
Bab 57
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
"Sudah om,,aku sudah lelah sekali.."Ucap Aluna yang badannya terasa lemas dan lelah,, tulang-tulang nya terasa remuk semua.
"Sejak kapan kamu menjadi lemah begini hah...???!!!Tanya Robert dengan penuh amarah dan gerakan yang kasar membuat Aluna bukan merasakan kenikmatan tapi kesakitan yang luar biasa.
"Ampun om..""Ucap Aluna lirih dengan air mata yang sudah keluar dari sudut matanya.
Bukannya kasihan,,Robert malah tertawa terbahak-bahak.
"Seorang Aluna menjadi lemah begini.., biasanya kamu paling buas saat di ranjang sayang ku.."Ucap Robert penuh Amarah.
Aluna hanya mampu menangis dan menjerit kesakitan,,dia sangat paham sekali kalau Robert bisa menjadi manusia paling kejam apa lagi jika di khianati orang-orang terdekat nya.
Saat Aluna meninggalkan rumah Antasari,ternyata supir taksi online yang di pesan nya sudah di ganti dengan anak buah Robert.,Aluna sudah pasrah apa yang akan terjadi pada dirinya.
Sampai akhirnya dia berada di hadapan Robert,,dan Aluna mengalami penyiksaan yang tiada henti dari mulai mereka bertemu lagi sampai sekarang mereka berada di New York.
Akibat penyiksaan yang di lakukan Robert tiada henti,, mengakibatkan Aluna beberapa kali jatuh pingsan,,tapi Robert sama sekali tidak menghiraukan nya,, kemarahan kepada Aluna sampai ke ubun-ubun,, karena dalam sehari saja dia sudah memihak Antasari dan berniat untuk meninggalkannya.
"Kamu tahu siapa aku Khan Aluna..?? jangan pernah sekali-kali bermain api pada ku..!!!!"Ucap Robert dengan penuh penekanan di telinga Aluna.
Aluna tidak menjawab,tubuh nya sudah terlalu lemah dan sakit,,sudah banyak luka lebam di wajah dan sekujur tubuh Aluna karena kekerasan yang di lakukan Robert.
"Om,,bunuh aku saja..."Ucap Aluna lemah
"Apa...!!!!Teriak Robert sambil tertawa terbahak-bahak.
"Aku masih butuh nyawa dan tubuh mu Aluna,, setelah aku puas tanpa kamu minta pun aku akan melakukan nya.."Ucap Robert masih dengan tertawa.
"Aku akan membuat hidup mu seperti di neraka,, sampai dirimu sendiri yang akan mengakhirinya.."Teriak Robert dengan penuh amarah sambil menyeret tubuh Aluna yang tak berdaya ke kamar mandi.
"Dasar anak p*lac*r,!!"Akan ku buat dirimu lebih dari ibu mu..!!!!!Ucap Robert dengan tertawa terbahak-bahak sambil mendorong tubuh Aluna masuk ke kamar mandi.
Tubuh Aluna yang sudah lemah pun tersungkur di lantai kamar mandi,,Aluna semakin merasakan nyeri di seluruh tubuhnya.
Kemudian Robert menyalakan shower.
"Bersihkan tubuhmu,,Dokter dan pelayan akan segera kesini.."Ucap Robert meninggalkan Aluna di kamar mandi.
Aluna merasakan tubuhnya yang terluka perih sekali karena terkena air.
Dengan menahan sakit dan tangisan,,Aluna pun membersihkan dirinya.
Tak berapa lama Aluna keluar dari kamar mandi,,tampak Robert sudah memakai pakaian lengkap.
Robert melemparkan pakaian yang berada di ranjang ke arah Aluna dengan tersenyum penuh penghinaan.
"Karena kamu sudah berniat menghianatiku,, jangan salahkan kalau nasib mu sama seperti ibu mu..!!"Ucap Robert dengan tatapan membunuh.
"Maksud om.."Tanya Aluna dengan mengerutkan keningnya.
Robert tidak menjawab,,dia hanya tertawa terbahak-bahak sambil kaki nya melangkah mendekati Aluna.
__ADS_1
Aluna mundur beberapa langkah., sampai tubuhnya menempel di tembok.,, dengan kasar Robert mencengkram wajah Aluna,,wajah Aluna yang sudah terluka pun bertambah sakit,,Aluna hanya bisa meringis.
