
Bab 89
"... Darah Daging Yang Di Benci..."
Pagi ini di Apartemen Bima dan Nelam.
"Sayang.."Bima memanggil Nelam yang sedang berada di dapur.
"Iya mas,,aku di sini.."Jawab Nelam yang sedang sibuk memasak nasi goreng.
"Hmm,,wangi nya.."Ucap Bima sambil memeluk Nelam dari belakang.
"Nanti setelah sarapan,,kamu siap-siap ya sayang.."Bima berkata sambil mencium rambut Nelam.
"Lho,,kita mau kemana??nanti jam 8 mamah jemput aku lho.."Ucap Nelam yang masih sibuk menuangkan garam dan sedikit kaldu jamur ke dalam nasi gorengnya.
"Sebelum berangkat,,aku akan antar kamu ke tempat mamah dulu.."Ucap Bima semakin mengeratkan pelukan.
"Tadi aku sudah telepon mamah dan papah,,kalau kita akan mampir ke rumah mereka.."Ucap Bima yang menempel kan dagu nya di leher jenjang Nelam,,saat itu rambut Nelam di ikat ke atas sehingga menampakkan leher jenjang nya yang putih bersih.
"Oh gtu,,ko dadakan si mas?? kenapa ga ngomong semalam..??Tanya Nelam masih sibuk mengaduk-aduk nasi goreng nya kemudian mencicipinya untuk test rasa.
"Baru kepikiran sayang,,aku juga kangen sudah beberapa hari tidak bertemu mereka..."Bima berkata sambil mencium leher jenjang Nelam.
"Mas.."Ucap Nelam menahan geli.
"Nasi goreng sudah matang,,ayo kita sarapan.."Nelam berkata sambil mencoba menghindari lehernya dari bibir Bima.
"Katanya kita mau ke rumah papah dan mamah,, kasian kalau nanti mereka menunggu.."Ucap Nelam sambil membalikkan badannya.
Bima tidak menjawab,,dia langsung mencium bibir Nelam dengan lembut.
Saat ciuman sudah semakin panas,, seperti biasa Bima melepaskan ciumannya.
"Ini baru pemanasan,, persiapkan dirimu sayang,, karena sebentar lagi aku akan memasang bendera perang.."Bisik Bima lembut di telinga Nelam.
"Ih,,mas Bima.."Ucap Nelam tersipu malu dengan wajah mulai memerah.
Bima hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya,, rasanya gemas,,ingin sekali Bima segera memiliki Nelam seutuhnya,,tapi dia harus bersabar karena masih dua kali lagi dia akan melakukan terapi dengan Dokter Andre.
"Ya udah ,,ayo kita sarapan..."Ucap Bima masih terus memeluk pinggang Nelam.
"Mas,, gimana caranya aku nyiapin sarapan,, Kalau tangan kamu ga mau lepas.."Ucap Nelam dengan wajah sedikit cemberut.
Bima tertawa dan mencubit gemas pipi Nelam,,dan langsung mencium pipi Nelam,, sebelum Nelam mengeluarkan taring nya,,Bima buru-buru melangkah ke meja makan,, dan langsung duduk manis di sana sambil tertawa menatap istrinya yang sedang cemberut dengan mata melotot.
Nelam menghela napas dan menggelengkan kepala,,dia tidak menyangka di balik kharismatik seorang Mahadewa ternyata masih tersimpan sifat kekanak-kanakan nya.
Nelam pun segera menyiapkan dua porsi nasi goreng beserta dua gelas air putih.
"Lho,,ko dua piring sie sayang...??"Tanya Bima mengerutkan keningnya sambil menatap Nelam.
"Khan kita berdua mas..."Jawab Nelam menatap suaminya.
Bima tidak menjawabnya,,dia langsung menyendok kan dan memasukkan nasi goreng ke mulutnya tanpa bicara.
Hanya hitungan 10 menit nasi goreng itu habis di lahap nya.
"Aku tunggu secepatnya di mobil.."Ucap Bima langsung bangkit dari duduknya, tanpa menoleh ke arah Nelam.
Nelam terpaku bingung,, dan bertanya dalam hati apa dia melakukan kesalahan sehingga tiba-tiba sikap suami nya berubah.
Nelam menghela napas,, kemudian melihat sisa nasi goreng nya yang lebih dari setengah.
Nelam memutuskan menyudahi sarapan nya dan bergegas merapikan bekas sarapan mereka,, kemudian Nelam segera masuk kamar untuk bersiap-siap,, kemudian langsung menyusul Bima di dalam mobil.
