
Bab 82
"...Darah Daging Yang Di Benci..
Malam semakin larut tampak Bima masih sibuk dengan laptop nya,,hampir tiga hari dia tidak mengontrol pekerjaan nya,,biasa nya semua pekerjaan di handle oleh Bayu,,tapi justru Bayu sendiri yang sedang menghadapi masalah.
Bima bukan tipe orang yang langsung percaya begitu saja dengan menyerahkan urusan perusahaan kepada sembarang orang.
Saat Bima sudah merasakan kantuk yang berat, tiba-tiba ponsel nya berbunyi.
Bima mengerutkan keningnya,,dan melirik jam tangannya yang menunjukkan jika malam sudah begitu larut.
"Hallo.."Ucap Bima saat ponsel sudah terhubung.
"Lo yakin..??"Tanya Bima pada orang di seberang sana.
"Okelah,, kalau itu sudah jadi keputusan lo.."Ucap Bima lagi.
"Hati-hati,,jaga diri.."Ucap Bima mematikan sambungan telepon.
Bima menghela napas dan sedikit memijit keningnya,, kemudian melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tinggal sedikit.
Selang satu jam akhirnya pekerjaan Bima selesai,,dia menatap sesosok wanita yang sedang terbaring di kasur king size nya.
Bima tersenyum tipis,, setelah merapikan berkas-berkas,,Bima melangkahkan kaki nya ke kasur,, menatap lekat wanita yang kini sudah terlelap ke alam mimpi.
Wajah yang kecantikan nya alami dan benar-benar mempesona,,Bima membelai pelan wajah itu,,dan mengecup lembut bibirnya.
Wanita yang tak lain adalah Nelam,menggeliat karena merasakan sesuatu yang menempel di bibir nya,, berlahan Nelam membuka matanya.
"kamu belum tidur mas..??Tanya Nelam lembut dengan tersenyum menatap Bima sambil memegang tangan Bima.
"Ini baru mau tidur sayang,,maaf sudah mengganggu tidur mu.."Ucap Bima lirih sambil membelai rambut Nelam,,dan langsung merebahkan tubuhnya ke samping Nelam.
Nelam langsung merebahkan kepalanya di dada Bima,, dengan lembut Bima memeluk Nelam dan membelai rambut indah Nelam.
Bima menghirup dalam-dalam wangi rambut Nelam,,rambut yang panjang hitam lebat dan bercahaya yang selalu tertutup hijab kini sudah milik Bima.
Saat mereka suami istri,,ini bukan yang pertama kali Bima melihat rambut Nelam,,jauh sebelum mereka menikah,,Bima sudah melihat seutuhnya tubuh Nelam bahkan sampai menanamkan benihnya,, sedangkan Nelam tidak pernah menyadari itu.
Bima menarik napas dan memejamkan matanya sesaat.
"Sayang kamu kenapa..???Tanya Nelam lirih mendongakkan wajahnya ke arah Bima kemudian membelai lembut wajah suaminya.
Jarak wajah mereka begitu dekat, sehingga hembusan napas keduanya sama-sama saling merasakan,, degupan irama jantung mereka pun saling terdengar.
Bima meraih tangan Nelam yang berada di wajahnya,,mencium nya dengan penuh sayang.
Kemudian Bima mendekatkan bibirnya ke bibir Nelam,, ciuman lembut penuh kasih pun terjadi,,saat dada Bima mulai bergemuruh dengan nafsu,,Bima buru-buru melepaskan ciumannya.
"Tidurlah sayang,, sudah malam,,masih banyak waktu untuk kita.."Bisik Bima lembut di telinga Nelam sambil mengusap bibir Nelam yang barusan di cium nya.
Nelam tersenyum dan mengangguk,, walaupun di hati nya ada desiran aneh yang menuntut Bima suaminya untuk melakukan lebih.
Mereka pun tertidur dengan Nelam dalam dekapan Bima,,tak lama mereka pun terlelap ke alam mimpi.
Saat dini hari,,Bima terbangun merasakan hasrat nya sebagai laki-laki menuntut ingin di tuntaskan,,apa lagi di dekapan nya ada seorang wanita yang sangat cantik dan di cintai nya,,dan semua bagian tubuh nya halal untuk nya.
Tapi Bima tidak bisa melakukan itu, setiap dia ingin melakukan lebih,, kejadian di malam naas itu selalu membayangi nya, ketika dia dengan buas nya mengambil kesucian Nelam dan menanamkan benihnya di rahim Nelam.
Dan bayangan Yusuf pun hadir di pelupuk matanya,,saat tubuh mungil itu terpental karena laju mobil nya yang tak terkendali.
Dengan pelan dan hati-hati,,Bima memindahkan tubuh Nelam dari tubuhnya,, berlahan Bima turun dari kasur dan menuju kamar mandi.
