Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Keputusan Bima yang menyakitkannya


__ADS_3

Bab 49


"..Darah Daging Yang Di Benci.."


Semua orang terkejut mendengar pernyataan Bima.


Nelam merasakan mata nya memanas,,dia berusaha sekeras mungkin menahan air matanya jangan sampai turun bebas ke pipi nya.


"Apa maksud kamu Bima???"Ucap Antasari berusaha setenang mungkin sambil merangkul pundak Sinta,mengelus lembut untuk menenangkan istrinya yang terlihat mulai tersulut emosi karena pernyataan puteranya.


"Bima ingin memperbaiki hubungan dengan Aluna,, mungkin hubungan kami akan segera ke jenjang pernikahan..""Ucap Bima sambil menatap kedua orangtuanya,,Bima sama sekali tidak melihat ke arah Nelam dan Bayu,, terlalu pedih hati nya melihat wajah Nelam.


"Duduklah Bima,,kita bicarakan ini dengan kepala dingin.."Ucap Antasari sambil mengajak Sinta untuk duduk.


"Kita dengarkan dulu penjelasan Bima.."Bisik Antasari lembut sambil terus mengelus lembut pundak Sinta.


Sinta pun menurut untuk duduk,,Nelam dan Bayu pun duduk kembali di tempat duduk yang mereka duduki tadi,, sedangkan Bima mengajak Aluna untuk duduk di sofa yang kosong terletak di antara sofa yang di duduki Antasari,Sinta,Nelam dan Bayu,, tanpa melepaskan genggaman tangan Aluna dari genggaman nya.


Sinta menatap sinis,,ingin rasanya dia mencakar wajah wanita di hadapannya ini.


Aluna tersenyum bahagia melihat perlakuan dan perkataan Bima.


Hati nya merasa berbunga-bunga.


"Seperti nya aku harus sedikit demi sedikit menghilangkan dendam kepada Antasari dan aku juga harus berubah menjadi wanita yang lebih baik,, karena Bima sudah memberikan kesempatan kedua untuk ku.."Ucap Aluna dalam hati dengan terus mengembangkan senyum bahagia nya.


Sedangkan Nelam hanya menundukkan wajahnya,,hati nya sakit sekali.


"Kenapa rasanya sesakit ini.."Ucap Nelam dalam hati.


Bayu mengelus kepala Nelam,, Nelam pun mendongakkan kepalanya sambil mengangguk dan tersenyum,, karena dia tahu alasan kenapa Bayu mengelus kepalanya.


Bayu yang melihat ulah Bayu,,semakin merapatkan duduknya ke tubuh Aluna dengan terus menggenggam tangan nya,,tentu saja membuat hati Aluna senang.


"Maksudmu kamu akan menikahi Aluna??"Tanya Antasari menatap tajam Bima.


"Iya pah..,tapi sebelum ke pernikahan kami akan bertunangan dulu.."Jawab Bima dengan membalas tatapan Antasari.


"Kamu benaran Wa..????"Tanya Aluna sambil menatap Bima dengan wajah berbinar penuh kebahagiaan.


"Bima pun mengangguk dan tersenyum sambil mengelus lembut rambut Aluna.


"Mamah tidak setuju..!!!!"Ucap Sinta sambil berdiri dengan penuh kilatan amarah.


"Mamah tidak akan pernah merestui hubungan kalian..!!!!"Ucap Sinta langsung melangkahkan kakinya meninggalkan roof garden.


"Mah..!!"Ucap Bima yang ingin menyusul Sinta.


"Biarkan mamah mu dulu Bima,,dia baru sadar dari pingsan nya,,"Ucap Antasari sambil mencegah langkah Bima.


"Papah akan menyusul mamah dan menenangkan nya.,bawalah Aluna pergi dari sini .".Ucap Antasari menatap Bima dan Aluna.


"Baiklah pah,,tapi tolong yakin kan mamah.."Ucap Bima memohon kepada Antasari.


