
Bab 76
"... Darah Daging Yang Di Benci.."
"Apa..???"Ucap Bayu dengan wajah menegang.
"Baik kami akan segera ke Rumah Sakit,, terimakasih.."Ucap Bayu lagi dengan mematikan telepon.
Bayu memejamkan matanya,, berusaha sekuat mungkin menguasai diri nya.
"Mas.."Ucap Dokter Intan dengan suara parau menghampiri Bayu,tampak air mata sudah membasahi wajahnya.
"Kita harus ke Rumah Sakit sekarang..."Ucap Bayu,,sambil menggandeng tangan Dokter Intan.
"Tunggu Bay,,ada apa...???"Ucap Adam sambil mencegah tangan Bayu yang sudah mau melangkah pergi.
"Tentang kesehatan Salsa pah,,kami harus segera ke Rumah Sakit..."Ucap Bayu menahan langkah nya.
"Apa yang terjadi pada cucu mamah..??"Ucap Mayang tiba-tiba.
Semua mata menatap Mayang.
"Kenapa ??Memang benar Khan kalau Salsa cucu mamah..??Tanya Mayang sambil membalas tatapan orang-orang di sekitar nya.
"Pah,, mamah ingin melihat cucu mamah.."Ucap Mayang sambil memegang tangan dan menatap suaminya Adam.
"Iya Bay,,kami juga ingin melihat Salsa cucu kami..."Ucap Adam menatap Bayu.
Bayu tersenyum dan mengangguk.
"Mohon maaf Bay,,kami akan menyusul ke Rumah Sakit,, karena kami harus menutup acara dulu.."Ucap Antasari.
"Tidak apa-apa om,,maaf ya om kami sudah membuat acara Mahadewa tidak berjalan lancar..."Ucap Bayu parau menahan gelisah di hatinya.
"Tidak apa-apa ,, pergilah kalian sekarang,, kasihan Salsa.."Ucap Antasari menepuk pundak Bayu.
"Terimakasih om,,kami pamit tante..."Ucap Bayu mengangguk ke arah Antasari dan Sinta.
"Iya kalian hati-hati,, secepatnya kami akan menyusul.."Ucap Sinta sambil tersenyum.
"Ya sudah,,ayo kita berangkat sekarang,,minta do'a nya untuk cucu kami.."Ucap Mayang memegang lengan Sinta.
"Pasti kami do'akan yang terbaik untuk keluarga Sudrajat,, terutama kesembuhan si cantik Salsa.."Ucap Sinta lembut sambil menepuk pelan tangan Mayang yang berada di lengan nya.
Bayu,, Dokter Intan,,Adam dan Mayang segera meninggalkan ruangan private keluarga Antasari.
Dengan cepat mereka melangkah keluar melalui pintu belakang ,, untuk menghindari pertanyaan para tamu yang hadir.
"Ayo mah,,kita keluar dulu menemui para tamu.."Ucap Antasari yang akan menggandeng tangan Sinta.
Sinta tidak menjawab,, dengan wajah masam dia melangkah pergi meninggalkan Antasari,, Antasari hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum gemas melihat tingkah istri nya.
Di tempat acara tampak Bima dan Nelam sibuk dengan para tamu,,Bima memeluk pinggang Nelam,, sesekali tampak mereka tertawa lepas dengan para kerabat dan sahabat.
Antasari dan Sinta pun ikut berbaur,, mereka menyapa satu persatu tamu yang hadir,,tampak mereka tidak kalah mesra dengan Bima dan Nelam sebagai sepasang pengantin baru.
Tampak Antasari memeluk pinggang Sinta, dengan senyum palsu nya Sinta tidak keberatan dengan perlakuan suaminya.
"Awas kamu setelah ini pah.."Ucap Sinta melotot ke arah Antasari.
Cup..
__ADS_1
Sebuah ciuman mendarat mulus di pipi Sinta,,saat Sinta ingin marah,, tiba-tiba muncul salah satu kerabat mereka.
