
Bab 114
"Darah Daging Yang Di Benci"
Nelam merasakan pilu di hati nya,,saat kaki nya melangkah pergi meninggalkan gedung pengadilan.
"Maaf kan ibu nak,,sudah menjebloskan ayah mu ke penjara..."Nelam berkata dalam hati sambil mengelus lembut perut nya.
"Jangan menyesali sesuatu yang sudah menjadi keputusan mu nak.."Ucap Antasari lembut sambil mengucapkan kepala Nelam.
"Pah.."Ucap Nelam lirih.
Antasari tersenyum dan mengelus lembut kepala Nelam.
"Sekarang kita pulang,,kamu dan mamah butuh istirahat..."Antasari berkata sambil membawa Nelam ke pelukan nya.
"Semua nya pasti akan baik-baik saja putri ku..."Ucap Antasari dalam hati.
"Ayo kita pulang sekarang,,mamah sudah menunggu.."Ucap Antasari melepaskan pelukan nya.
Tampak Sinta sudah menunggu berdiri di depan mobil mereka,, dengan mata berkaca-kaca,, terlihat tangan nya mengusap wajah nya,,menghapus air mata yang mulai mengalir ke wajah nya.
Nelam dan Antasari menghampiri Sinta.
"Kita pulang sekarang,, kalian butuh istirahat.."Antasari berkata sambil mengelus punggung Sinta.
Sinta tersenyum dan mengangguk.
Mobil mereka pun melaju membelah jalan raya menuju kediaman rumah mereka.
Sesampainya di depan rumah.
"Papah ada urusan di kantor,,nanti malam ada yang ingin papah bicarakan pada kalian..."Ucap Antasari menoleh ke kursi belakang ,,menatap sendu dua wanita yang sangat di sayangi nya.
"Iya pah.."Ucap Nelam mencium punggung tangan papah nya.
Antasari tersenyum dan mengusap kepala Nelam.
"Hati-hati ya pah..."Sinta berkata dan mencium juga punggung tangan Antasari.
"Iya mah,, kalian baik-baik ya di rumah.."Antasari berkata sambil mencium kening istri nya.
Nelam dan Sinta pun turun dari mobil,dan mobil pun melaju kembali membelah jalan raya.
"Nelam..."Panggil Sinta lirih saat Nelam akan membuka pintu kamar nya.
Sinta menghela napas,, kemudian melangkah menghampiri Nelam.
"Mamah boleh minta sesuatu nak..???"Tanya Sinta dengan suara parau.
"Kalau Nelam mampu,,pasti akan Nelam beri mah.."Nelam berkata dengan tatapan sendu ke arah Sinta.
"Bima di penjara 5 tahun dan itu bukan waktu yang sebentar.."Ucap Sinta dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Mamah minta tolong kamu tunggu Bima,, menikah kembali dengan nya dan membangun rumah tangga yang bahagia nak,, membesarkan anak kalian bersama-sama.."Sinta berkata sambil menggenggam tangan Nelam dengan air mata yang kembali mengalir membasahi pipi nya.
"Mamah jangan khawatir ,,Nelam janji akan menunggu mas Bima kembali.."Nelam berkata sambil membalas genggaman tangan Sinta.
"Kami sudah berjanji untuk bersama dan Nelam juga sudah berjanji untuk menunggu mas Bima,,jadi mamah jangan khawatir..."Nelam berkata sambil menghapus air mata Sinta.
"Terimakasih sayang.."Sinta langsung memeluk Nelam.
"Iya mah,, tolong doa kan kami.."Nelam berkata sambil mengelus punggung Sinta.
__ADS_1
"Tentu sayang,,mamah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk rumah tangga kalian berdua..."Sinta melepaskan pelukan nya dan mengelus lembut pipi Nelam.
"Ya sudah mah,, Nelam mau istirahat dulu,, mamah juga istirahat..."Ucap Nelam dengan seulas senyum nya.
"Ya sayang,, tolong jaga cucu mamah.."Sinta berkata sambil mengelus lembut perut Nelam.
"Pasti mah.."Nelam berkata sambil ikut mengelus perut nya juga.
Mereka pun masuk ke dalam kamar masing-masing.
Di dalam kamar,, setelah membersihkan diri dan berganti pakaian,Nelam menatap pantulan di cermin.
Tampak perut nya sudah mulai membuncit,, Nelam menyentuh perut nya sambil tersenyum bahagia.
"Sayang,,kamu sehat-sehat dan baik-baik saja ya sayang.."Ucap Nelam terus mengelus perut nya.
"Mungkin sekarang kita tidak bersama papah
nak,,tapi kami sudah berjanji untuk bersama-sama membesarkan kamu.."Ucap Nelam lagi sambil tersenyum.
