
Bab 38
"....Darah Daging Yang Di Benci..."
Antasari masuk ke dalam kamar,, terdengar suara air di kamar mandi, menandakan kalau Sinta masih membersihkan diri.
Antasari memilih duduk di sofa bed,sambil mengirim pesan kepada Beni.
( Ben,,, tolong selidiki laki-laki yang bersama Aluna ).
Pesan pun terkirim dan dengan cepat terbaca.
( Siap pak,, secepatnya informasi kami dapatkan ).
Balas Beni.
Pintu kamar mandi pun terbuka,tampak Sinta keluar dengan handuk kimono.
"Sudah selesai ngobrol nya dengan Bima??tumben cepat???"tanya Sinta sambil melangkah ke lemari,mengambil baju tidur untuk dirinya dan Antasari suaminya.
"Sudah malam,,sudah lelah juga.."Ucap Antasari sambil meletakkan ponselnya dan melangkah ke arah Sinta.
"3 hari tidak bertemu, semakin cantik saja istriku.."Ucap Antasari sambil memeluk Sinta dari belakang dan menghirup wangi vanili dari tubuh Sinta yang menjadi candu Antasari dari awal mereka menikah.
"Ga berubah suamiku ini dari dulu,selalu senang menggombal.."Ucap Sinta sambil membalikkan tubuhnya menghadap Antasari.
"Sudah sana papah mandi,sudah mamah siapkan air hangat.."Ucap Sinta sambil tersenyum dan mengalungkan tangannya ke leher Antasari.
"Terimakasih mamah sudah mau maafin papah dan menerima Nelam dengan baik.."Ucap Antasari semakin membawa tubuh istrinya lebih dekat padanya.
"Mamah yang minta maaf pah,, ternyata mamah kemarin belum ikhlas memaafkan papah dan almarhumah Sekar,,"Jawab Sinta sambil mengelus wajah suaminya,jarak wajah mereka hanya berjarak beberapa cm.
"Sekali lagi terimakasih ya sayang.."Ucap Antasari mendekatkan bibirnya ke bibir istrinya.
Sinta tersenyum dan mengangguk ,, untuk beberapa saat mereka terlena dengan rasa kasih sayang dan bahagia melalui sebuah ciuman lembut.
"Air nya nanti keburu dingin,sudah malam juga nanti rematik.."Ucap Sinta sambil melepaskan bibir nya dari bibir suaminya .
"Iya sayang,,tapi habis mandi di lanjut ya,"ucap Antasari mesra dengan tatapan yang sangat dalam.
"Iya sayang ,,sudah sana mandi.."ucap Sinta sedikit menjauhkan dirinya dari Antasari ,dan mendorong suaminya ke dalam kamar mandi.
"Besok kita mandi bareng ya.."Ucap Antasari menggoda sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit dan tatapan menuntut,saat sudah berada di kamar mandi.
"Papah.."Ucap Sinta sambil mendorong tubuh Antasari masuk ke kamar mandi dan Sinta langsung menutup pintunya.
"Antasari kamu tidak pernah berubah ,,selalu membuat aku malu.."Ucap Sinta sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Antasari yang di kamar mandi tersenyum lebar.
"Istriku yang cantik tidak pernah berubah ,dari dulu selalu jinak jinak merpati.."ucap Antasari dengan senyum penuh kebahagiaan dan segera menyelesaikan ritual mandinya.
Sementara di kamar Bima.
Terlihat Bima sudah selesai mandi, setelah memakai pakaian santai nya,,Bima langsung menuju ranjang dan meraih ponselnya.
__ADS_1
"Aku akan telpon Bayu,,"Ucap Bima sambil menekan tombol hijau.
Tut..Tut..
2 kali deringan panggilan pun terhubung.
"Hallo..."Ucap Bayu dengan suara serak orang yang baru bangun tidur.
"Hai.. jangan bilang Lo udah ke alam mimpi bro.."Ucap Bima
"Gw lagi mimpi enak bro,, ketemu bidadari,,Lo ganggu aja!!"Ucap Bayu dengan nada sedikit kesal.
Bima pun tertawa kencang , mendengar ucapan Bayu.
"Bidadari saja harus dalam mimpi,,di dunia nyata ini banyak bidadari-bidadari cantik , seperti....."Bima tidak melanjutkan ucapannya , seketika wajah Nelam hadir di pelupuk matanya ,dengan senyum manisnya dan wajah merah tersipu malu.
"Seperti Nelam maksud lo????"Tanya Bayu yang langsung membuyarkan lamunan Bima.
Bima hanya menarik napas.
"Berusaha ikhlas bro,,Lo harus menerima kenyataan kalau Lo bedua kakak adik,,"Ucap Bayu di seberang sana.
"Mungkin Nelam takdir buat gw bro..""Ucap Bayu sambil tersenyum ,tentu saja Bima tidak melihat senyum bahagia Bayu.
