Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Hari yang berduka


__ADS_3

Bab 77


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Kata-kata sang Dokter bagaikan petir untuk semua yang berada di sana.


Dokter Intan langsung berlari ke dalam kamar dengan Bayu yang langsung menyusul nya.


Semua orang pun masuk ke dalam,,di kamar itu di sebuah ranjang terbaring sesosok bocah perempuan mungil tanpa bergerak dengan mata terpejam.


Wajah bersih dan begitu tenang,, seperti seorang bocah yang tertidur pulas dengan senyum yang indah.


Semua peralatan medis pun sudah terlepas dari tubuhnya.


"Salsa,,bangun nak.."Teriak Dokter Intan histeris sambil mengguncang tubuh Salsa,memeluk dan menciumi wajah nya.


Bayu yang berada disamping Dokter Intan,hanya mampu memeluk tubuh Dokter Intan sambil ikut menangis menatap puteri nya yang kini hanya tinggal jasad.


"Pah,,kita baru tahu keadaan cucu kita,,tapi kenapa dia pergi..."Ucap Mayang yang menangis histeris di pelukan Adam.


Adam tidak mampu bicara,,dia pun ikut menangis sambil memeluk istrinya.


Nelam yang bisa merasakan apa yang di rasakan Dokter Intan ketika dia harus kehilangan Yusuf,, ikut menangis tersedu-sedu,,dan Bima langsung membawa Nelam kedalam pelukannya.


Bima juga teringat akan Yusuf,, melihat Dokter Intan yang menangis sambil memeluk jasad Salsa,,dia membayangkan saat Nelam menangisi jasad putera nya Yusuf.


Bima mencoba kuat dengan menahan air matanya,tapi buliran air bening itu tetap mendesak keluar dari sudut matanya,,sambil memeluk Nelam,,Bima menghapus air mata nya.


Sinta pun ikut terisak melihat Salsa,,apa lagi tangisan Dokter Intan sangat mengiris hati,, Antasari membawa tubuh Sinta ke pelukannya.


Sinta yang dari tadi kesal dengan Antasari,, karena sekarang hati nya sedang merasakan duka,hanya pasrah saat Antasari memeluk nya dan mengelus lembut punggungnya.


Ruangan yang tembok nya bercat putih semua, di pandu dengan gorden berwarna hijau tampak penuh dengan tangisan ,,semua orang yang melihat suasana ini pasti akan ikut merasakan kesedihan.


Dokter Intan merasakan pandangan nya kabur,,tubuh nya lemas,dan tiba-tiba semua menjadi gelap.


"Intan..!!"Teriak Bayu.


"Dokter,,tolong istri saya.."Ucap Bayu lagi dengan tidak bisa menahan air matanya.


"Bawa Dokter Intan ke sofa dulu,,saya akan memeriksa nya.."Ucap Sang Dokter.


"Dan mohon maaf pak Bayu,,jenazah Salsa harus segera di urus,, kasihan..."Ucap sang Dokter.


Bayu hanya mengangguk pelan.


"Pah,,mah,,Bayu boleh minta tolong untuk menemani Intan di sini,,Bayu mengurus jenazah Salsa.."Ucap Bayu sendu menatap kedua orangtuanya.


"Biar aku saja yang menemani Dokter Intan di sini mas.."Ucap Nelam dengan suara parau.


"Tapi ini akan merepotkan mu Nelam,,dan ini hari bahagia mu bersama Bima.."Ucap Bayu dengan tatapan sendu.


"Kami punya banyak waktu Bay,santai saja,,biar istri ku yang menemani istrimu di sini,,aku akan menemani mu mengurus jenazah Salsa.."Ucap Bima tersenyum.


"Terimakasih bro.."Ucap Bayu tersenyum tipis dengan raut wajah penuh kesedihan.


"Santai,,yang tabah dan sabar bro,,gw yakin Lo kuat.."Ucap Bima sambil menepuk pelan pundak Bayu.


