
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Bab 90
"Ternyata seorang Bima Mahadewa tidak mampu melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang suami.."Ucap orang itu dengan senyum sinis dan licik,,sambil memperhatikan sebuah rekaman CCTV dari ponsel nya.
"Sepertinya aku punya rencana yang bagus untuk mu Bima Mahadewa..."Ucap orang itu lagi sambil tertawa dan menyalakan mobil nya.
Sementara itu Nelam,, Sinta dan bi Nur ,mereka sudah sibuk dengan urusan di butik,,bi Nur sibuk membantu para pekerja yang ada di gudang.
Sedangkan Nelam masih sibuk di dalam ruangan mereka.
"Bi Nur,,kenapa harus bantu bagian gudang sie...??Gerutu Nelam sambil merapikan berkas-berkas yang di berikan Sinta.
"Hai,,kamu kenapa sayang,, ??biasa nya juga bi Nur di bagian gudang dan itu kemauan bi Nur sendiri lho.."Ucap Sinta mengerutkan keningnya sambil menatap Nelam tajam.
"Iya mah,,tapi ga tau kenapa perasaan Nelam tidak enak,,dari kemarin teringat dengan bi Nur terus.."Ucap Nelam menatap nanar Sinta.
Sinta menghela napas.
"Sayang,,itu hanya perasaan mu saja.."Ucap Sinta menghampiri Nelam kemudian mengelus lembut pundak Nelam.
"Ya mah,, mungkin perasaan Nelam saja.."Ucap Nelam memaksakan tersenyum,,tapi entahlah dia merasakan sesuatu yang tidak enak mengusik hati nya dari kemarin.
"Ya sudah sekarang kita cek baju-baju limited edition yang baru datang.."Ucap Sinta tersenyum sambil menggandeng tangan Nelam keluar dari ruangan nya, mengajak nya ke ruangan tempat baju-baju terbaru yang baru selesai di kerjakan.
Hampir satu jam mereka sibuk dengan baju-baju dan desain-desain nya,, tiba-tiba Nelam merasakan tenggorokan nya kering.
Nelam pun mengambil gelas menuju dispenser,,tapi entahlah karena dia tidak fokus air panas yang di pencet,, karena hawa panas dari gelas itu secara refleks Nelam melepaskan gelas itu sambil menjerit.
"Aw.."Jerit Nelam
"Prang.."Suara gelas terjatuh di lantai dan pecah menjadi serpihan.
Sinta dan seorang desainer kepercayaan butik nya pun terlonjak kaget, dan langsung bergegas menghampiri Nelam,,, tampak Nelam sedang mengibaskan tangannya yang ke panasan.
"Ya Allah Nelam,,kamu kenapa sayang...??"Ucap Sinta panik.
"Cepat Merry,,kamu panggilkan Dokter dan suruh office boy untuk membersihkan ini.."Ucap Sinta pada desainer nya yang bernama Merry.
"Baik bu.."Ucap Merry cepat sambil berlari keluar.
Sinta pun langsung membawa Nelam ke westafel,,menyiram nya tangan Nelam yang terkena air panas dengan air mengalir,,Nelam pun meringis merasakan perih di tangan nya.
"Ga usah panggil Dokter mah,,di kompres sama di beri salep saja mah.."Ucap Nelam yang terus meniupi tangan nya terasa perih.
"Enak saja,, kalau sampai tangan kamu kenapa-kenapa,,nanti mamah bisa di marahi Bima.."Ucap Sinta sambil membantu mengeringkan tangan Nelam pelan dengan handuk bersih dan kering.
__ADS_1
"Ayo,,kita duduk dulu.."Ucap Sinta sambil menggandeng Nelam menuju sofa yang berada di ruangan itu.
Tak lama berselang tampak muncul Dokter dan Merry.
Dokter yang memang di persiapkan selalu oleh Sinta di butik nya ini,, untuk berjaga-jaga jika ada karyawan di butik dan di gudang nya yang tiba-tiba kecelakaan atau jatuh sakit.
Dokter pun segera melakukan pengobatan pada tangan Nelam,,dan pecahan gelas pun sudah di bersihkan oleh office boy.
Dokter memberikan salep dan akan menutup tangan Nelam yang terkena air panas.
"Bagaimana Dokter keadaan tangan anak saya..??"Tanya Sinta sambil menatap Dokter yang sedang mem perban bagian tangan Nelam yang terkena air panas.
"Syukur lah bu Sinta langsung memberikan pertolongan pertama,,luka ibu Nelam tidak terlalu parah,,nanti sore saya kontrol lagi keadaan bu Nelam.."Ucap Dokter itu tersenyum dan selesai memasang kan perban.
