapuh dengan air mata yang membasahi pipinya.
Bayu menatap nanar Bima dan Nelam.
"Bima bilang Dokter Malik ayahnya,,kalau begitu mereka bukan saudara sekandung.."Ucap Bayu dalam hati dengan terus menatap ke arah Bima dan Nelam,, sepertinya Nelam tidak mempedulikan kehadiran nya yang baru saja melamar nya.
Hampir 30 menit Dokter memeriksa keadaan Dokter Malik.
Pintu kamar perawatan pun terbuka,,polisi pun menyuruh mereka semua untuk ke dalam.
Tampak tubuh Dokter Malik terbujur kaku tak bergerak,, terlihat perawat sibuk mencopoti alat medis yang berada di tubuh Dokter Malik.
Semua terpaku memandang ke arah Dokter Malik.
"Mohon maaf bapak dan ibu,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,,tapi karena Dokter Malik juga mengidap kanker paru-paru akut yang sudah bertahun-tahun kami tidak bisa menyelamatkannya.."Ucap sang Dokter dengan wajah tampak menyesal dan sedih.
"Kanker paru-paru..???"Tanya Bima dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak,,,om Malik...."Aluna menangis histeris sambil memeluk tubuh Dokter Malik yang sudah tidak bernyawa.
Nelam menghampiri Aluna,mengelus lembut pundak nya.
"Aluna,, ikhlaskan kepergian om Malik,, do'akan semoga om Malik di ampuni segala dosa-dosa nya dan di lapangan kubur nya.."Ucap Nelam sambil mengangkat tubuh Aluna dari tubuh jenazah Dokter Malik.
"Mohon maaf ibu,bapak jenazah akan segera kami bawa untuk di mandikan.."Ucap salah satu perawat.
"Siapa yang akan bertanggung jawab dengan jenazah Dokter Malik???"Tanya salah satu petugas polisi.
"Saya puteranya pak,saya yang akan bertanggung jawab pak,..!"Ucap Bima sambil menghapus air matanya.
"Aku akan menemanimu mas Bima.."Ucap Nelam sambil menatap Bima.
"Aku saja yang menemani Bima,,kamu pulanglah istirahat,temani Aluna.!!"Ucap Bayu menatap tajam Nelam.
Nelam hanya mengangguk dan menunduk.
"Kalau begitu sekarang ikut kami ke kantor polisi untuk mengurus prosedur nya.."Ucap salah seorang polisi.
"Pergilah Bima,, urusan rumah sakit dan pemakaman biar papah yang urus.."Ucap Antasari menatap Bima sendu.
"Terimakasih pah,mah,Bima pergi dulu.."Ucap Bima menatap kedua orangtuanya, kemudian sekilas matanya bertemu dengan mata Nelam.
Getaran yang begitu nyata,,jauh di lubuk hati Bima,,dia sangat membutuhkan kehadiran Nelam di samping nya.
Tapi semua tidak mungkin karena Nelam baru saja menerima lamaran dari sahabat nya Bayu.
Dengan menahan luka,Bima pun melangkah pergi mengikuti polisi.
"Aku pamit Nelam,,"Ucap Bayu menatap Nelam yang sedang menatap punggung Bayu.
"I..iya mas hati-hati.."Ucap Nelam gugup karena Bayu menatap nya dengan tajam.
Bayu pun melangkah keluar menyusul Bima.
Setelah Bima dan Bayu pergi,, perawat pun membawa jenazah Dokter Malik untuk di mandikan.
"Kalian pulang lah,,mang Ujang sudah menunggu di parkiran.."Ucap Antasari menatap bergantian empat perempuan di depan nya.
__ADS_1
"Papah, jangan capek-capek.."Ucap Sinta sambil mengelus pundak Antasari.
"Tenang mah,, papah sudah telepon Beni.."Ucap Antasari lembut sambil mengelus tangan Sinta yang berada di pundak nya.
"Aluna,, pulang lah ke rumah om,, tinggal di sana.."Ucap Antasari menatap Aluna yang menangis.
Aluna tidak menjawab.
"Nelam,,ajak Aluna,, kalau jenazah sudah siap di makamkan,,papah akan memberi kabar.."Ucap Antasari menatap Nelam dan Aluna.
"Baik pah,,ayo Aluna.."Jawab Nelam sambil merangkul tubuh Aluna melangkah keluar.
Mereka semua meninggalkan kamar yang baru saja menjadi saksi kepergian Dokter Malik untuk selama-lama nya.
****************
Di pemakaman tampak hadir keluarga besar Antasari dan sahabat-sahabat seprofesi Dokter Malik.
Suasana haru menyelimuti pemakaman,,apa lagi saat pak ustadz memberikan tausiyah nya.
