
Bab 60
"..Darah daging yang Di Benci.."
Sebelumnya author minta maaf,,pasti ada yang nanya nie,,ko di New York tetap pakai bahasa Indonesia??
Jawaban nya karena author bahasa Inggris nya hanya bisa sedikit,,dari pada ngaco bahasa nya,,jadi lebih baik pakai bahasa Indonesia aja ya,,harap maklum,,he..he..
*********************
Robert berdiri dengan pistol yang tepat berada di depan dada Antasari dengan jarak yang begitu dekat,,saat Robert mulai menarik pelatuk pistol tiba-tiba.
Dor..dor..dor..
Tiga kali tembakan mengenai bagian-bagian vital tubuh Robert,, seketika Robert ambruk dengan darah mengalir deras dari dada kiri kanan dan kepala nya.
Antasari dan Bima terkejut,, kemudian Polisi segera menghampiri Robert,, setelah di pastikan Robert benar-benar sudah tidak bernyawa,, polisi pun langsung memerintahkan anak buahnya segera memasukkan tubuh Robert kedalam ambulance untuk di bawa ke Rumah Sakit.
Begitu juga dengan tubuh Aluna,,Angkasa ( ternyata Angkasa seorang Intel yang menyamar ),,dan beberapa anak buah Robert yang membuat polisi terpaksa menembakkan timah hitam yang menyebabkan mereka tidak bernyawa.
"Pak Antasari,,pak Bima,,apa kalian tidak apa-apa??"Tanya polisi yang menghampiri Antasari dan Bima.
"Kami baik-baik saja Pak.."Ucap Bima sambil menghapus air matanya.
"Syukur lah,, mohon maaf kami tidak bisa menyelamatkan ibu Aluna.."Jawab komandan polisi sambil menghela napas,,merasa bersalah sambil menatap Antasari dan Bima.
"Tidak apa-apa pak,,kami sangat berterimakasih karena pihak polisi sudah sangat membantu menemukan Aluna,, sampai Intel terbaik bapak juga meregang nyawa.."Ucap Antasari sambil menatap komandan polisi.
"Ya kami juga sangat menyesali dengan terbunuhnya Intel terbaik kami Angkasa.."Ucap komandan Polisi dengan wajah sedih.
"Robert,, benar-benar licin seperti belut dan licik,, dia dengan cepat dapat mencium sepak terjang Angkasa,,maka nya kami pihak kepolisian terpaksa menembak mati Robert karena kejahatan sudah bukan main-main..."Ucap komandan polisi lagi.
"Orang seperti Robert terlalu berbahaya jika di biarkan hidup.."Ucap Antasari.
Polisi itu pun mengangguk.
"Kami akan ke Rumah Sakit untuk mengurus jenazah Aluna karena kami berencana membawanya ke London untuk di makamkan disamping makam Almarhumah ibu nya,,sesuai amanat nya."Ucap Antasari lagi.
"Baik pak,,tapi bisakah pak Bima dan pak Antasari ke kantor polisi dulu untuk membuat laporan ??"Ucap polisi.
"Baik pak,,kami akan segera kesana.."Jawab Antasari tegas.
"Baiklah,,kita bertemu di sana,,saya pamit dulu.."Ucap pak polisi sambil mengangguk dan melangkah pergi meninggalkan Bima dan Antasari.
Bima dan Antasari tersenyum dan mengangguk ,, kemudian mereka pun meninggalkan tempat itu,,tempat yang beberapa waktu lalu sangat mencekam dengan ceceran darah di mana-mana ,,dan tempat itu sekarang di pasang garis polisi.
Beni sudah menunggu di depan mobil,, mereka pun melajukan mobilnya membelah jalan raya menuju kantor polisi.
Setelah urusan di kantor polisi selesai,, mereka segera menuju Rumah Sakit untuk mengurus jenazah Aluna,,dan tak lupa Antasari memberikan kabar kematian Aluna pada Nelam dan Sinta,, sedangkan Bima memberikan kabar itu kepada Bayu.
Setelah semua urusan selesai ,,Mereka segera terbang ke London,, untuk memakamkan jenazah Aluna di samping makam Rossa,, sesuai permintaan terakhir Aluna.
Akhirnya Aluna pun di makam kan di samping makam Rossa ibu nya,, Antasari merasa terpukul sekali,, setelah sekian tahun berpisah dan tak pernah bertemu Rossa selama puluhan tahun,,tapi sekarang kenyataan nya mereka harus di pertemukan di alam yang berbeda.