Bayu tersenyum kecut sambil menatap Dokter Intan yang terbaring pingsan dengan wajah yang pucat,, kemudian menatap jenazah Salsa yang terbaring dengan damai.


"Kami ingin memeluk Salsa cucu kami yang pertama dan terakhir Bay.."Ucap Mayang masih menangis tersedu-sedu.


"Iya mah,,pah,, silahkan lihat cucu kalian,,dia cantik sekali,, seluruh wajahnya mirip sekali dengan Bayu hanya kulitnya yang mengikuti Intan,,Ucap Bayu sambil melangkah mendekati Salsa dan menatap jenazah putri nya kembali,,membelai wajah nya.


"Oh waktu,, seandainya bisa di putar kembali.."Sesal Bayu dalam hati.


Mayang dan Adam mendekati ranjang Salsa,,di ikuti Antasari,,Sinta,,Bima dan Nelam.


Saat melihat jenazah Salsa,, Mayang langsung memeluk nya dan menciumi nya dengan air mata membanjiri wajahnya.


"Maafkan Oma sayang,,Oma tidak pernah tahu keberadaan mu,, bahkan baru saja Oma tidak mengakui mu sebagai cucu.."Ucap Mayang dengan suara parau dengan tangisan yang semakin terdengar.


Adam mengusap lembut punggung istrinya,,Sinta dan Nelam kembali ikut mengeluarkan air mata.


Sekuat mungkin Antasari dan Bima menahan kesedihannya.


"Benar Bay,,wajah cucu papah ini benar-benar mirip dengan mu.."Ucap Adam sambil menatap nanar wajah Salsa ,,membelai wajahnya dan mencium kening gadis mungil itu dalam tidur damai nya.


"Pak Bayu maaf,, seperti nya Dokter Intan membutuhkan perawatan..."Ucap sang Dokter menarik napas.

__ADS_1


"Bukannya istri saya hanya syock dan kurang istirahat saja Dok..???Ucap Bayu sambil mengerutkan keningnya dan menatap tajam ke arah Dokter.


"Semoga Dokter Intan hanya kecapean dan syock saja,,maka nya saya menyarankan Dokter Intan di rawat dulu beberapa hari di sini untuk melakukan beberapa check up.."Ucap sang Dokter dengan hati-hati,, karena ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan kesehatan dan keadaan Dokter Intan yang sebenarnya.


"Dokter benar Bay,,biar lah Dokter Intan di rawat dulu,biar kesehatan nya benar-benar pulih.."Ucap Sinta mencoba meyakinkan Bayu.


"Apa lagi keadaan Dokter Intan yang sedang syock,,dia memang butuh perawatan.."Ucap Sinta lembut menatap Bayu sendu.


"Ya,,tante benar.."Ucap Bayu lemah sambil mengangguk.


"Kamu istirahat saja Bay,,biar om dan Bima yang mengurus jenazah Salsa.


"Terimakasih banyak om,,tapi Bayu juga ingin ikut andil untuk mengurus Salsa untuk terakhir Kali,, apalagi Bayu tidak mengurusnya dari mulai janin nya ada di rahim Intan.."Ucap Bayu menunduk sedih.


Deg...


Ucapan Bayu bagaikan tamparan untuk Antasari dan Bima.


Antasari yang tidak pernah tahu keberadaan Nelam,, sedangkan Bima yang tidak pernah tahu jika perbuatan bejat pada Nelam menghasilkan Yusuf yang dia tidak pernah tahu keberadaan nya,, bahkan dia juga yang merenggut nyawa Yusuf putera nya.


"Mamah di sini dengan Nelam untuk menjaga Dokter Intan.."Ucap Mayang tiba-tiba yang menyadarkan Antasari dan Bima dalam lamunan mereka.


"Mamah mau mengurus menantu mamah,, karena mamah belum bisa mengurus cucu mamah.."Ucap Mayang sedih.


"Papah akan ikut Bayu untuk mengurus jenazah Salsa.."Ucap Adam parau.