Setelah prosesi pemakaman selesai,,satu persatu pelayat pun meninggalkan area pemakaman,, tinggallah keluarga Antasari beserta Aluna.
Aluna terus memeluk nisan Dokter Malik sambil menangis,,Bima yang berada di samping Aluna menunduk merasakan duka yang dalam.
Bima tidak menyangka dengan semua yang terjadi,,sosok sahabat karib dari papahnya yang di kenal nya semenjak kecil ternyata ayah kandungnya sendiri.
Jangankan untuk dekat hubungan antara ayah dan anak,, untuk berbicara maaf dan saling mengakui hubungan darah mereka saja, ternyata menjadi pertama dan terakhir.
Nelam yang ingin sekali berada di samping Bima,dan ingin sekali memberikan support pada Bima,,tapi kesempatan itu tidak bisa Nelam lakukan,, karena Bayu selalu berada di samping nya dan menghalangi nya secara halus untuk menjauhkan nya dari Bima,,Nelam juga menjaga perasaan Bayu,karena dia sudah menerima lamaran Bayu.
"Bima,, Aluna,,kita pulang sekarang,hari sudah sore dan cuaca sudah mendung.."Ucap Antasari.
Aluna dan Bima pun bangkit,, mereka semua meninggalkan pemakaman Dokter Malik.
***********
Sesampainya di rumah milik Antasari dan Sinta,, mereka pun bergegas ke kamar masing-masing.
"Aluna,,kamu bisa istirahat bersama Nelam atau kalau kamu mau di kamar sendiri juga tidak apa-apa."Ucap Antasari.
Sinta tidak pernah bicara pada Aluna,,apa lagi saat dia tahu kalau Aluna anak Rossa ,wanita yang selalu terobsesi pada Antasari,, bahkan berbagai cara ingin memisahkan mereka berdua.
"Terimakasih om,,saya mau pulang ke hotel saja.."Ucap Aluna dengan mata dan wajah yang sembab.
"Istirahat di sini saja kak,,kalau perlu kakak tinggal di sini,,kami khawatir dengan keadaan kakak.."Ucap Nelam memohon kepada Aluna.
"Kakak juga sebentar lagi mau bertunangan dengan mas Bima,,jadi tidak ada salah nya kakak tinggal di sini dulu??atau kalau kakak keberatan kak Aluna bisa tinggal di apartemen nya mas Bima,,.iya Khan Pah,,mas Bima???"Ucap Nelam panjang lebar sambil menatap Bima dan Antasari bergantian.
"Nelam,,, biarkan saja dia memilih jalannya sendiri,,kamu ga perlu mengatur dia..!!"Ucap Sinta ketus sambil menatap tajam Aluna.
"Mah..."Ucap Antasari menatap lembut dan mengelus lengan Sinta.
"Terserah kalian saja ,,mamah capek mau istirahat,,hari ini begitu melelahkan.."Ucap Sinta sambil berlalu meninggalkan semua orang.
"Maafkan istri saya Aluna,, jangan kamu masukkan ke hati.."Ucap Antasari menatap sendu Aluna.
"Tidak apa om,,dari dulu tante tidak pernah menyukai saya.."Ucap Aluna tertunduk sedih.
"Rossa dan saya sudah seperti saudara,,anak Rossa adalah anak saya juga,,tinggallah di sini,, mulai sekarang panggil saya dengan sebutan papah.."Ucap Antasari lembut sambil tersenyum.
"P..papah.."Ucap Aluna dengan mata berkaca-kaca.
"B.. boleh saya memeluk mu..?"Ucap Aluna lagi menatap nanar Antasari.
Antasari mengangguk dan tersenyum.
Aluna pun menghambur ke pelukan Antasari,,sambil menangis tersedu-sedu.
"papah.."Aluna menangis di pelukan Antasari.
Antasari menghela napas.
"Maafkan aku Rossa,,aku benar-benar tidak tahu kalau kamu waktu itu masih hidup dan mempunyai seorang putri.."Ucap Antasari lirih dengan air matanya yang mulai keluar dari sudut matanya.
Nelam yang melihat Antasari dan Aluna saling berpelukan ikut menitikkan air mata.
Bayu pun langsung merengkuh pundak Nelam,,Bima yang melihat tingkah Bayu,, hatinya yang tadi nya sedih menjadi panas karena terbakar api cemburu.
Tanpa pamit Bima pun melangkah kan kaki nya ke lantai atas menuju kamarnya.
Nelam hanya mampu memandang punggung Bima dengan hati pedih,,ingin sekali dia memeluk Bima tapi apa dayanya,, akhirnya Nelam pun ikut terisak,,bukan hanya karena terharu melihat Antasari dan Aluna,,tapi perasaan yang menyiksa hati nya.
"Ya sudah,, bersihkan dirimu dan istirahat lah nak.."Ucap Antasari melepaskan pelukan nya dan mengusap lembut air mata Aluna.
