Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Kekecewaan


__ADS_3

Bab 105


"Darah Daging Yang Di Benci"


"Maaf kan aku Nelam..."Bima berkata sambil menatap nanar Nelam.


Air mata sudah deras membasahi wajah nya yang penuh luka pukulan,,wajah yang tampan penuh pesona dan kharismatik kini tiba-tiba menghilang saat Bima merasakan sangat takut kehilangan Nelam,,apa lagi jika Nelam benar-benar membencinya.


Rasa perih atas luka di wajah nya tidak sebanding dengan rasa takut nya menghadapi kenyataan tentang Nelam.


Nelam terlihat syok,,dia langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Bima.


"Jadi selama ini kamu menikahi ku,,hanya karena untuk menebus kesalahan mu...-??"Nelam bertanya dengan air mata yang mengalir deras di wajah nya.


"Tidak Nelam,,aku sangat tulus mencintai mu,, percayalah kepada ku...""Ucap Bima memegang bahu Nelam.


"Bohong..!!"Teriak Nelam sambil menepis kasar tangan Bima,, Nelam mundur beberapa langkah menjauhi Bima,, seolah-olah dia sangat jijik dengan Bima.


"Kalau kamu benar-benar mencintai ku,,kamu tidak akan memperkosa ku,,dan membuat aku membenci anak kandung ku sendiri..!!"Teriak Nelam lagi dengan menatap penuh kebencian pada Bima.


"Dan dengan kejam nya,,kamu sudah membunuh darah daging mu sendiri..!!!!"Nelam berteriak penuh amarah sambil menunjuk wajah Bima.


"Ini semua kecelakaan Nelam,,aku bisa menjelaskan,, maaf kan aku..."Bima berkata sambil menangis dan mendekati Nelam.


"Jangan pernah mendekati aku,,,Pemerkosa,, Pembunuh...!!Teriak Nelam histeris.


Kata-kata Nelam seketika membuat hati dan dada Bima sesak,, penyesalan itu semakin di rasakan nya.


"Maafkan aku Nelam.."Ucap Bima sambil berlutut di hadapan Nelam.


Semua orang terkejut,, kecuali Sakti yang tersenyum bahagia.


"Nelam,, tolong dengar kan penjelasan Bima nak.."Ucap Sinta tiba-tiba di iringi suara isak tangis nya,, tangan nya masih di pegang kuat oleh Sakti.


Nelam mengalihkan pandangan nya ke arah Sinta ,, tatapan yang biasa penuh kelembutan itu,,berubah menjadi tajam,,Sinta sadar jika sekarang Nelam sedang membenci nya.


"Mamah pasti sudah tahu semua ini...??Pantas saja mamah merestui pernikahan kami..!!"Nelam berkata sambil menangis terisak.


"Tidak nak,, bukan itu alasan nya,, karena mamah memang sangat menyayangi mu dengan tulus nak.."Ucap Sinta lagi dengan tangisan yang semakin terisak.


"Nelam,,mamah tidak pernah tahu tentang perkosaan itu.."Jelas Bima yang masih duduk berlutut.


Tiba-tiba terdengar suara tawa dari Sakti.


"Bima Mahadewa,, seorang pembisnis handal yang penuh pesona,,kini berlutut hanya untuk mengemis kata maaf..."Sakti berkata dengan tertawa penuh kemenangan.


"Bima mengepal kan tangannya,,dan dengan cepat Bima langsung melayangkan bogem ke arah Sakti.


Bug..


Sakti pun langsung tersungkur.


Bayu yang telah tersadar,, melihat Bima memukul Sakti,,dia pun memukul kencang anak buah Sakti yang sedang membelakangi nya dengan pas bunga,, sehingga menyebabkan anak buah Sakti itu langsung ambruk ke lantai,dan Bayu langsung merampas pistol nya

__ADS_1


Kesempatan itu juga di gunakan Bima,,Sakti yang berusaha mengumpulkan kesadaran nya akibat bogem mentah dari Bima.


Bima langsung mengambil pistol Sakti,,dan langsung dia tembakan ke kaki Sakti.


Dor...


Tentu saja suara tembakan itu membuat Nelam,, Sinta dan Laras menjerit ketakutan.


Ketiga anak buah Sakti langsung mengarahkan pistol nya ke arah Bima,,,tapi dengan cepat Bayu melepaskan tiga peluru nya langsung menembak kaki mereka.


Dor..dor..dor


Terdengar tiga kali tembakan,, ketiga anak buah Sakti pun ambruk ke lantai dengan menahan perih di masing-masing kaki mereka.


"Ternyata tidak sia-sia selama tiga tahun aku belajar menembak.."Ucap Bayu dalam hati dengan bangga nya.


Bima dengan sigap langsung mengambil pistol mereka dengan sebuah kain,,agar sidik jari para penjahat itu tidak hilang dari pistol.


Bertepatan saat itu,, datang lah Antasari beserta beberapa polisi.


( sudah kayak di sinetron belum nie?? Kalau polisi itu datang nya belakangan..he..he..he,,becanda ya,,ini hanya halu nya author saja..).


"Papah..."Sinta langsung berlari memeluk suami nya.


Polisi pun segera mengamankan Sakti dan anak buahnya,, tangan mereka langsung di borgol,,dan segera menggiring mereka untuk keluar.


