
Bab 68
".. Darah Daging Yang Di Benci..."
"Apa????"Teriak Mayang sambil melotot ke arah Bayu.
"Kamu yang bener aja dong Bay,, pernikahan itu banyak yang harus di rencanakan dan di persiapkan.."Teriak Mayang lagi sambil memukul lengan Bayu.
"Bisa ga sie mah ga usah teriak ngomong nya,,dan ga usah mukul juga kali.."Ucap Bayu kesal sambil menjauhkan dirinya dari Mayang dan mengusap lengan nya yang di pukul Mayang.
"Ada apa ini??Kenapa ribut-ribut ??Mamah kenapa teriak-teriak ??Ucap Adam yang muncul dari kamar karena mendengar suara ribut-ribut.
"Ini Bayu pah,,masa dia meminta kita untuk bertemu dengan keluarga Mahadewa dan meminta menikah Minggu depan.."Ucap Mayang sambil melotot ke arah Bayu yang sudah pindah duduk ke sofa sebelah nya.
"Pernikahan itu khan harus di rencanakan secara.detail,,mencari tanggal yang baik,, undangan nya seperti apa,,siapa saja yang di undang,,tempat pernikahan nya dan mau mengusung tema apa??pokoknya masih banyak lagi yang harus dipikirkan dan di persiapkan..."Ucap Mayang lagi yang terus berbicara tanpa jeda,, dengan mata yang terus melotot ke arah Bayu.
"Bayu khan ga bilang pesta mah,,Bayu hanya minta pernikahan,,pesta bisa di rencanakan setelah pernikahan.."Jelas Bayu dengan tatapan malas ke arah Mayang.
"Kalau mamah sama papah keberatan,,biar Bayu sendiri yang bicara sama om Antasari dan tante Sinta ,,Nelam itu wanita yang ga macam-macam pasti dia nerima usul Bayu..."Ucap Bayu sambil bangun dari duduknya.
"Duduk Bay,,papah belum bicara...!!!"Perintah Adam dengan mata menatap tajam Bayu.
Dengan malas Bayu pun menghempaskan pantatnya lagi ke sofa.
"Apa alasan kamu ingin mempercepat pernikahan..?? Apakah Nelam hamil.???Tanya Adam sambil menatap dalam ke arah Bayu.
Bayu dan Mayang terperanjat dengan pertanyaan Adam.
"Apa benar Nelam hamil Bay..???Teriak Mayang sambil melempar bantal sofa ke arah Bayu.
"Kalian apa-apaan sie,,?Main tuduh sembarangan...!!!"Ucap Bayu dengan suara tinggi.
"Terus apa alasan nya??Teriak Mayang lagi dengan wajah memerah dan mata melotot.
"Mah.."Ucap Adam sambil memegang tangan Mayang,,sebagai tanda Mayang harus mengendalikan emosinya.
"Bayu hanya ga mau kehilangan Nelam,,kalian tahu khan, kalau awalnya Nelam akan menikah dengan Bima,, tapi karena mereka ada hubungan darah jadi pernikahan itu batal.."Ucap Bayu dengan suara agak tinggi menatap kedua orangtuanya.
"Tapi kenyataan nya mereka berdua bukan adik kakak,,dan Bima seperti nya sangat mencintai Nelam,,aku tidak siap harus kehilangan Nelam ,kalian pasti tahu, kalau aku belum pernah jatuh cinta sampai sedalam ini...!!!"Ucap Bayu sambil meremas frustasi rambutnya.
Mayang dan Adam saling tatap.
"Baiklah kalau begitu alasan nya,, papah akan menghubungi Antasari untuk mengajak keluarga mereka makan siang ,,sambil membicarakan rencana mu.."Ucap Adam sambil menarik napas.
"Oh Bayu So Sweet nak,, mamah jadi ingat masa muda,,,perjuangkan apa kata hati mu sayang,,"Ucap Mayang yang langsung menghampiri Bayu,, memeluk nya erat dan mencium pipi Bayu dengan gemas.
"Mah...!!!"Teriak Bayu yang pipi nya terus di cium Mayang dengan pelukan yang semakin erat.
"Pah,,, tolong Bayu dong..!!."Teriak Bayu menatap Adam.
Adam hanya menggelengkan kepala nya melihat kelakuan Mayang yang kadang kalau bahagia atau sedih tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Mayang Adrianti cukup..!!!"Ucap Adam dengan suara yang cukup tinggi
Seketika Mayang menghentikan gerakannya pada Bayu.
"Kenapa sie pah??Khan sudah lama mamah ga memperlakukan Bayu seperti ini,!!"Ucap Mayang sambil cemberut dan menatap tajam Adam.
"Lagian sebentar lagi Bayu sudah punya istri,, pasti nya akan punya anak.."Ucap Mayang lagi.
"Sayang sepertinya baru kemarin dech mamah ngelahirin kamu.."Ucap Mayang sambil bergelayut manja di lengan Bayu.
Bayu hanya memijit keningnya,, karena dari kecil biasa di tinggal,,dan biasa hidup dengan pengasuh,,membuat Bayu menjadi pribadi yang mandiri.
Dengan sikap mamahnya,,Bayu sedikit merasa risih.
"Ya sudah Bay,,kamu istirahat dulu sana,, mumpung masih ada waktu ,,kamu lihat tuh muka kamu yang lecek begitu kayak baju belum di setrika,,masa mau ketemu sama keluarga Mahadewa dengan wajah model begitu.."Ucap Adam yang menatap wajah Bayu.
"Sepertinya Bayu lagi menyimpan sesuatu sehingga minta segera menikahi Nelam.."Batin Adam.
