
Bab 96
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Saat Bima dan Nelam sampai di rumah,,Nelam langsung membersihkan diri nya,,dan saat tubuh nya memasuki bathtub yang sudah terisi oleh air sabun dan aroma terapi beraroma vanili.
Nelam menyandarkan kepalanya,, memejamkan matanya mencoba mengingat apakah dia mengenal Sakti,,siapa Sakti itu.
Saat Nelam tenggelam dalam lamunan nya tiba-tiba ada tangan yang menyentuh lembut pundak nya,, Nelam pun tersentak kaget dan menoleh ke arah tangan yang menyentuh pundak nya.
"M..mas Bima.."Ucap Nelam gugup.
"Hai kamu sedang melamun kan apa..??pasti memikirkan sesuatu yang.."Ucap Bima menggoda dengan mata nya yang nakal.
"Ih,,mas Bima apaan sie..!""Ucap Nelam dengan wajah memerah.
Bima tertawa kecil melihat wajah istrinya,,Bima yang sudah merasakan lengket di tubuh nya,, mempunyai inisiatif untuk mandi bersama istrinya ,, kemudian dia pun ikut berendam di bathtub,, mereka pun memutuskan mandi bareng tentu saja dengan melakukan ibadah sebagai suami istri.
***************
Nelam dan Bima baru selesai makan malam,, kebetulan Nelam tiba-tiba ingin sekali makan bubur ayam ,,tapi dia takut untuk keluar lebih tepatnya takut bertemu kembali dengan Sakti.
Akhirnya bubur ayam pun di pesan lewat aplikasi go food,, selesai menyantap bubur ayam,,Bima meminta ijin kepada Nelam untuk ke ruang kerja,, karena ada beberapa berkas yang ingin dia diskusikan bersama Antasari.
Nelam memilih masuk ke dalam kamar,, karena tiba-tiba dia merasa lelah.
Saat dia berbaring dan akan memejamkan matanya,, tiba-tiba ponsel nya berbunyi,, terpampang nomor yang tak di kenal di layar ponselnya.
Dengan ragu Nelam mengangkat panggilan itu.
"Hallo,, Assalamualaikum.."Ucap Nelam ragu.
"Waalaikumsalam Nelam cantik.."Ucap suara di seberang sana.
Seketika jantung Nelam berhenti berdetak,,Nelam tahu sekali kalau ini suara laki-laki yang tiba-tiba seharian ini menghantui nya.
"Dari mana kamu mendapatkan nomor saya..??"Ucap Nelam ketus.
"Hai,, Nelam yang aku kenal adalah gadis yang lembut,, tidak galak seperti ini.."Ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Sakti sambil tertawa.
Nelam menghela napas.
"Sebenarnya apa yang kamu inginkan dari saya...??"Ucap Nelam yang benar-benar terganggu dengan ulah Sakti.
Terdengar suara tawa Sakti.
"Tentu saja aku sangat menginginkan dirimu Nelam sayang.."Ucap Sakti masih terdengar suara tawa di telinga Nelam.
Nelam tidak menjawab,,dia langsung mematikan ponselnya.
"Apa orang itu tidak waras ya?? dia Khan tahu jika aku sudah bersuami..??"Tanya Nelam dalam hati.
Tiba-tiba terdengar suara pesan dari ponsel Nelam.
Nomor yang tak di kenal,, nomor yang barusan menghubungi nya.
( Tinggalkan suami mu,,dia bukan pria baik,,dia yang telah menghancurkan hidup mu ).
Isi pesan itu membuat jantung Nelam berdegup kencang.
__ADS_1
Kemudian terdengar lagi satu pesan masuk.
( Seharusnya kita berdua sudah menikah,,dan menjadi keluarga yang bahagia,, gara-gara bajingan itu,, menghancurkan kebahagiaan kita ).
"Apa maksud semua ini..??"Tanya Nelam pada diri sendiri sambil memijit keningnya,,Nelam pun segera memblokir nomor itu.
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamar nya,,dan suara lembut Sinta terdengar,, Nelam pun segera membukakan pintu.
"Mamah.."Ucap Nelam tersenyum.
"Bima bilang kamu sedang tidak enak badan.."Ucap Sinta langsung masuk kedalam dan membawa secangkir air.
"Ini mamah buat kan air jahe gula aren,, untuk menghangatkan tubuh mu,,aman buat ibu hamil.."Ucap Sinta meletakkan cangkir yang berisi air jahe gula aren di atas meja,, kemudahan menghempaskan pantat ke sofa yang berada di kamar Nelam dan Bima.
"Iya mah,, terimakasih banyak,,maaf sudah merepotkan mamah.."Ucap Nelam sambil menutup pintu dan menghampiri Sinta.
"Ah kamu,, seperti sama siapa saja.."Ucap Sinta dengan wajah pura-pura cemberut.
"Iya maaf mah.."Ucap Nelam yang berpindah duduk ke samping Sinta kemudian merangkul pundak Sinta.
"Sudah cepat di minum,, mumpung hangat.."Ucap Sinta sambil mengambil cangkir dan memberikan nya pada Nelam.
