
Bab 62
"..Darah Daging Yang Di Benci.."
Di dalam kamar Nelam menangis tersedu-sedu, di ranjang sambil menelungkup kan kepala nya di bantal.
Bi Nur yang mengetahui pertengkaran Bima dan Nelam segera ke kamar menghampiri Nelam.
"Sayang,,sudah jangan menangis.."Ucap bi Nur sambil membelai kepala Nelam.
"Bi,,kenapa mas Bima tega sekali menganggap Nelam wanita murahan,,wanita hina.."Ucap Nelam sambil menoleh ke bi Nur dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya.
"bibi yakin nak Bima tidak seperti itu sayang,,mungkin suasana hati nak Bima sedang tidak baik,,jadi dia tidak sadar jika berkata seperti itu.."Ucap bi Nur lembut sambil mengusap air mata Nelam.
"Tidak bi,,apa yang di katakan mas Bima memang benar,, Nelam bukan wanita baik-baik,Nelam wanita murahan,,wanita hina..."Teriak Nelam.
"Tidak nak,, jangan berkata seperti itu,,kamu wanita yang sangat baik sayang..."Ucap bi Nur dengan mata berkaca-kaca dan membawa Nelam ke dalam pelukannya.
"Tidak ada wanita baik-baik yang hamil di luar nikah bi,,tanpa tahu siapa yang menghamilinya.."Ucap Nelam yang semakin menangis tersedu-sedu di pelukan bi Nur.
"Ini bukan kesalahan kamu sayang,,tapi semua takdir,,jangan pernah menyesali takdir.."Ucap bi Nur sambil menghapus air mata yang sudah tidak bisa dia bendung lagi.
Tok..tok..
Tiba-tiba pintu kamar Nelam di ketuk.
"Sebentar sayang,,bibi mau buka pintu dulu.."Ucap bi Nur sambil melepaskan pelan pelukan nya pada Nelam.
Sambil menghapus air matanya,,bi Nur melangkah cepat ke arah pintu,,saat pintu terbuka tampak wajah Sinta dengan raut wajah khawatir.
"Bu Sinta..??"Ucap bi Nur sambil menunduk.
"Boleh saya bertemu Nelam bi??"Ucap Sinta menatap nanar bi Nur.
"Silahkan bu.."Ucap bi Nur sambil mempersilahkan Sinta masuk.
"Terimakasih bi.."Ucap Sinta tersenyum dan melangkahkan kaki nya memasuki kamar Nelam.
"Saya permisi dulu bu.."Ucap bi Nur yang hendak keluar.
"Mau kemana bi??Bibi di sini saja.."Ucap Sinta sambil memegang tangan bi Nur yang hendak keluar kamar.
"Tapi bu..." Ucap bi Nur ragu.
"Tapi apa??kamu Khan bibi nya Nelam dan Nelam itu anak saya,,sudah ayo...!!Ajak Sinta sambil mendekati Nelam yang sedang duduk di ranjang.
Tampak Nelam menundukkan wajahnya,,dan terlihat masih menangis walaupun tidak sesedih tadi.
"Sayang anak mamah.."Ucap Sinta lembut sambil menghampiri Nelam,,membawa Nelam ke dalam pelukannya dan mengelus punggung Nelam penuh kasih.
"Mamah tahu,kamu dan Bima habis bertengkar,,tapi mamah yakin mas mu itu tidak bermaksud menyakiti hati kamu sayang..."Ucap Sinta sambil terus mengelus punggung Nelam.
Nelam kembali tersedu di pelukan Sinta.
"Mas mu sangat menyayangi kamu nak ,,mungkin dia sedang lelah,,jadi keluar kata-kata kasar dari bibirnya,,maaf kan mas mu sayang.."Ucap Sinta lembut penuh permohonan.
"Ya mah,,mungkin Nelam yang terlalu sensitif,,tapi apa yang di katakan mas Bima tentang Nelam itu benar ko mah.."Ucap Nelam yang kembali menangis.
"Nelam..."Baru saja Nelam ingin meneruskan kata-katanya,Sinta segera meletakkan jari telunjuk nya di bibir Nelam.
Stt....
