
Bab 92
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Proses pemakaman berjalan haru dan penuh kesedihan,, Nelam terus menangis di pelukan Bima.
Sampai akhirnya jenazah bi Nur di turunkan ke liang lahat,,adzan dan Iqamah pun di kumandang kan oleh Bima.
Nelam yang kini sedang berada dalam rangkulan Antasari,,begitu tersentuh saat mendengar alunan suara adzan dan Iqamah yang di kumandang kan Bima.
Akhirnya jenazah bi Nur pun tertutup sempurna dengan tanah merah beserta batu nisan yang menghiasi makam nya.
Doa yang di pimpin oleh ustadz pun membuat suasana semakin haru,, sampai akhirnya prosesi pemakaman pun selesai.
Nelam masih menangis pilu di pelukan Bima.
"Sayang,,kita pulang sekarang ya..."Ucap Bima lembut mengelus punggung istrinya.
Nelam mengangguk sambil mengusap nisan bi Nur,, sebelum meninggal kan pemakaman mereka menyempatkan diri untuk melihat makam Sekar dan Yusuf.
Air mata tak henti nya terus mengalir,,Bima juga merasakan sesak di dadanya.
************
Sore hari mereka sudah berada di kediaman Antasari,,Bima dan Nelam memutuskan menginap selama tiga hari di rumah inti keluarga Mahadewa sekaligus malam tahlil bi Nur.
Setelah tahlilan malam pertama mereka kumpul di ruang keluarga.
"Mah,,pah,, Nelam berencana jika rumah bi Nur mau Nelam bangun panti asuhan,, sebagai mana amanah dari bi Nur,,saat dulu kami masih tinggal di sana..."Ucap Nelam menatap Antasari dan Sinta.
"Ya kalau memang itu amanah dari Almarhumah segera lakukan,,papah juga akan menambah lahan di sana agar panti asuhan itu lebih besar.."Ucap Antasari menatap bergantian Bima dan Nelam.
"Kami juga akan menjadi donatur tetap di sana.."Ucap Sinta tersenyum.
"Terimakasih pah,,mah.."Ucap Nelam dengan mata berbinar bahagia.
"Bagaimana menurut mu mas..??"Tanya Nelam pada Bima yang berada di samping nya.
"Apa pun keputusan mu,,aku akan selalu mendukung mu sayang.."Ucap Bima sambil menggenggam tangan Nelam dan menatap lembut wajah istrinya.
"InsyaAllah aku juga akan membantu pembangunan dan berjalan nya panti asuhan itu.."Ucap Bima lagi.
"Terimakasih banyak mas.."Ucap Nelam membalas tatapan dan genggaman tangan suaminya.
"Kalau begitu,,kita istirahat sekarang,,besok pagi kita akan ke rumah almarhumah untuk mengecek lahan nya,agar segera secepatnya melaksanakan amanah nya mendirikan panti asuhan secepatnya.."Ucap Antasari sambil bangkit dari duduknya dan segera di ikuti oleh Sinta.
Bima dan Nelam mengganguk,, dan ikut bangkit dari duduk mereka,, akhirnya mereka melangkah kan kaki ke kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
Di dalam kamar tampak Bima baru keluar dari kamar mandi,, sedangkan Nelam sedang duduk di meja rias sambil membersihkan wajah nya.
Bima duduk di tepi ranjang,,sambil menatap dalam wajah Nelam dari pantulan cermin meja rias.
Nelam yang menyadari tatapan suami nya tersenyum manis,, kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menghampiri suami nya.
"Kenapa menatap aku seperti ini mas..???"Ucap Nelam sambil duduk di samping suami nya.
"Aku bahagia melihat mu sekuat ini sayang.."Ucap Bima menggenggam tangan istrinya dan menatap nya lekat wajah dan mata nya.
"Jujur aku takut sekali saat melihat mu harus kehilangan lagi orang yang sangat kamu sayangi dan sangat berarti dalam hidup mu.."Ucap Bima dengan tatapan yang sendu sambil mengelus lembut wajah istrinya.
"Jika aku terpuruk apa lagi sampai depresi seperti dulu,,pasti bi Nur akan sedih mas.."Ucap Nelam tersenyum.
"Bi Nur selalu ingin aku menjadi wanita yang kuat dan tidak cengeng mas.."Ucap Nelam lagi sambil memegang lengan Bima yang berada di wajahnya.
"Menjadi wanita yang kuat menjalani hidup,,tapi tetap menjadi pribadi yang lembut,,apa lagi jika sudah berduaan dengan suami..."Bisik Bima lembut di telinga Nelam,,yang membuat bulu-bulu halus Nelam berdiri karena sapuan napas Bima yang menerpa telinga dan leher nya.
Seketika Nelam merasakan tenggorokan tercekat,, jantung nya berdegup kencang.
"Berlahan Bima menyibakkan rambut Nelam yang menutupi lehernya,, dengan pelan penuh kelembutan Bima mencium telinga dan leher Nelam,,yang membuat Nelam kegelian.
Sentuhan Bima di leher nya,, membuat Nelam merasakan sesuatu seperti aliran listrik yang membuat aliran darah nya sejenak berhenti,, sentuhan itu seperti memberi sensasi yang berbeda pada diri Nelam.
