
Bab 99
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Bima tidak merasakan apa-apa di kaki nya,,kaki nya seperti mati rasa.
"Mah,,pah..."Ucap Bima menatap kedua orangtuanya.
Antasari dan Sinta saling melempar pandang.
"Sayang,,kamu tenang dulu ya.."Sinta berkata lembut sambil duduk di samping Bima dan mengelus lembut pundak Bima.
"Kaki aku kenapa mah..? kenapa tidak bisa di gerakkan dan aku tidak merasakan apa-apa..???Bima berteriak menatap tajam Sinta
Sinta tidak bisa berkata apa-apa,,dia langsung menangis tersedu-sedu sambil memeluk Bima.
"Mah,,jawab mah..!!!???"Teriak Bima lagi sambil melepaskan diri dari pelukan Sinta.
"Pah,,,katakan apa yang terjadi pada kaki ku...??Bima berteriak sambil menatap tajam Antasari.
Tiba-tiba pintu kamar perawatan Bima terbuka,, tampak Dokter dan perawat masuk ke dalam dan menghampiri Bima.
"Maaf pak Bima,, biarkan kami memeriksa pak Bima dulu,,baru saya akan menjelaskan keadaan pak Bima.."Ucap Dokter saat sampai di dekat Bima.
Bima tidak menjawab tatapan nya begitu tajam dan dingin.
Dokter di bantu perawat memeriksa Bima,, sekitar 20 menit.
"Pak Bima,,tenang dulu,,saya akan menjelaskan keadaan pak Bima.."Ucap sang Dokter dengan suara begitu tenang setelah memeriksa Bima.
"Apa yang terjadi dengan kaki saya Dok.."Bima berkata dengan suara dingin dan tatapan tajam ke arah Dokter.
"Begini pak Bima,,saat kecelakaan,,tubuh pak Bima menghantam bahu jalan dengan keras yang membuat pak Bima mengalami cedera tulang belakang, sehingga mempengaruhi sel saraf di kaki pak Bima,,dan menyebabkan kaki pak Bima tidak bisa di gerakkan.."Dokter menjelaskan dengan penuh hati-hati.
"Maksud Dokter saya mengalami kelumpuhan...??""Tanya Bima sinis.
Dokter menghela napas.
"Tapi pak Bima tidak perlu khawatir,, karena kelumpuhan yang pak Bima alami hanya bersifat sementara,,kita akan melakukan pengobatan secara intens dan kita akan melakukan terapi dan latihan pak Bima.."Jelas Dokter masih dengan suara yang terdengar tenang.
"Tapi pak Bima harus sabar,, karena memulihkan kaki yang lumpuh tidak instan.."Jelas Dokter lagi.
"Apakah kaki Bima bisa di operasi..??"Tanya Antasari.
"Bisa pak Antasari,,kita akan melakukan operasi transfer saraf,,tapi operasi transfer saraf itu baru ada di Australia pak.."Ucap sang Dokter.
__ADS_1
"Baik kalau begitu Dok,, segera siapkan keberangkatan kami ke Australia,, hubungi Dokter terbaik di sana.."Ucap Antasari.
"Baik pak,,saya akan segera menghubungi pihak rumah sakit di Australia dan menghubungi Dokter operasi terbaik di sana.."Ucap Dokter menatap bergantian Antasari,,Bima dan Sinta.
Tampak Sinta yang terus menangis,, sedangkan Bima dia hanya diam seribu bahasa,, tatapan nya begitu dingin,, tiba-tiba dia teringat wajah Nelam.
Hati nya begitu gundah,,dada nya bergemuruh kencang,, membayangkan dia harus berangkat ke Australia untuk operasi,, sedangkan istri yang sedang mengandung anak nya belum di ketahui keberadaan nya.
"Semoga kamu dan anak kita baik-baik saja sayang.."Bima berkata dalam hati sambil memejamkan mata nya.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak Antasari,,pak Bima,,Bu Sinta,, saya akan segera memberikan kabar.."Pamit Dokter.
"Terimakasih banyak Dok.."Ucap Antasari.
"Sama-sama pak.."Ucap Dokter mengangguk kemudian melangkah keluar meninggalkan kamar perawatan Bima di ikuti oleh perawat.
"Kamu tenang saja Bim,, pencarian Nelam masih terus di lakukan.."Antasari berkata sambil menatap Bima,, Antasari berusaha keras untuk terlihat tenang dan tegas,, sebenarnya hati nya begitu gelisah saat Puteri nya Nelam hilang dalam kecelakaan,, CCTV di jalan raya tepat Bima dan Nelam mengalami kecelakaan,, tiba-tiba tidak berfungsi seperti nya semua sudah di persiapkan dengan matang.
"Siapa kira-kira orang itu??,,aku yakin dia telah melakukan sabotase di mobil Bima,, seperti nya dia orang yang sama yang telah mesabotase mobil Bima waktu itu sampai menabrak Yusuf.."Ucap Antasari berkata dalam hati sambil mengusap kasar wajah nya.
