Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Kedatangan orang tua Bayu


__ADS_3

Bab 64


"..Darah Daging Yang Di Benci.."


Di depan makam Yusuf,Bima memimpin do'a dengan khusyuk, do'a di bacakan dengan penuh perasaan yang sangat dalam,, sehingga membuat suara Bima parau, dan Bima sampai meneteskan air mata,begitu juga yang di rasakan Nelam,Sinta dan Antasari mereka hanyut dalam kekhusyukan do'a Bima.


Setelah membacakan do'a, Bima menghapus air mata nya,dalam hati Bima minta ampun kepada yang Maha Kuasa dengan semua kesalahan dan dosa yang telah dilakukan nya,, dan meminta maaf kepada Yusuf,, putera yang tidak pernah dia tahu kehadiran nya, bahkan dia sendiri ayah kandungnya yang telah menghilangkan nyawa Yusuf.


Bima menatap dalam nisan Yusuf yang tanpa ada nama ayah yang tertera disana, kemudian pandangan nya beralih ke Nelam yang berada di samping nya,,tampak Nelam sedang mengusap air matanya.


Berlahan Bima memegang tangan Nelam yang sedang mengusap sisa-sisa air mata di pipi nya,,Nelam terperanjat kaget menatap Bima dengan perlakuannya yang membuat hati Nelam tak menentu,,apa lagi saat netra mereka bertemu,, jantung Nelam serasa berdegup kencang.


"M..maafkan aku.."Ucap Bima memegang tangan Nelam dan menghapus air mata di wajah Nelam.


Seketika jantung Nelam semakin berdegup kencang antara bahagia,terkejut dan malu,, sentuhan lembut tangan Bima di wajah nya,, seolah-olah membius nya dalam kehangatan dan kebahagiaan.


Antasari dan Sinta lagi-lagi saling tatap,, dari tadi mereka merasa sedikit heran dengan kelakuan Bima ke Nelam.


"Bima,, Nelam,,apa kalian masih mau lama disini ???"Ucap Sinta yang mengagetkan Bima dan Nelam.


Sedangkan Antasari menatap dalam Bima,,dia semakin yakin kalau Bima menyembunyikan sesuatu.


"Iya mah,,kita pulang sekarang.."Ucap Bima. sambil melepaskan tangan nya dari wajah Nelam,,tapi Bima masih menatap Nelam penuh kasih,, kemudian Bima mengusap nisan Yusuf.


Tiba-tiba Nelam merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga, saat Bima melepaskan tangannya dari wajahnya.


Dan mereka pun pergi meninggalkan area pemakaman,, kembali Bima memegang erat jemari Nelam dengan tersenyum,, kemudian mengikuti langkah Antasari yang sedang merangkul Sinta.


Mereka seperti terlihat dua pasangan mesra yang beda generasi.


"Pah,.nanti kita mampir ke rumah makan dulu ya,, mumpung ngumpul kita makan siang bersama di luar.."Ucap Sinta saat sudah berada di dalam mobil.


Antasari mengangguk.


"Kalian juga pasti sudah lapar khan??"Ucap Sinta sambil menatap bergantian Bima dan Nelam.


Nelam mengangguk dan tersenyum,, sedangkan Bima menatap Nelam dari kaca spion di depannya sebelum mulai menyalakan mesin.


Sinta yang mengetahui itu,,hanya menghela napas dan saling melempar tatapan dengan Antasari ,,Bima pun melajukan mobilnya membelah jalan raya.


Di tengah perjalanan mereka menemukan rumah makan yang yang terlihat sangat nyaman dan unik,, dengan dekorasi pedesaan mengusung tema Sunda.


Mereka memilih tempat duduk lesehan di sebuah gazebo yang besar dan nyaman.


Tak menunggu waktu lama makanan yang mereka pesan pun datang,, mereka langsung makan dengan lahap karena jam makan siang sudah hampir lewat,,di selingi dengan senda gurau.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti aktivitas mereka dari waktu ziarah ke makam sampai mereka menikmati makan siang sekarang ini.

__ADS_1


"Makan yang banyak Nelam,,biar badanmu berisi.."Ucap Sinta tersenyum sambil memasukkan nasi yang tercampur ikan bakar dan sambel terasi ke mulutnya.


"Biar sehat mah,,tidak perlu montok,, Nelam juga sudah mempesona kok.."Ucap Bima sambil tersenyum nakal ke arah Nelam.


"Hai,,sejak kapan anak mamah yang dingin jadi genit begini,,mesum lagi.."Ucap Sinta sedikit melotot ke arah Bima.


"Ih,,mamah kali tuh yang mesum.."Ucap Bima kesal sambil memasukkan potongan ayam ke mulutnya.


"Sudah kalian berisik sekali.."Ucap Antasari sambil menyeruput teh hangat di depan nya.


Sedangkan Nelam wajahnya seketika memerah yang di jadikan bahan obrolan tentang tubuh nya yang membuat ibu dan anak agak berdebat.


***********


Sementara seorang laki-laki tampak di depan cermin sedang mematut dirinya,, melihat penampilan nya,,dan tersenyum karena merasa penampilan nya sudah cukup memuaskan.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi,, beberapa pesan masuk,,Bayu pun meraih ponsel dan membuka pesan masuk itu,,banyak sekali foto yang masuk ke wa nya, yang ternyata kiriman dari anak buah nya.