Sakti dan anak buah nya berjalan terpincang-pincang sambil meringis kesakitan.


Hati Laras pilu melihat keadaan kakak nya,, Laras segera melangkah mendekati kakak nya,,tapi langkah nya tertahan saat ada tangan yang menahan nya.


"Tapi aku tidak tega melihat keadaan nya.."Ucap Laras dengan menangis tersedu-sedu.


"Kita pasti segera menemui nya sebagai saksi,,aku akan menemani mu..."Bisik Bayu lembut.


"T..tapi.."Laras akan berkata lagi tapi di potong oleh Bayu.


"Sudah jangan membantah lagi.."Bayu langsung membawa Laras ke dalam pelukannya,,dan membelai lembut rambut Laras.


Tangis Laras semakin tersedu-sedu,, tatkala dia merasakan kehangatan dada bidang Bayu,, rasanya dia seperti merasakan sedang di peluk oleh kakak nya Sakti.


Kakak nya Sakti akan selalu memberikan pelukan hangat nya pada Laras,,jika adik nya itu sedang sedih,,apa lagi saat mereka harus kehilangan kedua orang tua nya dan Laras tidak pernah berhenti menangis.


"Pak Antasari,,pak Bima,,pak Bayu dan semuanya,,saya harap kalian segera ke kantor polisi untuk membuat laporan sebagai korban dan saksi.."Ucap salah satu petugas polisi.


"Baik pak,,kami akan segera kesana,, terimakasih.."Ucap Antasari yang masih memeluk istrinya yang masih saja terus menangis.


Polisi itu mengangguk.


"Kalau begitu,, silahkan bapak dan ibu keluar dari TKP,,karena kami akan segera memasang police line.


"Baik pak.."Ucap Antasari sambil melangkah membawa Sinta keluar.


"Maaf pak,,kami terpaksa menembak kaki penjahat itu.."Ucap Bayu.

__ADS_1


"Silahkan nanti bapak bahas ini di kantor ya pak.."Jawab salah satu polisi.


"Baik pak.."Ucap Bayu.


Polisi itu hanya mengangguk,, kemudian Bayu melangkah keluar sambil merangkul Laras yang sedang menangis seperti Sinta.


Sedangkan Nelam sudah menghentikan tangisannya,,air mata nya seolah mengering, setelah mendengar kenyataan pahit yang sangat menyakiti hati nya.


Trauma dan luka lama yang berusaha Nelam kubur sebagai masa lalu yang kelam,,kini terbuka lagi,,dan luka itu justru semakin dalam saat harus mengetahui kalau seseorang yang membuat hidup nya hancur adalah orang yang sangat di cintai nya,,yang kini berstatus sebagai suami nya,, bahkan ayah dari calon bayi nya.


Bima memegang pundak Nelam,,tapi dengan kasar Nelam kembali menepis tangan Bima,,tanpa menoleh sedikit pun ke arah Bima, Nelam melangkah keluar sambil berlari.


"Nelam tunggu.."Teriak Bima mencoba mengejar Nelam.


Antasari,,Sinta,,Bayu,,dan Laras terperanjat kaget mendengar teriakan Bima dan melihat Nelam berlari.


Nelam langsung menghentikan taksi yang kebetulan lewat di depan nya,, dan segera masuk ke dalam taksi tersebut.


Bima ingin langsung masuk ke mobil nya untuk mengejar Nelam,,tapi tangan nya di tahan oleh Antasari.


"Biarkan Nelam sendiri dulu,, menenangkan hati nya,, semakin kamu kejar,,dia akan semakin menjauh dari mu.."Antasari berkata sambil menatap tajam wajah Bima yang penuh luka pukul.


"Apa papah sudah tahu semua..??"Tanya Bima dengan hati yang berdebar.


"Kita akan membahas ini setelah urusan di kantor polisi selesai.."Ucap Antasari yang langsung mengajak Sinta ke dalam mobil,,dan mobil Antasari langsung melaju membelah jalan raya.


Bima hanya tertegun memandang kepergian mobil kedua orang tua nya.


"Lo baik-baik saja bro.."Ucap Bayu sambil menepuk pelan pundak Bima.


Bima menghela napas sambil menundukkan wajahnya.


"Kita ke kantor polisi bareng aja bro,,gw khawatir sama keadaan Lo.."Ucap Bayu dengan tatapan penuh khawatiran.


"Tenang Bay,,gw ga pa pa,,gw bisa sendiri.."Bima berkata sambil mengangkat wajah nya menatap Bayu.


"Yakin..??"Tanya Bayu lagi.


Bima mengangguk sambil memaksakan senyum nya.


"Oke,, kalau begitu kita berangkat sekarang,, hati-hati bro,,kalau ada apa-apa langsung hubungi gw..."Ucap Bayu sambil kembali menepuk pelan pundak Bima.


"Oke,,thanks bro.."Dengan senyum yang di paksa Bima berkata sambil meninju pelan bahu Bayu.


Bayu mengangguk,, kemudian mengajak Laras masuk ke dalam mobil,,Bima pun masuk ke dalam mobil,,mobil mereka pun melaju membelah jalan raya menuju kantor polisi.


************


Bagaimana kelanjutan rumah tangga Bima dan Nelam..???


Apakah Nelam akan memaafkan Bima..???


Ikuti terus ya cerita akhir yang semakin seru.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke novel terbaru author.



__ADS_2