Sesampainya di kamar mandi,,Bima langsung mengunci pintu kamar mandi dan menyalakan keran air,,Bima pun langsung menuntaskan hasrat nya dengan cara nya sendiri,,tentu saja dengan membayangkan tubuh istrinya Nelam.
"Ironis sekali nasib gw,,tidak bisa menyalurkan hasrat dengan istri sendiri.."Ucap Bima dalam hati dengan hati pedih sambil terus menuntaskannya hasrat nya dengan caranya sendiri.
Hampir satu jam Bima di kamar mandi,, keluar dengan rambut yang basah.
Bima langsung mengambil pakaian santai,karena waktu baru menunjukkan pukul 3 pagi, terlalu dini untuk memakai pakaian kantor.
Setelah memakai pakaian, Bima yang merasakan hati nya gelisah,, segera melakukan tugas nya sebagai seorang muslim.
Sudah lama sekali dia tidak melakukan ibadah di sepertiga malam,,dengan khusyuk Bima beribadah dan berdoa meminta petunjuk apa yang harus dia lakukan untuk keluar dari bayang-bayang kesalahan masa lalunya.
__ADS_1
Bima menangis dalam diam,,mencoba menahan nya agar Nelam tidak mengetahui nya,,tanpa Bima sadari, Nelam sudah memperhatikan gerak gerik Bima dari mulai bangun tidur.
Nelam merasakan ada sesuatu yang di rahasiakan oleh suaminya.
Selesai melakukan ibadah malam,,Bima melangkah kan kaki nya ke balkon,, kemudian duduk di sana dan membuka laptop nya,, tampak Bima yang sudah sibuk dengan laptop dan berkas-berkas nya.
Nelam yang sudah tidak bisa lagi memejamkan mata,,ikut terbangun,,dia pura-pura menggeliat seperti orang yang baru bangun tidur.
"Mas.."Ucap Nelam lembut pura-pura mencari Bima.
"Ya sayang,,aku di sini.."Ucap Bima dengan suara sedikit keras dari balkon.
Nelam tersenyum tipis,,dan dia mempunyai rencana untuk suami nya.
Nelam pun melangkah pelan menghampiri Bima yang terlihat sibuk dengan berkas-berkas dan laptop nya.
Dengan santai Nelam memeluk Bima dari belakang,, menempel kan pipi nya ke pipi Bima.
"Kamu ngapain sayang..??"Bisik Nelam lembut di telinga Bima.
Seketika Bima merasakan desiran yang hebat di dadanya,,apa lagi wajah dan bibir Nelam begitu dekat dengan nya.
"Kamu habis mandi sayang,,rambut mu basah dan wangi.."Ucap Nelam sambil mencium rambut Bima.
"T,,tadi ga sengaja rambut ku ke semprot shower,,terlanjur basah jadi sekalian keramas.."Ucap Bima dengan desiran yang semakin menjadi.
"Oh gtu ya sayang.."Ucap Nelam dengan suara lembut yang menggoda hasrat Bima.
Nelam melepaskan tangan Bima dari laptop,, kemudian dia duduk di pangkuan Bima.
Bima semakin terkejut dan gugup dengan perlakuan Nelam.
"Mas..."Ucap Nelam lirih sambil mengalungkan tangannya di leher Bima.
Wajah mereka nyaris tak berjarak,, dengan hati berdebar Nelam memberanikan diri mencium bibir Bima terlebih dahulu.
Ciuman yang awalnya begitu lembut,,berubah menjadi ciuman penuh nafsu dan menuntut lebih.
Bima membawa tubuh Nelam ke kasur,, membaringkan dengan pelan,dan mereka kembali larut dalam hasrat yang belum tersalurkan.
Bima langsung menghentikan aktifitasnya dan langsung berlari ke kamar mandi meninggalkan Nelam yang.sedang terbaring pasrah dengan mata terpejam.
Berlahan Nelam membuka mata tampak buliran air mata keluar dari sudut matanya,,dia yakin sekali ada yang tidak beres pada Bima suaminya
Setengah jam pintu kamar mandi pun terbuka,,tampak Bima dengan rambut basah nya,Bima langsung menghampiri Nelam yang sedang duduk di pinggir kasur.
"Maafkan aku Nelam.."Ucap Bima sambil duduk di hadapan Nelam.
"A.."Belum sempat Bima melanjutkan ucapannya,Nelam menempelkan telunjuk tangan nya ke bibir Bima.
"Stt...ga usah di lanjutkan mas,, pelan-pelan saja,,kita berdua masih banyak waktu.."Ucap Nelam tersenyum dengan tatapan sendu.
"Terimakasih banyak Nelam..."Ucap Bima sambil memeluk Nelam.
"Ya sudah mas,,aku mau mandi,,mau shalat juga sambil nunggu subuh.."Ucap Nelam dengan tersenyum manis.
