
Bab 116
"Darah Daging Yang Di Benci"
Antasari dan Bayu pun memasuki Lapas dan menunggu Bima di ruang besuk.
Tak lama Bima datang dengan di kawal polisi,, walaupun terlihat agak kurus tapi wajah tampan dan kharismatik nya masih sangat terlihat jelas.
Baju tahanan yang di pakai nya tidak mengurangi pesona nya.
Bima melangkah mendekati Antasari dan Bayu dengan senyum mengembang,,dia pun duduk di hadapan mereka.
"Pah.."Bima langsung mencium punggung tangan Antasari.
"Kamu baik-baik saja nak.."Tanya Antasari sambil mengusap punggung Bima, kemudian memeluk nya.
"Alhamdulillah,,Bima baik-baik saja,, bagaimana kabar mamah,, Nelam dan calon bayi ku pah..-?"Tanya Bima sambil melepaskan pelukan papah nya.
"Alhamdulillah,, jangan khawatir Bim, mereka baik-baik saja ."Jawab Antasari.
"Syukur lah,, terimakasih pah.."Ucap Bima.
Antasari mengangguk.
"Hai bro,,apa kabar Lo..?"Tanya Bayu sambil memeluk Bima.
"Alhamdulillah,, seperti yang Lo lihat Bay.."Bima berkata sambil memperlihatkan senyum nya yang penuh pesona.
"Wah parah Lo bro,,tuh wajah tambah kinclong aja,,di Lapas aja Lo masih tebar pesona,, hati-hati lho nanti banyak yang naksir.."Bisik Bayu sambil bergidik ngeri.
"G*la lo,,Lo pikir gw udah ga normal.."Hardik Bima sambil meninju pundak Bayu.
Sedangkan Bayu cekikikan,,senang rasa nya menggoda Bima.
"Sudah kalian ini.."Antasari berkata sambil menggelengkan kepalanya.
"Bim,,ada yang papah ingin sampai kan kepada mu tentang masa depan Nelam.."Ucap. Antasari memasang wajah serius.
Bayu pun ikut serius mendengar kan.
"Apa rencana papah untuk Nelam..'??"Tanya Bima menatap Antasari.
"Papah dan mamah berencana akan membawa Nelam ke New York.."Jawab Antasari.
"Apa..??Ke New York om..??"Tanya Bayu kaget,, langsung menutup mulut dengan telapak tangan nya, karena beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.
Antasari kembali menggelengkan kepalanya.
"Iya,,rencana nya Nelam akan kami sekolah kan di FIT salah satu Universitas terbaik di dunia di bidang Fashion dan Desainer..."Jelas Antasari.
"Nelam sangat menyukai bidang desainer dan fashion,, papah rasa itu sangat bagus untuk masa depan Nelam.."Jelas Antasari lagi.
"Apa Nelam menyetujui nya pah..??"Tanya Bima dengan wajah yang tiba-tiba lesu.
"Tenang saja Bim,, papah jamin jika kamu dan Nelam pasti bersatu kembali.."Ucap Antasari sambil menepuk pelan punggung Bima.
"Ya pah,, tolong beritahu Nelam jika Bima menepati janji.."Ucap Bima sambil menatap Antasari.
"Pasti.."Ucap Antasari.
"Gw yakin Lo sama Nelam pasti bersatu,, karena kalian berdua di takdir kan untuk berjodoh.."Bayu berkata sambil menepuk pelan lengan Bima.
"Aamiin,,thanks Bay.."Bima berkata sambil meninju pelan pundak Bayu.
Mereka pun tertawa.
__ADS_1
"Oh ya bro,, gw juga mau kasih ini,,maafin gw menikah saat Lo berada di dalam sini.."Bayu berkata sambil memberikan sebuah undangan ke Bima.
Bima pun menerima kemudian membuka nya.
"Syukur lah,,Lo mengambil keputusan yang tepat.."Ucap Bima sambil tersenyum melihat dan membaca undangan yang tertera nama Bayu dan Laras.
"Tapi kenapa di Bali..??"Tanya Bima sambil menatap Bayu.
