Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Lamaran Bayu dan Penyerahan Diri Bima 2


__ADS_3

Bab 112


"Darah Daging Yang Di Benci"


"Laras,, dengan di saksikan tante Sinta dan Nelam,,aku melamar mu.."Ucap Bayu sambil menghampiri Laras yang sedang duduk di ranjang bersama Nelam.


Dengan senyum bahagia Nelam dan Sinta bangkit dari duduk mereka,, memberikan ruang untuk Bayu mengutarakan segala isi hati nya.


"Mau kah kamu menikah dengan ku,,menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anakku...??Bayu bertanya sambil mengeluarkan sesuatu dari saku nya.


Sebuah kotak mungil dengan ukiran yang indah.


"Pakailah cincin ini jika kamu menerima lamaran ku.."Bayu berkata sambil membuka kotak yang berada di tangan nya.


Tampak sebuah cincin yang indah bermata berlian, Sinta dan Nelam tersenyum bahagia,, sedang kan Laras hanya mampu menutup mulutnya dengan mata berkaca-kaca.


"Aku ulangi lagi Larasati Antariksa,,mau kah kamu menikah dengan ku??,,menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anakku..???"Tanya Bayu lagi sambil memberikan sekotak cincin itu di hadapan Laras.


Laras menatap bergantian ke arah Nelam dan Sinta,, mereka tersenyum dan mengangguk seolah-olah memberi tanda jika Laras mau menerima lamaran Bayu.


Dengan air mata yang mulai mengalir dari sudut mata nya,, dan tersenyum penuh haru,,Laras mengambil cincin itu dan dengan keyakinan nya di masukan nya cincin itu ke jari manis nya.


Bayu,, Nelam dan Sinta langsung mengucap syukur ,, mereka tersenyum bahagia,, dan merasa sangat lega atas keputusan Laras.


"Terimakasih Laras karena sudah menerima lamaran ku.."Bayu berkata dengan senyum bahagia sambil memeluk erat Laras.


"Aku juga berterimakasih,, karena kamu sudah memilih ku sebagai calon istri.."Ucap Laras lirih sambil terisak.


"Aku janji akan menjadi kan mu ratu dalam hidup ku.."Bayu berkata sambil melepaskan pelukan nya.


"Dan aku juga tak akan membiarkan satu tetes air mata keluar dari mata indah mu.."Bayu berkata sambil menatap lekat Laras dan menghapus air mata nya.


Laras membalas tatapan Bayu dengan senyum penuh kebahagiaan.


"Selamat ya buat kalian,, semoga semua nya nanti berjalan lancar.."Nelam berkata dengan tersenyum bahagia.


"Nelam,, terimakasih ya,maaf jika kami harus bahagia,,di saat kamu.."Laras tidak meneruskan perkataannya,,dia hanya menunduk kan wajah nya.


"Hei,, jangan bicara seperti itu,,kita ini teman,, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku,,kita masing-masing mempunyai jalan takdir yang berbeda..."Nelam berkata masih terus tersenyum menatap Laras.


"Aku dan Bima,, kalau memang kami di takdir kan untuk bersama,,seberat apa pun masalah kami,, dan sejauh apapun kami berpisah,,pasti takdir akan mempertemukan kami kembali.."Ucap Nelam yang terus mencoba untuk tersenyum sambil mengelus perut nya.


"Sayang.."Sinta berkata sambil memeluk Nelam yang berada di samping nya.


"Aku akan pergi bersaksi untuk meringankan hukuman Bima.."Ucap Bayu menatap bergantian tiga wanita di depan nya.

__ADS_1


"Terimakasih Bayu.."Ucap Sinta.


"Oh ya Bay,,kapan hubungan kalian akan di resmikan...?-?"Tanya Sinta.


"Nanti akan kami bicara kan lagi tante..."Jawab Bayu.


"Jangan lama-lama Bay,,jika ada niat baik segera kan lah..."Sinta berkata sambil menatap sendu Bayu.


Jauh di lubuk hati wanita setengah baya itu,,merasa sangat khawatir dengan hukuman yang akan di jalan kan putra nya.


Tapi mau bagaimana lagi semua perbuatan harus di pertanggung jawabkan,,walau pun kenyataan itu sangat berat dan menyakitkan.,,dari pada hidup di Bayangi oleh rasa bersalah dan ketakutan.


"Setelah urusan Bima selesai,,Bayu akan menentukan hari pernikahan kami tante..'"Jawab Bayu tersenyum menatap bergantian Sinta,, Nelam dan Laras.


