
Bab 83
"..Darah Daging Yang Di Benci.."
Hari ini Adam dan Mayang memutuskan untuk kembali ke New York,, karena sudah terlalu lama Adam meninggalkan bisnisnya.
Tampak keluarga Mahadewa mengantarkan keberangkatan mereka sampai Bandara.
"Kalian tidak mau menunggu pesta pernikahan Bima dan Nelam.."Ucap Sinta menatap Mayang dan Adam.
"Mohon maaf Sinta,, Antasari,,selain aku ada urusan bisnis,,semua yang terjadi rasanya seperti mimpi.."Ucap Adam sambil menghela napas.
"Kalian yakin akan menetap lagi di sana..??"Tanya Sinta menatap bergantian sahabatnya Mayang dan Adam.
"Tadi nya aku ingin menetap di sini Sin,,menjadi ibu yang baik untuk Bayu,,dan menghabiskan masa tua ku di sini.."Ucap Mayang dengan wajah sedih.
"Tapi kalian tahu sendiri,,si Bayu itu entah pergi kemana,,anak itu terlalu banyak rahasia dan selalu mengambil keputusan sendiri.."Ucap Mayang lagi sambil menghela napas dengan mata berkaca-kaca.
"Sudahlah mah,,dari kecil kita sudah membiasakan Bayu seperti itu,,jadi kita tidak bisa menyalahkan nya..."Ucap Adam sambil merangkul pundak Mayang.
"Iya ini semua kesalahan Mamah..."Ucap Mayang yang mulai menangis.
"Jangan seperti itu,,anak mu Bayu anak yang hebat,,dari kecil dia sudah mandiri, seharusnya kamu bangga..."Ucap Sinta lembut sambil menggenggam tangan Mayang.
"Iya Sinta,,kamu lebih mengenal Bayu,,dan Bayu lebih dekat kepada mu dari pada aku mamah nya sendiri.."Ucap Mayang sambil terisak.
"Tanpa kamu sadari Bayu sangat menyayangi kalian sebagai orang tua terutama kamu Mayang sebagai mamahnya,,wanita hebat yang sudah melahirkan nya.."Ucap Sinta tersenyum menatap sendu Mayang.
"Kamu memang pintar sekali menyenangkan hati seseorang Sinta.."Ucap Mayang tersenyum sambil mengusap air matanya.
"Itu khan memang keahlian aku dari kecil.."Ucap Sinta tertawa kecil.
Mayang pun ikut tertawa,, kemudian mereka saling berpelukan,, Antasari, Adam,Bima dan Nelam ikut tersenyum,,terlihat Nelam yang berada dalam rangkulan Bima.
"Ayo mah,, pesawat segera berangkat.."Ucap Adam.
"Hati-hati Mayang.,Adam,, jangan lupa kasih kabar ke kami dan komunikasi kita jangan sampai putus ya.."Ucap Sinta sambil mencium pipi kiri dan kanan Mayang dan menjabat tangan Adam.
"Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk telepon kami.."Ucap Antasari kepada Adam sambil menepuk pundak Adam.
"Siap sobat.."Jawab Adam.
"Hati-hati om,,tante.."Ucap Bima mencium punggung tangan Adam dan Mayang dan di ikuti oleh Nelam.
"Bima kamu harus menjaga dengan baik menantu tante yang ga jadi ini.."Ucap Mayang sambil menatap Bima dan Nelam bergantian.
"Tenang saja tante,,Bima akan selalu menjaga Nelam dengan baik,, sampai seekor nyamuk pun tidak akan bisa menyentuh kulit Nelam.."Ucap Bayu tertawa kecil sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping Nelam.
"Gombal..."Ucap Nelam malu dengan wajah bersemu merah sambil mencubit pelan pinggang Bima.
__ADS_1
Bima semakin tertawa.
"Pokoknya kalau kamu sampai menyia-nyiakan Nelam,, jangan salah kan Tante kalau Tante akan mengambil nya untuk Bayu..!!"Ucap Mayang penuh penekanan sambil mendekatkan wajahnya ke arah Bima dan Nelam.
"Berani si Bayu ngambil Nelam,,langkahi dulu mayat Bima.."Ucap Bima masih tertawa dan semakin erat memeluk pinggang Nelam.
"Sudah ayo mah,,kami pamit,, terimakasih untuk semua nya..."Ucap Adam sambil menarik tangan Mayang memasuki ruang pemberangkatan.
Dengan wajah masam Mayang menatap Bima dan segera mengikuti langkah suaminya.
Adam dan Mayang pun sudah tidak terlihat lagi di telan kerumunan orang yang akan berangkat juga dengan tujuan negara yang sama.