"Aku sudah merawat mu dari kecil,, membawamu dari panti asuhan,,aku berikan mu segalanya,,tapi kamu berniat mengkhianati ku dan ingin bersama keluarga Mahadewa.."Ucap Robert yang semakin mengencangkan cengkeraman nya di wajah Aluna.
"Dan ibu mu yang pel*c*r gila itu,,aku yang membawanya dari Rumah Sakit Jiwa,, merawat nya bahkan menikahinya,,tapi apa balasannya,,ibu mu yang bodoh itu tetap mencintai Antasari..!!!!Teriak Robert di wajah Aluna yang sudah penuh dengan air mata.
"Tapi aku tidak menyesal,,karena aku mendapatkan keperawanan kalian berdua..."Ucap Robert lagi sambil melepaskan cengkraman di wajah Aluna dengan tertawa terbahak-bahak.
Aluna yang mendengar itu semua,, terlonjak kaget,, tiba-tiba tubuh yang lemah menjadi kuat kembali karena kemarahan dengan pengakuan dan penghinaan Robert kepada dirinya dan Almarhumah ibu nya.
"Bajingan kamu Robert,,pasti kamu juga yang sudah membunuh ibu ku.."Ucap Aluna yang berusaha menyerang Robert dengan semua benda yang berada di kamar itu.
Anak buah Robert yang berjaga di pintu kamar Aluna segera masuk,saat mendengar keributan,, mereka pun segera membekuk Aluna.,,Robert langsung melayangkan pukulan nya ke wajah Aluna sehingga Aluna langsung jatuh pingsan.
"Baringkan dia di ranjang dan panggil Dokter Edward kesini.."Teriak Robert ke anak buah nya yang bertubuh tinggi besar dan berwajah sangar.
Anak buah nya yang satu segera membaringkan tubuh Alina,, sedangkan yang satu lagi langsung melangkah keluar memanggil Dokter Edward.
Tak lama anak buah Robert pun kembali bersama Dokter Edward.
"Saat aku pulang,,aku ingin dia sudah jauh lebih baik,, karena aku belum puas menyiksanya,,,dan satu lagi kalian jangan berani-berani menyentuhnya karena aku masih sangat menyukai tubuhnya,,kalau sampai macam-macam,kalian tahu akibatnya...!!!!Ucap Robert dengan penuh penekanan dan sorot mata yang membunuh menatap kepada kedua anak buahnya dan Dokter Edward.
"Siap,,bos tenang saja,,,"Ucap salah satu anak buahnya sedangkan anak buahnya yang satu lagi mengganguk membenarkan ucapan temannya.
"Suruh kepala pelayan untuk mengurus makanan dan pakaian nya.."Ucap Robert sambil merapikan pakaian nya.
"Baik bos,,"Ucap salah satu anak buahnya sambil melangkah pergi untuk memanggil kepala pelayan.
"Aku ingin kamu memberikan obat yang bagus untuk nya,,biar semua luka nya segera hilang.."Ucap Robert menatap tajam Dokter.
Selesai berbicara,Robert melangkah pergi meninggalkan kamar nya.
Sang Dokter yang melihat keadaan Aluna geleng-geleng kepala.
"Biadab sekali Robert.. untung gadis ini kuat kalau tidak pasti sudah lewat.."Gumam sang Dokter,,yang tidak tega melihat keadaan Aluna yang sangat memilukan.
Dokter memberikan obat anti nyeri,dan vitamin melalui suntikan dan beberapa suntikan lain.
Setelah tugas nya selesai Dokter Edward dan anak buah Robert pun pergi meninggalkan kamar itu.
Hingga beberapa waktu kemudian.
Akhirnya Aluna pun tersadar dengan tubuh yang terasa cukup segar dan sudah berpakaian lengkap.
"Pasti bandot tua itu sudah menyuruh pelayan menggantikan pakaian nya.."Aluna berkata dalam hati.
Tampak di kamar itu hanya dia seorang diri,saat melihat jam dinding ternyata sudah pukul 22.00,,Aluna teringat waktu Robert menyeret nya ke kamar mandi dan melampiaskannya nafsu binatang nya itu baru pukul 8 pagi, berarti 12 jam lebih dia pingsan.
Tok..tok..
