Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Pernikahan Bayu dan Dokter Intan


__ADS_3

Bab 71


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Hari pernikahan Bayu dan Dokter Intan tiba,,di pagi hari tepatnya hari Jum'at,, cuaca begitu cerah,,secerah hati dan wajah Dokter Intan yang sedang berdiri di depan cermin sambil tersenyum.


"Sempurna,, cantik..."Ucap perias sambil tersenyum dan merapikan kebaya pengantin yang di pakai Dokter Intan.


"Terimakasih ya bu..."Ucap Dokter Intan tersenyum.


Walaupun pernikahannya dengan Bayu tidak di hadiri orang tua Bayu dan sahabat-sahabatnya,hanya di hadiri om dan tante Dokter Intan karena orang tua Dokter Intan sendiri sudah bercerai dari dia kecil,,beserta beberapa sahabat-sahabat dari Rumah Sakit tempat nya bekerja.


Tapi bagi Dokter Intan inilah kebahagiaan yang di nanti nya selama ini,,Menjadi istri Bayu yang sah di mata hukum agama dan negara.


Pesta sederhana tapi terlihat elegan di adakan di rumah Bayu yang minimalis dan asri,,Bayu tidak pernah memberitahu Bima dan kedua orangtuanya tentang rumah yang dia miliki ini.


Acara akad pun berjalan dengan lancar,, dengan sekali tarikan napas Bayu mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar,,air mata pun menetes di pipi Dokter Intan.


Setelah Ijab Qobul acara pun di lanjutkan dengan makan-makan.


"Terimakasih banyak ya Bay.."Ucap Dokter Intan saat mereka berduaan.


"Untuk..??"Tanya Bayu sambil mengerutkan keningnya.


"Pernikahan ini.."Ucap Dokter Intan sambil menunduk,, tidak berani menatap Bayu yang sedang menatap nya dengan jarak yang sangat dekat.


"Kamu ibu dari Salsa anak ku,,jadi sepantasnya aku menikahi mu.."Ucap Bayu sambil menyunggingkan senyum.


Seketika Dokter Intan mengangkat wajahnya dan menatap Bayu.


"Aku tahu kamu tidak pernah mencintai ku,,tapi aku sangat berterimakasih karena kamu sudah menjadikan ku istri yang sah.."Ucap Dokter Intan yang berani menatap wajah Bayu.


"Dengan berjalannya waktu,,cinta itu bisa tumbuh,,dan bagiku pernikahan itu sesuatu yang saklar dan suci,aku janji kalau pernikahan hanya sekali terjadi seumur hidup ku..."Ucap Bayu yang terus menatap wajah Dokter Intan yang kini sudah sah menjadi istri nya.


"Benarkah yang kamu ucapkan Bay-??"Ucap Dokter Intan dengan mata berkaca-kaca.


"Hai jangan menangis nanti make up mu luntur ,,dan satu lagi sekarang aku sudah jadi suami,jadi panggil aku mas,,kakang atau papah gitu.."Ucap Bayu tertawa kecil sambil menghapus air mata Dokter Intan.


"Papah Bayu.."Ucap Dokter Intan penuh haru dan langsung menghambur ke pelukan Bayu,,dan menangis bahagia di dada Bayu.


Bayu membalas pelukan Dokter Intan sambil mengelus pundak nya.


"Aku janji,,aku akan menjadi suami dan ayah yang baik buat kamu dan Salsa.."Ucap Bayu lembut sambil mencium kening Dokter Intan.


"Sudah jangan menangis lagi,,aku akan menemui tamu-tamu dan menyuruh perias untuk merapikan riasan mu.."Ucap Bayu melepaskan pelukan nya.


Dokter Intan mengangguk dan tersenyum,, sebelum melangkahkan kakinya Bayu mencium sekilas bibir Dokter Intan, kemudian berlalu pergi dengan senyuman dan kedipan genit dari matanya.