"Bima,,kamu seharusnya tidak boleh bicara seperti itu.!!"Hardik Sinta dengan mata sedikit melotot ke arah Bima.
"Terus Bima harus jawab apa mah..??"Tanya Bima malas.
"Sudah ayo kita pulang,,papah harus ke kantor,,kamu juga harus ke kantor Khan Bim..??"Ucap Antasari.
"Oo ya,,mah,,pah,,nanti malam kita makan malam bersama ya,,ada yang Bima mau bicarakan.."Ucap Bima menatap orang tuanya bergantian.
"Oke,,nanti akan papah usaha kan pulang cepat.."Ucap Antasari.
Sinta dan Nelam saling tatap.
"Sayang maaf,, kamu pulang bareng mamah ya,,ini ada klien yang harus segera aku temui.."Ucap Bima menatap sendu Nelam.
"Iya Nelam kamu pulang sama mamah saja,,kita belanja Khan nanti kita mau makan malam bersama.."Ucap Sinta.
"Iya sayang.."Ucap Bima mencium kening Nelam.
"Ya sudah kalian papah antar sampai supermarket,,nanti pulang nya biar papah suruh Beni buat jemput.."Ucap Antasari.
Nelam dan Sinta mengangguk.
Mereka pun meninggalkan Bandara dengan tujuan masing-masing.
******************
Sore itu di rumah Mahadewa,,dapur terlihat sibuk,,Sinta,,Nelam,bi Sumi,dan bi Nur tampak sibuk menyiapkan makan malam.
"Tumben si Bima ngajak makan malam bersama di rumah lagi.."Ucap Sinta sambil mencicipi kuah sop buntut untuk mengecek rasa nya sudah pas atau belum.
"Wuih sempurna.."Ucap Sinta sambil mengacungkan jempol nya ke arah Nelam.
Nelam hanya tersenyum.
"Kamu tahu Nelam,,apa yang mau di bicarakan Bima..??Tanya Sinta sambil membantu Nelam memasukkan kerupuk udang ke dalam toples.
"Tidak tahu mah, Nelam juga baru tahu tadi pagi saat di Bandara.."Ucap Nelam dengan tangan yang sibuk memasukkan kerupuk ke toples.
__ADS_1
"Bima dan Bayu sama saja,,susah di tebak,,persis seperti papah mu Antasari..."Ucap Sinta sambil menghela napas.
"Ko nama papah di sebut-sebut.."Ucap Antasari menghampiri Sinta dan Nelam.
"Lho papah sudah pulang.."Ucap Sinta sambil mencium punggung tangan Antasari.
"Pah.."Ucap Nelam juga sambil mencium punggung tangan Antasari.
"Tuan ngapain ke dapur..?"Ucap bi Sumi.
"Memang kenapa kalau saya ke dapur bi??bibi ini aneh-aneh saja.."Ucap Antasari tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Ora elok Tuan.."Ucap bi Sumi tersenyum.
"Sama saja bi.."Ucap Antasari tersenyum.
"Nelam,,Bima belum pulang nak..??"Tanya Antasari lembut sambil menatap Nelam.
"Belum pah,,nanti Nelam telepon mas Bima.."Ucap Nelam.
"Kita ke kamar pah,,biar papah mandi dan istirahat dulu.."Ucap Sinta sambil menggandeng tangan Antasari.
"Papah ke kamar dulu sayang,, jangan lupa hubungi suami mu.."Ucap Antasari sambil mencium kening Nelam.
Antasari dan Sinta melangkah meninggalkan dapur.
"Sudah Nelam,,biar bibi yang teruskan,,sudah sore kamu mandi saja,, jangan lupa telepon suami mu.."Ucap bi Nur sambil menghampiri Nelam.
"Baik bi,, Nelam ke kamar dulu ya.."Ucap Nelam.
"Ya neng,,mandi dandan yang cantik untuk menyambut suami,,apa lagi pengantin baru.."Ucap bi Sumi sambil tertawa kecil.
Nelam tersenyum kecut.
"Pengantin baru..??"Ucap Nelam dalam hati sambil menghela napas.
Nelam pun melangkah kan kaki nya menuju kamar Bima yang sekarang menjadi kamar mereka.
***************
Mampukah Nelam menahan perasaan yang berkecamuk dalam hati nya dengan sikap Bima???
Apa yang akan di bicarakan Bima pada makan malam nanti???
Bab selanjutnya menanti kalian.
Dukungan,, Vote,, like dan komen selalu author minta dari kalian ya para reader.
Terimakasih.
__ADS_1
Sehat selalu.