"Terimakasih banyak om eh pah.."Ucap Aluna tersenyum.
Antasari tersenyum sambil mengelus lembut kepala Aluna.
__ADS_1
"Nelam,, tolong antarkan Aluna ke kamar nya dan setelah itu kamu istirahat.."Ucap Antasari menatap lembut Nelam.
"Ya pah.."Ucap Nelam sambil melepaskan rangkulan Bayu dan mengusap air matanya.
"Bay,,kalau kamu mau istirahat di sini silahkan,,masih ada kamar,,"Ucap Antasari menatap Bayu.
"Tidak usah om,, terimakasih, kebetulan Bayu ada urusan lagi sore ini.."Ucap Bayu membalas tatapan Antasari.
"Baiklah kalau begitu,,om mau ke atas dulu istirahat.."Ucap Antasari sambil tersenyum ke arah Bayu.
"Iya om,, silahkan.."Ucap Bayu membalas senyum Antasari.
"Nelam,,Aluna,,papah ke atas dulu,, istirahat lah kalian.."Ucap Antasari sambil mengelus lembut kepala Nelam dan Aluna.
"Iya pah,,selamat istirahat.."Ucap Nelam sambil tersenyum.
Sedangkan Aluna hanya tersenyum dan mengangguk.
Antasari pun melangkahkan kakinya menuju lantai atas letak kamar nya.
"Kalau begitu aku juga pamit Nelam.."Ucap Bayu lembut sambil memberikan punggung tangan nya ke Nelam.
"Iya mas, hati-hati.."Ucap Nelam sambil mencium punggung tangan Bima.
Bayu pun melangkah pergi keluar, meninggalkan Nelam dan Aluna.
"Ayo Aluna,,ke kamar aku dulu ya,,aku akan mencari kan baju ganti untuk mu..tapi...""Ucap Nelam menggantung.
Aluna mengernyitkan dahi nya.
"Pakaian aku tertutup semua..."pasti kamu tidak menyukai nya.
Aluna tersenyum,,cari pakaian mu yang paling sexy dan berikan padaku.."Ucap Aluna menyeringai menggoda Nelam.
Nelam pun melotot kearah Aluna,dan Aluna pun tertawa,,Nelam pun ikut tertawa kecil sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Akhirnya Nelam dan Aluna sudah berada di kamar Nelam.
Nelam menyuruh Aluna untuk memilih pakaian yang menurut nya cocok.
"Benar kata mu Nelam,, pakaian mu tidak cocok untuk ku.."Ucap Aluna dengan frustasi.
Akhirnya Aluna memilih kaos yang cukup ketat dan celana panjang yang pas body,, kemudian Aluna melangkahkan kaki nya menuju kamar untuk nya, padahal pakaian yang sudah di pilih Aluna adalah pakaian untuk **********.
Nelam hanya menarik napas dan tersenyum sambil melihat ke arah pakaiannya yang di keluarkan semua oleh Aluna
Saat sampai di kamar Aluna langsung membersihkan dirinya yang sudah lengket.
30 menit berlalu Aluna pun keluar dari kamar mandi,, kemudian mulai memakai pakaian Nelam.
"Nelam selalu memakai pakaian yang tertutup,,tapi kenapa terlihat Bima sangat mencintai nya?,apa yang Bima lihat dari dia.?."Tanya Aluna dalam hati sambil menatap dirinya di cermin.
Tiba-tiba ponsel Aluna berbunyi.
Aluna meraih ponselnya,,tampak nama Robert terpampang di layar ponselnya.
Aluna menarik napas dan menjawab panggilan itu.
"Hallo..."Ucap Robert
"H.. Hallo.."Jawab Aluna.
"Hai sweety,lama sekali kamu pergi ke pemakaman Malik ???"Ucap Robert diseberang sana.
"Dari mana om tahu??"Tanya Aluna.
Robert tertawa terbahak-bahak.
"Aluna..apa kamu lupa siapa aku!!!?"Ucap Robert.
"Om mau apa..???"Tanya Aluna.
Robert kembali tertawa terbahak-bahak.
"Tentu saja aku menginginkan tubuhmu,,!!"Ucap Robert masih dengan tertawa kencang
Aluna membuang napas dengan kasar.
"Aku tunggu jam 7,,di hotel biasa.."!!!"Ucap Robert dengan suara marah.
"T..tapi om"sebelum Aluna selesai bicara Robert memutuskan ucapan Aluna.
"Kalau kamu tidak mau datang,,kamu akan tahu sendiri akibat nya.!!!"Ucap Robert kasar sambil menutup telepon nya.
************
Sampai di sini dulu up nya,,author sudah ngantuk.
__ADS_1
Jangan lupa Vote..like dan komen.
Terimakasih.