
Bab 119
"Darah Daging Yang Di Benci "
Mobil Yang di kendarai Beni dan Bima tiba di sebuah area pemakaman.
Bima sudah berniat saat keluar dari penjara,dia akan langsung datang ke makam putra nya Yusuf,,yang selama ini tidak pernah dia tahu kehadiran nya, bahkan wajah nya pun hanya dia bisa lihat dari foto.
Tapi Bima merasa kecewa, harapan nya saat keluar menghirup udara bebas,yang ingin di lihat nya adalah orang-orang terkasih nya.
Bima fokus melihat sebuah foto,, seorang gadis kecil yang sangat cantik dan lucu wajah nya sangat persis seperti diri nya
"Apa Nelam begitu benci ya sama aku..??Sampai nie anak mirip sekali dengan ku..??Tanya Bima sambil mengelus foto Adelia.
"Bukan tuan,,itu karena Nyonya Nelam sangat mencintai tuan..."Jawab Beni.
"Masa om...?Tapi kenapa Nelam tidak pernah menghubungi aku ya..?Tanya Bima.
"Pasti Nelam semakin cantik,,apa lagi sekarang dia sudah lulus kuliah desain.."Bima berkata sambil memejamkan mata membayangkan seperti apa wajah Nelam sekarang.
"Apa om Beni tahu seperti apa wajah Nelam sekarang...??"Tanya Bima menatap wajah Beni yang berada di samping nya,, karena Bima memilih duduk di samping Beni yang menyetir.
"Tentu saja tuan,, beberapa kali saya sempat bertemu dengan Nyonya Nelam.."Ucap Beni santai.
"Oh ya,, seperti apa Nelam ku sekarang om..?"Tanya Bima penuh antusias menatap Beni.
"Pokoknya kalau tuan bertemu Nyonya,,pasti tuan tidak menyangka kalau dia istri tuan.."Ucap Beni dengan ekspresi yang membuat Bima semakin penasaran.
"Istri..??"Tanya Bima.
"Iya menurut hukum agama tuan dan Nyonya memang sudah bercerai,,tapi pernikahan tuan dan nyonya masih tercatat di kantor catatan sipil, karena di antara kalian berdua belum ada yang menggugat cerai..."Beni memberikan penjelasan.
"Berarti kami masih berstatus suami istri..??"Tanya Bima menatap Beni.
"Iya,tapi tuan dan nyonya harus menikah dulu secara agama,, karena hukum agama itu yang paling sah di mata Allah.."Jelas Beni.
Bima manggut-manggut mendengar kan penjelasan Beni.
"Apa lagi tuan Bima sudah menjatuhkan talak pada nyonya Nelam,,setahu saya jika 3 bulan berturut-turut suami tidak memberikan nafkah lahir batin kepada istri nya,, menurut hukum kita sebagai muslim itu sama juga sudah jatuh talak,,apa lagi Nyonya yang benar-benar di talak dengan kata-kata yang jelas,,dan waktu tidak bertemu pun sudah bertahun-tahun..."Jelas Beni lagi.
"Kalau tuan mau lebih mengerti,,kita tanya pada ahli nya,, tuan juga bisa mencari tahu dengan membaca permasalahan tentang talak.."Beni terus memberikan penjelasan pada Bima.
"Ternyata pengetahuan om Beni lumayan juga ya.."Ucap Bima santai.
__ADS_1
Beni hanya nyengir mendengar perkataan Bima.
"Oke om,, terimakasih penjelasan om benar-benar jadi mood booster buat aku.."Ucap Bima penuh semangat.
Beni langsung terdiam,,seumur hidup dia kenal dengan seorang Bima Mahadewa baru kali ini dia mendengar Bima mengucapkan terimakasih,,dan mudah sekali untuk tersenyum.
"Nelam benar-benar wanita hebat,dia sudah bisa merubah seorang Bima Mahadewa,,lelaki angkuh dan arogan tapi memiliki sejuta pesona bagi kaum wanita.."Ucap Beni dalam hati.
"Om,,saya mau ziarah ke makam putra saya Yusuf dan mamah Sekar,,apa om mau ikut turun..??"Tanya Bima menatap Beni.
"Hmm.."Beni tampak ragu untuk menjawab.
"Oh ya om ada janji sama klien,,kalau begitu om tinggal saja,biar saya naik taksi.."Ucap Bima.