Apa lagi dengan memakamkan Aluna yang sudah di kenal bertahun-tahun ternyata anak dari sahabat kecil nya.
Sambil menatap makam Rossa dan Aluna,, Antasari pun tiba-tiba teringat Sekar,,wanita yang pernah hidup bersamanya,, yang pernah mengisi ruang hatinya dan telah memberikannya seorang putri cantik.
Antasari menghela napas,dia merindukan Sekar,,saat sampai di Jakarta nanti dia berencana akan ziarah ke makam Sekar dan Yusuf cucu nya.
Bima juga terlihat sedih sekali,,mata nya menatap nanar ke nisan Aluna.
__ADS_1
"Pak Antasari,,pak Bima,,hari sudah mulai senja,cuaca juga mendung,,lebih baik kita pulang sekarang.."Ucap Beni kepada Antasari dan Bima yang masih bersimpuh di makam Aluna dan Sekar.
"Baiklah,, ayo Bima..."Ucap Antasari menepuk pelan pundak Bima.
Bima pun bangkit sambil menghapus air matanya yang mulai keluar dari sudut matanya,, kebohongan Aluna memang sangat mengecewakan nya,,tapi Aluna yang telah menyelamatkan nyawa nya,,dan kenyataannya hidup Aluna dari kecil sudah hancur di tangan orang yang salah,,, sehingga Aluna menjadi budak s** dari kecil.
Bima menarik napasnya dalam-dalam,, kemudian bangkit mengikuti langkah Antasari dan Beni.
"Besok pagi kita akan berangkat ke Jakarta.."Ucap Antasari melirik Bima saat mereka sudah masuk dan duduk di
dalam mobil.
Bima hanya mengangguk lemah,,sambil memejamkan matanya.
******************
Keesokan pagi mereka bertiga pun sudah terbang ke Jakarta,,tak butuh waktu lama mereka pun tiba di kediaman Antasari.
Tampak Sinta,Nelam dan Bayu sudah menunggu mereka,,dan menyambut mereka saat mereka tiba di depan rumah.
"Assalamualaikum pah.."Ucap Sinta sambil mencium punggung tangan Antasari dan memeluk nya.
"Waalaikumsalam mah.."Ucap Antasari sambil membalas pelukan Sinta.
"Alhamdulillah papah dan Bima baik-baik saja.."Ucap Sinta menatap Antasari kemudian berpindah menatap Bima.
"Bima sayang.."Panggil Sinta lembut sambil melepaskan pelan pelukan nya dari Antasari kemudian menghampiri Bima.
"Mah.."Ucap Bima langsung memeluk Sinta sambil memejamkan matanya,, berharap kalau pelukan hangat sang mamah bisa mengurangi kesedihan dan duka di hati nya.
"Mamah mengerti perasaan mu sayang.."Ucap Sinta sambil membalas pelukan Bima,Sinta dapat merasakan kepedihan hati puteranya.
"Bima berhutang nyawa pada Aluna mah.."Ucap Bima parau sambil menahan pedih di hatinya.
Nelam yang melihat keadaan Bima,, merasakan kesedihan dan kepedihan yang sama,,ingin sekali dia berlari memeluk dan memberikan kekuatan untuk Bima,,tapi itu tidak mungkin.
"Kasihan mas Bima,,pasti sangat kehilangan kak Aluna.."Batin Nelam.
"Pah.."Nelam berkata sambil menghampiri Antasari,,mencium punggung tangan Antasari dan memeluk nya.
"Alhamdulillah,,papah tidak apa-apa.."Ucap Nelam lagi dan lebih mengeratkan pelukannya ke Antasari.
"Berkat do'a kamu dan mamah mu sayang.."Ucap Antasari sambil membalas pelukan Nelam dan mengelus lembut kepala Nelam.
"Nelam turut berduka atas kepergian kak Aluna pah.."Ucap Nelam sambil terisak.
"Iya sayang,,maut, jodoh,semua tidak ada yang tahu.."Ucap Antasari lembut sambil mencium kepala Nelam.
Nelam mengangguk,, dengan terus terisak sambil melepaskan pelukan nya dari Antasari.
"Alhamdulillah om dan Bima sampai ke Jakarta dengan selamat.."Ucap Bayu sambil mencium punggung tangan Antasari.
"Alhamdulillah Bay.. terimakasih kamu sudah menjaga Puteri dan istri saya.."Ucap Antasari sambil tersenyum dan menepuk pelan pundak Bayu.
