
Bab 111
"Darah Daging Yang Di Benci "
Saat Bima dan Bayu asyik mengobrol,, tiba-tiba Nelam datang bersama Sinta.
Mereka langsung kaget dengan kehadiran Nelam,, seketika mereka berdua langsung berdiri menatap Nelam,, yang masih terlihat pucat.
"Nelam..."Panggil Bima lirih.
"Aku kesini ingin bertemu dengan Laras.."Nelam berkata sambil menatap bergantian Bima dan Bayu.
Saat Bayu ingin menjawab...
"Maaf pak Bayu,,bu Laras sudah sadar.."Ucap seorang perawat yang di tugaskan Bayu untuk menjaga Laras.
"Baik,,saya akan segera menemui Laras.."Jawab Bayu.
Sang perawat pun mengangguk dan melangkah kembali menuju kamar Laras.
"Ayo Bim,, Nelam,,tante,,kita temui Laras.."Ajak Bayu.
"Sorry Bay,,gw harus pergi sekarang..."Bima berkata dengan raut wajah nya yang sedih.
"Harus sekarang kah bro...??"Tanya Bayu menatap nanar sahabat nya.
"Lebih cepat,,lebih baik..."Jawab Bima sambil mengangguk.
"Kamu mau kemana nak...??"Tanya Sinta menatap sendu wajah Bima.
"Ada tanggung jawab yang harus Bima selesaikan mah .."Bima berkata sambil menghampiri Sinta dan langsung memeluknya.
"Tolong do'akan Bima mah,,jaga kesehatan dan jaga diri mamah baik-baik.."Ucap Bima parau sambil melepaskan pelukan nya.
"Do'a mamah selalu menyertai mu nak..."Sinta berkata sambil mengelus lembut wajah Bima,,dan mata nya mulai berkaca-kaca.
"Jangan menangis mah,,biar Bima ringan untuk melangkah ke depan.."Ucap Bima menghapus air mata Sinta.
"Iya sayang..."Ucap Sinta berusaha menahan air matanya.
Bima pun meraih tangan Sinta,, kemudian mencium punggung tangan nya.
Sinta mengelus lembut rambut Bima,, Nelam dan Bayu menatap sendu ke arah Bima dan Sinta,, buliran air mata yang di tahan nya pun langsung lolos dengan sempurna di wajah mulus nya.
Setelah mencium tangan Sinta,,Bima mengalihkan pandangannya ke arah Nelam,,dan netra mereka pun bertemu.
"Nelam,,sekali lagi aku minta maaf.."Ucap Bima menatap nanar Nelam.
"Aku akan segera mempertanggung jawabkan perbuatan ku.."Bima berkata tanpa melepaskan pandangannya ke wajah Nelam.
Nelam hanya bisa menunduk,,dia tidak mampu lagi menatap mata Bima,,mata yang mampu menggetarkan setiap detak jantung nya.
"Nelam,,bolehkah aku mencium anak ku..??"Tanya Bima sedikit ragu.
__ADS_1
Nelam mengangkat kepalanya,,dan menatap Bima,,netra mereka pun kembali bertemu.
Nelam hanya mengangguk,,Bima pun tersenyum bahagia,, berlahan dia mendekati Nelam,, kemudian berjongkok,, mensejajarkan tubuh nya dengan perut Nelam,, yang sudah mulai terlihat buncit.
Bima mengelus perut Nelam sambil tersenyum bahagia.
"Sayang,, baik-baik di perut mamah ya,, maafkan papah yang tidak bisa melihat tumbuh kembang mu disini.."Ucap Bima sambil terus mengelus perut Nelam.
"Maafkan papah jika papah tak ada saat kamu terlahir ke dunia,,tapi papah janji,,suatu hari nanti papah pasti akan menemui mu dan kita akan berkumpul lagi menjadi keluarga yang utuh.."Ucap Bima lagi dengan suara sangat parau.
Nelam sudah mulai terisak,,begitu juga Sinta,, Bayu hanya mampu memejamkan mata nya, menahan kesedihan melihat kondisi sahabat nya.
Nelam tiba-tiba merasakan perut nya sedikit agak kencang,,dia meringis sesaat.
Bima yang berjongkok,, menatap nanar wajah Nelam.
"Sayang,,kamu ga boleh nakal dan nyusahin mamah,, kasihan tuh mamah.."Ucap Bima sambil mengelus kembali perut Nelam.
Seketika perut Nelam langsung membaik,,Bima menatap kembali wajah Nelam yang sudah terlihat tidak sakit.