"Keluarga Laras semua di Bali,,Lo tahu sendiri khan kalau keluarga gw ga ada di sini.."Jawab Bayu.
"Hei,,Lo pikir keluarga Mahadewa itu siapa..??"Bima berkata sambil menepuk pelan lengan Bayu dengan surat undangan yang berada di tangan nya.
"Bukan gitu maksud gw bro,,jadi ga enak nie gw sama bokap Lo..."Ucap Bayu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Di Bali itu banyak keluarga Laras,,jadi lebih enak jika pernikahan di sana, karena banyak sanak keluarga dari pihak perempuan Bim.."Jelas Antasari.
Bima hanya manggut-manggut.
"Semoga lancar sampai hari H nya,,maaf gw ga bisa hadir Bay..."Ucap Bima dengan sorot mata sendu.
"Aamiin,, makasih bro,,nanti kita bisa bertemu,,jadi Lo tetap bisa kasih gw amplop yang tebal pasti nya atau Lo mau transfer..??"jawab Bayu sambil tertawa.
"Dari dulu pikiran Lo duit mulu.."Bima berkata sambil menggelengkan kepalanya.
Bayu hanya tertawa menanggapi kata-kata Bima,Antasari pun tersenyum, melihat kelakuan Bima dan Bayu tidak pernah berubah.
"Untuk perusahaan mu nanti biar papah yang urus di bantu om Beni,,nanti papah akan bolak balik Jakarta--New York."Jelas Antasari.
"Terimakasih pah,sudah memperhatikan perusahaan Bima.."Ucap Bima sambil menggenggam tangan Antasari.
"Tentu saja,, papah tidak akan membiarkan perusahaan yang sudah kamu bangun susah payah harus berakhir sia-sia.."Antasari berkata sambil membalas genggaman tangan Bima dan menepuk nya pelan.
"Sorry bro,, gw ga bisa bantu lo di perusahaan, seperti nya gw sama Laras akan menetap di Bali,,gw mau buka galeri lukisan di sana,dan gw sama Laras juga berencana mau membangun rumah makan di sana.."Ucap Bayu.
"Ga pa pa Bay,, semoga rencana Lo sama Laras berjalan lancar.."Ucap Bima.
Saat mereka sedang asyik mengobrol,, tiba-tiba pandangan Bima berfokus pada seorang wanita cantik di hadapan nya dengan perut membuncit,dan di sebelah nya wanita setengah baya yang masih terlihat cantik.
Antasari dan Bayu tidak menyadari nya karena posisi mereka yang membelakangi.
"Nelam,,mamah.."Ucap Bima dengan suara lirih dan tatapan tak percaya,, seketika mata Bima berbinar penuh kebahagiaan.
Antasari dan Bayu pun langsung membalikkan badan mereka ke belakang,, mereka agak terkejut dengan kehadiran Nelam dan Sinta.
"Nelam ingin bertemu Bima pah.."Ucap Sinta.
"Iya pah,, kami ingin bertemu mas Bima,, sebelum kami pergi ke New York.."Nelam berkata sambil mengelus lembut perut nya dan menatap Bima dengan penuh kerinduan.
Bima tersenyum bahagia,ingin rasanya dia berlari memeluk Nelam untuk menumpahkan semua kerinduan nya,,tapi di tahan nya karena dia takut Nelam menolak nya.
"Silahkan duduk Nelam.."Bayu berkata sambil bangkit dari duduknya.
"Terimakasih mas Bayu.."Ucap Nelam sambil duduk di hadapan Bima.
Netra mereka pun yang penuh kerinduan saling beradu pandang,Bima menatap dalam wajah Nelam,,wajah yang sangat di rindukan nya.
"Hmm,,.."Sinta berdehem saat duduk di sebelah Nelam menggantikan Antasari.
Wajah Bima dan Nelam pun bersemu merah karena malu.
"Kalian itu seperti ABG saja.."Sinta berkata sambil menggelengkan kepalanya.
Antasari dan Bayu pun hanya tersenyum.
"Bagaimana kabar mu nak..??"Tanya Sinta sambil menggenggam tangan Bima.