"Wah,,om sama tante ini benar-benar pasangan romantis ,,tidak pernah tergerus oleh waktu,, contoh pasangan ideal.."Ucap seseorang yang membuat Antasari tersenyum bahagia,, sedangkan Sinta menahan dongkol di hati nya tapi tidak mengurangi senyumnya.
Hampir 3 jam acara berlangsung,, akhirnya satu persatu para sahabat dan kerabat pamit pulang.
"Pah,, bagaimana Bayu dan Dokter Intan..??"Ucap Bima mendekati Antasari dan Sinta,,tangan Bima tetap memeluk pinggang Nelam.
Sedangkan Sinta langsung menghempaskan tangan Antasari yang berada di pinggangnya, wajahnya yang dari tadi tersenyum manis kini berubah 180 derajat saat semua tamu undangan pulang.
Bima dan Nelam yang mengetahui itu saling tatap,, kemudian Bima menaikkan bahu nya,,saat Nelam memberi kode dengan bahasa isyarat bertanya apa yang terjadi di antara orang tua yang sekarang sudah menjadi mertua nya.
Antasari menghela napas.
"Bayu tadi dapat telepon dari Rumah Sakit,, seperti nya ada sesuatu yang terjadi pada Salsa...."Ucap Antasari.
"Salsa...?? Bima mengerutkan keningnya.
"Salsa anak Bayu dan Dokter Intan.."Ucap Antasari sambil menghela napas.
"Apa...!!???Ucap Bima tidak percaya.
"Ya Dokter Intan dan Bayu sudah mempunyai Puteri berusia 3 tahun lebih.."Ucap Antasari..
"Sia*l*n si Bayu,, bisa-bisa nya dia nyimpen rahasia sebesar ini.."Ucap Bima yang tampak kesal.
"Mas.. mungkin mereka punya alasan yang kuat kenapa mereka merahasiakan ini.."Ucap Nelam lembut sambil mengelus pundak Bima.
"Lebih baik sekarang kita siap-siap ke Rumah Sakit untuk melihat Salsa..."Ucap Antasari.
Bima dan Nelam mengangguk,,Sinta tidak menjawab dia langsung melangkahkan kakinya meninggalkan mereka dan langsung naik ke atas tanpa mempedulikan Antasari sama sekali.
Antasari,,Bima dan Nelam saling tatap.
Bima dan Nelam saling tatap,, kemudian mereka tertawa kecil.
"Aw...!!"Pekik Nelam.
Tiba-tiba Bima menggendong Nelam ala bridal style.
"Mas,. apa-apaan sie,,turunin malu.."Ucap Nelam berusaha turun dari gendongan Bima.
Tapi Bima tidak memperdulikan nya,,dia tetap menggendong Nelam ke kamar nya yang di jadikan kamar pengantin mereka.
Para pekerja termasuk bi Nur dan bi Sumi tampak tersenyum melihat kelakuan Bima dan Nelam.
Sesampainya di kamar pengantin Bima tetap menggendong Nelam,, kemudian merebahkannya dengan pelan ke ranjang pengantin mereka.
Dengan lembut Bima membelai wajah Nelam kemudian mencium keningnya,, menatap Nelam dalam dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih sayang,,kamu sudah mau menjadi istriku.."Ucap Bima sambil menggenggam jemari Nelam.
"Aku juga sangat berterima karena mas mau menjadikan aku istri..."Ucap Nelam lembut dengan tatapan teduh nya.
Mereka saling menatap dengan penuh cinta,, bibir mereka pun bertemu,, dengan lembut Bima mencium bibir Nelam,, kemudian melepaskan nya sebelum ciuman itu menuntut lebih.
"Bersiaplah sayang,,kita harus ke Rumah Sakit, kasihan Bayu dan Dokter Intan.."Ucap Bima sambil mengusap bibir Nelam.
"Iya mas ayo kita siap-siap.."Ucap Nelam sambil mengelus wajah Bima.
"Kamu bersih-bersih dan ganti baju di kamar ini,,biar mas di ruang kerja.."Ucap Bima tersenyum.