"Kamu sabar ya,, papah hanya pergi 5 tahun,,dan kita akan menunggu papah ya sayang..."Nelam berkata dengan mata yang berkaca-kaca.
Pandangan nya beralih ke sebuah foto yang terpajang di sebuah meja tepat di samping ranjang nya.
Nelam melangkahkan kaki nya mendekati ranjang,,mengambil frame foto yang berisi dia dan Bima yang saling berpelukan dengan senyum penuh kebahagiaan.
Dengan air mata yang mulai keluar dari sudut mata nya,, Nelam mengusap wajah Bima yang berada di foto.
Kemudian dia menatap bingkai foto besar yang berada di tembok kamar nya.Tampak foto pengantin mereka yang sedang menggunakan pakaian kebaya modern.
Nelam tersenyum menatap sesaat foto itu,, kemudian kembali menatap foto yang berada di tangan nya,, kemudian dia mengelus kembali foto itu,,sambil mendekap foto itu dada nya.
Nelam pun merebahkan diri dengan mendekap foto kenangan nya bersama Bima dengan erat,, seperti takut ada yang mengambil.
*********
Tok..tok..
Tiba-tiba suara pintu kamar Nelam berbunyi,, Nelam yang sudah terlelap terperanjat kaget, dia pun segera membuka mata nya,,dan baru menyadari jika dia tidur sambil memeluk foto diri nya dan Bima.
Tok..Tok....
"Nelam....!!"Panggil suara itu lagi.
"Itu seperti suara mamah.."Gumam Nelam.
Dia pun buru-buru menaruh foto nya di atas meja.
"Iya sebentar mah.."Teriak Nelam dan bergegas membuka pintu.
Tampak Sinta sudah berdiri di depan kamar Nelam.
"Maaf,,mamah sudah menganggu istirahat kamu nak.."Ucap Sinta.
"Ga pa pa ko mah,memang sudah waktunya Nelam bangun.."Ucap Nelam sambil melirik jam dinding.
"Hah,,sudah hampir setengah 5,, Nelam shalat ashar dulu mah.."Ucap Nelam dengan wajah bersemu merah.
"Baiklah mamah tunggu di dapur ya.."Ucap Sinta sambil mengelus perut Nelam.
"Baik mah.."Ucap Nelam.
Sinta pun berlalu dan Nelam juga masuk kedalam kamarnya,, segera berwudhu dan melaksanakan shalat ashar.
__ADS_1
*********
Saat Nelam sampai di dapur tampak Sinta sedang sibuk memasak di bantu oleh 2 orang pelayan.
"Hai sayang sini,, ucap Sinta menghampiri Nelam dan membawa nya untuk duduk di kursi.
"Lho ko aku di suruh duduk mah..??"Tanya Nelam.
"Kamu lagi hamil jangan capek-capek,,kamu duduk manis saja di sini.."Sinta berkata sambil mengelus lembut punggung Nelam.
"Memasak tidak akan cape mah,,apa lagi di bantu sama mba lani dan mba Irma.."Ucap Nelam mata nya menuju kedua pelayan nya yang bernama Lani dan Irma.
Nelam memanggil Lani dan Irma mba,, karena usia mereka dengan Nelam sama.
"Terserah kamu,, asal jangan capek-capek.."Ucap Sinta kembali dengan kegiatan nya.
Nelam dengan semangat segera membantu mereka memasak karena sudah lama dia tidak memasak.
"Akhirnya selesai juga masakan kita hari inj...,"Ucap Sinta tersenyum puas
"Iya mah,,lebih baik sekarang kita mandi sudah mau magrib.."Ucap Nelam.
"Mamah juga pasti ingin menyambut papah,, jadi harus bersih,,segar dan wangi.."bisik Nelam.
"Kamu ini bisa saja.."Ucap Sinta sambil senyum-senyum.
******
Makan malam bersama pun mereka lewati dengan obrolan ringan.
Setelah selesai makan malam,, Antasari mengajak Sinta dan Nelam ke ruang keluarga.
"Nelam.."Panggil Antasari ragu.
"Iya pah..??"Jawab Nelam.
"Apa kamu ingin meneruskan sekolah mu Nelam.??'Tanya Antasari
"Mau banget pah.."Ucap Nelam dengan binar penuh kebahagiaan.
"Baiklah papah akan atur.."Ucap Antasari.
"Tapi.."Ucap Antasari ragu.
"Tapi papah ingin kamu melanjutkan pendidikan ke luar negeri.."
******
Apakah Nelam mau bersekolah di luar negeri??
Apa tujuan Antasari menyuruh Nelam mengambil pendidikan ke luar negeri???
Ikuti terus cerita nya yang mau tamat.
INFO...
2 novel author ganti cover ya
Jangan lupa mampir ke novel author yang ke dua.
********
__ADS_1