"Terimakasih mah.."Ucap Nelam menerima cangkir itu ,,dan langsung menyesap air jahe gula aren secara berlahan sampai tandas.
"Anak pinter.."Ucap Sinta sambil mengelus lembut kepala Nelam.
Nelam tertawa menatap Sinta,,Sinta pun ikut tertawa.
"Ya sudah kamu istirahat ,..."Ucap Sinta.
"Besok pagi kita akan bertemu dengan seseorang yang akan menjalin kerjasama dengan butik kita.."Ucap Sinta tersenyum.
Sinta hanya mengangguk dan tersenyum.
"Selamat istirahat cucu Oma.."Ucap Sinta sambil mengelus perut Nelam yang belum terlihat besar,, tetapi jika di pegang sudah terasa ada kehidupan di dalam nya.
Nelam tertawa kecil.
"Iya oma,, selamat istirahat juga.."Ucap Nelam masih tertawa kecil.
Sinta pun ikut tertawa.
"Selamat istirahat sayang.."Ucap Sinta sambil mencium pipi kiri dan pipi kanan.
"Mamah juga selamat istirahat.."Ucap Nelam tersenyum.
Sinta mengangguk,, melangkah meninggalkan kamar Nelam sambil membawa cangkir yang sudah tandas isi nya.
Setelah Sinta keluar,, Nelam pun langsung merebahkan tubuhnya di kasur king size mereka,,tak membutuhkan waktu lama Nelam pun langsung terlelap ke dunia mimpi.
Hampir jam 11 malam,,Bima baru masuk ke kamar nya,, karena masalah yang tadi di bicarakan mereka cukup kompleks jadi lama pembahasan nya.
Bima melihat Nelam sudah tertidur dengan pulas., terdengar dari napas yang teratur yang di keluarkan Nelam.
Bima tersenyum tipis menghampiri istri nya,,dan mengecup bibir Nelam dan mengelus perut Nelam.
Bima pun melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi,, setelah bersih-bersih dan berganti pakaian tidur,,Bima langsung merebahkan tubuhnya di samping Nelam.
Memeluk dan mengelus lembut perut Nelam,, kemudian mencium gemas pipi istri.nya,, Nelam menggeliat,, buru-buru Bima mengelus pelan rambut Nelam agar tidur istri nya pulas kembali.
__ADS_1
"Kasian pasti kamu lelah sekali dengan ritual mandi siang tadi.."Ucap Bima pelan sambil tersenyum,, membelai dan mengusap rambut Nelam.
Akhirnya Bima pun ikut terlelap sambil memeluk tubuh istrinya.
**********
Keesokan hari nya keluarga Mahadewa sudah berkumpul di meja makan untuk menikmati sarapan mereka.
"Nanti mamah sama Nelam biar Bima yang antar saja.."Ucap Bima sambil memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Tidak usah,,kamu langsung ke kantor saja,,biar mamah sama Nelam di antar mang Ujang.."Ucap Sinta sambil meletakkan telur ceplok ke piring Antasari.
"Tadi nya mamah ingin mengajarkan Nelam menyetir,,tapi keduluan Nelam berbadan dua.."Ucap Sinta lagi sambil memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutnya.
"Walaupun hamil,, InsyaAllah Nelam sanggup ko mah kalau hanya untuk belajar mobil.."Ucap Nelam penuh semangat.
"Sebenarnya Nelam ingin melancarkan naik motor juga sie mah..."Ucap Nelam lagi yang langsung membuat Bima tersedak.
"Ya ampun mas,, pelan-pelan dong.."Ucap Nelam memberikan air putih,,dan menepuk pelan leher Bima.
"Mas ga akan memberikan ijin untuk kamu mengendarai motor.."Ucap Bima menatap tajam Nelam.
"Dan untuk mobil,,mas sendiri yang akan mengajarkan kamu.."Ucap Bima yang sedikit menurunkan intonasi suara nya
"Iya mas.."Ucap Nelam sambil cemberut.
Antasari dan Sinta hanya saling melemparkan pandangan dan senyuman.
Akhirnya sarapan pun selesai,, mereka berangkat sesuai dengan tujuan mereka masing-masing.
************
Saat Sinta dan Nelam sudah sampai di butik,, resepsionis mengatakan jika meeting segera di mulai karena tamu sudah menunggu di ruang meeting.
Sinta dan Nelam pun bergegas ke ruang meeting di ikuti oleh sekertaris dan desainer mereka.
Saat sudah memasuki ruang meeting,, betapa terkejutnya Nelam di antara 3 dari pria yang menjadi rekan bisnis nya,, ternyata salah satunya adalah pria yang dari kemarin mengganggu nya.
**********
Siapa sebenarnya Sakti itu??
Kenapa dia sangat terobsesi untuk memiliki Nelam???
Ikuti terus setiap bab nya.
Jangan lupa tinggalkan jejak,, dukungan,, Vote,, like,, dan komen.
Jangan lupa mampir ke novel kedua author ya,,masih baru ini
i
Terimakasih.
Salam sehat selalu.
Selamat istirahat.
__ADS_1