"Iya papah akan coba meyakinkan Mamah mu,,"Ucap Antasari menepuk pelan pundak Bima.


"Bima dan Aluna pamit sekarang pah.."Ucap Bima bangkit dari duduknya kemudian mencium punggung tangan Antasari.

__ADS_1


"Aluna juga pamit,, terimakasih ya pah.."Ucap. Aluna ikut mencium punggung Antasari.


Antasari hanya mengangguk.


Kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka berempat.


Bima melihat ke arah Nelam dan Bayu., seketika itu juga netra Bima dan Nelam bertemu,,sesaat mereka saling tatap tapi Bayu buru-buru menggenggam tangan Nelam dan seketika itu juga ulah Bayu membuat wajah Bima memerah,,Bima menatap tidak suka dengan Bayu.


"Nelam,,Bayu,, kalian sudah pacaran ya..??"Ucap Aluna tersenyum sambil melihat ke arah Nelam dan Bayu.


"K..kami...."Ucap Nelam gugup.


Ucapan Nelam terputus karena Bayu langsung memotong ucapan nya.


"Iya kami baru jadiin Aluna dan kami pun akan segera menghalalkan hubungan kami tanpa perlu bertunangan dulu,,"Ucap Bayu mantap dengan menatap sinis ke arah Aluna,dan semakin menggenggam erat tangan Nelam.


Nelam terperanjat kaget dengan kata-kata Bayu.,tapi Bayu terus memberikan kode dengan terus menggenggam tangan nya.


Nelam hanya menunduk, pasrah dengan sandiwara Bayu,,dia yakin Bayu mengatakan ini semua untuk menjaga hati dan perasaan nya.


"Wah,,hebat kamu diam-diam ternyata sudah punya rencana pernikahan.."Ucap Aluna dengan senyum mengembang bahagia.


"Kamu beruntung Nelam,,belum lama kenal sama Bayu sudah mau di lamar.."Ucap Aluna lagi sambil tersenyum licik.


"Ternyata Bayu mencintai Nelam,,bagus berarti jalan aku bersama Bima berjalan mulus,, masalah hati lambat laun aku bisa memiliki hati mu lagi Bima.."Aluna berkata dalam hati dengan penuh keyakinan dan kemenangan.


Nelam pun mengangkat wajahnya dan tersenyum ke arah Aluna,,saat mata nya melihat Bima yang menatap tajam ke arah nya,sesaat netra mereka bertemu ,,Nelam langsung buru-buru membuang pandangannya.


"Ayo Aluna,,kita pergi dari sini.."Ucap Bima dengan wajah memerah menahan amarahnya,,dan Bima Langsung melangkah kan kaki nya pergi tanpa pamitan dengan Nelam dan Bayu.


Aluna yang melihat Bima pergi,, Langsung mengejarnya.


Setelah Bima dan Aluna pergi,, Nelam langsung melepaskan kasar tangan Bayu yang dari tadi menggenggam tangan nya


"Maafkan aku Nelam,,a.aku.."Ucap Bayu sambil menunduk dan tidak meneruskan ucapannya.


"Aku mau menikah dengan mas Bayu.."Ucap Nelam tersenyum dan menatap Bayu.


Bayu yang tertunduk langsung mendongakkan wajahnya.


"Kamu serius Nelam..???"Ucap Bayu menatap Nelam tak percaya.


Nelam langsung tersenyum dan mengangguk.


Seketika Bayu tersenyum bahagia sekali dan tiba-tiba Bayu ingin menggenggam tangan Nelam.


"Hai,, mulai sekarang mas Bayu tidak boleh main pegang tangan,,kita belum halal jadi bukan muhrim."..Ucap Nelam sambil menghindari tangannya dari tangan Bayu.


"Maaf.."Ucap Bima sambil merapatkan kedua telapak tangan nya pertanda minta maaf.


"Satu lagi mas Bayu,,Mas besok harus meminta ijin dan restu kepada kedua orangtuaku.."Ucap Nelam.


