Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Kegalauan Hati Bayu


__ADS_3

Bab 66


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


(Cepat ke Rumah Sakit XX,,sudah seminggu Salsa di rawat,,dia butuh donor tulang sumsum belakang,, tulang sumsum ku tidak cocok dengan nya...)bunyi isi pesan di ponsel Bayu.


Seketika wajah Bayu menjadi tegang dan cemas,, beberapa kali Bayu mengusap kasar wajahnya.


Bima terus menatap tajam ke arah Bayu,,dia tahu pasti ada yang tidak beres dari pesan yang Bayu baca.


"Sebentar lagi magrib,,jadi kalian makan malam di sini ya,,biar kami siap kan.."Ucap Sinta dengan senyum nya.


"M..Maaf tante,,om,, seperti nya kami harus kembali sekarang,,ini ada pesan dari tante Rani adik nya mamah, baru datang dari Surabaya dan sekarang perjalanan ke rumah.."Ucap Bayu sambil menatap bergantian Sinta, Antasari, Nelam dan kedua orangtuanya.


Adam dan Mayang saling tatap.


"Tante Rani???"Tanya Mayang menatap Bayu sambil mengerutkan keningnya.


"Iya mah.."Ucap Bayu.


Baru saja Mayang ingin berucap lagi, tiba-tiba Bayu langsung menyela nya.


"Mohon maaf om,,tante.,bi Nur lain kali kami akan mengundang kalian semua untuk makan malam dan membicarakan tanggal pernikahan saya dan Nelam.."Ucap Bayu sambil beranjak dari duduknya dan menyalami tangan Antasari dan Sinta dan bi Nur.


Adam dan Mayang menarik napas dengan kelakuan putera nya ini.


"Nelam,, maafkan aku ya hanya datang sebentar,,aku janji akan secepatnya mengabarkan tanggal pernikahan kita.."Ucap Bayu sambil menggenggam tangan Nelam dan menatap wajah Nelam sendu.


"Iya mas ga pa pa,,aku ngerti ko.."Ucap Nelam tersenyum membalas tatapan Bayu.


"Makasih ya Nelam.."Ucap Bayu memberikan tangannya untuk di cium Nelam.


Nelam pun mencium punggung tangan Bayu dan Bayu mengelus kepala Nelam.


Bima terus menatap tajam ke arah Bayu,,sampai Bayu membalikkan badannya ke arah Bima.


"Gw balik bro.."Ucap Bayu sambil menepuk pundak Bayu.


"Gw tahu Lo Lagi berbohong untuk menutupi satu rahasia besar dalam hidup Lo.."Ucap Bima penuh penekanan di telinga Bayu.


"Kita sama-sama punya rahasia besar bro.."Ucap Bayu sambil melangkah pergi.


Bima langsung mengirim pesan kepada seseorang.


( Ikuti Bayu segera ) isi pesan Bima


( Siap bos ) balas anak buah Bima.


"Sinta,, Antasari kami pamit,, nanti kita akan bertemu kembali menentukan tanggal pernikahan anak-anak kita"Ucap Adam sambil memeluk Antasari.


"Siap sobat.."Ucap Antasari membalas pelukan Adam dan menepuk pundak Adam pelan.


"Aduh,,maaf ya Sin,,hanya sebentar kita ketemu nya padahal aku masih ingin bercerita banyak.."Ucap Mayang sambil mencium pipi kiri dan kanan Sinta.


"Ga pa pa,,kita pasti akan ketemu lagi.."Ucap Sinta tersenyum.


"Oh ya.. sebentar lagi kita akan jadi besan ya.."Ucap Mayang sambil tertawa kecil membayangkan pernikahan Bayu dan Nelam.


"Kami pamit ya Sinta.."Ucap Adam tersenyum ke arah Sinta.


"Ya Adam,, hati-hati,, terimakasih sudah meluangkan waktu kesini,,maaf juga tidak di jamu apa-apa.."Ucap Sinta sambil tersenyum menatap Adam dan Mayang.