Saat Nelam masuk ke dalam mobil,,Bima langsung menyalakan mesin mobil,,tanpa bicara sepatah kata pun,, Nelam juga memilih diam,, karena dia tahu suaminya sekarang sedang emosi.
Setengah jam mereka pun sampai di rumah kediaman Mahadewa,,saat mematikan mesin mobil,,Bima menoleh ke arah Nelam dan tersenyum kemudian menggenggam tangan Nelam.
"Maafkan aku sayang.."Ucap Bima menatap sendu Nelam.
"Untuk apa mas..?"Ucap Nelam lembut membalas tatapan Bima.
"Entahlah,,aku sangat sensitif tadi.."Ucap Bima mengusap kasar wajahnya.
Nelam tertawa kecil menatap sendu suaminya.
"Ko kamu ketawa sie..???"Ucap Bima sambil mengerutkan keningnya menatap penuh tanya.
Tawa Nelam semakin terdengar,, sehingga wajah nya memerah sambil terus menatap suami nya,, sedangkan Bima yang melihat tingkah Nelam,, seketika wajah nya berubah.
Bima sungguh terpesona melihat Nelam yang tertawa lepas sampai mata nya menyipit,, Nelam yang sadar jika suaminya sedang menatap nya dalam-dalam,, langsung menghentikan tawa nya,, dengan wajah memerah,,Nelam menundukkan wajahnya.
"Kenapa berhenti ketawa nya??Sudah puas belum ketawa nya??.."Ucap Bima dengan suara menggoda berbisik di telinga Nelam,,sambil mengangkat wajah Nelam untuk menatapnya.
Netra mereka bertemu,, berlahan Bima menyatukan bibir mereka,, ciuman yang lembut semakin dalam dan semakin panas,,Bima pun melepaskan bibirnya,, tersenyum tipis sambil mengusap bibir Nelam,, sedangkan Nelam mengatur napas nya.
"Memang nya tadi apa lucu sayang..??"Ucap Bima dengan tatapan teduh memandang setiap inci wajah istrinya.
"Mas bilang lagi sensitif..."Ucap Nelam ragu.
"Terus apa yang lucu dari sensitif...?"Tanya Bima sambil terus menatap wajah Nelam.
__ADS_1
"Sensitif itu biasa di rasakan pada wanita yang mau PMS mas..."Ucap Nelam sambil menutup mulutnya.
"PMS..??.Tanya Bima sambil memicingkan matanya masih terus menatap wajah Nelam.
"Sudah mas,,ga usah di bahas lagi,, kita sudah lama di dalam mobil,,tuh lihat kita jadi pusat perhatian..."Ucap Nelam sambil menunjuk dua satpam,,tunggu kebun dan satu asisten rumah tangga yang memperhatikan kedatangan mobil Bima,,tapi sudah 20 menit belum juga turun.
"Oke,,tapi kamu masih punya hutang penjelasan sama aku sayang.."Bisik Bima sambil menggigit kecil daun telinga Nelam.
"Mas Bima..."Rajuk Nelam sambil mendorong tubuh Bima.
Bima hanya tertawa kecil,,sambil mengusap kepala Nelam,, akhirnya mereka turun dari mobil,,para pekerja pun menyapa mereka,,Bima dan Nelam tersenyum dan mengangguk.
Sampai lah mereka di ruang keluarga,saat itu mereka berpapasan dengan bi Nur.
"Bi Nur,,aku kangen.."Ucap Nelam sambil menghambur ke pelukan bi Nur.
"Nelam,, setiap hari kita khan ketemu sayang.."Ucap bi Nur membalas pelukan Nelam dan mengelus punggung Nelam.
"Ga tau kenapa aku tiba-tiba kangen banget sama bibi.."Ucap Nelam yang tiba-tiba meneteskan air matanya.
"Lho,, kenapa jadi sedih begini sie sayang.."Ucap bi Nur melepaskan pelukan nya,, menatap wajah Nelam dan menghapus air mata nya.
Bima,, Antasari dan Sinta hanya saling pandang melihat tingkah Nelam.
"Bibi ikut tinggal di apartemen saja ya bersama kami.."Ucap Nelam menatap sendu bi Nur.
"Mas,,bi Nur boleh ya tinggal sama kita..??"Tanya Nelam sambil menatap Bima.
"Terserah kamu sayang,,kalau bi Nur bersedia silahkan saja.."Ucap Bima lembut menatap bergantian Nelam dan bi Nur.
