Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Keikhlasan


__ADS_3

Bab 109


"Darah daging yang di Benci"


"Tinggal lah bersama kami nak,,aku ini ayah mu.."Antasari berkata sambil menggandeng Sinta mendekati Nelam.


Bima hanya mampu menatap Nelam,,dia ingin sekali memeluk Nelam,,istri yang baru beberapa detik di talak nya.


"Nelam,,hari ini aku melepaskan mu,,tapi suatu saat nanti.,aku akan kembali memperjuangkan mu,, memperjuangkan anak kita agar mempunyai orang tua yang utuh..."Ucap Bima dalam hati sambil menatap nanar ke arah Nelam.


"Ayah tidak mau kamu pergi lagi dari ayah,,apa lagi di rahim mu ada cucu kani..."Antasari berkata sambil mengelus pundak Nelam.


"Ayah,, maafkan Nelam,,tapi Nelam ingin tinggal di panti saja biar lebih tenang.."Nelam berkata sambil menatap bergantian ke arah Antasari dan Sinta.


"Tolong sayang,, jangan jauhkan mamah dari cucu mamah..."Sinta berkata sambil menggenggam erat tangan Nelam,, dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


"Mamah jangan menangis lagi,,maaf kan Nelam.."Ucap Nelam sambil menghapus air mata Sinta.


"Nelam tidak akan menjauhkan mamah dari cucu mamah,,tapi tolong berikan Nelam waktu untuk menata hati dan menyembuhkan luka ini..."Ucap Nelam lagi sambil terus mengusap air mata Sinta.


"Nelam sayang sekali sama mamah dan papah,,tapi tolong berikan Nelam waktu.."Nelam berkata sambil menatap bergantian orang tua yang di kasihi nya.


"Papah dan mamah juga tahu Khan kalau Nelam sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kalian,, Nelam ingin bangkit mah,,pah,, Nelam ingin menjadi ibu yang kuat untuk dia.."Nelam berkata lagi sambil mengelus perut nya.


"Nelam..."Ucap Sinta lirih langsung memeluk Nelam.


"Maafkan kami sayang..."Ucap Sinta dengan suara parau di sertai air mata yang kembali berlinang membasahi pipinya.


"Nelam sudah memaafkan kalian,,Nelam sadar,,jika hidup harus ikhlas dan berdamai dengan takdir yang harus kita jalani..."Nelam berkata sambil mengelus lembut pundak Sinta.


"Maafkan Nelam yang sudah membuat hati mamah dan papah sedih dan terluka,,apa lagi sampai menangis seperti ini.."Ucap Nelam lirih sambil menggenggam tangan Antasari yang berada di samping nya.


Antasari pun memeluk Nelam,, mereka pun menangis sambil berpelukan,,Bima tidak tahu apa yang harus dilakukan nya,,dia hanya menatap nanar ketiga orang yang di kasihi nya sedang berpelukan,, orang-orang yang sangat di sayangi dan sangat berarti dalam hidup nya.


Bima menghapus air mata nya,,dan kemudian dia membalikkan badan nya,,dan dengan langkah gontai Bima melangkah kan kaki nya hendak keluar dari kamar perawatan Nelam.


"Mas Bima..."Panggil Nelam lirih saat melihat Bima yang akan melangkah pergi.


Seketika Bima menghentikan langkahnya.


"Datang lah padaku mas,,saat diri mu sudah mempertanggung jawabkan perbuatan mu,,dan ketika diri mu benar-benar yakin untuk menjadi suami dan ayah yang baik untuk kami.."Ucap Nelam dengan suara bergetar menahan kesedihan dan air mata nya.


Bima membalikkan badannya,, menatap nanar ke arah Nelam.


"Aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan ku,, tolong tunggulah aku dan rawat lah anak kita sebaik mungkin,,aku akan datang menemui kalian sebagai seorang suami dan ayah yang jauh lebih baik..."Bima berkata dengan senyum dan tatapan nanar nya.


Nelam hanya mengangguk dan tersenyum pada Bima.

__ADS_1


"Seandainya kamu masih istri ku,,ingin sekali aku memeluk mu Nelam.."Ucap Bima dengan mata berkaca-kaca.


"Pah,,mah, Bima titip Nelam dan anak Bima.."Bima berkata sambil menatap bergantian Antasari dan Sinta.


"Kamu tenang saja,,Nelam dan anak mu sekarang adalah tanggung jawab kami..."Ucap Antasari dengan tersenyum sambil menahan air matanya.


"Bima..."Panggil Sinta sambil menghambur ke pelukan putra nya sambil kembali menangis.


"Mah,,sudah jangan menangis lagi,, maafkan Bima,, karena Bima mamah jadi terus menangis..."Ucap Bima sambil mengelus lembut punggung Sinta,,Bima pun ikut menangis.


"Bima pamit mah.."Ucap Bima melepaskan pelukan mamah nya dan menghapus air mata wanita yang telah melahirkan nya.


"Bima hanya meminta do'a mamah,,kuatkan Bima untuk menjalani semua ini,,dan do'a kan Bima biar kami bisa bersatu kembali,, membangun rumah tangga dan membesarkan anak kami bersama.."Ucap Bima sambil terus menghapus air mata Sinta.


Nelam yang mendengar nya,,hanya bisa menunduk sambil terisak,,semua memang menyakitkan tapi inilah yang harus di jalani mereka.