"Ini sudah kewajiban saya om untuk menjaga calon istri dan calon ibu mertua.."Ucap Bayu sambil tersenyum menatap Nelam yang sedang menghapus air matanya.
Nelam hanya menunduk,, tiba-tiba dia takut sekali menatap Bima,, entahlah dia takut Bima cemburu.
"Hai bro,,syukur lah Lo kembali dengan selamat.."Ucap Bayu sambil memeluk Bima.
"Thanks bro,,Lo udah handle semuanya.."Ucap Bima sambil menepuk pelan pundak Bayu.
__ADS_1
"Sama-sama bro,,dari dulu gw sahabat Lo yang baik,, lagian sebentar lagi Lo juga akan jadi kakak ipar gw.."Ucap Bayu berkelakar sambil melepaskan pelukan nya dari Bima.
Bima hanya menanggapi nya dengan senyum kecut.
"Ya sudah,,ayo kita makan dulu,,mamah,,Nelam di bantu bi Sumi dan bi Nur sudah masak yang spesial buat kalian.."Ucap Sinta yang bisa merasakan suasana hati puteranya.
"Ayo Bayu..."Ucap Sinta tersenyum sambil menyentuh lengan Bayu.
"Siap calon ibu mertua.."Ucap Bayu yang melakukan gerakan hormat sambil tertawa.
"Kamu itu.."Ucap Sinta sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka semua pun menuju meja makan.
Antasari dan Sinta duduk bersebelahan,, sedangkan Nelam duduk di antara Bima dan Bayu.
"Papah,, mau makan apa biar mamah ambilkan.."Ucap Sinta lembut sambil tersenyum menatap Antasari.
"Mamah tahu khan selera Papah,."Ucap Antasari lembut sambil membalas tatapan dan senyuman Sinta.
( Antasari dan Sinta bikin iri ke tiga anak muda
di depan nya saja,,, wkwkk ).
Bima pun bedehem.
"Bisa enggak romantis nya nanti di kamar saja,,jangan di meja makan..!!"Ucap Bima ketus dengan raut wajah terlihat malas sambil mengambil piring.
Antasari dan Sinta pun tertawa,, kebiasaan Bima dari kecil yang selalu protes kalau melihat kedua orang tua nya romantis di depan nya.
Nelam yang melihat Bima pun tersenyum,,merasa lucu dengan tingkah Bima,dan dada Nelam terasa berdetak kencang saat menatap wajah Bima,,sudah lama dia tidak sedekat ini melihat wajah Bima,, sungguh sangat mempesona.
"Mas Bima,,biar Nelam ambilkan,,mas Bima mau makan apa??"Ucap Nelam lembut yang mencoba mengambil piring yang sudah di tangan Bima.
"Aku juga mau dong sayang,,di layani kayak kakak ipar.."Ucap Bayu merajuk manja.
Nelam yang sedang memegang piring dari tangan Bima menjadi kikuk dan serba salah.
"Sudah layani saja calon suami mu,,aku bisa ambil sendiri.."Ucap Bima ketus sambil mengambil piring dari tangan Nelam dengan cukup kencang.
Nelam merasakan pedih di hatinya,, sekuat mungkin dia menenangkan hatinya.
"Iya mas Bayu mau makan apa???"Ucap Nelam sambil mengambil piring di tangan Bayu dan berusaha tersenyum dan setenang mungkin.
"Apa saja yang kamu ambil pasti mas suka dan makan.."Ucap Bayu sambil tersenyum menatap dalam wajah Nelam.
Nelam hanya tersenyum malu sambil mengambil nasi dan lauk pauk untuk Bayu,, sedangkan Bima yang sedang memasuki nasi ke dalam mulutnya ,,mencoba menahan gemuruh dan sesak dan di dadanya.
Akhirnya mereka berlima makan dalam diam.
"Oh iya mah,,Nelam,,papah punya rencana ingin ziarah ke makam Sekar dan ke makam Yusuf.."Ucap Antasari sambil mengelap mulutnya dengan tissue.
Bima yang sedang minum pun tersendat mendengar ucapan Antasari.
**********************
Pasti reader tahu dong kenapa Bima sampai kaget mendengar niat dan ucapan Antasari.
Ikuti terus bab selanjutnya,, berikan terus ya dukungan nya buat novel ini karena author selalu butuh dukungan kalian.
Vote,,,like,,komen jangan lupa
__ADS_1
Sehat dan semangat selalu.