"Jadi anak yang baik ya sayang,,kita pasti akan berkumpul lagi.."Bima berkata sambil mencium kembali perut Nelam.
Bima pun kembali berdiri.
"Jaga dia untukku.."Ucap Bima menatap nanar Nelam.
Nelam tidak kuasa membalas tatapan Bima,, dia kembali menunduk kan wajah nya dengan air mata yang terus mendesak keluar dari sudut mata nya.
Bima menarik napas nya dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.
"Aku sangat berharap,,kamu akan menunggu ku Nelam.."Ucap Bima lagi masih dengan tatapan nanar nya ke arah Nelam.
Nelam memberanikan diri menatap wajah Bima.
"Kami di sini pasti akan menunggu mu,, cepat lah kembali untuk kami.."Ucap Nelam berusaha tersenyum di sela-sela air mata yang mengalir di pipi nya.
"Terimakasih Nelam,,aku janji akan segera menemui kalian..."Bima berkata dengan binar penuh kebahagiaan.
Perkataan Nelam seakan-akan mood booster untuk nya,,dia semakin semangat untuk melaporkan diri nya ke polisi.
Apa pun jenis kelamin anak nya nanti,,Bima berjanji untuk tidak mengajarkan nya sebagai seorang pembohong dan pengecut.
"Kalau begitu aku ke kantor polisi sekarang.."Ucap Bima menatap bergantian Nelam,,Sinta dan Bayu.
Sinta kembali memeluk Bima.
"Aku titip Nelam dan anak ku mah.."Ucap Bima sambil melepaskan pelukan Sinta,,dan mencium kening mamah nya.
"Iya sayang,pasti mamah akan menjaga mereka,,dan do'a mamah selalu bersama mu.."Ucap Sinta membelai lembut wajah Bima.
"Terimakasih mah.."Ucap Bima.
Kemudian Bima kembali menatap Nelam.
__ADS_1
"Aku pamit.."Ucap Bima pada Nelam.
"Iya mas,, mohon maaf aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mu mas.."Nelam berkata sambil tersenyum menatap Bima.
"Do'a mu lebih berarti dari apa pun,,dan itu yang paling ku harap dan butuhkan..."Bima membalas senyum Nelam.
"Senyuman mu,, benar-benar menghipnotis ku dan mengalihkan dunia ku Nelam.."Ucap Bima dalam hati.
"Nanti gw akan nyusul ke kantor polisi bro,, untuk memberikan kesaksian.."Ucap Bayu sambil menepuk pelan pundak Bayu,,membuat Bima tersadar dari lamunannya.
"Santai aja Bay,,Lo urus Laras dulu,,lebih penting karena menyangkut masa depan Lo..Ucap Bima membalas tepukan di pundak Bayu.
"Tenang bro,, kalau gw nikah sama Laras pasti Lo orang pertama yang gw kasi tahu.."Ucap Bayu tersenyum.
"Oke,,semoga Lo bahagia bersama Laras.."Ucap Bima sambil menepuk kembali pundak Bima.
"Thanks bro.."Jawab Bayu.
Bima pun membalikkan tubuh nya,, dengan langkah pasti dia pun meninggalkan rumah Bayu,, mereka bertiga hanya bisa menatap punggung Bima.
"Ayo tante,, Nelam kita temui laras,,,"Ajak Bayu.
Nelam dan Sinta pun mengikuti langkah Bayu.
Sesampainya di dalam kamar,, tampak Laras sudah sadar,,dan duduk di sandaran ranjang.
"Laras.."Panggil Nelam
"Nelam...kak Sakti sudah...."Ucap Laras yang menangis kembali di pelukan Nelam.
"Iya Laras,,aku turut berdukacita.."Ucap Nelam mengelus lembut punggung Laras yang sedang menangis.
"Maafkan aku,,karena aku,,kakakmu jadi bunuh diri.
"Tidak Nelam,,itu.sudah takdir hidup kak Sakti.."Ucap Laras melepaskan pelukan nya sambil menatap Nelam.
"Terimakasih Laras.."Nelam berkata sambil menghapus air mata Laras.
"Tante juga turut berdukacita Laras atas meninggalnya Sakti kakak mu.."Ucap Sinta menggenggam tangan Laras.
"Terimakasih banyak Tante.."Laras berkata sambil memeluk Sinta.
"Laras.."Panggil Bayu lirih
"Dengan di saksikan Sinta dan Nelam,,,a..aku akan melamar mu Laras ,,mau kah kamu menjadi istriku.."
******
Maaf ya baru up malam-malam.
Jangan lupa novel kedua author
__ADS_1