
Bab 108
"Darah Daging Yang Di Benci "
"Maaf sekali lagi,,kita sudah tidak bisa hidup bersama Tuan Bima Mahadewa...!!"Ucap Nelam lagi,,yang terus berusaha untuk kuat,, sampai tangannya mencengkram keras sprei,,untuk menguatkan niat nya berpisah dari Bima.
Kata-kata Nelam bagaikan petir untuk Bima,,Hati nya terasa hancur berkeping-keping,,tubuh nya lemas tak bertulang,,apa yang di takuti selama ini akhirnya terjadi.
Bima menatap sendu wajah Nelam yang menatap nya penuh kebencian,,sekuat mungkin Bima menahan air mata nya.
Begitu pula dengan Antasari dan Sinta,,Sinta yang berada dalam pelukan Antasari semakin terisak.
"Apa mereka memang tidak di takdir kan untuk bersama pah..??"Tanya Sinta lirih dalam pelukan suaminya.
Antasari tidak menjawab pertanyaan Sinta,, dia hanya mengelus lembut punggung istrinya,,sambil menghela napas.
"Nelam,,apa kamu yakin dengan keputusan mu nak..??"Tanya Antasari lembut menatap nanar wajah putri nya.
"Maaf,,jika keputusan ku melukai hati kalian semua.."Nelam berkata sambil menatap bergantian Bima,, Antasari dan Sinta.
"Aku rasa keputusan yang telah membuat kalian sedih dan terluka,, aku pikir tidak sebanding dengan luka dan kesedihan yang pernah aku rasakan...!!"Ucap Nelam tegas,,sambil memejamkan mata nya sesaat,, untuk mencoba memberikan kekuatan pada diri nya.
"Tapi kamu sedang mengandung anak Bima nak...??"Tanya Antasari yang terus menatap nanar wajah putri nya.
Sedangkan Bima tidak bisa berkata apa-apa.,dia menundukkan wajahnya dengan buliran bening keluar dari sudut nya.
Kenyataan yang di takuti nya selama ini sudah datang,,Bima merasa ini lah awal dari kehancuran.
Seseorang yang telah menjadi belahan jiwa nya,, meminta pergi dari nya, bahkan sangat membenci nya,,Bima merasa bibir nya menjadi kelu,, kekuatan dan keangkuhan nya pun seakan sirna,,Bima merasakan separuh Jiwa nya telah pergi bersama keinginan Nelam yang ingin berpisah dari nya.
"Setelah anak ini lahir,,aku akan menggugat cerai mu Bima Mahadewa,,tapi aku ingin sekarang juga kamu menjatuhkan talak untuk ku..!!"Nelam berkata sambil terus menatap laki-laki yang penuh pesona dan kharismatik itu,,kini tertunduk sedih tak berdaya dengan air mata nya.
Jauh di lubuk hati Nelam,,hati nya menangis dan menjerit melihat orang-orang yang sangat dia sayangi bersedih karena nya.
Tapi Nelam harus berani mengambil sikap,, walaupun perpisahan ini sangat menyakitkan,.tapi apa yang sudah di lakukan mereka terutama Bima,,telah memberikan luka dan masa lalu yang menyedihkan dan menyakitkan untuk nya.
"Nelam,,mamah tahu kalau apa yang di perbuat Bima sangat menyakiti mu,,tapi tolong maaf kan dia nak.."Sinta berkata lirih dengan air mata yang terus mengalir.
"Maaf Nyonya,, tolong hargai keputusan saya,,kita sama-sama perempuan jadi Nyonya bisa merasakan apa yang saya rasakan.."Ucap Nelam sambil menatap wajah Sinta.
Sebenarnya hati nya sangat sakit,, melihat air mata dan kesedihan di wajah wanita,, yang selama sudah seperti ibu kandung nya sendiri.
__ADS_1
"Maaf mungkin bisa aku berikan,,tapi luka dan trauma tidak bisa aku sembuhkan.."Ucap Nelam lagi sambil menundukkan wajahnya dan mengelus perut nya.
Antasari memegang lembut tangan Sinta,,saat istri nya ingin melangkah mendekati Nelam, Antasari memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu sudah bulat dengan keputusan mu,,kami tidak bisa memaksa nak..!!"Ucap Antasari.
"Bima sekarang ucapkan lah talak untuk Nelam.."Antasari berkata sambil menatap tajam Bima yang sedang menundukkan wajahnya seakan meratapi nasib nya.
Seketika Bima dan Sinta menatap Antasari tak percaya dengan apa yang di ucapkan nya.