Ciuman Bima pun pindah ke bibir Nelam,, entahlah saat ciuman itu semakin dalam dan lebih menuntut,, bayangan malam perkosaan dan kecelakaan Yusuf saat ini tidak terbayang di mata Bima.
Malam ini hampir sebulan pernikahan mereka,,baru lah mereka merasakan malam pertama,, walaupun Bima sadar kalau ini bukan yang pertama untuk mereka.
Tapi kejadian itu hampir 8 tahun berlalu,,bagi nya rasa Nelam seperti rasa saat dia merenggut kesucian Nelam,, begitu pun Nelam awal nya dia merasakan sakit,, tapi sakit yang di rasakan ini berbeda waktu malam pertama di mana dia terpaksa menerima sentuhan dari seorang laki-laki.
Karena Bima melakukan nya dengan penuh kelembutan dan cinta,,dan Bima suami nya yang halal dan dengan ikhlas dia memberikan dirinya seutuhnya untuk suami nya.
Akhirnya mereka melewati malam ini dengan penuh kebahagian dan cinta mereka.
**************
Keesokan hari nya,,Bima,, Nelam,, Antasari dan Sinta bersiap-siap menuju rumah bi Nur.
Antasari sudah menghubungi beberapa anak buah nya untuk segera ikut menuju rumah bi Nur,, karena Antasari ingin segera melaksanakan amanah dari Almarhumah.
Sesampainya di sana,, tampak anak buah Antasari sudah tiba.
Nelam menatap rumah bi Nur,, rumah yang penuh kenangan bagi nya.
Rumah yang di jadikan nya tempat tinggal di saat Nelam dan almarhumah ibu nya terpuruk,, karena di usir dari tempat kelahiran nya.
Rumah yang menjadi saksi putera nya Yusuf tumbuh menjadi anak yang tampan,,lucu dan menggemaskan.
__ADS_1
Tidak terasa mata Nelam berkaca-kaca ,,dan air mata pun mulai membasahi wajah Nelam,,Bima langsung membawa tubuh istrinya ke pelukan nya.
"Sayang,,kamu baik-baik saja..??Tanya Bima sambil mengelus punggung Nelam dan mencium kepala Nelam yang tertutup hijab.
"Iya mas,,aku baik-baik saja.."Ucap Nelam sambil mengusap air matanya.
"Menangis lah sayang,,kalau kamu ingin menangis..."Ucap Bima melepaskan pelukan nya dan membantu Nelam mengusap air matanya.
"Tidak mas,,aku harus kuat..."Ucap Nelam yang berusaha tersenyum.
"Nelam,,sini sayang sama mamah.."Ucap Sinta sambil menggandeng tangan Nelam masuk ke rumah bi Nur.
Mereka masuk ke dalam rumah bi Nur,, rumah bi Nur tampak bersih,, karena Bima membayar salah satu tetangga di sini untuk membersihkan rumah bi Nur,, karena Bima tahu rumah ini sangat berarti untuk Nelam.
Nelam menatap sekeliling dalam rumah,, tidak ada yang berubah dari semenjak dia dan bi Nur tinggal kan,, letak barang-barang dan kasur pun tidak berubah,, karena memang Bima menyuruh membersihkan saja dan melarang untuk merubah letak benda satu pun di dalam rumah ini.
"Kenapa rumah ini bersih dan tidak berubah,, apakah papah atau mas Bima membayar orang untuk menjaga dan membersihkan rumah ini..??"Tanya Nelam sambil berbisik ke Sinta.
"Seperti nya.."Ucap Sinta dengan berbisik juga.
Nelam hanya manggut-manggut sambil melirik ke arah Bima dan Antasari yang sedang berbicara dengan serius kepada anak buah sekaligus pekerja yang di percaya mereka untuk membangun panti asuhan.
Ternyata Bima sudah membeli lahan tanah kosong yang berada di samping rumah bi Nur,,agar panti asuhan itu menjadi lebih besar.
Sedangkan bangunan rumah bi Nur tidak di bongkar,,tapi akan di jadikan satu dengan bangunan panti,,begitu juga barang-barang yang berada di dalam rumah bi Nur di biarkan untuk menjadi kenangan Nelam.
Nelam yang mengetahui itu sangat bahagia,,dia langsung memeluk dan mengucapkan terimakasih kepada papah dan suami nya.
Bima dan Antasari juga berniat akan merenovasi musholla yang berada di sana menjadi sebuah masjid yang besar.
Tentu saja itu membuat Nelam semakin bahagia.
"Benar kata mu bi,, kalau kita harus ikhlas menerima takdir hidup,, karena akan ada hikmah di balik semua ujian yang kita lalui.."Ucap Nelam dalam hati sambil tersenyum bahagia.
Tanpa mereka sadari ternyata ada seseorang yang mengikuti dan memperhatikan kegiatan mereka.
*************
Hmmm,,tahu ga siapa orang itu???
Up nya ga usah banyak-banyak ya.
Terimakasih yang sudah menjadi pembaca setia cerita ini.
Salam sehat selalu buat kalian.
Jangan lupa dukungan,, Vote, like dan komen nya.
__ADS_1
Terimakasih.