
Bab 86
"..Darah Daging Yang Di Benci.."
Hari ini pesta pernikahan Bima dan Nelam di gelar di sebuah hotel termewah dan termahal di Jakarta.
Semua tamu yang datang mendapatkan undangan khusus. Pesta terlihat mewah dan elegan,,sebuah warna silver mendominasi seluruh ruangan pesta.
Sebenarnya Nelam menginginkan pesta pernikahan yang sederhana,,yang bisa berbagi juga dengan anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu.
Tapi mau bagaimana lagi,,mertua sekaligus mamahnya menginginkan pesta yang meriah apa lagi Bima bagaikan putera mahkota di keluarga Mahadewa.
Antasari dan Bima sendiri pembisnis yang mempunyai relasi dimana-mana.
Malam ini Nelam bagaikan ratu yang bermahkota kan berlian,,aura kecantikan nya begitu terpancar sungguh mempesona,,membuat semua yang memandang nya tidak berkedip.
Begitu juga Bima tampil sangat tampan dan gagah penuh wibawa,, penampilan nya juga benar-benar menghipnotis semua mata yang menatap,, terutama wanita yang datang menatapnya sampai tak berkedip.
Seolah-olah hari ini di nobatkan sebagai hari patah hati sedunia.
Pesta berjalan dengan meriah dan lancar,,semua wajah tampak penuh kebahagiaan.
Tanpa di sadari di kerumunan tamu,ada seorang pria sambil menyesap minuman yang di sajikan oleh pramusaji menatap tajam ke arah kedua mempelai dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
sampai akhirnya acara pun selesai,,satu persatu para tamu pamit pulang,,begitu juga dengan pria yang dari tadi memperhatikan Bima dan Nelam.
Tampak pria itu bergandengan tangan dengan wanita cantik,,naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat sekaligus berpamitan untuk pulang.
"Pak Bima,,kami dari perusahaan PT Antariksa..mengucapkan selamat atas pernikahan bapak,,semoga langgeng dan bahagia selalu.."Ucap wanita yang bernama Laras,,dia adalah perwakilan dari perusahaan Antariksa yang tiga bulan lalu menjalin kerjasama dengan perusahaan Bima.
"Terimakasih Bu Laras,,yang sudah hadir di pernikahan kami.."Ucap Bima membalas jabatan Laras.
"Ini tunangan saya pak,,bulan depan kami juga akan melangsungkan pernikahan.."Ucap Laras dengan tersenyum dan mata berbinar penuh kebahagiaan.
"Hallo pak Bima,, Perkenalkan saya Sakti tunangan Laras.."Ucap pria itu yang ternyata bernama Sakti sambil mengulurkan tangannya ke arah Bima.
"Oo ya,, terimakasih sudah hadir di pernikahan kami.."Ucap Bima menerima uluran tangan Sakti.
Sakti tersenyum dan mengangguk.
"Bu Nelam, selamat ya atas pernikahan nya.."Ucap Laras menyalami Nelam sambil mencium pipi kiri pipi kanan Nelam.
"Terimakasih bu Laras.."Ucap Nelam tersenyum.
Akhirnya giliran Sakti yang menyalami Nelam.
"Selamat ya bu Nelam..."Ucap Sakti mengulurkan tangan sambil menatap dalam Nelam dengan tatapan yang sulit di artikan.
Nelam merasa agak aneh dengan tatapan Sakti,,tapi Nelam berusaha untuk tetap positif thinking saja.
__ADS_1
Akhirnya acara pesta pun benar-benar selesai,, keluarga besar Mahadewa pun menginap di hotel mewah tempat pesta di langsungkan.
Mereka menyewa kamar hotel untuk istirahat malam ini,, terlihat Bima,Nelam, Antasari dan Sinta sudah mengganti pakaian mereka.
"Alhamdulillah,,acara berjalan lancar,,ayo kita istirahat.."Ucap Antasari menepuk pundak Bima pelan, kemudian mencium kening Nelam.
"Iya pah,mah,,,selamat istirahat,, terimakasih untuk hari ini.."Ucap Nelam tersenyum.
"Iya sayang,, sama-sama,, istirahat lah.."Ucap Sinta sambil mencium pipi kiri dan kanan Nelam.
"Mamah istirahat dulu ya sayang.."Ucap Sinta memeluk Bima.
"Ya mah,, terimakasih ya..."Ucap Bima membalas pelukan Mamah nya.
Antasari sambil merangkul Sinta melangkah pergi menuju ke kamar mereka.
Tinggallah Nelam dan Bima.
"Ayo sayang,,kita ke kamar,,mau aku gendong atau jalan sendiri.??"Tawar Bima dengan wajah menggoda.
"Apa sie mas,,aku bisa jalan sendiri..."Ucap Nelam dengan wajah memerah dan berlari kecil menuju kamar mereka.
