Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Permintaan Antasari kepada Bima


__ADS_3

Bab 47


".. Darah Daging Yang Di Benci..."


Bima melangkah kan kaki nya menuju kamar rawat Sinta,, tampak Antasari yang masih sibuk dengan lap top.


Sedangkan Sinta sudah terlelap dari tidurnya.


Antasari mengangkat wajahnya saat pintu terbuka.


"Bima,,kamu dari mana nak..?"Tanya Antasari sambil melihat ke arah Bima.


"Habis cari angin pah..!!"Jawab Bima sembarang sambil merebahkan tubuhnya di sofa yang berada di depan Antasari duduk.


"Papah pikir tadi kamu mengantar Nelam pulang.."Ucap Antasari sambil menutup lap top nya.


"Nelam di antar Bayu pah.."Ucap Bima dengan mata terpejam sambil memijit keningnya.


Bima merasa pusing sekali dengan semua yang sudah terjadi.


"Bersihkan tubuh mu dulu.., ganti pakaian mu,,tadi mang Ujang kesini membawa pakaian ganti untuk papah,mamah dan kamu..,"Ucap Antasari sambil menyerahkan dua pasang pakaian untuk Bima lengkap dengan barang dalam kepada Bima.


"Mang Ujang mengantarkan pakaian untuk kita,,termasuk barang dalam juga pah???"Tanya Bima sambil mengerutkan keningnya dan melihat pakaian dan barang dalam nya.


"Bukan mang Ujang yang menyiapkan ,,tapi Nelam.."Ucap Antasari sambil melepaskan kacamatanya.


"Apa,,, Nelam ???"Tanya Bima langsung bangun dari posisi tidur nya.


"Memang nya kenapa Bima..??Tanya Antasari yang menatap Bima sambil mengerutkan keningnya.


"Ga pa pa kok pah,,.."Jawab Bima.


"Berarti Nelam pegang barang dalam gw dong.."Ucap Bima dalam hati sambil menutup mulutnya dan tersenyum bahagia.


"Hai,, jangan mesum kamu Bima,,papah belum kasi lampu hijau untuk kamu deketin Nelam..!!Ucap Antasari sambil menatap tajam Bima,,dia tahu kalau Bima lagi berpikiran mesum.


"Ng.. engga ko pah,,Bima senang kl Nelam perhatian banget sama kita.."Elak Bima sambil nyengir kuda.


"Alasan saja.."Ucap Antasari.


"Terserah papah kalau ga percaya,,!!"Ucap Bima sambil beranjak dari duduknya dan melangkah ke kamar mandi,, dengan bibirnya yang terus mengulas senyum bahagia.


Hanya dengan perlakuan kecil dari Nelam seperti ini,,sudah membuat hati Bima sangat bahagia.


Antasari hanya menggeleng kan kepala nya,, melihat kelakuan anak yang sudah sangat di sayangi nya dari mulai janinnya tumbuh di rahim istri yang sangat di cintai nya.


Antasari melangkah kan kaki nya menuju dispenser,,dia akan membuat kopi dan teh panas untuk mereka berdua.


10 menit Bima keluar dari kamar mandi yang sudah mengenakan kaos oblong dengan celana panjang santai.


"Minumlah Bim,, papah sudah buat kan kopi untuk mu..""Ucap Antasari sambil menyesap teh manisnya.


"Terimakasih banyak pah.."Ucap Bima langsung duduk di hadapan Antasari ,sambil mengambil cangkir kopi dan langsung menyesap nya.


"Pah,, terimakasih untuk semua nya.."Ucap Bima menatap lekat sosok laki-laki yang sudah merawat dan menyayangi sepenuh hati,, walaupun dari awal dia tahu,, kalau Bima bukan darah daging nya.

__ADS_1


"Untuk ???"Tanya Antasari menatap penuh kasih ke arah Bima.


