Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Pertemuan Aluna dengan seseorang


__ADS_3

Bab 36


"..Darah Daging Yang Di Benci..."


Sekitar 1 jam Aluna pun sampai di hotel CC.


Aluna langsung memesan kamar.. sesampainya di kamar,,dia pun langsung menghubungi seseorang.


"Aku sudah sampai nomor kamar 20 A.."Ucap Aluna.


"Oke ,,aku segera kesana.."Jawab pria di seberang sana.


Tak berselang lama pintu kamar Aluna di ketuk.


Tok..tok..tok


Aluna segera membukakan pintu.


Setelah pintu terbuka ,tampak seorang pria berkacamata dengan kumis tipis,kulit sawo matang dengan tubuh tinggi besar.


Aluna pun mempersilahkan pria itu masuk, setelah pria itu masuk , Aluna langsung menutup dan mengunci pintu.


Pria itu pun langsung duduk di sofa yang ada di dalam kamar hotel.


"Apa rencana mu selanjutnya..?""Tanya pria itu saat Aluna duduk di sebelah nya.


"Butuh usaha lebih keras lagi untuk mendapatkan Bima Mahadewa.."Jawab Aluna sambil memberikan soft drink pada pria itu.


"Apa karena kehadiran wanita itu...???".Tanya sang pria itu sambil membuka kaleng soft drink dan langsung meminumnya.


"Sepertinya mereka saling mencintai..".Jawab Aluna sambil meminum soft drink nya sampai habis,, seperti orang yang kehausan karena habis berlari jauh.


"Belum lagi perempuan tua itu.."Ucap Aluna lagi sambil melempar kaleng soft drink yang telah habis di minum nya ke sembarang tempat.


"Hai,,dia belum tua,dia masih cantik ,, badannya saja masih bagus ,,"Ucap pria itu sambil tersenyum dan meneguk minuman nya kembali.


"Dasar Mesum ,sama saja kamu dengan bandot tua itu,cuma ************ saja yang di pikirin.."Aluna berkata sambil merebahkan tubuhnya di sofa ,tentu saja kaki nya berada di paha pria tersebut.


Pria itupun tertawa dengan kencang.


"Jangan samakan aku dengan maniak sek itu,,aku hanya melakukan nya dengan tiga wanita.."Ucap pria itu sambil menghabiskan minuman nya.


"Aku tidak mau tahu,, pokoknya rencana kita tidak boleh gagal,kamu harus membantu ku.."Ucap Aluna dengan mata menatap wajah pria itu.


"Kamu menginginkan ibu nya dan aku menginginkan anak nya.."Ucap Aluna lagi sambil memainkan kaki nya yang berada di paha pria tersebut.


"Pasti nya aku akan membantu mu,karena aku sangat mencintai dia.."Ucap pria itu yang mulai di kuasai nafsu karena ulah Aluna.


"Kejadian malam itu, tidak akan aku lupakan walaupun sudah 30 tahun yang lalu.."Ucap pria itu lagi yang sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi karena sikap Aluna yang agresif dan sangat menggoda.


Akhirnya malam ini mereka melewati malam bersama, dengan rencana-rencana dan obsesi mereka kepada keluarga Mahadewa.


*******************************


Sementara itu di rumah kedua orang tua Bima,, tampak Sinta dan Nelam sudah rapi,, mereka tampil cantik dan menawan.


Saat Sinta dan Nelam melewati ruang keluarga, Bima yang sedang sibuk dengan lap top nya langsung terpana melihat Sinta dan Nelam,,


Apalagi saat melihat Nelam, perasaan yang dia coba untuk menghilangkan nya justru semakin kuat,, apalagi penampilan Nelam walaupun sederhana tapi selalu membuat Bima terpesona.


"Bima..kamu mau ke salon dan shopping..???"Tanya Sinta yang membuat Bima tersentak.


Sedangkan Nelam tersipu malu, wajahnya memerah..detak jantung nya berdebar kencang, saat Bima menatap nya dalam.


"Salon.. shopping..???"Tanya Bima sambil menatap ke arah Sinta.


"Iya nanti di salon,kamu juga ikut perawatan.."Ucap Sinta dengan penuh semangat dan tersenyum


"Ga perlu perawatan mah..Bima sudah ganteng dari sana nya.."Jawab Bima sambil melirik Nelam.


"Bukti nya Nelam langsung jatuh cinta sama Bima.."Ucap Bima yang kini bukan hanya melirik Nelam tapi menatap Nelam dalam dengan penuh cinta.


Nelam benar-benar merasa sesak di dadanya ucapan Bima barusan,membuat jantung nya semakin berdegup kencang.


"Bima..."Ucap Sinta lirih.


Bima pun langsung memalingkan wajahnya dari Nelam.


"Maaf mah..Nelam ""Jawab Bima dengan tertunduk.


