Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Adelio dan Adelia


__ADS_3

Bab 117


"Darah Daging Yang Di Benci"


Hari ini adalah hari pernikahan Bayu dan Laras di Bali, keluarga Mahadewa memutuskan untuk berangkat ke New York dari Bali,karena mereka ingin menghadiri dulu pernikahan Bayu dan Laras.


Sebelum berangkat ke Bali,,Nelam,Antasari,Sinta,Bayu dan Laras sempat mengunjungi Bima kembali di Lapas, suasana haru sudah pasti kembali tercipta di antara mereka,tapi ini lah kenyataan hidup yang harus mereka jalani.


Pesta pernikahan Bayu dan Laras di langsung kan di pantai kuta dengan tema island ( pulau ), tujuan pesta dengan tema island ini selain biar lebih privasi dan agar semua yang hadir di pesta pernikahan benar-benar merasakan bersatu dengan alam.


Tampak wajah dan senyum kebahagiaan menghiasi wajah mereka semua,termasuk Bima yang mendapatkan kiriman foto-foto dan video-video di pernikahan Bayu.


Tentu saja yang sangat membuat Bima bahagia,saat di kirimi foto-foto dan Video Nelam yang sedang tertawa lepas dan tersenyum bahagia dengan perut buncit nya.


Bima berdoa,semoga waktu cepat berlalu,dia ingin segera berkumpul dengan orang tuanya, Nelam dan anak mereka.


Bima membayangkan saat dia keluar dari penjara nanti,akan ada seorang anak kecil yang berlari menyambut dan memeluk nya, serta memanggil nya dengan sebutan papah,dan akan ada seorang bidadari tak bersayap di belakang anak kecil itu,,yang akan ikut menghambur ke pelukan nya.


Bima tersenyum sendiri dengan penuh kebahagiaan serta pengharapan dan doa.


Sambil menatap foto Nelam bersama Sinta,Bima pun memejamkan mata nya sambil memeluk ponsel yang terpampang dua wajah wanita yang di sayangi nya.


***********


Hari keberangkatan ke New York pun tiba, setelah berpamitan dengan Bayu dan Laras mereka pun langsung melakukan penerbangan dengan jet pribadi mereka.


Sesampainya di New York,, selain masuk ke FIT ( Fashion Institute Of Technology ),, Nelam juga mengikuti kelas bahasa dan sekolah kepribadian,tapi tentu saja dengan jadwal yang sudah di atur sedemikian rupa sehingga tidak menggangu kehamilan Nelam.


Hari-hari Nelam di New York di penuhi dengan kesibukan dengan belajar,Nelam benar-benar menikmati hari-hari nya untuk belajar dan menjaga kandungan nya,dan ikut kelas hamil juga.


Waktu kelahiran Nelam pun tiba, Nelam melahirkan anak kembar fraternal ( kembar tidak identik ) yaitu anak kembar yang tidak memiliki gen yang sama, sehingga terlahir dengan jenis kelamin nya berbeda ( laki-laki dan perempuan ).


Wajah mereka pun tidak sama,tampak bayi laki-laki itu wajah nya sangat mirip dengan Nelam,,dan bayi perempuan itu sangat mirip dengan Bima.


Kehadiran bayi kembar itu,sangat membawa kebahagiaan untuk mereka,,tapi mereka sengaja mengirimkan hanya foto bayi perempuan saja ke Bima,tentu saja karena wajah bayi perempuan itu sangat mirip dengan Bima.


Bima menangis bahagia melihat bayi perempuan nya yang wajah nya sangat mirip dengan nya.


Sekeras mungkin Bima berprilaku baik selama di Lapas dan banyak membantu memberikan pelatihan-pelatihan kepada Napi di sana,dan Bima sendiri banyak mengikuti ketrampilan-ketrampilan yang dulu di pandang rendah oleh nya.


Dia benar-benar bertekad untuk mendapatkan remisi ( pengurangan masa tahanan ).


Dengan langkah penuh semangat dan senyuman,Bima pun kembali melakukan aktivitas nya sehari-hari nya sebagai seorang Napi.

__ADS_1


********


Hari demi hari,waktu pun terus berjalan dan berganti,tak terasa sudah 4 tahun lebih mereka berada di New York,dan si kembar pun seminggu lagi akan berusia genap 4 tahun.


Mereka sudah masuk pra sekolah,, dengan kecerdasan nya si kembar sudah sangat pandai berbicara bahasa Inggris dan tentu saja bahasa Indonesia, karena jika di rumah mereka selalu di ajarkan bahasa Indonesia.


Nelam juga sudah meraih gelar Sarjana Desain ( S.Ds ).


"Nelam lusa kita akan pulang ke Indonesia..??"Ucap Antasari saat mereka selesai makan malam.,dan sedang duduk bersantai di ruang keluarga.


Tak jauh dari mereka tampak tampak dua bocah laki-laki dan perempuan sedang sibuk dengan mainan nya.