"Semuanya pah.."Jawab Bima menatap lekat pria yang penuh wibawa yang berada di hadapan nya.


"Terimakasih sudah menerima Bima,, terimakasih sudah merawat dan menyayangi Bima dengan tulus..."Ucap Bima dengan mata mulai berkaca-kaca.


"Maafkan Bima yang selalu melawan papah,,yang keras kepala dan selalu tidak mau mendengar nasihat papah ""Bima berkata sambil menunduk dan menangis sampai pundaknya bergetar.


Antasari langsung mendekati Bima sambil duduk disebelah nya dengan mengelus lembut


pundak Bima.


"Bima..semarah-marahnya orang tua, mereka tidak akan pernah membenci anaknya,,kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya, tidak akan berubah sampai akhir hayat nya.."Ucap Antasari masih mengelus pundak Bima.


"Pah..""Bima langsung memeluk Antasari masih terus menangis.


"Hai..sejak kapan seorang Bima Mahadewa jadi cengeng begini.."Ucap Antasari sambil menepuk pundak Bima dan melepaskan pelukan Bima.


"Ingat kata-kata papah dulu,,saat kamu kecil,, menangis hanya karena jatuh dari sepeda atau mainan di ambil oleh teman mu???"Ucap Antasari sambil memegang pundak Bima dan menatap lekat mata Bima.


"Laki-laki itu tidak boleh cengeng ,,harus kuat karena bahu kita sebagai laki-laki akan menjadi tempat bersandar untuk orang-orang yang kita sayangi.."Ucap Bima sambil menghapus air matanya.


"Dan laki-laki itu akan menjadi imam dan kepala keluarga jadi harus tegas,berani melangkah dan harus tahan banting.."Ucap Bima meneruskan ucapan Bima sambil tersenyum menatap Antasari.


"Kamu sudah sangat dewasa Bima,,kamu sudah memiliki segalanya,, menikah lah dengan Nelam.."Ucap Antasari yang masih memegang pundak Bima.


Sontak Bima langsung terlonjak kaget mendengar ucapan Antasari.


"Sebagai seorang ayah.,papah memberi restu jika kamu ingin melamar dan memperistri puteri papah Nelam."Ucap Antasari tegas dengan mata berbinar menatap Bima.


Wajahnya langsung tersenyum bahagia,,tapi seketika itu juga wajah Bima menjadi murung dan sedih.


"Jika waktu nya tepat,,bicara jujur pada nya, ,"Ucap Antasari menyemangati Bima.


"Nelam seorang gadis yang baik dan pemaaf,,dia pasti akan memaafkan mu.."Ucap Antasari sambil menepuk-nepuk pundak Bima.


"Seandainya papah mengetahui kejahatan apa lagi yang sudah aku lakukan pada Nelam,,pasti papah tidak akan pernah mau menikahi aku dan Nelam,, mungkin dia orang pertama menentang hubungan kami bahkan mungkin papah yang akan memisahkan kami.."Bima berkata dalam hati.


"Ya sudah papah hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan Nelam,, papah mau istirahat dulu.."Ucap Antasari beranjak dari duduknya mendekati Sinta mengusap lembut wajah dan rambutnya kemudian mencium keningnya.


Antasari pun merebahkan tubuh nya di sofa bed yang tersedia di ruangan itu.


"Kamu istirahat lah biar besok lebih segar.."Ucap Antasari sambil memejamkan mata.


"Sebentar lagi,,Bima belum mengantuk pah.."Jawab Bima langsung mengambil ponselnya.


Sinta yang mendengarkan pembicaraan Suami dan Putera nya,,hati nya merasakan bahagia sekali,,tapi Sinta juga merasakan sakit karena kesedihan putera nya Bima.


Bima memainkan ponselnya sambil memandangi wall paper ponsel nya yang terpasang wajah Nelam dan Yusuf, yang di edit seolah-olah Nelam dan Yusuf sedang bersama.


