
Bab 53
"...Darah Daging Yang Di Benci.."
Semua orang tersentak kaget,, mendengar nama Dokter Malik di sebut Bima.
Mereka pun berdiri menatap Bima penuh tanya.
"Apa...??.Oke saya segera kesana, terimakasih pak informasi nya.."Ucap Bima sambil menutup telepon.
Tiba-tiba wajah Bima mendadak pucat,mata nya nanar menatap orang-orang di sekeliling nya, terutama Sinta dan Antasari.
"Ada apa nak???"Tanya Sinta khawatir sambil menghampiri Bima.
"Tadi polisi telepon mah,,kalau Dokter Malik melakukan percobaan bunuh diri dengan mengiris urat nadinya, dan sekarang dia sedang kritis di Rumah Sakit.."Jawab Bima sambil menundukkan wajahnya dan memijat keningnya.
"Apa???"Ucap Sinta kaget sambil menutup mulut dengan tangan nya.
Semua orang terkejut.
"Iya mah,, polisi bilang Dokter Malik ingin bertemu dengan kita.."Jawab Bima sambil menatap Sinta.
"Apa kamu bilang Wa??Om Malik kritis ???Tanya Aluna dengan mata berkaca-kaca,sambil memegang lengan Bima.
"Aluna..kamu kenal Dokter Malik..???Tanya Sinta penuh selidik sambil menatap tajam Aluna.
"D..dia.."Ucap Aluna gugup.
"Dia ayah angkat Aluna mah.."Jawab Bima sambil menatap Sinta.
"Apa..??"Mamah benar-benar tidak mengerti dengan semua ini Bim???"Ucap Sinta sedikit berteriak.
"Sudah mah..kita bahas ini nanti,, sekarang kita berangkat ke Rumah Sakit ,,takut terlambat.."Ucap Antasari mendekati Sinta dan memeluknya.
"Ayo Bima cepat.."Ucap Antasari lagi sambil menoleh ke arah Bima.
Bima pun mengangguk dan segera mengambil kunci mobil.
"Aku ikut Wa.."Ucap Aluna yang mulai terisak sambil mengikuti langkah Bima.
"Ayo Nelam,,kamu dan bi Nur ikut aku.."Ucap Bayu sambil menatap Nelam dan bi Nur.
Nelam dan bi Nur pun bergegas pergi mengikuti langkah Bayu.
******************
Sesampainya di Rumah Sakit, mereka segera menuju ruangan Dokter Malik di rawat,,tampak beberapa polisi sedang berjaga di depan pintu kamar perawatan.
"Selamat siang pak,,ada yang bisa kami bantu??"Ucap salah satu polisi berseragam.
"Saya dengan Bima Mahadewa,,tadi saya mendapat telepon dari pihak kepolisian, kalau Dokter Malik sedang kritis dan ingin bertemu dengan saya.."Ucap Bima.
"Bapak Bima Mahadewa,bapak Antasari Mahadewa,ibu Sinta dan ibu Nelam,, silahkan masuk ke dalam,, Dokter Malik sudah menunggu..."Ucap salah satu polisi yang baru keluar dari dalam kamar.
"Masuklah Nelam,,aku dan bi Nur menunggu di sini.."Ucap Bayu lembut dengan tatapan penuh kasih.
Nelam mengganguk dan tersenyum,, kemudian menyusul langkah Bima masuk ke dalam,,yang sudah tidak memperdulikan kehadiran Aluna.
"Pak,,saya Aluna,,anak angkat nya Dokter Malik,apa saya bisa ikut menemuinya??Ucap Aluna memohon dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Maaf bu,,tapi Dokter Malik tidak menyebut nama anda,, mungkin ada hal penting yang mau Dokter Malik sampaikan kepada mereka yang di dalam.."Ucap polisi sambil menatap Aluna.
"Saya mohon pak, saya ingin sekali bertemu dengan ayah angkat saya,,saya takut kalau ini yang terakhir kalinya bertemu dengan beliau,,"Ucap Aluna dengan air mata yang terus mengalir.
"Maaf bu,,ini sudah prosedur, walaupun Dokter Malik seorang narapidana,,kami menghormati hak-hak nya.."Ucap polisi lagi.
"Lebih baik ibu tunggu dulu saja, nanti saya akan sampaikan kepada Dokter Malik kalau ibu juga ingin bertemu dengan nya.."Ucap polisi lagi.