"Pah.."Ucap Bima dan Sinta bersamaan.
"Mah,, Nelam meminta Bima menjatuhkan talak nya sekarang,,dan akan menggugat cerai Bima setelah bayi nya lahir..!!"Antasari berkata sambil menatap bergantian Bima dan Sinta.
Hati nya juga sangat terluka,,tapi mungkin ini awal yang terbaik untuk hubungan Bima dan Nelam.
"Tapi Bima tidak mau menceraikan Nelam pah.."Ucap Bima dengan suara parau.
"Tapi aku ingin kamu menceraikan ku Bima Mahadewa..!!"Teriak Nelam tiba-tiba dengan tatapan penuh kebencian.
"Kalau kamu tidak mau menceraikan ku,, jangan harap aku akan melahirkan anak mu..!!"Ancam Nelam masih menatap tajam kearah Bima.
"Nelam,, Istighfar kamu tidak boleh berbicara seperti itu nak..!!"Antasari berkata sambil menatap putri nya tak percaya dengan mata berkaca-kaca.
Nelam membuang pandangannya,,dia tidak mau melihat wajah ketiga orang yang di sayangi nya bersedih,,hati nya pun mengucap Istighfar dengan kata-kata yang baru saja di ucapkan nya.
Mana mungkin dia akan mengulangi kesalahan untuk kedua kali nya,, karena tidak mau melahirkan anak nya,, Ucapan nya hanya sebagai ancaman untuk Bima.
Dia sudah berjanji dalam hati kalau dia akan terus menjaga dan merawat anak kedua nya dari Bima Mahadewa,, lelaki yang sangat di cintai nya,, walaupun mereka berpisah.
Seandainya dulu Yusuf lahir bukan karena perkosaan,,tapi karena cinta kasih mereka berdua,,dia pasti ikhlas untuk mengandung dan melahirkan anak dari hasil cinta mereka.
Sesak itulah yang di rasakan Nelam,, kejadian masa lalu pun kembali hadir di pelupuk matanya.
"Bi Nur,, seandainya diri mu masih hidup,.."Nelam berkata sambil memejamkan mata nya.
"Nelam Purnamasari Mahadewa,,hari ini aku jatuhkan talak pada mu,,dan mulai detik ini kamu bukan istri ku lagi,,rumah tangga kita berakhir sampai di sini..."!!!Bima berkata dengan suara bergetar menahan gemuruh di dada nya.
Bima memejamkan mata dan kembali menetes kan air mata nya.
Begitu juga dengan Nelam,,dia langsung memejamkan mata nya,,dan seketika buliran bening keluar dengan lancar dari sudut mata nya.
__ADS_1
Sakit itu lah yang sekarang di rasakan nya,, Nelam tidak menyangka jika kata talak yang di ucapkan Bima lebih menyakitkan di bandingkan dengan luka karena perkosaan yang telah di lakukan nya.
Tapi kata-kata itu adalah keinginan nya,, dia tidak boleh menyesali nya.
Antasari pun menangis mendengar kata talak dari Bima,,apa lagi Sinta tangis nya semakin pilu menyayat hati.
Antasari menghapus air mata nya dan berusaha kembali menguasai diri nya.
"Nelam,,Bima sudah menjatuhkan talak pada mu,, berarti kalian bukan suami istri lagi.."Ucap Antasari sambil menarik napas.
"Dan masa Iddah mu sampai kamu melahirkan..."Ucap Antasari lagi.
"Iya aku tahu.."Jawab Nelam yang buru-buru menghapus air mata nya dan menatap ketiga orang yang di kasihi nya.
"Apa rencana mu sekarang nak..??"Tanya Antasari dengan suara parau dan tatapan nanar nya.
"Sementara ini sampai bayi ku lahir,,aku akan tinggal di panti asuhan..."Jawab Nelam.
"Kamu tidak perlu tinggal di panti asuhan Nelam,, tinggallah di rumah utama keluarga Mahadewa.."Bima berkata dengan tatapan nanar nya.
"Kamu tenang saja Nelam,,aku tidak akan tinggal di sana lagi.."Lanjut Bima.
"dan aku akan segera mempertanggung jawabkan perbuatan ku secara hukum..""
**********
Kalau Bima akan mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum berarti Bima..???
Ayo para reader mau Sad Ending atau Happy Ending nie...??
Tulis di kolom komentar ya..
Jangan lupa novel terbaru author yang ga kalah seru nya.
Dan novel ini author ikuti lomba di "You Are A Writer Season 7",,jadi Author butuh dukungan nya ya.
Terimakasih
.
__ADS_1