Bocah laki-laki tampak sedang asyik mengotak atik mobil mainan nya, sedangkan bocah perempuan asyik menggonta-ganti baju yang cocok untuk boneka nya.


"Tapi ini belum waktunya mas Bima bebas pah..?-?Tanya Nelam.


"Nelam tidak mau anak-anak menanyakan tentang papah nya.."Nelam berkata lagi dengan suara lirih sambil menatap dua buah hati nya yang sedang sibuk dengan mainan mereka.


"Nelam sudah berjanji kepada mereka,,saat kembali ke Indonesia mereka akan berjumpa dengan papah nya.."Nelam berkata kembali dengan tatapan sedih ke arah Antasari dan Sinta.


Antasari hanya tersenyum.


"Sebelum bertemu dengan ayah nya,biar kan mereka adaptasi di Indonesia.."Antasari berkata dengan wajah tenang.


"Atau jangan-jangan kamu ingin memulai karir di sini..???"Tanya Sinta lagi dengan wajah penuh selidik.


"Tidak mah,,bukan begitu hanya..."Nelam tidak melanjutkan kata-katanya wajah nya bersemu merah.


"Nelam hanya merindukan mas Bima.."Ucap Nelam tertunduk malu.


Antasari dan Sinta saling tersenyum dan saling melempar pandang.


"Itu alasan mu selama ini tidak mau berkomunikasi dengan Bima..??"Tanya Sinta lembut.


"Iya mah,, Nelam takut sekali tidak kuat menahan rindu dan menjadi lemah, sedangkan si kembar membutuhkan sosok Nelam yang kuat..."Nelam berkata sambil mengangkat kepalanya dan menatap Antasari dan Sinta dengan mata berkaca-kaca.


"mom,,kenapa menangis..?"Tanya bocah laki-laki yang tiba-tiba naik ke sofa dan langsung mengusap lembut air mata di wajah Nelam.


"Tidak apa-apa lio,,mommy mu menangis karena bahagia.."Ucap Antasari tersenyum gemas melihat tingkah cucu laki-laki nya.


"No,,grandfa ( grandfather ),,menangis karena sedih not bahagia..!"Ucap Lio yang bernama lengkap Adelio Bima Mahadewa dengan suara yang tegas.


Adelio artinya pangeran yang mulia,,wajah nya mirip dengan Nelam tapi suara dan sikap nya mirip sekali dengan Bima.

__ADS_1


"Bahagia lio,, mommy menangis karena haru.."Jawab seorang bocah perempuan dengan suara lembut nya langsung duduk di sebelah Nelam dan langsung memeluk tubuh Nelam,Nelam tersenyum dan langsung membalas pelukan anak perempuan itu.


"Lia sok tahu mommy..!!"Ucap Lio meminta dukungan dari Nelam.


"Lia betul sayang,,mommy menangis karena bahagia.."Ucap Nelam sambil mengusap lembut wajah Lio.


Lia yang bernama panjang Adelia Bima Mahadewa,Adelia sendiri arti nya mulia, menjulurkan lidah nya ke arah Lio saudara kembar nya.


Begitu juga Adelia wajah nya sangat mirip dengan Bima,tapi suara dan tingkah laku nya persis seperti Nelam yang penuh kelembutan.


"Sudah,, cucu-cucu Oma tidak boleh bertengkar, kalian itu bersaudara.."Ucap Sinta menatap kedua cucu nya dengan penuh kasih sayang.


"Saudara kandung grandma( grandmother ).."Ucap Lia.


"Iya Adelio dan Adelia saudara sekandung.."Ucap Sinta dengan senyum gemas.


"Terus,mommy kenapa menangis..??"Tanya Adelio yang masih ingin tahu alasan kenapa Nelam menangis.


"Karena lusa kita akan pulang ke Indonesia.."Ucap Antasari dengan senyum bahagia menatap kedua cucu nya.


"What,,,?? Indonesia,,??Tanya Adelio dan Adelia berbarengan dengan wajah tak percaya menatap bergantian kakek dan nenek nya.


Antasari dan Sinta mengangguk sambil tersenyum, kemudian mereka menatap Nelam yang berada di tengah-tengah mereka.


Dengan gugup Nelam mengangguk dan tersenyum.


Adelio dan Adelia saling menatap.


"Hore,,ke Indonesia,,kami akan berjumpa dengan daddy.."Ucap mereka yang hampir berbarengan sambil menyatukan tangan mereka.


Antasari dan Sinta sangat bahagia melihat antusias cucu-cucu mereka untuk pulang ke Indonesia dan berjumpa dengan papah mereka.


Sedangkan Nelam di balik senyuman nya,hati nya begitu gundah jika anak-anak mereka akan menemui papah nya di penjara.


********


Bagaimana kelanjutan nya saat mereka tiba di tanah air..??.


Jangan lupa ikuti terus detik-detik terakhir cerita nya.


Jangan lupa dukungan untuk novel kedua author, yang masuk dalam "You Are Writer A Season 7"


__ADS_1


__ADS_2