"Nanti kami yang akan mengundang kalian makan malam.."Ucap Mayang sambil tersenyum sumringah.


"Oke di tunggu kabarnya.."Ucap Sinta tersenyum.


"Bi Nur kami pulang dulu ya.."Ucap Adam sambil menyalami bi Nur di susul Mayang.


"Nelam sayang,,mamah sama papah pulang dulu ya nak.."Ucap Mayang sambil memeluk Nelam.


"Iya tante hati-hati.."Ucap Nelam sambil membalas pelukan Mayang.


"Hai,, panggil kami mamah dan papah..."Ucap Mayang sambil melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Nelam.


"Iya tante eh mamah.."Ucap Nelam tersenyum malu.


"Ya sudah kamu baik-baik ya,,kami akan segera kembali menentukan tanggal pernikahan kalian.."Ucap Mayang dengan senyum penuh kebahagiaan.


"Kalau begitu,,kami pamit Nelam.."Ucap Adam.


"Iya om eh papah.."Ucap Nelam sambil mencium punggung Adam kemudian mencium punggung tangan Mayang.


Mayang tersenyum bahagia sambil mengusap kepala Nelam lembut.


"Bima om sama tante pulang dulu ya.."Ucap Adam sambil menepuk pelan pundak Bima.


"Iya om.."Ucap Bima sambil mencium punggung tangan Adam.


"Bima,,kamu sudah punya pacar belum sie??Ucap Mayang saat Bima akan mencium punggung tangan nya.

__ADS_1


Bima tidak menjawab hanya tersenyum.


"Kamu cepat cari istri,, jangan gonta ganti pacar melulu,,umur semakin dewasa pasti mamah dan papah mu menginginkan cucu.."


bisik Mayang di telinga Bima.


Bima hanya tersenyum masam.


"Ya sudah kami pulang dulu ya.."Ucap Adam


"Terimakasih atas respon positif nya Assalamualaikum"Ucap Adam lagi


"Waalaikumsalam..ucap mereka semua.


Adam dan Mayang pun melangkah keluar dari ruang tamu.


"Kalau begitu bibi kembali ke dapur dulu ya,,mau membantu bi Sumi menyiapkan makan malam.."Ucap bi Nur.


"Ya bi,, terimakasih ya.."Ucap Sinta tersenyum.


"Ya bu,, Nelam keponakan sekaligus putri saya.."Ucap bi Nur menatap sendu Nelam.


"Terimakasih bi.."Ucap Nelam sambil menghambur ke pelukan bi Nur.


"Iya sayang,, sama-sama.."Ucap bi Nur sambil mengelus lembut pundak Nelam.


"Ya sudah sayang,,bibi ke dapur dulu.."Ucap bi Nur melepaskan pelukan nya dan mencium kening Nelam.


Nelam mengangguk,,bi Nur pun melangkah kan kaki nya ke arah dapur.


"Kenapa Bayu tiba-tiba aneh ya pah?? Tanya Sinta setelah Adam dan Mayang pamit,,sambil sedikit mengerutkan keningnya.


"Ya,,tapi papah rasa Bayu punya alasan kenapa dia ingin cepat-cepat pulang.."Ucap Antasari sambil menatap lembut wanita pujaannya.


"Tapi papah yakin,,Bayu laki-laki baik yang akan menepati janji.."Ucap Antasari lagi sambil menggenggam tangan Sinta.


Sinta mengangguk dan tersenyum


"Nelam..Bima kami ke atas dulu ya bersih-bersih ,,nanti kita ketemu saat makan malam."Ucap Antasari menatap bergantian Nelam dan Bima.


"Ya pah,, mah,,Nelam juga mau membersihkan diri dulu,, sudah mau magrib juga.."Ucap Nelam.


Antasari dan Sinta mengangguk kemudian meninggalkan Nelam dan Bima.


