Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Bi Nur dan penyesalan Nelam


__ADS_3

Bab 91


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Setengah jam,, mereka sampai di rumah sakit,, Nelam langsung keluar dari mobil dan berlari cepat menghampiri brankar dorong yang menampakkan tubuh bi Nur yang tak sadarkan diri,tampak sedang di bawa beberapa perawat menuju ruang operasi.


Nelam terus mengikuti brankar dorong itu sambil terus menangis,,menggenggam tangan bi Nur dengan terus memanggil pilu nama bi Nur,, Akhirnya sampai di depan pintu ruang operasi.


"Mohon maaf ibu,, cukup sampai di sini saja..."Ucap perawat ramah,, menghentikan langkah Nelam yang akan ikut masuk ke dalam ruang operasi.


"Saya mau menemani ibu saya suster.."Ucap Nelam mengiba dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.


"Maaf bu,,tapi ini sudah prosedur.."Ucap perawat itu dan segera menutup pintu ruang operasi.


Nelam hendak menggapai pintu,,tapi buru-buru Sinta memeluk Nelam,, dan mengajak Nelam untuk duduk di bangku depan ruang operasi.


"Sabar sayang,,lebih baik kita berdoa untuk keberhasilan operasi bi Nur.."Ucap Sinta lembut sambil mengelus lembut pundak Nelam.


"Ini salah ku mah..!!..Ini salah ku..!!"Ucap Nelam sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.


Air mata terus membanjiri wajahnya.


"Jangan salah kan dirimu terus sayang,,ini musibah..."Ucap Sinta sambil membawa Nelam ke dalam pelukan nya.


Tepat saat itu Antasari dan Bima sudah sampai di rumah sakit.


"Nelam..."Ucap Bima saat melihat Nelam menangis dalam pelukan Sinta.


"Mas..."Nelam menghambur ke pelukan Bima,,tangis nya semakin terdengar pilu.


"Tenang sayang,,bi Nur sedang di tangani Dokter,,kita berdoa semoga operasi nya berhasil.."Ucap Bima mencoba menenangkan istrinya sambil sesekali mencium kepala istrinya.


Terlihat Antasari merangkul Sinta,, guratan kesedihan sangat terpancar di wajah mereka,,apa lagi saat melihat Nelam menangis.


"Ini semua salah aku mas, seandainya aku tidak meminta bi Nur untuk ikut ke pabrik..."Tangisan Nelam semakin pecah di dada Bima,,Bima hanya bisa mengelus lembut punggung istrinya yang berada dalam pelukan nya.


Hampir 2 jam operasi di lakukan dan terlihat tanda lampu ruang operasi padam, menandakan jika operasi sudah selesai,, kemudian pintu ruang operasi pun terbuka.


Nelam langsung melepaskan diri dari pelukan Bima,,dan langsung bergegas menghampiri Dokter yang baru keluar dari operasi.


"Dokter,,, bagaimana keadaan bibi saya..????"Tanya Nelam dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.


"Mohon maaf bu,,kami sudah berusaha semaksimal mungkin..."Ucap Dokter sambil menatap sendu Nelam.


"Pendarahan di otak pasien tidak bisa di Selamat kan..."Dokter berkata sambil menunduk.


Bertepatan keluar nya brankar dorong dengan jenazah bi Nur di atasnya.


Tampak dari ujung kaki sampai ujung rambut bi Nur sudah di tutupi selimut putih.


"Tidak...!!!"Teriak Nelam menghambur ke tubuh bi Nur yang sudah tak bergerak.

__ADS_1


"Bi,,bangun bi,, jangan tinggalkan Nelam..!!"Teriak Nelam dengan histeris.


"Maafkan Nelam bi..!!"Teriak Nelam lagi dengan terus memeluk tubuh bi Nur dan menciumi wajah Nya.


Tangis Nelam semakin pecah,,dada nya terasa sesak,,teringat mendiang ibu nya yang meninggal karena tidak sanggup melihat keadaan nya yang di perkosa sampai hamil di luar nikah.


Putera yang tak di inginkan nya juga harus meregang nyawa karena menyelamatkan nya dari kecelakaan.


Dan sekarang bibi nya juga harus meninggalkan dunia ini karena dia meminta nya untuk ikut ke butik.


Sesak di dadanya semakin menjadi,, Nelam merasakan sulit sekali untuk bernapas,, kepalanya pusing,, pandangan nya kabur dan tiba-tiba.


Bugh...


Nelam tak sadarkan diri,,untung ada Bima di belakang nya,, dengan sigap Bima langsung memeluk tubuh Nelam yang pingsan.


"Sayang.."Ucap Bima memeluk tubuh istrinya.


"Kamu urus Nelam Bim,,biar papah urus jenazah bi Nur..."Ucap Antasari dengan raut penuh kesedihan berusaha menahan air matanya.


Sedangkan Sinta sudah mulai menangis, apa lagi melihat menantu sekaligus anak nya jatuh pingsan.


Bima mengangguk,, kemudian membopong tubuh Nelam ke salah satu kamar pasien atas perintah Dokter.


*********


Setelah di mandikan dan di shalat kan jenazah bi Nur pun di bawa ke pemakaman umum,,tempat di mana Sekar dan Yusuf beristirahat.