"Apa kata lo..!!!!"Teriak Bima merasakan sesak di dadanya mendengar ucapan Bayu, seandainya Bayu ada dihadapannya ,ingin rasanya dia langsung meninju mulut Bayu.
"Santai bro.. emangnya gw ga layak untuk jadi kandidat calon adik ipar Lo.."Ucap Bayu masih terus memainkan emosi Bima.
"Sial.. kalau Lo ada di sini sudah gw hajar Lo Bay.."Ucap Bayu penuh emosi.
"Sudah malam,gw mw nerusin mimpi gw,,ada apa telpon gw..??"Ucap Bayu penuh kemenangan karena sudah berhasil membuat sahabat nya marah.
"Gw mw Lo selidiki siapa laki-laki yang bersama Aluna.."Ucap Bima dengan suara penuh penekanan.
"Tadi gw lihat dia di parkiran dengan seorang pria setengah baya.."Ucap Bima lagi.
"Lo cemburu bro..??"Ucap Bayu jahil,dia masih ingin menggoda sahabatnya yang sedang galau ini.
"Sia**n..!!!"Ucap Bima langsung memutuskan panggilan ,dia sudah malas dan terlalu emosi untuk meneruskan obrolan dengan sahabatnya itu.
Di seberang sana,Bayu tertawa terbahak-bahak karena berhasil menyulut emosi sahabat nya seorang Bima Mahadewa,, pengusaha muda,tampan dan sukses.
Sedangkan Bima yang kesal dengan ucapan Bayu,, langsung memilih memejamkan matanya sambil memandang wajah Nelam yang di jadikan di wallpaper ponsel nya.
Bima tersenyum dan mengusap foto Nelam, kemudian meletakkan di dadanya dan mulai memejamkan matanya.
*****************************
Sementara di sebuah kamar hotel.
Tampak dua insan yang tampak kelelahan karena pertarungan panjang yang baru saja mereka lakukan.
"Pantas saja si maniak *** itu tidak bisa lepas darimu Aluna.."Ucap pria.itu sambil bangkit dari ranjang menuju lemari es untuk mengambil soft drink.
"Tapi aku sudah lelah sekali melayani nafsu bejat nya.."Ucap Aluna yang ikut bangkit dari ranjang nya dan melangkah mendekati pria tersebut.
__ADS_1
"Tapi kamu menyukai setiap permainan nya Khan..??Ucap pria itu tersenyum sambil memberikan soft drink saat Aluna sudah berada di dekat nya.
"Sudahlah aku malas membicarakan si bandot tua itu.."Ucap Aluna sambil menerima soft drink dan melangkah kan kakinya ke arah sofa.
Pria itu menyunggingkan senyum nya dan mengikuti langkah Aluna menuju sofa.
Mereka berdua duduk di sofa sambil menyesap soft drink mereka.
"Kapan rencana kita akan di Mulai ??"Tanya Aluna sambil menoleh ke arah pria itu.
"Secepatnya saat waktunya sudah tepat.."Ucap pria itu dengan tatapan dalam lurus ke depan
"Oke.."Ucap Aluna.
*******************
Keesokan harinya Bima dan Antasari berangkat ke kantor setelah sarapan bersama.
Sedangkan Sinta dan Nelam memutuskan untuk pergi ke butik hari ini,sudah hampir dua Minggu Sinta tidak mengunjungi butiknya.
Mulai hari ini Sinta ingin mengajarkan Nelam bagaimana cara mengelola sebuah butik,karena Sinta berencana ingin menyerahkan butiknya kepada Nelam.
Sesampainya di kantor..
Antasari langsung meminta Beni menemuinya.
"Bagaimana sudah ada info Ben??"Tanya Antasari saat mereka sudah berdua dalam ruangannya.
"Aluna menginap di hotel XX bersama seorang pria.."Ucap Beni .
"Siapa pria itu??"Tanya Antasari.
Beni menyerahkan ponsel nya dan memperlihatkan sebuah foto ke Antasari.
Antasari mengambil ponsel Beni.,dia terkejut saat melihat siapa pria yang bersama Aluna.
"Malik...????"Ucap Antasari tak percaya.
"Iya pak pria yang bersama Aluna beberapa hari ini saat Aluna di Jakarta adalah Dokter Malik.
"Apa hubungan mereka berdua??"Ucap Antasari sambil menatap foto Dokter Malik dan Aluna kemudian menatap tajam ke arah Beni.
"Masih di selidiki pak.."Ucap Beni
"Oke.."Ucap Antasari.
"Sejak kapan mereka saling kenal..?"Antasari bertanya dalam hati sambil mengusap kasar wajahnya.
*********************
Maaf Up nya hanya sedikit ya.
Ikuti terus kelanjutan nya ya..
Butuh Vote..Like dan komen.
__ADS_1
Sehat selalu.