
Bab 65
"... Darah Daging Yang Di Benci.."
Bayu dan orang tuanya turun dari mobil dengan ekspresi penuh kegembiraan,,berbeda dengan keluarga Bima,,tapi dengan cepat Antasari menguasai keadaan.
"Adam,,sudah lama sekali kita tidak bertemu,,apa kabar mu???"Ucap Antasari langsung melangkah ke arah papah nya Bayu yang bernama Adam menjabat tangan dan merangkul nya.
"Alhamdulillah,,aku baik,,semakin umur semakin gagah dan ganteng saja kamu Antasari..."Ucap Adam tertawa dengan membalas jabatan tangan dan rangkulan Antasari.
"Bisa saja kamu kawan.."Ucap Antasari sambil melepaskan rangkulan nya.
"Kapan sampai Jakarta ??"Tanya Antasari.
"Tadi subuh pesawat kami baru mendarat.."Jawab Adam.
"Wah,,kenapa kalian tidak memberikan kabar jadi kami bisa menyiapkan jamuan..."Ucap Antasari.
"Tak apa santai saja,,perut kami sudah kenyang.."Celetuk mamah Bayu dan sudah ada Sinta di samping nya.
"Hai Mayang apa kabar??"Ucap Antasari menjabat tangan mamah Bayu yang bernama Mayang.
"Seperti kamu lihat Antasari,,aku semakin montok beda dengan Sinta yang body nya ga berubah dari gadis sampai sekarang,,masih bagaikan gitar spanyol.."Ucap Mayang sambil tertawa ,.
"Kamu tuh ga berubah Mayang,,masih hobi banget becanda.."Ucap Sinta sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya menatap Mayang yang masih tertawa bahagia.
"Iya Sinta,,benar kata Mayang,,kamu memang tidak berubah.."Ucap Adam genit sambil tertawa.
"Papah,,mulai dech genit nya..!!"Ucap Mayang sambil cemberut.
Mereka bertiga pun tertawa melihat reaksi Mayang.
"Kalian ternyata tidak berubah dari dulu..."Ucap Antasari sambil menepuk pelan pundak Adam.
"Sahabat mu si Adam itu memang tidak berubah,,maka nya sampai sekarang kemana pun dia pergi berbisnis aku tempel terus kayak perangko..."Ucap Mayang masih dengan wajah masam menatap Adam.
"Sudah hampir 30 tahun loh pernikahan kalian,,masa sama suami sendiri kamu tidak percaya sie..."Ucap Sinta sambil tersenyum menatap Mayang.
"Tuh kamu dengar kata Sinta,,jadi istri itu harus memberikan kepercayaan sama suami..."Ucap Adam dengan pura-pura memasang wajah cemberut.
"Hai,,kalau suami nya seperti Antasari sie aku percaya banget,,nah kalau kamu tua-tua keladi makin tua makin jadi.."Ucap Mayang ketus sambil membuang mukanya dengan kesal.
"Sudah,,sudah .."Ucap Antasari tertawa kecil.,,Sinta pun ikut tertawa melihat kelakuan kedua sahabatnya ini yang tidak pernah berubah dari remaja yang selalu bertengkar tapi berjodoh.
"Seperti nya Bayu harus cepat-cepat menikah,,biar Adam dan Mayang cepat punya cucu,,biar sadar kalau mereka sudah tua.."Ucap Sinta dalam hati sambil tertawa kecil menatap bergantian Adam dan Mayang.
Tiba-tiba Bayu bedehem.
"Om,,tante..."Ucap Bayu sambil mencium punggung tangan Sinta dan Antasari.
"Saya permisi dulu om,,tante.."Ucap Bayu meninggalkan mereka berempat,, menuju ke arah Nelam dan Bima berdiri.
Antasari dan Sinta tersenyum dan mengangguk.
"Hai bro...."Sapa Bayu yang menatap Bima nanar dengan menyunggingkan senyum sinis nya.
Bima hanya membalas dengan senyuman sinis juga,, tatapan mereka bertemu,,kedua bola mata mereka mengisyaratkan kekesalan di antara mereka.
"Nelam,,ayo ikut..."Ucap Bayu meraih tangan Nelam lembut dan melangkah membawa Nelam ke depan orang tuanya.
Sebelum mengikuti langkah Bayu,, Nelam menoleh ke arah Bima,,netra mereka pun bertemu,,tapi buru-buru Bima mengalihkan pandangannya dari wajah Nelam,,Nelam menunduk terlihat raut kekecewaan dan kesedihan di wajah Nelam.