Sedangkan Nelam sudah tiga kali sadar dari pingsan nya,, karena setiap terbangun Nelam akan menjerit dan menangis memanggil nama bi Nur kemudian pingsan kembali.


Bima yang selalu berada di samping Nelam,, merasakan pedih di hati nya,, apa lagi saat dia membayangkan Nelam pernah mengalami hal seperti ini saat Nelam harus kehilangan putera mereka karena kesalahannya.


Rasa sesal dan salah itu semakin menghimpit dada Bima,,apa lagi saat melihat Nelam terpejam dengan wajah dan bibir yang pucat,, serta mata nya yang terlihat bengkak karena terlalu banyak menangis


Bima menarik napas dalam-dalam dan membuangnya kasar,,sambil membelai wajah istrinya,,berlahan air mata keluar dari sudut matanya.


"Maafkan aku..."Ucap Bima yang mulai terisak.


Berlahan Nelam membuka matanya kembali,, samar-samar dia mendengar suara isak tangis seseorang.,dan isak tangis itu semakin jelas terdengar di telinga nya.


Nelam menoleh ke samping,,dia melihat lelaki yang sangat di cintai nya terduduk lesu sambil menutup wajah dengan kedua tangan nya,,tampak punggung nya gemetar karena tangisan nya.


"Mas Bima.."Ucap Nelam lirih sambil meraih lengan Bima.


Bima tersentak kaget,,dia pun membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya,,dan buru-buru menyeka air matanya.


"Sayang,,kamu sudah sadar..??Ucap Bima menggenggam tangan yang berada di lengan nya.


"Mas,,maaf..."Ucap Nelam dengan mata berkaca-kaca menatap Bima.


"Untuk...???"Jawab Bima mendekati tubuh nya ke Nelam kemudian mengusap lembut air mata yang keluar dari sudut mata istri nya.

__ADS_1


"Aku sudah membuat mu khawatir dan membuat lelaki kuat seperti mu menangis.."Ucap Nelam menatap dalam wajah Bima.


"Aku...."Nelam tidak meneruskan ucapannya saat Bima dengan lembut mencium bibir Nelam.


"Jangan pernah menyalahkan diri mu sayang dengan semua takdir yang terjadi.."Ucap Bima saat sudah melepaskan ciumannya,, matanya nanar menatap mata sang istri.


"Tersenyum lah,, karena senyum mu yang selalu menguatkan ku.."Ucap Bima yang terus membelai lembut wajah Nelam.


Nelam pun tersenyum dan berusaha untuk duduk.


"Terimakasih banyak mas.."Nelam berkata sambil tersenyum dan membelai lembut wajah Bima.


"Aku yang berterimakasih pada mu,, karena kamu sudah mengajari aku arti hidup,, mencintai dan menyayangi dengan tulus,,dan kamu juga sudah menyadari ku apa itu arti kesalahan..."Ucap Bima menatap dalam mata sang istri sambil menggenggam erat tangan sang istri.


"Bangkitlah sayang,, jadilah wanita yang kuat untuk menguatkan ku.."Ucap Bima yang semakin mendekatkan wajahnya ke Nelam.


Saat bibir mereka akan menyatu,, tiba-tiba pintu kamar perawatan Nelam di buka,,tampak sesosok wanita yang memakai seragam putih-putih.


"Oh mohon maaf pak,,bu.."Ucap perawat itu gugup.


"Ada apa suster...??"Ucap Bima menatap perawat yang baru masuk itu,, sedangkan Nelam langsung menunduk dengan wajah memerah karena malu.


"Saya dapat pesan,,jika jenazah ibu Nur akan segera di semayamkan di pemakaman XX.."Ucap perawat itu.


Mendengar nama bi Nur dan pemakaman,, seketika bulir-bulir bening kembali membasahi pipi Nelam.


Bima menghela napas sambil menatap Nelam.


"Baiklah suster terimakasih informasi nya.."Ucap Bima sambil tersenyum kecut.


"Sama-sama pak,,saya permisi dulu.."Ucap perawat itu sambil mengangguk dan meninggalkan ruangan kamar Nelam.


"Sayang,,kalau kamu merasa tidak kuat kita tidak usah pergi ke pemakaman.."Ucap Bima menghampiri Nelam,,sambil merangkul dan mengusap kepala Nelam.


"Tidak mas,,aku mau ke pemakaman,,aku mau mengantarkan bi Nur di peristirahatan terakhir nya.."Ucap Nelam yang menangis kembali di pelukan Bima.


"Kamu yakin..??"Ucap Bima sambil mencium kepala istri nya.


Nelam menjawab dengan mengangguk.


"Ya sudah,,kita berangkat sekarang.."Ucap Bima melepaskan pelukan nya dan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang menghapus air mata Nelam.


*****************


Mohon maaf kemarin ga up.


Author berharap cerita Darah Daging Yang Di Benci,,semakin membuat para reader suka.


Jangan lupa Author selalu meminta dukungan,,Vote,,like dan komen.


Terimakasih banyak

__ADS_1


Sehat selalu.


Terimakasih yang selalu setia mengikuti setiap bab nya cerita ini.


__ADS_2