"Mas,, Nelam ke kamar dulu ya.."Ucap Nelam yang tidak berani menatap Bima dan akan beranjak dari duduknya.


"Nelam,,bisa bicara sebentar.."Ucap Bima dengan terus menatap Nelam.


Bima menghela napas,,dan pindah duduk di sebelah Nelam.


Seketika jantung Nelam berdetak kencang,, jarak mereka kini sudah sangat deket sekali.


"Nelam.."Ucap Bima pelan sambil menggenggam jemari Nelam lembut.


Nelam seakan berhenti bernapas,,irama jantung nya mulai tak beraturan,, jarak yang terlalu dekat membuat Nelam bisa merasakan napas Bima yang menyapu hangat wajah nya.


"Sebelum kamu menikah dengan Bayu,,aku mau jujur kalau aku mencintaimu Nelam.."Ucap Bima menatap dalam netra Nelam.


Nelam pun tersentak kaget dan menatap wajah Bima,,netra mereka bertemu,,berlahan Bima semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Nelam.


Saat bibir mereka akan bersentuhan,, tiba-tiba Bima terbayang malam saat Nelam meronta di bawah kekuasaan nya dan saat seorang perempuan menjerit dan tiba-tiba muncul sesosok anak laki-laki yang terlempar jauh karena rem mobil yang tak bisa di kendalikan nya.


Bima langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Nelam.


"Maaf kan aku Nelam..!!"Ucap Bima yang langsung meninggalkan Nelam yang terpaku sendiri di sofa ruang keluarga.


Tak terasa air mata Nelam mulai mengalir dari sudut matanya.


Bima yang tergesa masuk ke dalam kamar langsung membanting pintu kamar dan dengan cepat menuju kamar mandi,, tanpa membuka pakaian nya,,dia langsung menyalakan shower dan membiarkan nya membasahi seluruh tubuhnya,,Bima berteriak kesal dan sedih.


***********


Sementara di dalam mobil.


"Bima kenapa kamu berbohong !!???"Ucap Adam dengan nada tinggi.


"Bayu tiba-tiba ada urusan pah.."Ucap Bayu yang melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi.


"Urusan apa??Bima itu Khan atasan mu..??"Ucap Adam tak mau kalah.


"Bukan urusan pekerjaan pah,,tapi urusan ini lebih penting dari sebuah pekerjaan pah.."Ucap Bayu sambil menghela napas.


"Jangan terlalu kencang Bay,,mamah takut.."Ucap Mayang sambil memegang jok mobil depan tampak raut ketakutan di wajah nya.


"Iya mah,,Bayu minta maaf..."Ucap Bayu sambil mengurangi kecepatan mobil nya.


"Sebenarnya kamu ada urusan apa sie nak..??Ucap Mayang yang memperhatikan punggung Bayu yang sedang menyetir.


"Kalau sudah waktunya pasti Bayu cerita mah.."Ucap Bayu tanpa menoleh.

__ADS_1


Mayang menarik napas sambil melempar pandang pada suaminya Adam.


Tak lama mereka pun sampai di depan rumah Bayu.


"Mah,, Pah,,Bayu langsung jalan ya..."Ucap Bayu sambil mencium punggung tangan Mayang dan Adam.


"Iya kamu hati-hati nak.."Ucap Mayang.


"Iya mah.."Ucap Bayu yang langsung melajukan mobilnya saat Mayang dan Adam turun.


Cukup kencang Bayu melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit,,tak lama Bayu pun sampai di Rumah Sakit XX.


Setelah parkir,,Bayu segera turun dari mobil dan menghubungi Intan.


Tak butuh waktu lama dia pun sudah menemukan kamar perawatan Salsa,,terlihat Intan sedang duduk sendirian di kursi tunggu di depan kamar Salsa.,,Bayu pun melangkah dengan tergesa mendekati Intan.


"Intan.."Panggil Bayu dengan napas tak beraturan karena berlari.


"Bay.."Ucap Intan langsung memeluk Bayu dan menangis tersedu-sedu.