Bayu mengetahui itu,,dia hanya bisa menarik napas dalam-dalam sambil membawa Nelam ke hadapan orang tuanya.
__ADS_1
"Mah,,pah,, kenalkan ini yang namanya Nelam..."Ucap Bayu kepada kedua orangtuanya sambil merangkul pundak Nelam yang berada di samping nya.
Sekilas Bayu melirik Bima,,,tampak Bima enggan melihat ke arah mereka yang pastinya membuat hati Bima sakit, dan Bima pura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Bima Mahadewa,,seberapa kuat dirimu menahan perasaan mu tapi mata mu tidak akan bisa berbohong.."Ucap Bayu dalam hati.
"Hai,,inikah yang namanya Nelam?? Cantik sekali kamu..."Ucap Mayang langsung memeluk Nelam.
" Pantas saja anak tante langsung klepek-klepek sama kamu,, padahal tante sempet frustasi,takut kalau si Bayu ternyata ga suka cewek,,apa lagi lihat si Bayu yang nempel terus sama Bima.."Ucap Mayang cuek sambil tertawa dan melepaskan pelukan nya dari Nelam.
Seketika semua orang terdiam menatap Mayang yang sedang tertawa lepas,,terlihat Nelam,Bima,, Antasari dan Sinta menahan tawa,, sedangkan Adam dan Bayu melotot ke arah Mayang.
"Ya sudah,,ayo masuk Bayu,,jeng Mayang,,mas Adam masa kita ngobrol di luar.."Ucap Sinta ramah sambil menggandeng tangan Mayang.
Antasari dan Adam mengikuti langkah Sinta dan Mayang,,Bayu menggenggam tangan jemari Nelam membawanya mengikuti langkah orang tua mereka.
"Hallo Bima,,ya ampun tambah keren aja dech kamu.."Ucap Mayang heboh dengan gaya centil nya.
Bayu menghela napas dan menggelengkan kepalanya, sedangkan Nelam berusaha menahan senyum.
"Tante Mayang juga semakin cantik dan terlihat lebih muda.."Ucap Bima tersenyum penuh kharisma sambil memasukkan ponselnya kedalam saku celananya,, kemudian mencium punggung tangan Mayang.
"Ah,,kamu bikin GR tante saja..."Ucap Mayang sambil menepuk lengan Bima.
"Mah...!!"Ucap Adam sambil melotot ke arah Mayang.
"Apa sie pah??Sama Bima saja masa cemburu??Ayo siapa yang sebenarnya cinta mati itu..??Ucap Mayang dengan muka masam.
Bayu memijit keningnya, melihat kelakuan kedua orangtuanya.
"Untung ga setiap hari ketemu mereka.."Ucap Bayu dalam hati.
"Sudah dulu dong berdebat nya,,ayo kita masuk ke dalam.."Ucap Sinta lembut sambil menggandeng tangan Mayang kedalam.
Tampak Nelam tidak keberatan dengan perlakuan Bayu,,Bima menghela napas nya,, kemudian mendekati Bayu dan Nelam.
"Ga usah pegangan terus,,ga ada ombak di sini..."Bisik Bima ketus di antara Nelam dan Bayu.
Seketika Nelam melepaskan genggaman tangan Bayu,,Bima tersenyum sinis,,saat Bayu ingin mengucapkan sesuatu Bima tanpa berdosa langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Nelam hanya menunduk sambil menggigit bibir bawahnya ,,hati nya terasa nyeri sekali melihat sikap Bima,, sedangkan Bayu hanya menyunggingkan senyum melihat pundak Bima yang sedang melangkah masuk kedalam.
"Ayo,, silahkan duduk Adam,,Mayang dan Bayu,,"Ucap Antasari saat mereka sampai di ruangan keluarga.
Mereka pun duduk semua,, mereka duduk bersebelahan dengan pasangan masing-masing kecuali Bima,,yang memilih sofa untuk satu orang saja.
"Sebentar,, kalian mau minum apa??"Ucap Sinta lembut sambil memanggil bi Sumi.
"Oranye jus boleh..."Ucap Mayang.
"Ya aku juga sama.."Ucap Adam.
"Kalau kamu Bay??Ucap Sinta sambil menatap Bayu.
"Apa saja tante.."Jawab Bayu tersenyum.
"Oke oranye jus juga ya..."Ucap Sinta tersenyum.