Terdengar suara ketukan,, tiba-tiba Aluna menjadi sangat takut,, tubuhnya gemetar membayangkan kalau yang datang itu Robert.
Pintu kamar pun terbuka,,tampak perempuan muda cantik memakai baju pelayan,,masuk dengan membawa nampan yang berisi sepiring nasi lengkap dengan lauk, pauk dan buah,, untuk air minum di kamar Robert sudah tersedia dispenser lengkap dengan air mineral di tambah kulkas mini yang berisi macam-macam wine dan minuman dingin.
"Makanlah nona,,dari pagi anda pingsan,,pasti anda sangat lapar.."Ucap wanita sambil meletakkan nampan di atas meja yang tersedia di kamar Robert.
__ADS_1
"Terimakasih.."Ucap Aluna mencoba tersenyum.
"Kamu tahu di mana Robert ???"Tanya Aluna.
"Maaf nona,, untuk urusan Tuan Robert itu bukan tugas saya,,tugas saya hanya mengantarkan makanan nona,,"Ucap pelayan itu dengan sopan.
Aluna menghela napas.
"Tolong di makan nona,, kalau tidak saya akan kena marah Tuan Robert,.."Ucap pelayan itu sambil meletakkan gelas yang berisi air putih di meja.
Aluna mengangguk,,karena akibat pingsan yang sangat lama dan dari semalam belum makan serta perlakuan kasar Robert dari semalam,, membuat cacing-cacing di perutnya menjerit meminta jatah untuk di isi.
"Oh iya nona,,jangan lupa obat dan vitamin di atas meja di minum.."Ucap pelayan itu sambil menunjukkan obat yang ada di meja.
Aluna tidak menjawab tapi hanya mengangguk,,dan tanpa menghiraukan pelayan itu Aluna menyantap makanan nya dengan lahap,, sedangkan pelayan itu terus memperhatikan nya.
Aluna mengernyitkan keningnya dan menatap heran pelayan.
"Maaf nona,saya harus memastikan kalau nona menghabiskan makanan ini dan meminum obatnya.."Ucap pelayan itu menatap Aluna.
Lagi-lagi Aluna menghela napas.
"Dasar bandot tua,, psikopat,,apa yang di rencanakan nya lagi??.!!"Umpat Aluna dalam hati.
Aluna melanjutkan makannya setelah selesai dia langsung meminum obatnya.
"Baik nona saya permisi dulu.."Ucap pelayan itu sambil membawa nampan dan piring bekas Aluna.
Aluna hanya mengangguk',dia melangkah kan kaki nya ke arah cermin,, menatap pantulan dirinya di cermin.
Kemudian dia memegang luka di lengan di wajah nya,,kalau mengingat apa yang dilakukan Robert pada dirinya,, seharusnya wajahnya sudah penuh dengan gigitan dan lebam,,begitu juga dengan seluruh bagian tubuhnya,,Aluna juga membuka bagian dada nya.
Luka lebam dan gigitan itu menghilang.,tapi Aluna tidak heran,,ini pasti obat yang di berikan oleh Dokter kepercayaan nya,,karena Aluna pernah melihat khasiat dari obat itu,,saat wajah dan tubuh Robert penuh luka dan lebam saat melarikan diri dari kejaran polisi.
Lagi-lagi Aluna menghela napas,,dia harus mencari cara keluar dari cengkeraman Robert dan membalaskan dendam almarhumah ibunya.
Aluna menarik napas dalam-dalam,dia tidak bisa menghubungi Antasari dan Bima karena ponsel nya yang sudah di hancurkan Robert.
"Robert tidak bisa di lawan dengan cara kasar dan kamar ini pasti sudah di pasang CCTV,,aku harus mencari akal agar bisa keluar dari neraka ini,, bahkan aku akan menghabisi bandot tua itu."Ucap Aluna dalam hati
Tampak Aluna sedikit menyunggingkan senyum nya,,dia sudah mendapatkan cara untuk kabur dari cengkeraman Robert dan membalaskan dendam nya.
***************************
Apa yang akan di rencanakan Aluna??
Mampukah Aluna keluar dari kekuatan Robert??
Bisakah Antasari menemukan Aluna.
Ikuti terus bab selanjutnya.
Jangan lupa dukung selalu novel ini.
Vote..like dan komen..
__ADS_1
Terimakasih