__ADS_1
Bi Nur yang simpati dengan keadaan Aluna,,segera menghampiri nya.
"Non Aluna tenang dulu,,lebih baik sekarang non duduk dulu.."Ucap bi Nur lembut sambil membawa Aluna duduk.
Aluna menuruti kata-kata bi Nur.
"Minum dulu non,"Ucap bi Nur menyerahkan sebotol air mineral kepada Aluna.
"Terimakasih bi.."Jawab Aluna sambil menerima air yang diberikan bi Nur kemudian meminumnya.
Sedangkan Bayu duduk di sebelah bi Nur sambil menyandarkan kepalanya di tembok.
****************
Sementara di dalam kamar tampak Dokter Malik terbaring tak berdaya,, dengan pergelangan tangan nya di perban,,selang infus pun sudah terpasang.
Dokter Malik menatap sendu,,saat melihat Antasari,Sinta,,Bima dan Nelam.
Mereka pun melangkah mendekati Dokter Malik.
"Bima..."Ucap Dokter Malik dengan suara lemah dengan tatapan sendu saat Bima berada di dekatnya.
"Maafkan saya Bima,,saya benar-benar tidak menyangka kalau kamu adalah anak saya walaupun saya sempat curiga""Ucap Dokter Malik menatap nanar Bima
"Kamu pasti sangat membenci saya,tapi saya sangat menyayangi kamu dari semenjak kamu dalam kandungan,, ternyata perasaan ini tidak salah,,kamu benar-benar putera saya, darah daging saya,,"Ucap Dokter Malik masih menatap Bima dengan sendu, dengan suara lemah dan air mata yang mulai keluar dari sudut matanya.
Nelam pun dengan cepat mengambil tisu dan mengusap air mata Dokter Malik.
Dokter Malik menatap nanar ke wajah Nelam.
"Terimakasih nak.."Ucap Dokter Malik sambil terus menatap nanar Nelam.
"Sama-sama om.."Ucap Nelam tersenyum lembut ke Dokter Malik.
"Bima..kamu mau memaafkan saya nak.."Ucap Dokter Malik dengan wajah sedih penuh permohonan.
"Kenyataan ini terlalu pahit dan terlalu menyakitkan,,tapi ini semua tidak bisa merubah takdir.."Ucap Bima menatap Dokter Malik.
"Sekuat apapun aku mencoba menolak semua kenyataan ini,, bagaimana pun kamu adalah ayah kandung ku,,di dalam darah ku mengalir darah mu.."Ucap Bima parau yang sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.
Sinta langsung menangis sesenggukan,, Antasari pun langsung memeluk Sinta.
Nelam juga langsung memeluk Bima yang punggung nya tampak mulai bergetar karena menangis.
"Bima,,,boleh saya memeluk mu nak .."Ucap Dokter Malik penuh tangisan sambil merentangkan tangannya ke arah Bima.
Bima menatap Nelam ,,Nelam pun mengangguk sambil tersenyum dan mengusap lembut punggung Bima.
Bima pun langsung menghambur ke pelukan Dokter Malik .
"Terimakasih nak,,."Ucap Dokter Malik memeluk dan mengelus rambut Bima.
"Ayah.."Ucap Bima lirih.
Dokter Malik yang mendengar Bima memanggil ayah..semakin deras air matanya yang keluar.
Sinta dan Nelam semakin menangis dalam haru.
Antasari pun ikut meneteskan air mata.
Bima melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata Dokter Malik.
"Sekali lagi terimakasih nak..."
"Iya ayah,aku juga minta maaf tidak pernah menengok ayah selama di penjara.."Ucap Bima berusaha tersenyum dan mengusap air matanya.
"Tidak apa-apa nak,, ayah pantas mendapatkan nya atas perbuatan yang sudah ayah lakukan kepada papah dan mamah mu.."Ucap Dokter Malik masih menangis sambil menatap Antasari dan Sinta dengan penuh rasa bersalah.
__ADS_1
"Antasari,, maafkan semua kesalahanku.."Ucap Dokter Malik dengan tangan mencoba menggapai tangan Antasari.
Antasari mengajak Sinta untuk lebih mendekati Dokter Malik.
"Aku sudah memaafkan mu,, bagaimana pun berpuluh-puluh tahun kita menjalin persahabatan,,,"Ucap Antasari menghela napas.