"Terimakasih banyak Dok.."Ucap Nelam tersenyum.
"Sama-sama bu Nelam,,lain kali hati-hati ya bu.."Ucap Dokter sambil membalas senyum Nelam.
Saat mereka sedang berbincang,, tiba-tiba...
"Bu Sinta,,Bu Nelam..."Teriak salah satu karyawan butik bagian gudang saat sampai di ruangan koleksi baju dengan napas terengah-engah.
Semua orang yang berada di butik dan ruangan itu sontak terkejut.
"Ada apa..??"Tanya Sinta setengah teriak.
"Ada apa dengan bi Nur..??"Tanya Nelam dengan hati yang mulai gelisah.
Sinta yang melihat Nelam,, langsung mengelus punggung Nelam.
"Tenang dulu sayang.."Ucap Sinta mulai khawatir.
"Bi Nur jatuh dari tangga Bu.."Ucap pegawai itu dengan suara parau dan wajah menunduk.
"A..apa...!!!"Ucap Nelam tidak percaya dengan suara parau dan mata mulai berkaca-kaca.
"Nelam.."Ucap Sinta mencoba menenangkan Nelam.
"Tidak....!!Bibi...!!!"Teriak Nelam sambil berlari ke gudang.
Semua orang pun ikut berlari menuju gudang,,saat sampai di gudang tampak tubuh bi Nur sudah berbaring di sofa yang berada di gudang.
Tampak keluar darah dari hidung dan pelipis bi Nur
"Bibi...!!!"Jerit Nelam menghampiri tubuh bibi nya dengan air mata yang sudah deras membasahi pipinya.
"Bi,,bangun bi.."Jerit Nelam lagi sambil mengguncangkan tubuh bibi nya.
__ADS_1
"Bu Nelam,,biar saya periksa bi Nur dulu.."Ucap Dokter menghampiri Nelam yang sedang memeluk tubuh bibi nya.
"Sayang,,biar Dokter periksa bi Nur dulu.."Ucap Sinta sambil merangkul tubuh Nelam menjauh dari tubuh bi Nur.
Dengan berat hati dan penuh air mata Nelam menjauhkan tubuhnya dari bibi nya dan membiarkan Dokter memeriksa tubuh bibi nya.
15 menit Dokter memeriksa bi Nur.
"Segera siapkan mobil,,kita akan membawa bi Nur ke rumah sakit.."Perintah Dokter pada salah satu karyawan butik.
"Baik Dok.."Ucap salah satu karyawan.
Tangis Nelam pun semakin pecah di pelukan Sinta.
"Bu Sinta,,Bu Nelam,,kita harus segera membawa bi Nur ke rumah sakit,, seperti nya saat jatuh tadi ,,bi Nur mengalami benturan yang sangat kencang,, sehingga ada penggumpalan darah di otaknya,,dan harus segera di operasi..."Ucap Dokter dengan wajah serius menatap Sinta dan Nelam.
"Iya Dok,, lakukan yang terbaik.."Ucap Sinta sambil terus memeluk Nelam.
"Dok,, mobilnya sudah siap..."Ucap salah satu karyawan.
"Bawa segera bi Nur ke mobil,,saya akan menelpon rumah sakit untuk segera melakukan operasi.."Ucap Dokter sambil menghubungi pihak rumah sakit.
"Bu Sinta,,Bu Nelam saya langsung berangkat ke rumah sakit.."Ucap Dokter.
"Baik Dok,,kami juga akan segera ke rumah sakit.."Ucap Sinta.
Dokter pun mengangguk dan segera pergi meninggalkan Sinta dan Nelam.
"Ayo sayang,,kita ke rumah sakit,,mang Ujang sudah menunggu.."Ucap Sinta melepaskan pelukan nya pada Nelam,, kemudian menggandeng tangan Nelam meninggalkan butik.
Di dalam mobil Nelam masih terus menangis di pelukan Sinta.
Sinta pun segera menghubungi Antasari dan Bima,, memberi tahu kecelakaan bi Nur,,dan meminta mereka langsung ke rumah sakit.
**************
Bagaimana nasib bi Nur akan terselamatkan atau tidak..???
Apakah Nelam kembali berduka,, ditinggalkan lagi orang kesayangan nya..???
Jangan lewatkan besok bab selanjutnya.
Jangan lupa hadiah,, dukungan,,vote,,like dan komen nya..
( Maaf ya Author banyak mau nya..he..he..)
Selamat malam.
__ADS_1
Selamat istirahat.