"Jangan kan besok,, sekarang juga mas bisa minta restu kepada kedua orang tua mu.,"Ucap Bayu mantap.


"Jangan sekarang mas,, keadaan mamah lagi shock.belum lagi pernyataan mas Bima tadi.."Ucap Nelam.


"Baiklah,,besok mas akan kesini lagi untuk meminta mu menjadi istri dan ibu dari anak-anakku."Ucap Bayu sambil menatap wajah bahagia wajah Nelam.

__ADS_1


Bayu terus tersenyum bahagia,,sudah lama dia tidak merasakan sebahagia ini.


Nelam hanya tersenyum dan mengangguk.


"Ya udah mas pulang dulu,, seperti nya pekerjaan kantor sudah numpuk.,mas ga enak sama Bima."Ucap Bayu sambil beranjak dari duduknya.


Nelam pun melakukan hal yang sama.


"Mas,boleh aku meminta sesuatu..?"Tanya Nelam sambil menatap Bayu.


"Tentu saja calon istri ku tercinta,,mau minta apapun pasti kanda kabulkan.."Ucap Bayu dengan gaya lucunya sehingga mampu membuat Nelam tertawa.


Bayu menatap Nelam yang sedang tertawa dengan sangat terpesona.


"Cantiknya.. indah nya ciptaan Mu.."Ucap Bayu dalam hati yang terus menatap kagum Nelam tanpa berkedip.


"Aku cuma minta satu mas, tolong mas Bayu sama mas Bima jangan bertengkar lagi."Ucap Nelam saat menghentikan tawanya.


Seketika Bayu tersentak, kemudian menarik napas dalam-dalam.


"Mas tidak pernah bertengkar dengan Bima,,mungkin karena kami saling cemburu saja.."Ucap Bayu menatap Nelam.


"Cemburu???"Tanya Nelam.


"Iya,,Bima belum bisa menerima kenyataan kalau kalian kakak adik,dan tidak rela kalau kamu dekat dengan siapapun,tanpa terkecuali aku.."Ucap Bayu sambil menghela napas.


Nelam menundukkan wajahnya.


"Benarkah mas Bima cemburu dan cemburu tanda nya..??.Ah tidak jangan pede Nelam,, kalau benar Bima mencintai mu tidak mungkin dia memilih Aluna,,apa lagi Bima menyadari status kami yang bukan adik kakak dan diri ku juga sudah menerima lamaran Bayu.."Batin Bima coba untuk menguatkan hati nya.


"Hai,, kenapa diam saja??"Ucap Bayu membuat Nelam tersentak kaget.


"Mungkin mas,,tapi aku minta jika mas Bima sedang emosi,mas Bayu lebih baik mengalah,,karena mengalah belum tentu kalah mas..."Ucap Nelam lembut dengan senyum manisnya yang mengembang.


"Ya mas janji.."Ucap Bayu sambil memberikan kelingking nya pada Nelam.


Nelam pun menyambut nya dan tersenyum senang dengan mata berbinar bahagia.


"Nelam,,aku tahu kamu sangat mencintai Bima,, sampai memintaku untuk berbaikan dengan Bima".Ucap Bayu dalam hati dengan tersenyum kecut.


"Mas pamit dulu,, InsyaAllah besok mas kesini.."Ucap Bayu setelah jari kelingking mereka terlepas.


"Ayo Nelam antarkan mas ke depan.."Ucap Nelam tersenyum.


Bayu mengganguk dan tersenyum.


Mereka pun pergi meninggalkan roof garden.


*****************************


Sebenarnya siapa sie pasangan yang benar-benar akan berjanji dengan ikrar pernikahan?????


Maka nya ikuti terus bab nya.


Dan Jangan lupa Vote,,like dan dukungannya.


Terimakasih yang sudah selalu mengikuti setiap bab terbaru nya "Darah Daging Yang Di Benci..".

__ADS_1


__ADS_2