"Bagaimana Salsa..?? Tanya Bayu yang melepaskan pelukan Intan.


"Dokter sedang memeriksa Salsa.."Jawab Intan dengan mengusap air mata nya.


Tak lama Dokter pun keluar dari kamar Salsa.


"Dokter bagaimana keadaan anak saya..??"Ucap Bayu langsung menghampiri sang Dokter.


"Dokter Intan,apa ini ayah nya Salsa..."Tanya Dokter itu sambil menatap Intan dan Bayu bergantian.


Intan mengangguk,sang Dokter menarik napas.


"Bisa ikut ke ruangan saya pak.."Ucap sang Dokter menatap Bayu.


Bayu mengangguk.


Intan dan Bayu masuk kedalam sang Dokter.


"Silahkan duduk Dokter Intan dan pak Bayu.."Ucap sang Dokter.


"Begini pak Bayu,,apa Dokter Intan sudah menjelaskan keadaan Salsa..?"Ucap sang Dokter sambil menatap bergantian Dokter Intan dan Bayu.


Bayu menggelengkan kepalanya dan Dokter Intan hanya menunduk tampak sekali guratan kesedihan di wajahnya.


"Begini pak Bayu,, setelah kami melakukan pengecekan dengan kesehatan Salsa ternyata Salsa mengidap leukimia..."Ucap sang Dokter dengan hati-hati.


"Apa..!!!???"Teriak Bayu tak percaya,,dia seperti tersambar petir di siang hari.


"Ga mungkin dok,,Salsa masih terlalu kecil untuk menderita penyakit itu..!!"Ucap Bayu masih tak percaya,, sedangkan Intan sudah mulai terisak.


'Kenapa kamu tidak pernah cerita tentang keadaan Salsa hah...!!!!"Ucap Bayu yang langsung menatap Intan di sebelah nya.


"A..aku.."sebelum Dokter Intan melanjutkan ucapannya sang Dokter yang merupakan sahabat Intan langsung memotong.


"Maaf pak Bayu,,bukan saya mau ikut campur urusan pribadi kalian,, sekarang bukan waktunya untuk saling menyalahkan,,tapi solusi untuk pengobatan Intan.."Ucap sang Dokter menatap bergantian dua orang yang berada di depan nya.


"Dengan transplantasi sumsum tulang belakang kemungkinan besar untuk Salsa bertahan hidup.."Jelas sang Dokter lagi.


"Kami sudah memeriksa Dokter Intan,, ternyata sumsum tulang belakang nya tidak cocok dengan nya,,jadi saya memaksa Dokter Intan untuk menghubungi anda.."Dokter memberikan penjelasan lagi.


"Saya siap Dok,, segera periksa tulang sumsum belakang saya Dok,, kalau memang cocok lakukan transplantasi segera..."Ucap Bayu dengan semangat walau pun hatinya,,dan mencoba jangan sampai air mata keluar dari sudut matanya.


"Tidak semudah itu pak Bayu,, banyak transplantasi harus melewati beberapa pengecekan.."Ucap sang Dokter sambil tersenyum.


"Butuh waktu berapa lama??"Tanya Bayu.


"Kemungkinan 5 sampai 10 hari.."Jawab Dokter.


"Baik Dok,, lakukan pengecekan sekarang.."


"Baiklah pak Bayu,,saya segera menyuruh perawat untuk menyiapkan semuanya.."Ucap Dokter.


Bayu mengangguk,dan menghela napas.


"Aku harus segera menjalankan rencana ku.."Ucap Bayu dalam hati.


*************


Dengan keadaan Salsa,, apakah Bayu tetap melanjutkan pernikahan nya dengan Nelam???


Bagaimana nasib hati Bima dan Nelam???


Kalau kepo ikuti terus ya bab selanjutnya..


Seperti biasa author selalu minta dukungan nya


Vote.. Like dan komen


Terimakasih.

__ADS_1


Sehat selalu


__ADS_2