Dokter Intan kaget dan terpaku dengan kelakuan Bayu barusan,, tanpa sadar dia memegang bibir nya yang di cium kilat oleh Bayu sambil tersenyum.


Setelah meminta perias untuk membetulkan make up Dokter Intan,,Bayu pun menyapa dan menemani para tamu yang tidak begitu banyak.


Saat Bayu asyik berbincang-bincang,, tiba-tiba hadir sosok lelaki setengah baya yang masih gagah dan penuh kharismatik.


"Hallo om,, terimakasih telah hadir ke pernikahan saya..."Ucap Bayu sambil mencium punggung tangan orang itu dan memeluknya.


"Selamat Bay,, semoga pernikahan mu langgeng dan jalan untuk kesembuhan Puteri mu..."Ucap seseorang itu sambil melepaskan pelukan.

__ADS_1


"Aamiin,, terimakasih banyak om.."Ucap Bayu tersenyum.


"Bagaimana persiapan disana om...??Tanya Bayu.


"Kamu tenang saja sudah hampir 100%.."Ucap seseorang itu dengan tersenyum.


"Silahkan om,,cicipi hidangan nya..."Ucap Antasari mempersilahkan orang itu.


"Dimana istri mu????"Tanya orang itu sambil melangkah ke meja saji.,


"Sedang di make up ulang om.."Jawab Bayu santai sambil ikut mengambil piring saat sampai di meja saji,, karena dia sudah merasa lapar


Seseorang itu pun mengeryitkan dahi nya sambil menatap Bayu.


"Terlalu bahagia jadi banyak menangis om.."Ucap Bayu sambil tertawa dan menggaruk tengkuknya.


Seseorang itu hanya menggelengkan kepala sambil menuangkan nasi ke piring nya.


"Aku akan membantu mu untuk mendapatkan pengobatan yang terbaik untuk Puteri mu..."Ucap seseorang itu sambil memasukkan nasi ke mulutnya.


"Terimakasih om yang selalu membantu saya.."Ucap Bayu mengangguk sambil makan dengan lahap karena dari pagi belum makan.


"Hai,, pelan-pelan,,apa istri mu sudah makan??"Tanya seseorang itu sambil menatap Bayu yang makan tanpa jeda.


Hampir saja Bayu tersedak,, seseorang itu langsung memberikan segelas air putih ke Bayu.


Bayu langsung meminumnya sampai tandas.


"Terimakasih om.."Ucap Bayu sambil meletakkan gelas yang sudah kosong ke meja.


"Om,, berharap semoga rencana kita berhasil.."Ucap seseorang itu yang telah menyelesaikan makan nya.


"Oke,,om percaya sama kamu.."Ucap seseorang itu sambil menepuk pundak Bayu pelan.


"Om,,pamit dulu,, sampaikan salam untuk istri mu.."seseorang itu berkata sambil beranjak dari duduknya.


"Oo ya jangan lupa,, bawakan makan untuk istri mu..."Ucap seseorang itu sambil melangkah pergi di ikuti para bodyguard.


"Siap om..."Jawab Bayu dengan senyum bahagia.


Rasanya Bayu sudah tidak sabar menanti hari lusa,,hari pernikahan nya dengan Nelam dan keberangkatan nya ke Singapura untuk pengobatan Salsa.


Dengan penuh semangat Bayu mengambil nasi dengan beberapa lauk dan segelas air,, menuju kamar utama nya yang di jadikan kamar pengantin.


Saat Bayu sampai di depan kamar, bertepatan pintu terbuka tampak wajah perias yang baru saja membenarkan make up Dokter Intan.


"Wah pak Bayu romantis banget,,sampai makan bu Intan di bawain.."Ucap perias dengan senyum menggoda.


"Biasa tante pengantin baru..."Ucap Bayu sambil nyengir.


"Pelan-pelan nanti main nya.."Ucap perias itu sambil tersenyum dan melangkah pergi.


Bayu hanya menggelengkan kepalanya,,masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.