"Sayang,,kamu mau disini atau ikut kami??"Tanya Antasari lembut dengan tatapan sendu ke arah Sinta.


"Aku akan ikut ke pemakaman Salsa,, karena di sini sudah ada Mayang dan Nelam.."Ucap Sinta pelan.


"Baiklah,,kita segera urus jenazah Salsa..."Ucap Antasari.


Bima,,Bayu,,dan mengangguk,, perawat pun mulai mengangkat tubuh Salsa.


"Kalau begitu saya meminta persetujuan pak Bayu, untuk memindahkan Dokter Intan ke ruang perawatan.."Ucap Dokter menghampiri Bayu.


Bayu pun memberikan tanda tangan persetujuan nya.


Setelah memindahkan jenazah Salsa dan membawanya keluar,,tubuh Dokter Intan pun di pindahkan ke ruang perawatan.


"Sayang ,,kamu jaga kesehatan ya.."Ucap Sinta sambil memeluk Nelam dan mencium pipi nya.


"Mayang,,kamu juga jaga kesehatan ,,kalau kamu lelah hubungi aku,,biar gantian untuk menjaga Dokter Intan.."Ucap Sinta lembut sambil memegang tangan Mayang.


"Iya Sin,, terimakasih banyak,,kamu memang sahabat aku yang baik.."Ucap Mayang dengan tatapan sendu nya.


"Kita ini saudara bukan sahabat lagi.."Ucap Sinta tersenyum.


"Ayo kita berangkat sekarang.."Ucap Antasari sambil menggandeng tangan Sinta.


Mereka semua pergi meninggalkan ruangan yang baru saja penuh dengan air mata.


"Nelam,,aku berangkat kamu jaga kesehatan ya.."Ucap Bima mencium dalam kening Nelam.


"Ya mas,,kamu hati-hati ya..."Ucap Nelam sambil mencium punggung tangan Bima.


"Iya sayang.."Ucap Bima sambil mengusap lembut kepala Nelam saat Nelam mencium punggung tangan nya.


"Cepat Bim,,mobil ambulans nya sudah mau jalan..."Ucap Antasari.


Bima mengangguk dan bergegas mengikuti langkah Antasari dan Sinta.


Sedangkan Bayu dan Adam lebih memilih naik ambulans menemani jenazah Salsa.


"Ayo tante,,kita ke kamar Dokter Intan.."Ucap Nelam lembut sambil menggandeng tangan Mayang.


Mayang tidak menjawab,,dia hanya mengikuti langkah Nelam.


****************


Setelah di mandikan dan di shalat kan jenazah Salsa pun langsung di bawa menuju ke pemakaman umum.


Di pemakaman umum,,tampak cuaca begitu cerah,,panas nya yang terik sangat menyengat,,tapi tidak dengan mata Bayu yang terus mengeluarkan air mata,, walaupun Bayu sudah berusaha menahan nya.


"Menangis lah Bay,,,kalau memang itu membuat sesak di dada mu hilang.."Ucap Adam berbisik sambil menepuk pelan pundak Bayu.


Bayu tidak menjawab,,dia hanya mengusap air matanya yang terus mengalir.


"Pak Bayu, silahkan jenazah untuk di adzan kan dan di iqamah kan.."Ucap pak Ustadz yang menuntun proses pemakaman.

__ADS_1


Bayu mengangguk,, menghapus air matanya,, dan berusaha untuk tenang dan kuat saat masuk ke liang lahat.


Dengan suara bergetar dan menahan kesedihan ,,Bayu mengumandangkan adzan dan Iqamah.


Sesaat semua orang yang hadir di pemakaman ikut terlarut dalam kesedihan.


Terutama Bima,, lagi-lagi dia teringat Yusuf,, seharusnya saat Yusuf lahir dia yang mengadzani dan iqamah kan,, bahkan saat Yusuf meninggal pun dia tidak bisa melakukan itu.


Semakin sesak dada Bima mengingat nya.


Setelah mengumandangkan adzan dan Iqamah Bayu naik kembali'ke atas,,sambil di peluk oleh Adam dan menepuk pelan pundak Bayu.