"Gimana bi??Bibi mau Khan tinggal sama kami..??Ucap Nelam penuh harap.
Sejenak bi Nur berpikir.
"Iya sayang,,bibi akan tinggal sama kamu dan nak Bima..."Ucap bi Nur sambil mengelus lembut wajah Nelam.
"Benar ya bi...??Ucap Nelam dengan mata berbinar bahagia dan senyum menghiasi bibir nya yang tipis dan mungil,,Nelam kembali memeluk bi Nur,,entah mengapa perasaan nya tiba-tiba ingin terus berada di samping bibi nya.
Bi Nur mengangguk dan tersenyum membalas pelukan Nelam,,bi Nur juga merasakan ingin selalu berada di samping keponakan nya yang sudah di anggap seperti anak kandungnya sendiri,,bi Nur berusaha menahan air matanya.
"Mah,,hari ini bi Nur ikut ke butik ya??"Tanya Nelam kepada Sinta
Sinta mengangguk dan tersenyum.
"Ayo bibi cepat siap-siap,,nanti pulang dari butik bibi langsung ke apartemen.."Ucap Nelam penuh semangat.
"Ya sudah bibi siap-siap dulu.."bi Nur berkata sambil terus mengelus kepala Nelam,,bi Nur merasakan hati nya begitu bahagia melihat wajah Nelam.
"Iya bi.."Ucap Antasari,,Sinta dan Bima hampir berbarengan.
Bi Nur pun melangkah kan kaki nya meninggalkan ruang keluarga.
"Mah,,pah.."Ucap Nelam mencium punggung tangan Antasari dan Sinta.
"Duduk sini sayang..."Ucap Sinta menyuruh Nelam duduk di samping nya.
"Kamu kenapa jadi sensitif begini..??"Sinta berkata sambil mengelus punggung Nelam.
"Sensitif...???Tanya Bima sambil mengerutkan keningnya.
Antasari,,Sinta dan Nelam pun langsung melihat ke arah Bima.
"Mungkin Nelam PMS mah..."Ucap Bima gugup sambil nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu lagi datang bulan sayang..??"Tanya Sinta kepada Nelam.
"Datang bulan...???"Tanya Bima lagi.
Lagi-lagi Bima mendapat tatapan dari Antasari,, Sinta,,dan Nelam.
Sinta menarik napas.
"PMS itu premenstrual syndrome,,yang biasa nya terjadi saat wanita itu mau datang tamu bulanan Bima,, kadang sakit yang berlebihan di bagian perut atau panggul,,jadi bisa membuat wanita lebih sensitif,, seperti mudah tersinggung,, mudah menangis,,bahkan kadang-kadang suka marah-marah tiba-tiba.."Jelas Sinta sambil menatap Bima.
"Oh begitu.."Ucap Bima sambil manggut-manggut,,tapi tiba-tiba wajah Bima langsung berubah menatap tajam ke arah Nelam,, teringat pembicaraan mereka di mobil tadi.
Nelam hanya nyengir kuda melihat tatapan Bima.
Antasari dan Sinta hanya saling tatap sambil menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak menantu mereka.
"Apa benar kamu sedang datang bulan Nelam..??Tanya Sinta menatap tajam Nelam.
Nelam tampak gugup sambil menggelengkan kepalanya.
"Syukurlah,, semoga telat,, karena mamah sudah ingin cepat-cepat menggendong cucu.."Ucap Sinta sambil menatap anak dan menantunya..
Bima dan Nelam hanya saling tatap.
"Nah itu dia mah,,Bima kesini mau pamit bulan madu.."Ucap Bima yang membuat Nelam tersentak kaget,, karena Bima belum membicarakan rencana nya pada Nelam.
"Alhamdulillaah,, akhirnya kalian mau bulan madu juga.."Ucap Sinta sambil memeluk Nelam yang berada di samping nya
"Semoga kalian cepat-cepat bisa memberikan kami cucu.."Ucap Sinta sambil mencium kepala Nelam.
__ADS_1
"Aamiin mah.."Ucap Nelam sambil menatap sendu suaminya.
Bima hanya tersenyum melihat tatapan sendu Nelam.
"Kalian rencana bulan madu kemana...??"Tanya Antasari.