Antasari mengelus lembut pundak Nelam,, dan mengusap kepala Nelam,, kemudian Antasari melangkah mendekati Bima.


"Bim,, papah akan selalu mendukung apa yang menjadi keputusan mu selama itu di jalan kebenaran.."Ucap Antasari menepuk pelan pundak Bima.


"Sebagai laki-laki yang baik,,kita harus mempertanggung jawabkan perbuatan kita,, walaupun kenyataanya menyakitkan,,dari pada kita harus hidup penuh kebohongan,di bayangi rasa berdosa dan takut,,sehingga membuat kita menjadi seorang pengecut..."Ucap Antasari lagi sambil menatap dalam laki-laki yang sudah di besarkan dan di rawat nya dari dalam kandungan.


"Kamu memang bukan darah daging ku,,tapi kamu adalah separuh nyawa ku,,putra kebanggaan ku sekaligus menantu ku Bima Mahadewa.."Ucap Antasari sambil merentangkan kedua tangannya ke arah Bima.


Bima pun langsung menghambur ke pelukan Antasari.


"Terimakasih pah,,aku janji tidak akan menjadi lelaki pengecut lagi yang hidup di penuhi kebohongan untuk menutupi segala kesalahan dan dosa-dosa ku.."Ucap Bima dengan penuh keyakinan.


Sinta tersenyum,, kemudian ikut berpelukan bersama suami dan putra nya,,Nelam tersenyum bahagia di ranjang nya sambil mengusap air matanya.


*************


Sementara di kantor polisi,,tampak Sakti sedang di periksa polisi,,di sana hadir pula Bayu yang menemani Laras untuk menjenguk kakak nya Sakti.


Di ruang pemeriksaan Sakti di berikan banyak pertanyaan oleh polisi,,hati nya terasa pedih,,hidup nya sebentar lagi berakhir di penjara.


Apa yang selama ini di cari dan di kejar nya seolah-olah hanya sia-sia,,dia melakukan ini semua untuk Nelam.


Sakti membayangkan dengan kesuksesan nya,,dia bisa melamar Nelam,, membangun keluarga kecil yang bahagia.


Tapi semua hanya mimpi,, Bima menghancurkan semua nya,,emosi Sakti kembali muncul saat mengingat Bima yang telah menghancurkan impian nya.


Satu jam lebih Sakti di periksa oleh penyidik,, akhirnya Sakti keluar dari ruang penyidik,, saat keluar,,dia melihat kehadiran adik nya Laras dan Bayu.


Sakti menatap kedua nya,,yang langsung berdiri saat melihat Sakti keluar dari ruang penyidik.


"Kak Sakti.."Ucap Laras lirih.

__ADS_1


Sakti tidak menjawab,,dia hanya menatap tajam melihat kearah tangan Bayu yang sedang menggenggam erat tangan Laras.


Sakti menghela napas,,dan tanpa di duga,,Sakti langsung merampas pistol dari polisi yang berada di samping nya,,dan langsung mengarah kan ke arah mereka semua.


Semua tersentak kaget,, terutama polisi yang merasa kecolongan karena Sakti bisa merampas pistol nya,, suasana kantor polisi pun langsung ramai dengan suasana mencekam.


"Semua nya diam di tempat,,jika tidak mau ada korban jiwa..!!!"Teriak Sakti yang masih mengarah kan pistol nya ke arah orang-orang yang berada di sana.


"Kak jangan berbuat seperti ini.."Ucap Laras dengan Isak tangis nya.


Bayu pun segera memeluk Laras sambil mengelus pundak nya,,Sakti yang melihat perlakuan Bayu terhadap adik nya hanya menatap nanar.


"Jangan berbuat bodoh Sakti,,ini hanya akan semakin memberatkan hukuman mu...!!"Ucap Bayu menatap tajam Sakti.


"Ini semua gara-gara perbuatan sahabat kepa*a* mu itu.."Teriak Sakti.


Sakti menatap tajam Bayu.


"Apa kamu mencintai adik ku..???"Tanya Sakti masih mengarah kan pistol nya.


"Iya,,aku mencintai nya.."Ucap Bayu tegas.


Laras yang berada dalam rangkulan Bayu langsung menatap nanar ke arah Bayu.


"Benarkah..??Kalau begitu segera kamu nikahi adik ku..."Teriak Sakti lagi.


"Ya aku akan segera menikahi adik mu.."Jawab Bayu lagi dengan suara tegas


Laras semakin menatap tak percaya ke wajah Bayu,,air mata nya pun langsung mengalir membasahi pipinya.


"Bagus,,awas jika kamu mengingkari nya,, kamu akan menyesal seumur hidup mu,,,selamat tinggal adik ku Laras..."Ucap Sakti sambil mengarah kan pistol ke tulang pelipis nya sambil menatap sendu ke arah Laras.


Laras langsung menjerit,, polisi pun segera melakukan tindakan,, tapi terlambat.


Dor......


***********


Apa yang terjadi selanjutnya..??


InsyaAllah untuk novel ini tinggal 3 atau 2 bab lagi.


Author juga meminta dukungan nya untuk novel author yang kedua di Noveltoon yang masuk pada "You Are A Writer Season 7 ".


Mohon dukungan nya


__ADS_1


Yang menyukai cerpen,,bisa mampir ke hasil karya Author



__ADS_2