__ADS_1
"Alhamdulillah Bima baik mah,,mamah sendiri apa kabar..??Tanya Bima menatap perempuan pertama yang sangat di sayangi nya.
"Syukur lah,, seperti yang kamu lihat mamah baik-baik saja,,hanya satu mamah sangat merindukan mu nak.."Jawab Sinta dengan mata berkaca-kaca sambil mengelus lembut wajah Bima.
"Mah.."Antasari berkata sambil mengusap lembut punggung Sinta.
"Maafkan mamah yang tidak bisa menyembunyikan perasaan Mamah.."Ucap Sinta yang mulai terisak.
Nelam hanya bisa menunduk.
"Mah,,ini semua hukuman yang harus Bima jalani,dan mempertanggung jawabkan semua kesalahan yang sudah Bima lakukan..."Ucap Bima menggenggam tangan Sinta.
"Maafkan aku mas.."Nelam berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Justru aku yang minta maaf Nelam,,kamu adalah korban,.."Ucap Bima menatap Nelam.
"Terimakasih kamu sudah mau mengandung anak ku,,dan bersedia menunggu ku.."Ucap Bima lagi.
"Kami selalu menunggumu mas..."Nelam berkata dengan tatapan sendu ke arah Bima.
"Terimakasih sekali lagi Nelam.."Ucap Bima menatap nanar Nelam.
"Mas,,kamu pasti sudah tahu dari papah tentang rencana kepergian kami ke New York..?"Tanya Nelam menatap Bima.
"Ya papah sudah menjelaskan,,jaga dirimu dan anak kita baik-baik,,aku yakin suatu hari nanti Nelam ku akan menjadi wanita yang sukses..."Jawab Bima.
"Aku harap kamu tetap jaga diri dan hati mu untuk ku sampai aku bebas dari sini.."Ucap Bima menatap Nelam dengan tatapan nanar.
"Iya mas,,aku janji.."Ucap Nelam dengan suara parau.
Bima tersenyum.
"Sebelum pergi,, bolehkah aku mencium anak ku Nelam..?"Tanya Bima menatap lekat mata Nelam.
Nelam mengangguk kemudian berdiri,,Bima pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Nelam, kemudian dengan lembut mengelus dan mencium perut Nelam.
Nelam pun mulai terisak,, kemudian Bima menatap wajah Nelam.
"Aku berjanji, aku akan berusaha berlaku baik agar mendapatkan remisi,dan aku berjanji setelah masa tahanan selesai akan aku tebus semua waktu yang telah terbuang untuk kita.."Ucap Bima sambil mengelus lembut wajah Nelam.
"Iya mas,kami akan menunggu mu.."Jawab Nelam.
"Terimakasih sayang.."Ucap Bima.
"B..boleh aku memeluk mu..?"Tanya Bima ragu.
Nelam mengangguk,,dan Bima pun langsung memeluk Nelam,,tak terasa mereka pun saling menangis,,membuat Antasari,Sinta dan Bayu ikut menitikkan air mata.
"Hati-hati semua nya,,jaga diri kalian.."Ucap Bima melepaskan pelukan nya, menghapus air mata nya, kemudian mencium kening nya.
"Mas juga jaga diri baik-baik.."Nelam berkata sambil mengelus wajah Bima kemudian mencium punggung tangan Bima.
"Iya sayang.."Ucap Bima mengelus kepala Nelam.
Kemudian Bima memeluk dan mencium punggung tangan Antasari dan Sinta, kemudian memeluk Bayu.
Dengan berat hati mereka pun pergi meninggalkan lapas,Bima pun dengan langkah gontai melangkah kan kaki nya menuju sel,sambil berdoa semoga Yang Maha Kuasa mengumpulkan dia kembali dengan orang-orang yang di kasihi nya.
***********
Maaf reader sebenarnya ingin segera tamat,,tapi kenapa kalau sudah ngetik cerita ga mau berhenti..he..he.
Jangan bosan dan ikuti terus ya bab selanjutnya,, author janji ini detik-detik menuju tamat.
Jangan lupa dukung novel kedua author yang masuk "You Are Writer Season 7"
__ADS_1