Nelam mengecup pipi Bima,, tersenyum kemudian melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.
"Walaupun sekarang kamu menjadi istriku,,tetap saja aku tidak bisa memiliki kamu seutuhnya.."Bima berkata dalam hati dengan wajah sedih menatap Nelam yang baru saja masuk ke kamar mandi.
************************
Mayang dan Adam terkejut dengan apa yang di katakan pak Darmo.
"Benar pak Bayu berkata seperti itu pak..??"Tanya Adam sekali lagi.
"Benar pak,,buat apa saya bohong,,tapi pak Bayu tidak mengatakan apa-apa dia mau pergi kemana.."Ucap pak Darmo mencoba meyakinkan Adam.
Adam menghela napas.
"Baiklah kamu boleh pergi pak,,tapi tolong cari tukang untuk membenarkan pintu ini.."Ucap Adam.
"Baik pak.."Ucap pak Darmo sambil mengangguk dan berlalu pergi.
"Pah, bagaimana ini kita harus cari Bayu..!!"Ucap Mayang sambil menangis.
__ADS_1
Baru saja dia berniat ingin menjadi ibu yang baik untuk Bayu,berada di sisi nya,,puteranya sekarang pergi tanpa pamit.
"Sebentar mah..."Ucap Adam meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo,, Assalamualaikum.."Ucap Adam saat telepon tersambung.
"Maaf mengganggu Bima,,om mau tanya apa kamu tahu dimana keberadaan Bayu.??."Tanya Adam pada seberang sana yang tak lain adalah Bima.
Beberapa saat tampak Adam terdiam mendengarkan penjelasan Bima.
"Baiklah kalau begitu om mengerti,, terimakasih Bima maaf mengganggu,, Assalamualaikum.."Ucap Adam kemudian menutup ponselnya.
"Bagaimana pah..???"Tanya Mayang cemas.
".Mah,,Bayu pergi untuk menenangkan diri,dia pasti kembali..."Ucap Adam menggenggam tangan Mayang.
Mayang tidak menjawab dia hanya menangis.
"Bayu butuh waktu dan ruang untuk sendiri.."Ucap Adam sambil membawa Mayang ke pelukan nya.
"Papah yakin Bayu tahu terbaik untuk dirinya..."Ucap Adam lagi sambil mengelus lembut punggung Mayang.
Mayang tidak menjawab,, tangisan nya semakin tersedu-sedu di pelukan suaminya.
************
Di kediaman Antasari.
"Telepon dari siapa Bim..???"Tanya Sinta sambil menyendok nasi goreng ke piring Antasari.
"Terimakasih mah.."Ucap Antasari tersenyum.
"Om Adam mah.."Ucap Bima menerima piring berisi nasi goreng dari Nelam.
"Pasti tentang Bayu.."Ucap Antasari sambil memasukkan sesendok nasi goreng ke mulut nya.
"Iya pah.."Jawab Bima sambil mengunyah nasi goreng.
"Semoga Bayu bisa menenangkan hatinya,,mamah yakin Bayu tahu yang terbaik untuk dirinya.."Ucap Sinta sambil menatap bergantian Bima dan Antasari.
"Bayu pasti akan ketemu,,dia hanya butuh waktu.."Ucap Antasari sambil menyuap lagi nasi goreng buatan Nelam.
Sinta dan Bima hanya mengangguk,, sedangkan Nelam hanya menjadi pendengar,,dia tidak mau bertanya tentang Bayu,,dia khawatir dengan perasaan Bima.
Apa lagi mereka belum melewati malam pertama.
"Nelam,,,ini nasi goreng buatan kamu sayang??"Tanya Antasari lembut menatap Nelam.
"I,, iya pah,,maaf pah kalau tidak enak..??"Ucap Nelam cemas.
"Ini luar biasa rasa sayang,,enak banget,,ga kalah sama nasi goreng buatan chef ternama.."Ucap Antasari tersenyum.
"Ah,,papah bisa aja.."Ucap Nelam tersipu malu.
"Iya sayang,, masakan kamu benar-benar enak.."Ucap Sinta tersenyum.
"Benar kan Bima..??"Sinta berkata sambil tersenyum.
"Iya dong mah,,istri siapa dulu.."Ucap Bima sambil mencium pipi Nelam.
"Mas Bima...!!!!"Teriak Nelam dengan wajah memerah menahan malu di depan kedua orangtuanya.
Sinta dan Antasari hanya menggelengkan kepalanya.
Suasana sarapan pagi ini di keluarga Mahadewa penuh dengan canda tawa.
**************
Akankah Bima bisa mengatasi trauma nya atau sebaliknya???
Ikuti terus bab kelanjutannya.
Seperti biasa jangan lupa selalu beri dukungan,,Vote,like dan komentar nya.
Terimakasih.
__ADS_1