"Sudah sayang jangan di terus kan itu sudah suratan takdir.."Ucap Sinta sambil melepaskan pelukan nya dan kedua tangan nya memegang wajah Nelam,,mata teduh nya menatap dalam mata jernih Nelam.
"Tolong maafkan mas mu sayang..."Ucap Sinta penuh harap sambil terus menatap wajah Nelam.
__ADS_1
Beberapa saat Nelam terdiam,, kemudian Nelam menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih sayang.."Ucap Sinta dengan mata berkaca-kaca dan membawa Nelam ke dalam pelukannya.
Bi Nur yang dari tadi hanya diam,,kini tersenyum bahagia sambil mengusap sisa-sisa air mata yang keluar.
"Kita temui mas mu ya..."Ucap Sinta yang mulai mengendurkan pelukannya di tubuh Nelam.
Nelam menjauhi tubuh nya dari Sinta kemudian menunduk.
"Kalau kamu ga mau ketemu mas mu,, berarti kamu belum bisa memaafkannya cah ayu.."Ucap Sinta menatap wajah Nelam.
"Tapi mah.."Ucap Nelam terputus kemudian menunduk lagi.
"Ya sudah biar mas mu saja yang kesini menemui mu.."Ucap Sinta sambil beranjak dari ranjang.
"Jangan mah.."Ucap Nelam sambil memegang lengan Sinta.
"Biar Nelam yang menemui mas Bima.."Ucap Nelam lagi kembali menunduk.
"Kalau begitu hapus air matamu sayang,,ayo senyum.."Ucap Sinta tersenyum sambil menghapus air mata Nelam.
Nelam pun tersenyum.
"Ini baru anak mamah yang cantik.."Ucap Sinta sambil mencubit pelan pipi Nelam
Nelam dan bi Nur pun tertawa kecil,, mereka bertiga pun mulai melangkah keluar kamar menuju roof top garden untuk menemui Bima.
Tapi bi Nur memutuskan untuk tidak ikut,, dengan alasan ,dia ingin menemani bi Sumi yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaan rumah.
***************
Sementara di roof top garden,,tampak Antasari sedang berbincang dengan Bima.
"Kadang perkataan itu lebih menyakitkan dari pada perbuatan.."Ucap Antasari lagi sambil menghela napas.
"Iya pah,,Bima menyesal telah berkata kasar kepada Nelam sampai membuat Nelam menangis.."Ucap Bima dengan wajah sedih dan penuh penyesalan.
"Papah tahu,,kamu sedang cemburu Bim,,apa lagi habis kejadian di New York kemarin,,tapi kita harus menguasai emosi karena kedewasaan seseorang di lihat dari sikap nya, terutama saat emosi.."Ucap Antasari sambil menepuk pelan pundak Bima.
"Ya pah,,Bima akan minta maaf kepada Nelam.."Ucap Bima sambil menatap Antasari.
Antasari mengangguk dan tersenyum.
"Pah..."Tiba-tiba ada suara lembut yang sangat mereka kenal.
"Mah,, Nelam.."Ucap Antasari bahagia karena Sinta berhasil membawa Nelam menemui Bima.
"Mamah memang selalu bisa di handalkan.."Bisik Antasari di telinga Sinta ketika jarak mereka sangat dekat,sambil tersenyum nakal ke arah Sinta.
Sinta hanya menjawab dengan mencubit pelan perut Antasari.
"Aduh sakit mah,..."Ucap Antasari pelan sambil pura-pura meringis kesakitan.
"Papah udah dong,,fokus ke Bima dan Nelam..
"Ucap Sinta dengan wajah cemberut.
Sementara Bima dan Nelam tampak kikuk,,apa lagi saat netra mereka bertemu , Nelam langsung menundukkan wajahnya.
"Nelam,,sini duduk sayang.."Ucap Sinta lembut sambil menepuk sofa di samping nya.,kini Nelam dan Bima saling duduk berhadapan.
Bima menatap dalam Nelam,,tampak wajah Nelam yang sembab karena terlalu banyak menangis,,Bima semakin merasa bersalah.
"Nelam.."Ucap Bima mencoba setenang mungkin saat menatap Nelam,,Bima tidak bisa membohongi hati nya,, kalau dia benar-benar menyayangi dan mencintai Nelam bukan seperti perasaan kakak ke adik nya.