"Iya tante.."Ucap Bayu sambil membalas senyum Sinta.
"Papah,,Bima sama Nelam mau minum oranye jus juga???"Ucap Sinta sambil memandang ke tiga orang yang di kasihi nya.
"Iya mah boleh..."Ucap Antasari lembut.
__ADS_1
Nelam dan Bima hanya mengangguk.
"Ya udah bi,, berarti oranye jus 7,jangan lupa kue dan cemilan nya ya.."Ucap Sinta sambil memegang lengan bi Sumi.
"Siap Nyonya.."Jawab bi Sumi.
"Oh iya bi, tolong panggilkan bi Nur ya,,bilang ada orang tua nya Bayu.."Ucap Sinta lagi dengan tersenyum.
"Baik Nyonya.."Ucap bi Sumi sambil membungkuk dan melangkah menuju dapur.
"Sebentar ya,,kita tunggu kehadiran bibi nya Nelam dulu,, karena yang selama ini merawat Nelam bibi nya,,yang berperan sebagai pengganti orang tua nya.."Ucap Sinta sambil menatap Mayang dan Adam,, kemudian bergantian menatap Bayu dan Nelam.
"Iya Bayu sudah cerita semua tentang Nelam.."Ucap Mayang sambil tersenyum melihat ke arah Bayu dan Nelam.
Tak lama bi Nur muncul dan langsung di persilahkan duduk di sofa seberang Bima yang cukup untuk satu orang.
"Bi Nur,,ini kedua orang tua Bayu,,Pak Adam dan Bu Mayang.."Ucap Sinta.
"Iya pak,,bu ,,kenalkan saya bibi nya Nelam.."Ucap bi Nur sambil menganggukkan kepala kepada Mayang dan Adam.
Adam dan Mayang membalas anggukan bi Nur.
"Kita langsung saja ya,,saya pikir pasti kalian semua sudah tahu maksud dan tujuan kami datang kesini,,,kami sebagai orang tua nya Bayu ingin melamar Nelam sebagai istri Bayu dan meminta Nelam untuk menjadi menantu kami.."Ucap Adam menatap bergantian semua orang yang hadir di situ.
"Ya kami sudah tahu tujuan kalian kesini,, lamaran ini juga sudah di ucapkan Bayu,dan Nelam sendiri pun sudah memberikan jawaban.."Ucap Antasari sambil menatap Nelam yang dari tadi menunduk.
"Tapi biar lebih enak,,kita dengar lagi keputusan dari Nelam.."Ucap Antasari lagi.
"Nelam bagaimana nak??"Jawab Sinta lembut sambil menatap Nelam dengan tatapan teduh.
Nelam mengangkat wajahnya,, menatap semua orang di sekelilingnya,,saat netra nya bertemu dengan netra Bima.,,Nelam merasakan sesuatu yang sangat mengganjal hati nya,,lidah nya terasa kelu untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan kepada nya berbeda waktu Bayu yang melamarnya dulu,,mulut nya begitu lancar untuk mengiyakan lamaran Bayu.
"Nelam.."Panggil Antasari lembut membuyarkan lamunan Nelam.
"I..iya pah.."Jawab Nelam gugup.
Bayu yang memperhatikan sikap Nelam hanya bisa menarik napas sambil menatap dalam ke arah Bima.
Bima yang sadar dengan tatapan Bayu,,membalas dengan tatapan tajam pula.
"N..Nelam menerima lamaran mas Bayu.."Jawab Nelam sambil menggigit bibir bawahnya dan melirik sebentar ke arah Bima yang kemudian menatap tajam begitu menusuk ke arah Nelam setelah ucapan itu keluar dari mulut Nelam.
"Alhamdulillah,,,"Ucap semua yang hadir kecuali Bima.
Bayu menyunggingkan senyum kemenangan ke arah Bima.
"Kalau begitu,,mari kita tentukan tanggal pernikahan nya.."Ucap Mayang penuh antusias.
Tiba-tiba ponsel Bayu bergetar,,tanda ada pesan masuk.
Wajah Bayu langsung menegang dan mendadak cemas dan pucat menandakan ke khawatiran.
Bima yang melihat perubahan ekspresi wajah Bayu,,terlihat menatap Bayu penuh selidik.
****************
Pesan apa yang di terima Bayu????
Ikuti terus ya bab berikutnya.
Di jamin semakin seru.
Jangan lupa dukungan nya selalu.
__ADS_1
Vote,,like,,dan komen nya..