Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Bayu menghilang


__ADS_3

Bab 81


".. Darah Daging Yang Di Benci..."


Bab ini masih fokus ke Bayu ya.


Bayu mengumandangkan adzan dan Iqamah dengan penuh ketenangan,, suara adzan dan Iqamah yang mendayu,,membuat semua orang hanyut dengan pikiran nya masing-masing.


Bima tampak menitikkan air matanya,tapi buru-buru di usap oleh nya,,Bima menggenggam erat jemari Nelam seolah-olah takut untuk kehilangan.


Sesaat Nelam menoleh ke arah Bima dan menatap wajah tampan itu dari samping,, tampak ketakutan dan kesedihan menyelimuti nya.


Dengan penuh kelembutan,, Nelam menyandarkan kepalanya di bahu Bima.


Bima menoleh ke arah Nelam,, mengusap dan mencium lembut kepala Nelam.


Sinta yang berada di pelukan Antasari menangis,,begitu juga Mayang yang berada di pelukan Adam tak Kuasa menahan tangisnya kembali.


Proses pemakaman pun selesai,,kini Bayu menatap dua gundukan tanah yang masih merah dan basah dengan taburan bunga di atas pusara nya.


"Istriku,,anakku istirahat lah kalian yang tenang di sana,, papah akan selalu mendo'akan kalian ,,maafkan papah.."Ucap Bayu sambil mengelus dua nisan yang terukir nama dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya tapi sangat terlambat di sadari nya.


Sebulir air menetes dari matanya,,Bayu mengusap kasar wajahnya.


"Bay..."Ucap Adam yang berada di samping Bayu sambil memegang pundak Bayu.


"Ikhlas dan lapang kan hati dengan apa yang terjadi,, jadikan pelajaran yang berarti dalam hidup mu.."Ucap Adam lagi sambil menepuk pelan pundak Bayu.


"Iya pah,,ini pelajaran dan tamparan yang sangat berharga dalam hidup Bayu..."Ucap Bayu sambil kembali mengusap air yang selalu terjun bebas dari matanya."


"Kita pulang sekarang Bay.."Ucap Adam sambil mengajak Bayu berdiri.


Bayu mengangguk.


Menatap kembali makam Dokter Intan dan Salsa.


Kemudian mereka melangkah meninggalkan area pemakaman.


Bayu satu mobil dengan Bima,, sedangkan Adam dan Mayang ikut mobil Antasari dan Sinta.


Setengah jam mereka sampai di rumah Bayu.


"Bay,,gw sama Nelam langsung balik ke rumah ya.."Ucap Bima sambil merangkul Bayu .


"Terimakasih banyak bro,,, dua hari ini Lo udah mau nemenin,, padahal ini adalah hari bahagia lo berdua.."Ucap Bayu sambil membalas.ramgkulan Bima.


"Khan gw udah bilang,,gw berdua masih banyak waktu.."Ucap Bima melepas rangkulannya nya dan meninju pelan bahu Bayu.


"Seperti nya gw akan ambil cuti panjang Bim.."Ucap Bayu.


"Ya Lo istirahat aja dulu,,tenangin diri,,pintu perusahaan gw selalu terbuka buat Lo.."Ucap Bima.


"Atau Lo mau ke suatu tempat Bay,,biar gw siapin akomodasi nya.."Ucap Bima lagi sambil menatap lekat sahabatnya.


Bayu menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


"Pulang lah.. kasian Nelam seperti nya dia lelah dan butuh istirahat.."Ucap Bayu sambil menatap Nelam dengan tatapan sendu.


"Aku ga pa pa ko mas.."Ucap Nelam membalas tatapan Bayu.


Bima menghela napas.


"Ya sudah gw pulang bro,, jangan lupa hubungin gw kalau ada apa-apa.."Ucap Bima menepuk pelan pundak Bayu.


Bayu mengangguk.


"Ayo sayang.."Ucap Bima sambil merangkul Nelam.


"Aku pamit ya mas Bayu,,yang sabar dan kuat ya.."Ucap Nelam lembut.

__ADS_1


"Terimakasih Nelam.."Ucap Bayu sambil mengangguk.


"Oke bro,, istirahat lah.."Ucap Bima menatap Bayu yang sedang menatap Nelam.


"Thanks bro..


Bayu hanya tersenyum tipis.


Setelah pamitan pada Bayu,,Adam dan Mayang, keluarga Mahadewa pun meninggalkan kediaman Sudrajat.


********


Di dalam kamar Adam dan Mayang.


"Apa rencana kita selanjutnya pah...??"Ucap Mayang saat berada di dalam kamar bersama Adam.


"Apa tidak sebaiknya Bayu kita ajak tinggal di New York saja pah..??Biar bisa menghilangkan kesedihannya..."Ucap Mayang lagi menatap suaminya yang sedang berbaring di samping nya.


Adam menghela napas.


"Tidak mungkin kita memaksa Bayu mah,,sejak kecil dia sudah terbiasa dengan keputusan nya sendiri.."Jawab Adam sambil memejamkan matanya.


"Terus kita harus bagaimana pah...??Ucap Mayang dengan raut sedih.


"Papah yakin,,Bayu mempunyai keputusan sendiri yang terbaik untuk dirinya.."Ucap Adam sambil membuka matanya.


"Tugas kita sekarang berada di samping nya,, papah sudah menyerahkan semua pekerjaan pada orang kepercayaan papah.."Ucap Adam sambil menatap Mayang yang duduk di samping nya.


"Apa tidak sebaiknya papah tawarkan lagi Bayu untuk meneruskan perusahaan papah.??."Ucap Mayang yang sekarang memegang lengan Adam.


Adam kembali menghela napas,,dia pun ikut duduk di samping Mayang sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kasur.