__ADS_1
Nelam yang tadi menunduk,, mengangkat wajahnya dan menatap Bima,,netra mereka pun bertemu lagi dengan tatapan yang dalam,,dari netra mereka tidak bisa berbohong ,,terlihat dari cara mereka bertatapan ,betapa mereka saling mencintai dan menyayangi nya.
Sinta dan Antasari saling tatap,, mereka dapat merasakan apa yang di rasakan oleh kedua anak mereka.
"Maafkan aku Nelam,,aku tidak bermaksud melukai hati mu apa lagi membuat mu sampai menangis.."Ucap Bima lagi dengan tatapan nanar kepada Nelam.
"Ya mas,,Nelam juga minta maaf karena sudah membentak dan marah sama mas Bima.."Ucap Nelam yang kembali tertunduk karena tatapan Bima yang membuat jantung nya berdegup kencang.
"Terimakasih Nelam.."Ucap Bima dengan senyum mengembang menatap dalam-dalam wajah Nelam.
"Sama-sama mas.."Ucap Nelam tersenyum malu.
"Ya sudah kalau kalian sudah saling memaafkan,, kalau begitu papah ingin mengajak kalian ziarah ke makam Sekar dan Yusuf..."Ucap Antasari menatap bergantian Sinta, Bima dan Nelam.
"Oh ya pah Nelam hampir lupa,,Nelam sudah lama sekali tidak ziarah ke makam ibu dan Yusuf.."Ucap Nelam dengan wajah berbinar bahagia tapi tiba-tiba terlihat raut sedih di wajah nya.
"Sayang.."Ucap Sinta lembut sambil merangkul Nelam.
"Nelam sedih mah,,kalau ingat ibu dan Yusuf.."Ucap dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Nelam ibu mu Sekar pasti bahagia melihat mu bahagia dan Yusuf InsyaAllah dia akan menjadi tabungan mu di akhirat kelak.."Ucap Sinta sambil mengelus lembut punggung Nelam.
"Iya sayang,,tugas kamu sebagai anak adalah mendo'akan almarhumah ibu mu,, karena hanya do'a anak yang Soleh dan Soleha yang bisa membantu orang tua nya di akhirat.."Ucap Antasari mencoba menenangkan Nelam.
"Yusuf anak yang masih suci,, InsyaAllah dia akan menjadi tabungan mu nak.."Ucap Antasari sambil menggenggam tangan Nelam.
"Aamiin pah,, terimakasih mah pah.."Ucap Nelam sambil tersenyum dan menatap Antasari dan Sinta bergantian.
Kemudian Nelam melihat kearah Bima yang sedang menatapnya dengan tersenyum,,Nelam membalas senyuman Bima dengan wajah yang memerah,,hati nya terasa berbunga-bunga seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.
"Ya sudah,,ayo kita siap-siap,,kalau semakin siang nanti semakin panas.."Ucap Sinta bangkit dari duduknya sambil mengajak Nelam berdiri.
"Kamu juga ikut Khan Bim??"Ucap Sinta sambil melihat ke arah Bima.
"Iya mah.."Ucap Bima yang tatapannya tidak pernah lepas dari Nelam.
Nelam pun melihat ke arah Bima dengan wajah bahagia, walaupun wajah nya sudah sangat merah karena terus di tatap Bima.
"Ya sudah ayo cepat.."Ucap Sinta sambil menarik tangan Nelam.
"Ayo Bim.."Ucap Antasari sambil menepuk pelan pundak Bima.
"Ya pah.."Ucap Bima tersenyum dan mengangguk.
*************
Sementara di sebuah resto tampak seorang laki-laki duduk termenung sendirian sambil menghela napas dan mengendurkan dasi nya.
Sesekali laki-laki itu menarik napas dalam-dalam sambil memejamkan matanya.
"Aku tidak boleh egois,,aku harus mengambil keputusan yang bijak.."Gumam laki-laki itu.
***************
Pasti kalian tahu dong siapa laki-laki itu??
Keputusan bijak apa yang akan di ambil nya...??
Yuk ikuti terus ceritanya.
Jangan lupa selalu berikan dukungan dan semangat buat author.
Jempol kalian dong buat Vote,,like dan komen.
Terimakasih.
__ADS_1