__ADS_1
"Lho kenapa mas ???"Tanya Nelam mengerutkan keningnya menatap Bima.
"Karena mas takut khilaf sayang.."Ucap Bima sambil mencium pipi dan mengusap kepala Nelam.
Nelam tersenyum malu.
"Ya sudah,,mas ke ruang kerja.."Ucap Bayu mencium kening Nelam,, melangkahkan kaki nya menuju lemari pakaian., setelah mengambil pakaian,sambil melempar senyum lembut Bima keluar kamar pengantin mereka.
Nelam tersenyum bahagia, kemudian beranjak dari ranjang.dan membuka kebaya,,jilbab dan hiasan yang berada di jilbabnya kemudian melangkah masuk ke kamar mandi.
Sementara di kamar Antasari dan Shinta,, tampak Sinta baru keluar dari kamar mandi dengan sudah mengganti pakaian.
Antasari mengerutkan keningnya,,Sinta tidak pernah mengganti pakaian di kamar mandi,tapi Sinta melangkah cuek melewati Antasari yang sedang menatapnya menuju meja rias.
Antasari menarik napas dan menyunggingkan senyum tipis,, bukan dia tidak mau merayu istrinya,,tapi ini bukan waktu yang tepat karena mereka harus segera menyusul Bayu ke Rumah Sakit.
Hampir satu jam,, akhirnya mereka sudah rapi dan siap, kemudian mereka segera berangkat menuju Rumah Sakit dengan Bima yang mengendarai mobil,, atas permintaan Sinta,,Nelam duduk di belakang bersamanya,, sedangkan Antasari di samping Bima yang mengemudi.
Di dalam mobil,, tidak ada yang bicara karena aura Sinta yang dingin membuat suasana menjadi hening.
Tak lama mereka sampai di Rumah Sakit,dan langsung menuju ke ruang perawatan Salsa.
Saat tiba di ruangan perawatan Salsa, di luar kamar tampak Dokter Intan menangis tersedu-sedu di pelukan Bayu,,yang juga sedang menahan tangisnya.
Mayang juga terlihat sedang menangis tersedu-sedu di pelukan Adam.
Mereka segera setengah berlari mendekati mereka.
"Bro,, gimana keadaan anak Lo??.."Tanya Bima menatap nanar Bayu.
"Lagi di tangani Dokter bro,,Salsa drop dan tidak sadarkan diri..."Ucap Bayu sambil menghapus air matanya.
"Sabar bro..kita semua berdoa untuk kesehatan dan kesembuhan Salsa..."Ucap Bima sambil menepuk pelan pundak Bayu.
"Terimakasih bro,, seharusnya ini hari bahagia lo,,tapi Lo malah repot-repot kesini.."Ucap Bayu menatap nanar Bima.
"Santai bro,,justru gw sangat berterimakasih sama Lo..."Ucap Bima tersenyum sambil merangkul Nelam yang juga menitikkan air matanya.
Dan tiba-tiba bayangan Yusuf hadir di pelupuk matanya.
Pintu kamar ruangan Salsa terbuka,, tampak Dokter yang tak lain sahabat Dokter Intan keluar dari ruangan.
Seketika mereka semua langsung menghampiri sang Dokter.
"Bagaimana keadaan cucu saya Dok..??"Ucap Mayang sambil memegang jas putih sang Dokter.
"Mah.."Ucap Adam sambil memegang pundak Mayang.
"Dokter Intan,,pak Bayu,,dan semuanya mohon maaf,,kami sudah berusaha semaksimal mungkin,,tapi,, Tuhan berkehendak lain..."Ucap sang Dokter menunduk sedih.
"Tidak....!!!!!....
****************
Kalau memang Salsa meninggal,, bagaimana nasib pernikahan Bayu dan Dokter Intan??
Dan apakah pernikahan Bima dan Nelam berjalan baik-baik saja???
Ikuti terus bab selanjutnya
Masih banyak cerita seru.
__ADS_1
Author selalu meminta dukungan..Vote..Like dan Komen ya..
Tetap semangat ibadah puasa nya bagi yang menjalani.