Sesak sekali dadanya mengingat dua orang yang tak berdosa hidup menderita karena dirinya,,,apa lagi anaknya meregang nyawa karena kecerobohan nya.


Bima menarik napas,, kemudian membuangnya sambil memejamkan mata., sampai akhirnya dia merasa lelah sendiri dan terlelap dalam tidurnya.


***********************

__ADS_1


Bima merasakan semua gelap,dia merasa seperti berada di sebuah lingkaran hitam.,tidak ada jalan keluar sama sekali.


Bima berusaha ke sana kemari tapi tidak ada pintu yang bisa membuat keluar dari kegelapan itu.


Sampai dia melihat sebuah cahaya menerobos masuk menyinari lingkaran itu.


Bima mencoba mengikuti arah cahaya itu,,tampak seorang anak laki-laki yang begitu tampan dengan wajah putih bersih dan bersinar,, tersenyum kepada nya dan memberikan isyarat kepada Bima untuk menggapai cahaya itu.


Saat Bima menggapai cahaya itu,, tiba-tiba tubuhnya terangkat oleh cahaya yang berhasil di gapai nya dan membawa tubuh Bima untuk keluar dari lingkaran hitam itu.


Saat Bima sudah keluar dari lingkaran itu,,sang anak laki-laki itu tersenyum dengan Indah ke arah Bima,, kemudian perlahan-lahan tubuh anak laki-laki itu terangkat bersama dengan cahaya yang tadi membawa Bima naik ke atas.


Saat Bima terus menatap kepergian anak itu bersama cahaya, tiba-tiba Bima merasakan sentuhan lembut di pundaknya.


**************************


"Mas Bima..bangun hari sudah pagi,,mamah Khan harus pulang pagi ini.."Suara lembut itu terdengar bagaikan bisikan yang menentramkan jiwa Bima dan sentuhan lembut itu membuat Bima tersenyum walaupun matanya masih terpejam.


Tiba-tiba Bima menggenggam tangan lembut yang ada di pundaknya.


"Tangan ini..kenapa tangan ini terasa nyata sekali.."Ucap Bima semakin erat menggenggam tangan itu.


"Bima..!!!"Tiba-tiba suara laki-laki yang semalam membuat nya sangat muak terdengar jelas di telinga nya.


Bima langsung membuka matanya dan terlonjak kaget,, ternyata dia sedang bermimpi.


Di lihatnya Nelam tersenyum manis di dekatnya sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Bima dari tangan nya.


"M..Maaf Nelam.."Ucap Bima gugup.


"Nunggu orang sakit sie malah tidur pules,,sampai mimpi mesum segala.!!."Ucap Bayu kesal menatap sinis ke arah Bima.


Bima kembali menatap tajam Bayu.


"Sudah kalian jangan bertengkar lagi,,Bima cepat bersihkan dirimu,,mamah sudah mau pulang.."Ucap Sinta tersenyum menatap Bima.


"Iya mah,Bima cuci muka dulu,,biar mandinya di rumah saja,,,"Ucap Bima menatap Sinta.


"Maaf mah,,pah,,Bima telat bangun.."Ucap Bima menatap orang tuanya bergantian.


"Papah tahu semalam kamu tidur sangat larut,,ya sudah sana cepat bersih-bersih.."Ucap Antasari.


Bima pun beranjak dari sofa menuju kamar mandi.


"Ternyata semua hanya mimpi..anak itu..,,Yusuf.."Ucap Bima dalam hati.


Saat Bima masuk ke kamar mandi., tiba-tiba pintu kamar perawatan di buka seseorang.


Semua orang melihat ke arah pintu,, seketika mereka semua terperanjat kaget saat mengetahui siapa yang datang.


*********************


Kalian pasti tahu Khan siapa yang datang???


Ikuti terus bab selanjutnya.

__ADS_1


Vote..Like dan komen


Terimakasih.


__ADS_2