"T..tapi tuan.."Balas Beni merasa tidak enak kepada Bima.
"Santai saja om,,saya tidak apa-apa,, Assalamualaikum.."Bima berkata sambil mencium punggung tangan Beni,,dan segera turun dari mobil.
Beni terperangah,dia benar-benar tidak percaya bahwa Bima barusan mencium punggung tangan nya.
"Benar-benar berita bahagia.."Ucap Beni langsung menelpon seseorang,, menceritakan tentang sikap Bima yang berubah drastis dengan wajah penuh senyuman.
Bima melangkah kan kaki nya menuju area pemakaman, hampir 5 tahun Bima tidak ziarah tapi dia masih hapal di mana letak makam Yusuf dan Sekar,, tampak makam mereka bersih dan terawat,, karena keluarga Mahadewa sudah membayar orang untuk merawat makam mereka.
"Maafkan papah tidak membawa kan mu bunga,tapi papah membawa kan mu doa nak.."Ucap. Bima dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Bima pun dengan khusyu membacakan doa untuk Yusuf dan Sekar.
********
Where are we going mom.."Ucap Lia saat mereka berada di area pemakaman.
"Kita akan menjenguk kakak kalian..."Ucap Nelam lembut dan tersenyum.
"What...???"Ucap si kembar bersamaan.
"Do we have a brother..??"Tanya Adelio.
"Iya kalian berdua mempunyai seorang kakak laki-laki,,tapi ini tempat peristirahatan kakak kalian.."Ucap Nelam lembut.
"Is Our brother dead..?Tanya Adelio lagi sambil mengerutkan keningnya.
Nelam hanya mengangguk tidak menjawab,,tampak dia menahan air matanya.
__ADS_1
"Lio dan Lia,, Kalian mempunyai seorang kakak laki-laki, karena sudah meninggal,jadi dia berada disini.
"Uwa..."Tiba-tiba Lia menangis.
"Lia takut makam..."Sinta berkata sambil memeluk Sinta.
"Jangan menangis,apa kalian tidak ingin berjumpa dengan daddy...??"Tanya Sinta.
"Daddy..?"Tanya Lio
"Iya sayang,,ayo kita bertemu Daddy kalian..."Ucap Antasari sambil menggendong Adelia, sedangkan tangan sebelah nya menggandeng Adelio.
Sinta berjalan di belakang bersama Nelam,saat mereka semakin dekat dengan makam Yusuf, tampak seorang pria sedang bersimpuh dan menunduk,,dan tampak punggung nya yang naik turun dari belakang menandakan jika lelaki itu sedang menangis.
Mereka semakin dekat berjalan ke arah lelaki itu,Nelam merasakan jantungnya berdegup kencang,apa lagi saat langkah mereka sudah berada dekat dengan lelaki itu
Karena terlalu khusyuk nya berdoa sampai menangis,lelaki yang tidak lain adalah Bima itu tidak menyadari kehadiran orang-orang di belakang nya.
"Putra ku..."Ucap Sinta lembut menyentuh pundak Bima.
Seketika Bima terperanjat kaget,,dia langsung menghapus air mata nya dan menoleh ke arah seseorang yang suara nya sangat di kenal nya.
"Mamah.."Ucap Bima langsung memeluk Sinta sambil menangis.
"Mamah merindukan mu nak.."Ucap Sinta membalas pelukan Bima.
"Bima juga rindu sama mamah,,mamah apa kabar..??"Tanya Bima melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata di pipi Sinta.
"Alhamdulillaah,, mamah baik sayang.."Ucap Sinta tersenyum.
"Apa kamu tidak merindukan papah Bim...?"Antasari berkata saat tepat di belakang Bima.
"Papah.."Bima langsung memeluk Antasari.
Saat Bima memeluk Antasari,,dia melihat seorang wanita cantik yang sangat di rindukan nya, sedang menggandeng tangan dua malaikat kecil yang berada di sisi kiri dan kanan nya.
********
Lanjut besok ya...
InsyaAllah besok "Darah Daging Yang Di Benci" besok menuju bab terakhir.
Jangan lupa mampir dan beri dukungan sebanyak-banyaknya buat novel kedua author yang ikut lomba dalam "You Are Writer Season 7"
__ADS_1