Bima tersenyum nakal,, melihat tingkah istrinya,, sudah dua minggu mereka menikah,,tapi Bima belum menyentuh Nelam.
Bima bertekad untuk pergi ke psikologi,,dia tidak mau rumah tangga nya hancur karena bayang-bayang kesalahan masa lalu nya itu.
"Kamu mau mandi sayang.."Tanya Bima sambil menutup dan mengunci pintu kamar mereka.
"Iya mas terasa lengket,,aku akan mandi air hangat,,apa kamu juga mau mandi air hangat.."Tanya Nelam menatap Bima.
"Ini suatu penawaran atau godaan..."Ucap Bima tersenyum nakal menatap Nelam yang sudah melepas hijab nya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Ih,, mas Bima apaan sie..!"Ucap Nelam dengan wajah kembali memerah.
"Terserah mas,,kalau mas mandi duluan berarti aku menyiapkan air hangat dulu buat mas.."Ucap Nelam lagi tidak berani menatap Bima.
"Hai,,kalau bicara lihatlah wajah suami mu.."Ucap Bima sambil mengangkat wajah Nelam untuk melihat wajah nya.
Seketika netra mereka bertemu,,wajah mereka tanpa jarak,,wajah Nelam semakin memerah tatkala Bima menyatukan bibir mereka.
Nelam memejamkan matanya saat merasakan bibir mereka saling bertautan,,Bima menggigit pelan bibir bawah Nelam sehingga bibir Nelam terbuka,,Bima memasukkan lidahnya ke mulut Nelam.
Ciuman yang awalnya lembut berubah menjadi panas.
"Kamu yakin ingin mandi sendiri.."Ucap Bima melepaskan ciumannya memberikan ruang untuk istrinya bernapas.
Nelam hanya menjawab dengan tatapan sendu ke Bima
"Kita mandi bareng.."Bisik Bima lembut di telinga Nelam,,yang mampu membuat bulu-bulu halus Nelam berdiri.
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Nelam,,Bima langsung mengangkat tubuh Nelam ke kamar mandi dan mendudukkan di samping bath up.
"Aku akan siapkan air hangat.."Ucap Bima sambil sekilas mengecup.bibir istrinya.
Nelam tersenyum menatap suami nya.
Bima dengan cekatan segera mengisi bath up dengan air hangat,, menuangkan sabun cair beraroma vanili dan tidak lupa menambahkan aromaterapi yang beraroma vanili juga,,aroma vanili menjadi candu untuk mereka berdua.
Berlahan Bima membuka helai demi helai pakaian Nelam begitu juga dengan pakaian nya.
Bima begitu terpesona dengan tubuh istrinya,,dia semakin berjanji kalau dia akan berobat ke psikolog,,dia harus memenuhi kebutuhan istrinya Nelam,,dan hasratnya juga sebagai laki-laki.
Bima tidak mau kehilangan Nelam,walaupun dia tahu,,suatu saat nanti Nelam akan membencinya dan pergi meninggalkan nya.
Bima mengangkat tubuh Nelam ke bath up,, mendudukkan nya dan dia sendiri duduk di belakang Nelam.
"Nelam.."Suara Bima parau menahan hasrat nya yang tidak tertahankan tapi sekuat mungkin menahan nya,,dia sangat takut menyakiti hati Nelam,, karena penolakan nya tempo hari.
"Ya mas.."Jawab Nelam lembut sambil merebahkan punggung nya di dada Nelam.
"Nelam,,aku tidak bisa menahan hasrat ku,,tapi aku takut kamu kecewa seperti tempo hari.."Ucap Bima membelai lembut rambut Nelam.
"Tapi aku minta maaf,,aku belum bisa melaksanakan kewajiban ku sebagai suami..."Ucap Bima mencium rambut Nelam.
"Ya mas,,aku akan menunggu mu sampai kamu benar-benar bisa melaksanakan kewajiban mu.."Ucap Nelam lembut sambil mengelus dada Bima.
Mereka pun saling menyabuni,, sama-sama menahan hasrat mereka.
Selesai mandi Bima mengeringkan tubuh Nelam dengan handuk,, mengeringkan tubuhnya juga,, kemudian mengangkat tubuh Nelam menuju kasur king size mereka.
Bima memakaikan piyama Nelam, kemudian Bima juga mengenakan piyama dia sendiri.
Mereka tidur saling berpelukan,,dan seketika mereka terlelap ke alam mimpi.
************************
Siapakah pria yang bernama Sakti itu??
Bisakah Bima sembuh dari trauma nya dan melaksanakan kewajiban nya sebagai suami????
Masih ada hal-hal yang tak terduga yang akan terjadi di cerita ini.
Ikuti terus di setiap bab nya.
Author butuh hadiah..dukungan.. Vote..like dan komen nya ya..
Terimakasih.
Semangat terus yang menjalankan ibadah puasa.
__ADS_1