"Seperti nya orang itu juga yang menculik Nelam.."Ucap Antasari lagi dalam hati.
" papah sudah menyuruh seseorang yang sangat kita percaya dan kinerja nya sudah tidak di ragukan lagi untuk mencari Nelam,,jadi kamu tidak usah khawatir.."Antasari berkata sambil menepuk pelan pundak Bima.
"Fokus lah pada kaki Bim,,kalau kaki mu belum sembuh,, bagaimana kamu akan mencari dan menyelamatkan Nelam.."Ucap Antasari lagi.
Antasari mengangguk.
"Apa pah...!!??"Teriak Sinta histeris.
"Nelam di culik..?? Nelam sedang hamil pah..!!""Sinta berkata dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.
Sinta benar-benar tidak menyangka apa yang terjadi kepada Bima dan Nelam,,kenapa kebahagiaan hanya sebentar menghampiri mereka??.
"Ya Tuhan,,apa salah dan dosa mereka??,, kenapa mereka harus terpisah dalam keadaan seperti ini..??Sinta berkata dalam hati dengan tangis yang sangat memilukan.
Hati nya begitu sakit melihat keadaan Bima putera nya yang dua kali harus mengalami kecelakaan naas yang hampir saja merenggut nyawa nya.
Dan menerima kenyataan kelumpuhan Bima walaupun Dokter bilang bukan kelumpuhan permanen,,dan Nelam yang sedang hamil muda,, hilang dan belum ada yang tahu keadaan nya.
"Mah,, jangan menangis terus.."Antasari berkata sambil memeluk tubuh Sinta.
"Air mata tidak bisa merubah keadaan dan mengatasi masalah,,yang harus kita lakukan adalah berdoa dan berusaha.."Ucap Antasari lembut sambil mengelus rambut Sinta yang menangis di pelukan nya.
"Mamah khawatir dengan keadaan Nelam dan bayi nya pah.."Ucap Sinta dengan suara parau.
__ADS_1
"InsyaAllah Nelam dan bayi baik-baik saja mah,, berdoa lah.."Ucap Antasari penuh kelembutan melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata Sinta.
"Jangan menangis lagi kasihan Bima.."Ucap Antasari berbisik di telinga Sinta.
Sinta langsung menoleh ke arah putera nya yang sedang menyadarkan kepala nya di ranjang dengan mata terpejam,,entah apa yang di pikirkan Bima,,( Hanya Author yang tahu..wkwkk..).
Sinta pun menghapus air mata nya,, menguatkan hati dan dirinya agar setenang mungkin,, kemudian melangkah menghampiri Bima.
"Sayang..."Ucap Sinta lembut sambil mengelus wajah Bima.
Berlahan Bima membuka mata nya,, menatap Sinta dengan tatapan sendu.
"Mungkin dosa dan kesalahan Bima terlalu besar kepada Nelam,,dan seharusnya dari awal kami tidak harus bersama.."Bima berkata dengan suara menahan kepedihan di hati nya dan kembali memejamkan mata nya.
"Sayang.."Ucap Sinta lembut yang tidak bisa menahan perasaan nya dengan ucapan Bima,, buliran air mata pun kembali membasahi wajahnya.
Bima kembali membuka mata.
"Mamah jangan menangis,,Bima membutuhkan doa mamah agar Bima kuat,,berani berkata jujur dan bertanggung jawab atas semua perbuatan Bima pada Nelam..."Bima berkata sambil menghapus air mata Sinta.
"Saat Nelam sudah di temukan,,Bima akan mengakui semua nya,, walaupun Bima harus kehilangan Nelam dan menerima kenyataan jika Nelam akan membenci Bima.."Ucap Bima sambil menunduk.
Bima tidak bisa lagi menahan air mata nya,, tampak tubuh nya bergetar menahan tangis,,tapi air mata nya terus mendesak keluar dari sudut mata nya.
Sesak itu lah yang sekarang di rasakan Bima sekarang,, terbayang wajah Nelam dengan penuh air mata,, amarah dan kebencian kepada nya.
Sinta yang melihat putera nya selama ini adalah pribadi yang kuat dan dingin,,tapi hari ini terlihat begitu rapuh dan menyedihkan.
Sinta langsung memeluk Bima,,Bima membalas pelukan Sinta,, mereka pun sama-sama menangis,, Antasari yang melihat keadaan istri dan putera nya tidak bisa membendung air matanya.
****************
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Bima dan Nelam..???
Ikuti terus bab-bab yang akan segera berakhir tapi semakin seru.
Tinggal kan selalu jejak, dukungan, Vote, like dan komen buat cerita ini.
Jangan lupa mampir ke novel terbaru author yang baru terbit.T
Terimakasih atas dukungan nya.
Salam sehat selalu.
__ADS_1
Selamat istirahat.