
Bab 88
"..Darah Daging Yang Di Benci.."
Hari ini Nelam memulai aktivitas nya bersama Sinta,,di mulai dari kembali nya mereka melakukan aktivitas di butik.
Kali ini Sinta banyak mengajarkan bagaimana cara mendistribusikan bahan-bahan yang bisa di buat menjadi pakaian berkualitas,,cara membuat model pakaian sehingga tidak pasaran dan hanya butik mereka yang mengeluarkan.
"Hari ini mungkin sampai beberapa hari kamu harus mempelajari ini Nelam.."Ucap Sinta sambil melihat model-model terbaru dari koleksi butik nya.
"Setelah kamu sudah menguasai bidang ini,,baru mamah akan mengajari kamu bagaimana mengelola management keuangan nya.."Ucap Sinta lagi.
"Siap mah.."Ucap Nelam tersenyum.
"Sudah sore,, waktunya kita pulang,, jangan sampai suami-suami kita pulang duluan.."Ucap Sinta sambil tertawa kecil.
"Iya mah.."Ucap Nelam.
"Apa lagi kamu sama Bima,,pasti lagi lengket-lengket nya dan hot-hot nya.."Goda Sinta.
Nelam tidak menjawab hanya tersenyum,,mencoba menyembunyikan perasaan nya.
"Nelam kamu sama Bima baik-baik saja..??"Tanya Sinta penuh selidik.
"K..kami baik-baik saja ko mah.."Jawab Nelam mencoba meyakinkan.
"Maksud mamah soal urusan ranjang..??"Sinta berkata sambil menatap Nelam.
"I..itu ya seperti biasa mah.."Ucap Nelam dengan wajah mulai memerah.
"Ish..kamu mamah hanya tanya seperti itu saja sudah merah seperti ini wajah mu.."Ucap Sinta sambil menggelengkan kepala.
"Ya sudah,,ayo kita pulang.."Ucap Sinta melangkahkan kaki nya keluar dari butik.
Nelam menghela napas,sambil mengikuti langkah Sinta keluar dari butik.
Mereka di antar jemput oleh supir pribadi keluarga Mahadewa,, seperti hari ini setelah mengantarkan Nelam pulang,,barulah Sinta menuju kediaman nya.
Saat Nelam sudah turun dari mobil dan masuk ke apartemen nya,,Sinta menarik napas dan menatap punggung Nelam,, entahlah Sinta merasa ada sesuatu yang ganjil antara Bima dan Nelam.
"Semoga rumah tangga anak ku baik-baik saja.."Gumam Sinta.
*************
Nelam sudah masuk ke apartemen,,dia melirik jam sudah hampir jam 5 sore,, Nelam langsung masuk ke kamar mandi,, membersihkan diri nya dengan cepat,, memakai pakaian,menghias tipis wajah nya.
Dengan cekatan Nelam langsung masuk ke dapur,, menyiapkan makan malam untuk Bima,,Nelam memilih masak yang simpel gulai ayam dan sambal hijau teri.
Saat adzan Maghrib,, masakan Nelam sudah tersaji di meja makan,, Nelam tersenyum puas melihat hasil masakan nya,,dia pun segera bergegas melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang muslim dan bersiap pula menyambut suaminya.
__ADS_1
Jam dinding menunjukkan sudah pukul 7 malam,tapi tidak ada tanda-tanda Bima akan pulang,, Nelam ingin menghubungi Bima tapi dia takut mengganggu jika suaminya sedang sibuk atau sedang menyetir.
"Aku tunggu sebentar lagi,,mungkin mas Bima sedang di jalan.."Gumam Nelam.
Nelam pun memutuskan untuk menunggu Bima sambil menonton tv di sofa,,tidak terasa kantuk mulai menyerang, matanya pun mulai terpejam.
Nelam terjaga saat merasakan ada sesuatu yang hangat menyentuh bibirnya,,berlahan Nelam membuka matanya.
Di depan nya sudah ada sosok laki-laki yang di tunggu dan di rindukan nya dari sore tadi,,Nelam melirik jam dinding,Sudan menunjukkan hampir jam 9 malam,, berarti dia sudah terlelap hampir 2 jam.
"Mas,,kamu sudah pulang..??"Nelam berkata dengan suara parau orang baru bangun tidur,, sambil menatap wajah suaminya yang berada tepat di atas wajahnya,, Nelam pun membelai wajah Bima dengan lembut.
"Maaf kan aku sayang,aku pulang terlambat dan lupa memberi kabar.."Ucap Bima memegang tangan istrinya yang berada di wajahnya dan mencium lembut tangan itu.
"Tidak apa mas,,kamu pasti sibuk sekali,, karena kamu harus menghandle semua sendirian.."Ucap Nelam lembut sambil bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Bima
"Kamu mandi dulu,,biar aku siapkan air hangat,.."Ucap Nelam menatap lembut Bima.