Makam Salsa pun sudah tertutup oleh tanah semua,, kemudian mereka berdoa yang di pimpin oleh pak Ustadz.


Suasana syahdu mengiringi doa mereka,, matahari yang terik menjadi saksi air mata mereka yang terus mengalir karena duka.


Setelah doa selesai,,satu persatu pelayat meninggalkan pemakaman.


"Kami pamit dulu pak Bayu,, semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan.."Ucap pak Ustadz sambil menyalami Bayu,,Adam,, Antasari dan Bima.


"Terimakasih pak Ustadz.."Ucap Bayu yang di anggukan oleh semua.


Tinggallah Bayu,,Adam,,Bima,, Antasari dan Sinta.


Tiba-tiba ada pesan ponsel masuk dari Bima.


(Assalamualaikum,, pemakaman sudah selesai belum??")Isi pesan itu yang ternyata dari wanita yang berstatus istri nya sekarang.


( Baru selesai,,tapi Bayu sepertinya masih mau disini. ) Balas Bima.


( Iya kasihan ) Balas Nelam dengan emoji nangis.


( Mas tolong kasih tahu mas Bayu,,kalau Dokter ingin berbicara penting dengan nya,, tentang kesehatan Dokter Intan )Balas Nelam lagi.


(Tadi Tante Mayang sudah bilang sama Dokter,,kalau Dokter bisa berbicara langsung dengan nya,,tapi Dokter bersikeras kalau hanya ingin berbicara dengan mas Bayu ) Pesan Nelam lagi.


(Oke sayang,,aku segera sampai kan ke Bayu )Balas Bima.


( Terimakasih suamiku,, hati-hati )Balas Nelam dengan emoji love.


Bayu tersenyum,, kemudian membalas dengan emoji love yang banyak.


Bima menutup ponselnya dan berlahan menghampiri sahabat nya itu yang sedang bersimpuh di samping makam Salsa yang tanah nya masih basah dan merah.


Bima pun ikut bersimpuh di samping Bayu.


"Bay..."Ucap Bima pelan sambil menepuk pundak Bayu.


Bayu tidak menoleh,,dia menghapus air matanya.


"Maaf Bay,,gw tahu ini sangat berat buat lo,, tapi harus kuat,,masih ada seseorang yang sangat membutuhkan dukungan dan kekuatan dari Lo.."Ucap Bima sambil merangkul pundak sahabat nya.


"Iya,,gw janji di makam Salsa,,kalau gw akan menjaga mamah nya dengan segenap jiwa raga gw,,gw akan menebus semua kesalahan gw.."Ucap Bayu dengan menghapus kembali air matanya.


"Gw akan selalu ada buat Lo sob..."Ucap Bima sambil menepuk kembali pundak Bayu.


"Terimakasih bro.."Ucap Bayu sambil tersenyum.


"Bay,, seperti nya kita harus kembali ke Rumah Sakit.."Ucap Bima sambil melepaskan rangkulan nya dari pundak Bayu.


"Tadi Nelam kirim pesan,,kalau Dokter ingin sekali bertemu dengan Lo untuk membicarakan kesehatan Intan.."Ucap Bima sambil menghela napas.


Deg....


*****************


Kira-kira apa yang terjadi dengan kesehatan Dokter Intan ya?????


Sampai kapan Bima selalu di bayangi dengan rasa berdosa dan bersalahnya terhadap puteranya Yusuf dan Nelam.??


Note


Untuk proses pemakaman umat muslim yang saya tahu seperti itu ( tapi ada yang memakai,,ada yang tidak,, tergantung keyakinan,,jadi jangan di jadikan bahan perdebatan ya para reader yang budiman).


Ikuti terus kelanjutan nya ya...


Dukungan, Vote,Like dan komen sangat berarti buat Author.


Selamat beraktifitas dan semangat terus puasanya (Bagi yang berpuasa ).

__ADS_1


__ADS_2