"Bayu.."Ucap Dokter Intan sambil menatap Bayu yang kerepotan membawa piring gelas sambil menutup,, buru-buru Dokter Intan mengambil gelas dan piring yang ada di tangan Bayu.


"Kenapa tidak minta di bawakan sama pelayan saja sie.."Ucap Dokter Intan sambil meletakkan piring dan gelas di atas meja yang berada di kamar mereka.

__ADS_1


Bayu tidak menjawab,,dia menutup pintu dan menguncinya,, seketika Dokter Intan menelan Saliva nya.


"K..kenapa di kunci Bay.."Tanya Dokter Intan.


Bayu tidak menjawab,,dia hanya menatap Intan dengan tatapan aneh sambil melangkah kan kaki mendekati Dokter Intan,, Dokter Intan pun langsung mundur sampai akhir tubuh nya menyentuh tembok,Bayu langsung mengunci tubuh Dokter Intan, kemudian mencium bibir nya sebentar kemudian melepas dan mencium nya lagi sebentar.


"Bay.."Ucap Dokter Intan kaget


Bayu langsung mendaratkan ciuman nya lagi ke bibir Dokter Intan,,kali ini lebih dalam dan lama,sampai napas Dokter Intan terengah-engah saat Bayu melepaskan ciumannya.


"Sepertinya kamu sengaja ya biar selalu mendapat ciuman dari aku.."Ucap Bayu menyunggingkan senyuman dengan tatapan nya yang penuh arti.


"M.. maksudnya.."Ucap Dokter Intan gugup.


"Coba panggil namaku sekali lagi.."Ucap Bayu sambil berbisik lembut di telinga Dokter Intan,, membuat jantung Dokter Intan berdegup kencang.


Intan pun baru paham maksud Bayu.


"M..mas Bayu..."Ucap Dokter Intan yang semakin gugup dan merasakan jantungnya seperti mau copot.


"Panggil papah kalau di depan Salsa.."Ucap Bayu sambil mengelus lembut pipi Dokter Intan.


Dokter Intan hanya mengangguk dengan pipi memerah.


"Sekarang makanlah ,,dari pagi kamu belum makan..."Ucap Bayu sambil menuntun Dokter Intan untuk duduk di sofa bed yang berada di kamar.


Saat Dokter Intan sudah duduk,,Bayu mengambil piring yang berisi nasi dan lauk pauk,,dan segera memasukkan nya ke mulut Dokter Intan.


"A..aku makan sendiri saja mas.."Tolak Dokter Intan karena malu.


"Ternyata kamu senang banget aku cium ya.."Ucap Bayu penuh penekanan.


"B..bukan.."belum sempat Dokter Intan bicara tiba-tiba Bayu sudah memasukkan satu sendok nasi beserta lauknya.


Dengan dada berdebar,, Dokter Intan pun menerima suapan demi suapan dari Bayu sampai sepiring nasi dan segelas air tandas tanpa sisa.


"Kalau jadi ibu itu harus mau makan,, gimana mau nyuruh anaknya makan kalau ibu nya saja susah makan..."Ucap Bayu sambil merapikan piring dan gelas bekas Dokter Intan .


"Oh ya,,lebih baik kamu istirahat,,nanti sore kita ke Rumah Sakit lihat Salsa.."Ucap Bayu beranjak bangun.


"Terimakasih ya mas..."Ucap Dokter Intan ikut berdiri sambil memegang lengan Bayu.


"Kalau keadaan Salsa sudah membaik,,aku akan meminta hak ku.."Ucap Bayu sambil berbisik dan mencium pipi Intan dan melangkah keluar kamar sambil tersenyum penuh arti.


Dokter Intan hanya terpaku sambil menggigit bibir bawahnya.


***************


Udahan dulu ya up nya,,lanjut besok.


Btw,,siapa ya laki-laki setengah baya yang datang ke pernikahan Dokter Intan dan Bayu??


Apa yang sedang di rencanakan mereka???


Ikuti terus bab selanjutnya.


Dukungan,,Vote, Like dan komen,, Author tunggu

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2