"Aku juga sudah masak buat kamu,,biar nanti aku hangatkan lagi,,kita makan bersama.."Ucap Nelam menatap sendu suaminya yang menatap dalam nya
"Kamu belum makan sayang..??"Ucap Bima sambil mengelus rambut Nelam yang begitu indah di matanya.
Nelam mengangguk dan tersenyum.
"Maafkan aku sayang.."Ucap Bima sambil membawa Nelam ke dalam pelukannya.
Tiba-tiba PT Antariksa yang di wakili oleh Sakti Pranaya mengajak nya melakukan survey ke proyek yang jauh dari ibukota.
Dan karena sibuknya,, untuk mengecek ponselnya saja Bima tidak sempat,, tiba-tiba Bima melepaskan pelukan nya.
"Hai,,apa hari ini kamu menghubungi ku.."Ucap menatap mata Nelam
Nelam menggelengkan kepalanya.
"Hmm,,kamu tidak merindukan suamimu..???"Ucap Bima mengerutkan keningnya.
"B.. bukan begitu mas,,aku takut mengganggu mu.."Ucap Nelam sambil menggigit bibir bawahnya.
"Hai,,mana ada suami terganggu di telepon istrinya..??"Ucap Bima mendekati wajahnya ke Nelam.
Wajah Nelam menunduk dan memerah,,saat wajah Bima semakin dekat dan bibir mereka bertemu,, sesaat ciuman tercipta di antara mereka,,seperti biasa saat ciuman mereka mulai memanas Bima melepaskan nya.
"Aku mandi dulu.."Ucap Bima dengan napas memburu,,dan mengusap lembut bibir Nelam.
"Biar aku siapkan air hangat mas.."Ucap Nelam sambil mengatur napas dengan wajah memerah.
"Tidak usah,,biar mas siapkan sendiri,,kamu siap kan makan malam saja,,biar kita makan bersama.."Ucap Bima sambil mencium kening Nelam.
Nelam mengangguk,, mereka pun bangkit dari duduk,,Nelam menuju dapur,,Bima menuju kamar untuk membersihkan diri.
__ADS_1
20 menit Bima keluar dari kamar dalam keadaan sudah segar dan berganti pakaian santai,, Nelam pun sudah menghangatkan makanan dan sudah di sajikan di meja makan.
Nelam tersenyum manis melihat kedatangan Bima,,Nelam terpesona melihat penampilan suami nya yang terlihat segar,,dia pun kembali terbayang ciuman panas di antara mereka.
"Kenapa menatap aku seperti itu sayang.."Ucap Bima menghampiri Nelam dan langsung memeluk pinggang Nelam.
"A..aku.."Belum sempat Nelam meneruskan ucapannya Bima sudah langsung menyambar bibir Nelam.
Sesaat mereka kembali hanyut dalam ciuman panas.
"Hmm..kamu masak apa sayang..??Harum sekali..""Ucap Bima menatap dalam wajah istrinya.
"Gulai ayam sama sambal hijau teri Medan.."Ucap Nelam menatap redup wajah suaminya.
"Aku lapar,,ayo kita makan sayang..."Bisik Bima.
Nelam mengangguk,,dan langsung menyendok kan nasi beserta gulai ayam dan sambal ke piring Bima.
"satu piring berdua saja sayang.."Cegah Bima,Saat Nelam ingin mengambil satu piring lagi.
Bima langsung memasukkan satu sendok nasi ke mulut Nelam.
Nelam tersenyum malu sambil membuka mulutnya,, kemudian Nelam mengambil satu sendok lagi dan langsung mengambil sesendok nasi beserta lauk nya untuk di suap kan ke mulut Bima dan mereka pun makan dengan saling menyuapi.
Selesai makan,,Bima membantu Nelam merapikan meja makan dan mencuci piring.
Akhirnya mereka berdua masuk kamar,, setelah bersih-bersih,, mereka pun berbaring di kasur king size mereka.
Nelam tidur di pelukan Bima,,membelai dan mencium rambut Nelam,,Bima ingin sekali membelai semua yang di miliki Nelam,,tapi Bima mencoba menahan nya dulu,,dia tidak mau membuat istrinya kecewa lagi.
"Sudah larut,,tidur lah sayang.."Ucap Bima mencium kembali rambut Nelam dan kening Nelam.
"Besok kita akan malam di rumah mamah dan papah,,besok pulang dari butik,,kamu langsung kesana saja sayang,,nanti habis dari kantor aku nyusul kesana.."Ucap Bima semakin memeluk tubuh Nelam.
"Iya mas.."Ucap Nelam yang mulai terlelap di pelukan Bima.
*****************
Maaf ya baru up.
Ikuti terus bab selanjutnya.
Ga bosan author selalu meminta dukungan,, Komen,vote dan like nya.
Selamat hari raya idul Fitri 1443H
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin.
__ADS_1