"Rencananya Bima ingin mengajak Nelam ke Turki pah,,bulan madu sekalian ngajak Nelam jalan-jalan.."Ucap Bima tersenyum menatap Nelam yang kini sedang di rangkul oleh mamah nya
"Wah senang nya Nelam,,Turki itu indah banget,, banyak tempat-tempat yang harus kamu kunjungi nanti.."Ucap Sinta penuh antusias.
"Iya mah,, Nelam pernah baca tempat-tempat wisata dan tempat bersejarah di Turki.."Ucap Nelam penuh semangat.
"Kalau begitu kapan kalian berangkat..??Tanya Antasari.
"InsyaAllah lusa pah.."Ucap Bima.
Antasari mengangguk kan kepala nya.
"Maka nya Bima kesini mau minta tolong sama papah.."Ucap Bima berbicara serius dengan Antasari.
"Bima belum mendapatkan orang yang benar-benar bisa di percaya dan di handalkan seperti Bayu,,jadi Bima mau minta tolong,,om Beni membantu Bima untuk menghandle dan mengawasi pekerjaan di kantor selama Bima tinggal.."Ucap Bima lagi.
"Kami pergi sebentar,, sekitar 1 sampai 2 mingguan.."Jelas Bima lagi.
"Itu gampang di atur,, kalian pikirkan saja bulan madu kalian.."Ucap Antasari.
"Benar kata mamah mu,,kami sudah merindukan kehadiran cucu.."Ucap Antasari menatap bergantian Bima dan Nelam.
"Terimakasih pah.."Ucap Bima.
Antasari mengangguk,, bersamaan dengan kedatangan bi Nur sambil membawa tas besar berisi pakaian nya.
"Bi Nur sudah siap..??Ucap Nelam berdiri menghampiri bi Nur.
Bi Nur tersenyum dan mengangguk.
"Pak Antasari dan Bu Sinta,, terimakasih sudah memberikan tumpangan pada saya selama ini.."Ucap bi Nur kepada Antasari dan Sinta.
"Bibi bicara apa sie??kita ini keluarga..??Ucap Sinta.
"Terimakasih Bu.."Ucap bi Nur.
"Ya sudah,, papah harus segera ke kantor sekalian bertemu dengan Beni untuk membicarakan hal yang tadi.."Ucap Antasari sambil beranjak dari duduknya.
"Iya pah,,Bima juga sudah ada janji.."Ucap Bima melirik jam tangannya kemudian beranjak dari duduknya.
"Iya kami juga mau berangkat ke butik.."Ucap Sinta sambil melirik jam tangannya juga.
Akhirnya mereka pergi menuju ke tujuan masing-masing.
************
Bima melajukan mobilnya nya membelah jalan raya,,hari ini Bima meminta jadwal mundur dari Dokter Andre.
45 menit akhirnya Bima sampai di tempat praktek Dokter Andre,, seperti biasa para petugas dan perawat yang melihat Bima datang pasti langsung salah tingkah semua karena terpesona oleh ketampanan Bima Mahadewa.
Bima pun langsung menemui Dokter Andre,, dan terapi kedua pun mulai di jalani Bima.
"Baiklah pak Bima,,besok kita akan coba terapi ke tiga,, kalau memang ada kemajuan,,besok adalah terapi terakhir.."Ucap Dokter Andre tersenyum.
"Baik Dok,, terimakasih banyak.."Ucap Bima sambil menjabat tangan Dokter Andre.
"Sama-sama pak Bima.."Ucap Dokter Andre membalas jabatan tangan Bima
"Kalau begitu saya permisi dulu Dok.."Pamit Bima.
"Silahkan pak.."Ucap Dokter Andre sambil mengangguk.
Bima pun melangkah keluar dari ruangan praktek Dokter Andre,,menuju mobilnya dan langsung tancap gas membelah jalan raya menuju kantor nya.
Tanpa di sadari ada seseorang yang tersenyum licik memperhatikan CCTV yang berada di ponsel nya.
"Bima Mahadewa,, kelemahan mu ada di tangan ku.."Ucap seseorang itu dengan senyuman licik yang tersungging di bibirnya.
************
Siapakah seseorang itu????
Apa hubungan orang itu dengan Bima dan Nelam????
Berjalan lancar kah rencana bulan madu mereka??
Berhasil kah terapi yang di jalani Bima???
Ikuti terus bab selanjutnya nya ya..
Masih banyak cerita yang akan menguras emosi dan bikin reader tambah kepo..he..he..
Jangan lupa dukungan,,Vote,,like dan komen nya,,juga hadiah buat Author ya.. wkkwkk.
Selamat malam
Selamat istirahat.
__ADS_1