"Baik Bay,,tante titip Bima sama kamu ya.."Pinta Sinta dengan suara lirih.


"Mah,, maafkan Nelam.."Ucap Nelam sambil menggenggam tangan Sinta.


"Tidak sayang,,ini bukan kesalahan mu,,tapi ini memang harus di jalani oleh Bima sebagai konsekuensi perbuatan nya.."Jawab Sinta sambil mengelus lembut kepala Nelam.


"Ya sudah kalau begitu aku ke kantor polisi dulu..."Bayu berkata sambil mencium kening Laras.


"Hati-hati mas.."Ucap Laras sambil mencium punggung tangan Bayu.


Bayu tersenyum dan mengangguk,, kemudian bangkit dari duduknya,, berpamitan pada Sinta.dan Nelam.


********


"Yusuf,, maafkan papah sayang,,hari ini papah akan mempertanggung jawabkan perbuatan papah.."Ucap Laki-laki yang tak lain Bima dengan suara parau.


"Papah berjanji,,saat papah sudah menjalani hukuman nanti,, papah dan mamah akan bersatu lagi membangun rumah tangga,,dan membesarkan adik mu bersama-sama..."Bima berkata dengan mata berkaca-kaca.


"Sebentar lagi kamu akan punya adik sayang.."Ucap Bima sambil terisak.


Saat Bima sedang menangis,, tiba-tiba pundak nya di sentuh oleh seseorang.


"Bim..."Panggil suara itu.


Bima pun mendongakkan kepalanya dan melihat seseorang yang kini sedang berdiri di samping nya


"Pah.."Ucap Bima lirih.


Lelaki yang tak lain Antasari itu duduk di samping Bima yang sedang bersimpuh.


Antasari menghela napas.

__ADS_1


"Kamu sudah siap Bim..?"Tanya Antasari sambil menatap nanar nisan yang bertuliskan nama Yusuf dan nisan di sebelah nya yang tertulis nama Sekar.


"InsyaAllah Bima siap pah..."Bima berkata sambil mengusap air mata nya.


Antasari kembali menghela napas.


"Papah akan menemani mu.."Antasari berkata sambil menepuk pelan pundak Bima.


"Terimakasih pah.."Ucap Bima sambil mengangguk.


"Sekarang kita do'akan Yusuf dan Sekar.


Mereka pun mendo'akan Yusuf dan Sekar,, setelah selesai do'a mereka pun pergi meninggalkan pemakaman menuju kantor polisi dengan mengendari masing-masing mobil mereka.


Selang setengah jam mereka pun sampai di kantor polisi,, bersamaan dengan kedatangan Bayu untuk memberikan kesaksian untuk kasus Bima.


Proses laporan dan tanya jawab berlangsung hampir tiga jam.


Sebenarnya dengan uang dan kekuasaan yang keluarga Mahadewa miliki,,mudah saja untuk membebaskan Bima dari hukuman,,tapi tidak semua hukum bisa di beli dengan uang,,dan bagi keluarga mereka kesalahan itu membutuhkan konsekuensi dan tanggung jawab.


Setelah mendengar pengakuan dari Bima dan kesaksian dari Bayu,, akhirnya di putuskan kalau Bima menjadi tahanan rumah selama proses penyelidikan sampai ke pengadilan.


"Pah,,selama menjalani masa tahanan rumah Bima akan menempati apartemen,,biar penghuni rumah tidak terganggu dengan penjagaan polisi,,apa lagi Nelam sedang hamil..."Ucap Bima saat menatap Antasari.


"Baiklah Bim.."Antasari berkata sambil mengangguk.


"Bro,,semoga hukuman Lo ga berat.."Ucap Bayu merangkul pundak Bima.


"Aamiin,, terimakasih Bay sudah mau bersaksi buat gw.."Ucap Bima sambil membalas rangkulan Bayu.


"Kalau Lo ingin menikahi Laras,, menikah lah Bay,,ga perlu mikirin gw.."Ucap Bima lagi.


"Santai bro,, baru tadi gw ngasi dia cincin di hadapan nyokap Lo sama Nelam.."Ucap Bayu Sambil melepaskan rangkulan nya dan menepuk pelan pundak Bima.


Bima hanya tersenyum tipis dengan hati pedih mengingat Nelam dan anak dalam rahim nya.


Akhirnya mereka pun meninggalkan kantor polisi dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.


***********


Berapa lama Bima akan menerima hukuman..??


Temui jawabannya di bab berikutnya.


Jangan lupa mampir ke novel Author

__ADS_1



__ADS_2