"Aku sudah menganggap mu seperti saudara ku sendiri Malik,, walaupun aku tahu apa yang sudah kamu lakukan pada Sinta dan aku adalah tindakan kriminal.."Ucap Antasari lagi.
"Tindakan mu sangat keterlaluan,,telah membuat aku lupa ingatan,, sehingga 25 tahun aku berpisah dari puteri ku Nelam.."Ucap Antasari lagi.menatap nanar wajah Dokter Malik yang pucat dan sayu.
"Tapi aku tahu,apa yang kamu lakukan karena cinta mu yang besar pada Sinta.."Antasari berkata sambil mengelus lembut pundak Sinta.
Sinta semakin tersedu-sedu di pelukan Antasari.
"Kamu memang lelaki yang tepat untuk Sinta,,aku benar-benar minta maaf karena sudah melukai hati kalian.."Ucap Dokter Malik dengan tatapan nanar ke Antasari dan Sinta
"Sinta maafkan aku,, karena sudah memaksa dan melukai mu.."Ucap Dokter Malik dengan suara semakin melemah.
"Ya Malik,,aku juga minta maaf karena sudah menyembunyikan identitas Bima dari mu,,karena aku tidak mau kehilangan Antasari.."Ucap Sinta dengan tangisan nya di pelukan Antasari.
"Terimakasih Antasari,,Sinta.."Ucap Dokter Malik dengan napas yang terengah-engah.
Tatapannya pun pindah ke Nelam.
"Nelam,,, maafkan om yang telah memisahkan kamu dari ayah kandung mu,,om melakukan itu karena om sangat mencintai Sinta.."Ucap Dokter Malik menatap sendu ke Nelam.
"Iya om,,Nelam sudah memaafkan om.,,"Ucap Nelam sambil menangis dan berusaha tersenyum.
"Nelam juga sangat berterimakasih,, karena om yang membantu Nelam sembuh dari depresi.."Ucap Nelam lagi sambil menggenggam tangan Dokter Malik.
"Terimakasih Nelam,,kamu anak yang sangat baik,,Sekar sudah berhasil mendidik mu.."Ucap Dokter Malik dengan tatapan sendu ke arah Nelam.
Saat suasana haru,, tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan Aluna.
"Aku mau masuk..!!.Aku mau melihat keadaan om Malik.."Suara Aluna berteriak kencang sambil berusaha menerobos masuk ke kamar perawatan Dokter Malik.,,para polisi pun menahan langkah Aluna dan memegangi tangan nya.
"Aluna.."Ucap Dokter Malik pelan dan lemah.
Dokter Malik menatap Antasari,,lewat tatapan nya, Antasari mengerti jika Dokter Malik meminta Aluna di biarkan masuk.
"Tolong, biarkan dia masuk pak,,, seperti nya Dokter Malik juga ingin berbicara dengan Aluna.."Ucap Antasari memohon kepada para polisi.
Polisi itu pun saling pandang,, akhirnya salah satu polisi memberikan kode kepada kawan nya dengan mengangguk.
Mereka pun melepaskan Aluna dan Aluna pun segera menghambur ke ranjang Dokter Malik.
Nelam, Bima, Antasari dan Sinta yang berada di dekat Dokter Malik pun bergeser memberikan ruang untuk Aluna.
Bayu yang ikut masuk pun melihat bagaimana Bima merangkul lembut pundak Nelam saat bergeser, perasaan nya seperti terbakar api cemburu,,tapi Bayu mencoba menenangkan hatinya,, karena saat ini bukan momen yang tepat untuk terbawa emosi.
"Kenapa om lakukan perbuatan bodoh ini???"Ucap Aluna yang berteriak sambil menangis dan memeluk tubuh Dokter Malik.
"Aluna., maaf kan om,,om tidak bisa menjaga mu selama ini dari perlakuan Robert.."Ucap Dokter Malik yang berusaha untuk mengelus rambut Aluna.
"Antasari,Sinta,,Aluna ini adalah anak dari Rossa.."Ucap Dokter Malik dengan napas terengah-engah.
"Apa....!!!!?-?"Ucap Antasari dan Sinta bersamaan.
********************
Cerita nya di lanjut bab berikutnya ya...
Kalau kepo ikuti terus bab nya,,di jamin seru pokoknya.
Jangan lupa Vote like dan komen
Terimakasih
__ADS_1