Bayu membuka foto-foto itu,, setelah melihat foto-foto itu Bayu langsung menghela napas dan memejamkan matanya,,semoga keputusan yang aku ambil ini adalah keputusan yang terbaik.


Bayu kembali menatap ponselnya ,, kemudian dia melakukan panggilan.


"Hallo.."Ucap Bayu saat panggilan tersambung.


"Apa mereka sudah arah pulang..??Tanya Bayu.


"Oke..."Ucap Bayu lagi sambil menutup telepon nya.


"Aduh anak mamah sudah ganteng dan wangi banget..."Ucap perempuan setengah baya dengan tersenyum penuh bahagia saat Bayu datang menghampiri nya.


Bayu tersenyum kecut,sambil menghempaskan pantat nya di sofa.


"Bayu emang ganteng dari dulu,,mamah nya saja ga tau,,dari Bayu kecil sering di tinggal,,jadi mana mamah sadar kalau punya anak yang ganteng..."Jawab Bayu malas,, sedikit kesal dengan mamah nya jika dia teringat saat kecil sering di tinggal ke luar kota,,ke luar negeri dengan alasan bisnis.


Tiba-tiba bayangan Salsa hadir di pelupuk mata Bayu,,gadis mungil yang sudah hampir seminggu tidak di temui nya bahkan di telpon pun tidak oleh nya.


Kejadian terakhir seminggu yang lalu di apartemen Intan,, dia meninggalkan Salsa yang sangat nyaman terlelap dalam pelukannya dan pertengkaran nya dengan Intan.


"Biasanya beberapa hari sekali Intan akan menghubungi nya atas nama Salsa,,tapi sudah hampir seminggu tidak ada sama sekali kabar dari Intan"Bayu berkata dalam hati sambil menghela napas.


"Hai,,ko malah ngelamun.."Ucap perempuan setengah baya yang tak lain adalah mamah Bayu.


"Ga usah deg degan santai saja.."Ucap tiba-tiba lelaki setengah baya sambil menepuk pundak Bayu.


"Papah.."Ucap Bayu.


"Dulu waktu papah melamar mamah mu,,papah juga deg degan Bay,,"Ucap lelaki itu sambil duduk di depan Bayu.

__ADS_1


"Tapi papah melangkah penuh keyakinan,, karena papah yakin sekali kalau mamah mu tidak mungkin menolak lamaran papah,, karena mamah mu yang dari dulu naksir sampai ngejar-ngejar papah..."Ucap lelaki yang tak lain adalah papah nya Bayu sambil tertawa keras.


"Ih,,awal nya memang mamah yang ngejar-ngejar papah,,tapi belakangan yang jadi cinta mati siapa ayo???"Ucap mamah Bayu sambil duduk di samping suami nya dengan wajah cemberut.


"Lho yang nempel terus siapa???kemana pun papah ada bisnis pasti ikut,,sampai sering ninggalin Bayu sendiri.."Ucap papah Bayu tidak mau kalah.


"Itu khan gara-gara papah pernah selingkuh sama si Rossa itu..!!!Ucap Mamah Bayu sengit sambil menatap tajam wajah suaminya.


"Rossa..!!!"Ucap Bayu mengernyitkan dahi nya dan menatap dalam wajah Mamahnya.,, karena Rossa yang dia tahu adalah ibu nya Aluna..


"Ah,,nanti saja membahas masalah ini,, yang utama menjalankan rencananya dulu.."Batin Bayu


Mamah nya langsung menutup mulutnya dengan tangan nya.


"Itu masa lalu Bay,,jauh sebelum kami menikah.."Ucap sang papah yang mencoba memberikan penjelasan pada Bayu.


"Papah sudah bilang mah,,masa lalu jangan di ungkit lagi,,apa lagi di depan anak..!!Ucap si papah dengan penuh penekanan sambil menatap wajah istrinya yang menunduk.


"Maaf.."Ucap sang mamah.


"Kita jadi tidak ke rumah Antasari??"Tanya sang mamah sambil melirik ke arah Bayu.,,karena sang mamah yang sudah merasa tersudut karena keceplosan.


Bayu menarik napas.


"Kita berangkat sekarang.."Ucap Bayu sambil beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan ruang keluarga di ikuti mamah dan papah nya.


Bayu dan kedua orangtuanya menuju ke rumah Antasari Mahadewa.


***********


Di kediaman Antasari,,tampak mobil Bima baru memasuki gerbang rumah utama Antasari.


Saat mobil sudah terparkir dan mereka keluar dari mobil ,,bertepatan dengan masuk nya mobil Bayu.


"Bayu.."Gumam Bima.


Mobil Bayu terparkir,, tampak turun dari mobil Bayu bersama kedua orang tua nya.


Antasari,,Sinta,,Bima dan Nelam tercekat,, mereka sangat tahu tujuan Bayu bersama orang tuanya kesini.


**********


Pasti nya para reader tahu banget dong tujuan Bayu dan kedua orangtuanya..he..he..


Ikuti terus ya bab selanjutnya.


Selalu berikan dukungan buat aku.

__ADS_1


Selalu mengingatkan untuk Vote,,like dan komen nya.


Terimakasih.


__ADS_2