"Ya sudah kamu mau ikut atau tidak,? sudah sore takut salon nya keburu tutup..!"Ucap Sinta sambil melihat ke jam tangan nya.


"Kebetulan Bima sedang ada janji sama Bayu mah..maaf ya ga bisa ikutan..atau Bima saja yang mengantar sekalian jalan ke kantor.

__ADS_1


"Ga usah biar mamah saja yang nyetir.."Jawab Sinta.


"Jangan mah..suruh mang Ujang saja.."Ucap Bima dengan tatapan memohon.


"Sepertinya kamu termakan kata-kata wanita itu kalau mamah sudah tua..."Ucap Sinta sengit


Bima tertawa kencang.


Sinta dan Nelam bingung melihat Bima.


"Ya sudah Bima saja yang antar kalian,tapi Bima hanya mengantar,kalau sudah selesai dan puas,Bima akan jemput kalian.


"Kamu mau jadi mang Ujang hari ini???"Tanya Sinta dengan tatapan sinis.


"Ga masalah kalau bayaran nya setimpal.."Timpal Bima masih tetap tertawa.


Nelam yang melihat wajah seorang Bima sedang tertawa bahagia .. begitu mempesona diri nya.


"Sungguh sempurna ciptaan Mu.."Batin Nelam.


Bima yang tahu jika Nelam memperhatikan dirinya , menoleh ke arah Nelam.seketika itu juga wajah Nelam langsung memerah ,Nelam buru-buru mengalihkan pandangannya dari Bima dengan hati yang berdegup kencang.


Tiba-tiba Bima menatap sendu ke arah Nelam,,ingin rasanya dia memeluk wanita yang ada di depan nya ini,yang setiap saat selalu berada dalam pikirannya.


Sinta yang melihat Bima dan Nelam ,semakin merasa bersalah.


"Maafkan mamah yang belum berani mengungkapkan kebenaran.."Ucap Sinta dalam hati dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Terus kita mau berangkat kapan..????"Tanya Sinta dengan wajah pura-pura kesal.


Bima dan Nelam pun tersentak,, kemudian mereka saling tatap,,sesaat tatapan mata mereka seakan-akan mewakili perasaan masing-masing tanpa harus di ungkapkan.


"Ayo,,kita berangkat sekarang..""Ucap Bima yang mengalihkan tatapannya ke arah Sinta.


Bima langsung melangkahkan kaki nya,,karena perasaan yang tiba-tiba menyiksanya.


"Ayo Sayang.."Ucap Sinta langsung menggandeng tangan Nelam dan mengikuti langkah Bima.


Di dalam mobil,Sinta duduk di sebelah Bima, sedangkan Nelam duduk di kursi belakang.


"Nelam..nanti kita ambil perawatan yang lengkap.. mamah ingin tampil cantik ,""Ucap Sinta riang sambil menoleh ke kursi belakang tempat Nelam duduk.


"Iya mah.."Jawab Nelam.


Sinta menarik napas dalam.


"Papah kalian Khan sebentar lagi pulang..jadi mamah ingin menyambutnya dengan penampilan yang berbeda ,, biar papah kalian klepek-klepek sama mamah.."Ucap Sinta sambil tertawa riang.


Bima dan Nelam saling tatap .kemudian mereka menatap Sinta tak percaya.


"Kenapa kalian menatap mamah seperti ini??"Ucap Sinta sambil menunggu Bima dan Nelam bergantian.


"Oh,,atau kalian tidak senang ya melihat mamah dan papah berbaikan????"Ucap Sinta ketus dengan ekspresi wajah pura-pura marah.


"Ga mah.."Jawab Bima dan Nelam bersamaan.


Sinta mendengus kesal dan mengalihkan tatapannya lurus ke depan jalan raya.


Wajah Nelam langsung pucat,,dia takut sekali Sinta marah.


Bima pun langsung menepikan mobil nya,, kemudian menghentikan mobilnya.


"Mamah sayang, justru kami sangat bahagia mendengarnya ,,karena itu yang kami harapkan.."Ucap Bima sambil menggenggam tangan mamahnya dan menatap nya penuh kasih, sedangkan tatapan Sinta masih lurus ke depan menatap jalan di depan nya.


"Mah.. kami ingin mamah dan papah bersatu lagi,,kita bangun lagi keluarga yang bahagia ,,apa lagi keluarga kita lebih sempurna dengan kehadiran Nelam , sebagai anak perempuan di keluarga kita..."Ucap Bima lagi sambil membalikkan tubuh Sinta ke hadapannya.


"Tapi.. kenapa dari tadi sikap kalian aneh??"Ucap Sinta masih dengan wajah yang pura-pura marah.


Bima menghela napas.


"Maafkan Bima mah,,""Jawab Bima langsung menunduk.