"Kamu tahu bagaimana Bayu,,dia lebih memilih membantu Bima mengembangkan usaha nya dari pada meneruskan usaha keluarga..."Ucap Adam sambil memijit keningnya.


"Seperti hal nya Bima yang tidak mau meneruskan usaha Mahadewa..."Ucap Adam menatap istrinya Mayang.


"Kita coba lagi pah,, mungkin saja dengan situasi seperti ini Bayu mau mendengarkan kita..."Ucap Mayang yang mulai bersandar di dada suaminya.


Mayang mengangguk.


"Sudah larut malam,,ayo kita tidur.."Ucap Adam sambil menguap.


"Iya pah,,mamah juga lelah.."Ucap Mayang sambil mengangkat kepalanya dari dada Adam.


Mereka berdua pun terlelap dalam mimpi.


Sementara itu di kamar Bayu,, tampak Bayu sedang sibuk mempersiapkan sesuatu,, kemudian terdengar telepon berdering.


"Hallo.."Ucap Bayu saat tombol hijau di tekannya.


"Sudah siap semua..??"Tanya Bayu.


"Oke,,kita berangkat sekarang..."Ucap Bayu lagi.


Bayu menghela napas saat sambungan telepon terputus.


Kemudian menatap ponselnya melihat wallpaper ,,foto dua wanita beda generasi tampak tersenyum bahagia dan di tengah-tengah mereka ada foto dirinya,,foto itu di ambil saat mereka menemani Salsa di taman Rumah Sakit.


Bayu tersenyum miris, buliran bening pun kembali membasahi pipinya.


Bayu memejamkan mata sesaat, menarik napas dalam-dalam kemudian membuangnya kasar.


"Semoga keputusan ini adalah keputusan yang tepat.."Gumam Bayu dengan tekad yang bulat.


******************


Keesokan harinya.


"Pah,,ayo sarapan.."Ucap Mayang sedikit teriak.

__ADS_1


"Iya sebentar lagi.."Ucap Adam sambil menutup laptopnya dan berjalan ke arah meja makan.


"Bayu belum turun mah..?"Tanya Adam.


"Iya,,ini baru mau mamah panggilkan.."Ucap Mayang sambil beranjak melangkah ke lantai atas untuk memanggil Bayu.


Sesampainya di lantai atas.


Tok..tok.. tok.


"Bay,,Bayu,, sarapan dulu ya nak..."Ucap Mayang sambil mengetuk pintu.


Hampir 15 menit Mayang mengetuk pintu kamar Bayu,,tapi tetap nihil tidak ada jawaban sama sekali.


Mayang mulai merasakan hati tidak enak,,dia takut sekali terjadi apa-apa dengan Bayu.


"Bay,,Bayu cepat buka pintu nya.."Kali ini Mayang memanggil dengan suara dan gedoran pintu yang lebih keras.


Tentu saja suara gedoran dan teriakan Mayang membuat Adam kaget.


"Ada apa sie mah..??!"Tanya Adam dengan suara agak tinggi.


"Pah,,Bayu pah.."Jawab Mayang khawatir.


"Mamah ketuk-ketuk pintunya dan mamah panggil-panggil tapi tak ada jawaban dan kamarnya di kunci pah.."Ucap Mayang dengan mata berkaca-kaca.


"Sabar dulu mah,,sebentar papah telpon pak Darmo.."Ucap Adam sambil mengambil ponsel nya untuk menelpon pak Darmo satpam rumah mereka.


"Hallo,,pak Darmo cepat kesini,,saya ada di depan kamar pak Bayu.."Ucap Adam saat telepon terangkat dan langsung menutupnya.


Tak lama setelah Adam menelpon,pak Darmo pun datang sambil berlari.


"Ada apa ya pak Adam..?"Ucap pak Darmo dengan napas tersengal karena berlari.


"Bantu saya mendobrak kamar pak Bayu.."Ucap Adam menatap pak Darmo.


"Memang nya kenapa pak harus di dobrak..?"Tanya pak Darmo heran.


"Nanti saja bertanya,,ayo sekarang cepat bantu saya..!!"Ucap Adam yang mulai memasang kuda-kuda untuk mendobrak kamar Bayu.


Pak Darmo langsung ikut mendobrak kamar,,dengan tiga kali dobrakan,, akhirnya..


Brak...


Terbukalah kamar Bayu,, Mayang langsung menghambur ke kamar Bayu.


"Bay.. Bayu...kamu kemana nak...???"Ucap Mayang sambil mencari-cari Bayu di kamar mandi,di balkon juga tidak ada.


Saat melihat lemari pakaian Bayu,, pakaian rapi dan lengkap di lemari,,tapi Mayang tidak tahu pasti apakah lemari pakaian Bayu penuh atau tidak,, karena dia tidak pernah mengurusinya.


"Bapak dan ibu,,mencari Pak Bayu..??Ucap pak Darmo dengan menyipitkan matanya.


"Iya kami mencari pak Bayu.."Ucap Adam menatap pak Darmo.


"Bapak dan ibu benar-benar tidak tahu..??Ucap pak Darmo sambil menatap heran ke arah Adam dan Mayang.


"Saya pikir pak Bayu sudah pamitan sama bapak dan ibu..??Ucap pak Darmo sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Pak Darmo tahu Bayu kemana..???"Ucap Mayang sambil menghampiri pak Darmo.


"Semalam pak Bayu pamit,,katanya mau ke luar daerah dalam batas waktu yang belum bisa di tentukan.."Ucap pak Darmo sambil menatap bergantian Adam dan Mayang.


"Apa...!!!"


************


Kemana sebenarnya Bayu pergi???


Ikuti terus ya bab selanjutnya.

__ADS_1


Dukungan,, Vote,, like,,komen jangan lupa.


__ADS_2