"Bima puteraku yang terkenal angkuh dan penuh wibawa ini, kenapa menjadi rapuh hanya karena Nelam,,begitu besar kah cinta mu pada nya nak..?"Tanya Sinta dalam hati,sambil menatap Bima kemudian menatap Nelam yang juga menundukkan wajahnya.


"Kalau seperti ini,,kita pulang saja.."Ucap Sinta lirih.


"Ga mah ,kita lanjut.."Jawab Bima tersenyum menatap Sinta dan menggenggam tangannya.


"Iya mah,, Nelam juga ingin merasakan perawatan di salon,, seumur-umur Nelam belum pernah ke salon..""Ucap Nelam dengan wajah malu.


"Walaupun belum pernah ke salon,,tapi kamu sudah cantik sekali.."Ucap Bima tersenyum sambil menatap Nelam dengan penuh kekaguman.


"Sudah dia adikmu jangan di tatap terus.."Ucap Sinta sambil memencet hidung Bima.

__ADS_1


"Mah ..sakit.."Ucap Bima sambil mengelus hidungnya yang memerah karena ulah Mamahnya.


Sinta dan Nelam tertawa lepas.


Bima dengan wajah pura-pura dongkol, kembali melajukan mobilnya membelah jalan raya.


30 menit sampailah mereka disalah satu Mall terbesar di Jakarta.


"Bima ada urusan dulu ya mah..,Nelam... nanti kalau urusan sudah selesai Bima langsung menyusul kalian.."Ucap Bima


"Selesaikan saja urusan mu,,soal pulang gampang ,,kami bisa di jemput mang Ujang atau naik taksi,""Ucap Sinta.


"Iya nanti Bima kabarin ya mah.."Ucap Bima.


"Ya kamu hati-hati ya.."Ucap Sinta sambil mencium pipi Bima.


"Ya mah,, kalian juga hati-hati.."Ucap Bima menatap Nelam dan Sinta.


"Hati-hati mas Bima..terimakasih sudah di antar."Ucap Nelam tersenyum.


"Sama-sama adikku yang cantik.."Ucap Bima sambil mengelus kepala Nelam,, berusaha keras untuk bersikap biasa saja.


Sinta tersenyum kecut,,dia tahu kalau Bima dan Nelam sedang menyembunyikan perasaan mereka masing-masing dan berusaha bersikap biasa saja.


"Ya sudah..kami turun ya..ayo Nelam.."Ucap Sinta sambil membuka pintu mobil.


Nelam mengganguk dan juga membuka pintu mobil.


Setelah Sinta dan Nelam turun,,Bima melajukan mobilnya kembali keluar dari area Mall.


hampir 4 jam Sinta dan Nelam melakukan perawatan,,,jam sudah menunjukkan pukul 19.00.


Tiba-tiba ponsel Sinta berdering.


"Hallo.. Assalamualaikum Bim.."Ucap Sinta.


"Waalaikumsalam..mamah dan Nelam sudah selesai ???"Tanya Bima diseberang sana.


"Ini baru saja selesai.."Ucap Sinta.


"Oke..Bima sudah ada di restoran XX di lantai 3..Bima tunggu ya mah.."Ucap Bima.


"Oke..mamah sama Nelam kesana.."Jawab Sinta.


"Oke mah.. Assalamualaikum.."Ucap Bima.


"Waalaikumsalam.."Ucap Sinta sambil menutup ponselnya.


"Ayo Nelam..Bima sudah menunggu kita di restoran XX.."Sinta berkata sambil menggandeng lengan Nelam.


Nelam mengganguk dan tersenyum sambil mengikuti langkah Sinta.


Hati nya merasa bahagia sekali,,mungkin efek dari perawatan yang baru saja di lakukan nya,dan bahagia akan bertemu dengan Bima di saat Nelam merasa penampilan nya lebih cantik dan segar.


"Kenapa aku jadi seperti ABG sie..ingat Nelam..Bima itu kakakmu.."Ucap Nelam dalam hati.


Sinta dan Nelam naik ke lantai 3,,karena letak salon berada di lantai 1.


Saat sampai di restoran XX ,, tampak Bima melambaikan tangan nya.


Tapi Bima tidak sendiri..ada seorang pria yang bersama Bima dengan posisi duduk membelakangi mereka.


Sinta dan Nelam pun segera melangkah mendekati meja Bima.


Semakin Sinta dan Nelam mendekat,, sosok pria itu semakin tidak asing.


Kemudian pria itu membalikkan tubuhnya dan ternyata pria itu....


"Antasari..."Ucap Sinta dengan terkejut.


"Papah.."Ucap Nelam juga terkejut dengan raut wajah bahagia


***********************************


Siapakah lelaki yang bersama Aluna di hotel..??


Bagaimana kelanjutan pertemuan Sinta dan Antasari ??


Ikuti terus kelanjutan nya.


Vote..like dan komentar nya ya.


Sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2