Walaupun frekuensi pertemuan antara dirinya dan putera nya terhitung jarang,,tapi Adam sangat mengetahui sifat Bayu dari pada Mayang ibu nya.
"Ya sudah Bayu istirahat dulu,, papah tolong hubungi om Antasari ya.."Ucap Bayu yang hendak berdiri.
Adam hanya mengangguk.
"Hai,,kamu ga pamitan sama mamah??"Ucap Mayang sambil menarik kembali lengan Bayu untuk duduk di samping nya.
"Pamitan??"Ucap Bayu sambil mengerutkan keningnya,dan menatap ke arah Mayang.
"Sebentar lagi menikah,,jadi kamu akan jadi milik wanita lain bukan mimik mamah lagi.."Ucap Mayang merajuk.
"Ya ampun mah,,yang sering ninggalin Bayu dari kecil khan mamah,,kenapa jadi mamah yang norak gini sie..."Ucap Bayu sambil menggelengkan kepalanya.
"Bayu...!!!"Ucap Mayang dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Bayu kembali memijit keningnya.
Melihat mata Mayang berkaca-kaca, Bayu merasa bersalah.
__ADS_1
"Ya mamah,,maafin Bayu ya.."Ucap Bayu lembut sambil menggenggam tangan Mayang.
Mayang yang tadi hampir menangis langsung tersenyum kembali.
"Iya sayang,, istirahat dulu sana,,biar nanti wajahmu lebih segar.."Ucap Mayang lembut sambil mencium pipi Bayu ( Walaupun sebenarnya Bayu risih ).
Bayu pun meninggalkan ruangan menuju kamarnya,, tinggallah Mayang dan Adam.
"Ya sudah mamah juga mau perawatan dulu,,biar sempurna ketemu calon besan keluarga Mahadewa.."Ucap Mayang dengan wajah penuh kebahagiaan.
"Papah saja ya yang menghubungi Antasari..."Ucap Mayang lagi sambil mencium pipi suaminya dan berlalu pergi.
Adam hanya menghela napas melihat tingkah laku istrinya,, walaupun kadang aneh dan menyebalkan,,tapi Mayang lah wanita yang sudah menemani nya dari nol,, mendampingi nya selama 30 tahun lebih.
Walaupun Adam pernah berselingkuh dengan Sekar yang tak lain adalah ibu nya Aluna,,tapi sejuta pintu maaf dan cinta Mayang selalu untuk nya,,Adam pun tersenyum kecil mengingat tingkah laku Mayang istrinya.
Adam segera menghubungi Antasari.
"Hallo.."Ucap Adam saat telepon tersambung.
"Hallo Adam,,ada apa pagi-pagi sudah telepon???"Ucap Antasari di seberang sana.
"Begini Antasari,,aku ada amanah dari Bayu,,kalau kami akan mengajak kalian makan siang di restoran XX,, sekalian membicarakan tanggal pernikahan Bayu dan Nelam.."Ucap Adam.
"Oke.."Jawab Antasari.
"Terimakasih sobat.."Jawab Adam tersenyum saat Antasari menutup telpon nya.
*****************
Sementara di kediaman Antasari,,tampak Antasari sedang mengobrol santai di taman pinggir kolam ikan ,sambil menikmati secangkir kopi bersama Bima.
"Keluarga Bayu mengundang kita untuk makan siang di restoran XX untuk membicarakan tanggal pernikahan Bayu dan Nelam.."Ucap Antasari sambil menatap dalam Bima.
Bima hanya mengangguk dan menyesap kopinya.
"Maafkan papah Bim,,kalau papah pernah menggagalkan pernikahan mu,, padahal papah tahu dari awal kalau kamu dan Nelam tidak ada hubungan darah.."Ucap Antasari sambil menghela napas dan menyesap kopinya.
"Papah hanya ingin tahu seberapa besar cinta mu pada Nelam,,sampai kamu ingin menikahinya..?Ucap Antasari lagi dengan tatapan nanar nya ke arah Bima.
"Papah tidak mau,,kamu menikahi Nelam hanya karena rasa kasihan dan bersalah mu terhadap Nelam dan Yusuf.."Antasari berkata sambil menepuk pelan pundak Bima.
"Awalnya karena rasa bersalah pah,tapi semakin mengenal Nelam, perasaan ini semakin dalam,,beda dengan perasaan Bima kepada Almarhumah Aluna.."Ucap Bima dengan mata terpejam sambil menarik napas,,terasa ingin membuang seluruh himpitan di hatinya.
"Kenapa kamu tidak memperjuangkan nya?? Kenapa kamu lebih mengikhlaskan Nelam pada Bayu?? Padahal papah tahu kalau hati mu sakit terluka.."Ucap Antasari masih dengan tatapan nanar ke arah Bima.
"Bayu lebih baik dan lebih pantas bersama Nelam pah..."Jawab Bima sambil menunduk meremas rambutnya.
Antasari menarik napas.
"Semoga keputusan yang kamu ambil,,tidak membuat mu menyesal di kemudian hari.."Ucap Antasari sambil kembali menepuk pelan pundak Bima.
"Hai,,,serius banget pagi-pagi ngobrol nya.."Ucap Sinta yang tiba-tiba muncul dengan membawa cemilan dan beberapa air mineral yang di bantu bawa oleh bi Sumi
"Sayang.."Ucap Antasari sambil mencium lembut pipi Sinta.
Sinta pun duduk di samping Antasari.
"Tadi Adam telepon,, mereka mengundang kita untuk makan siang di restoran XX ,, sekalian membicarakan tanggal pernikahan Bayu dan Nelam.."Ucap Antasari sambil mengelus pelan pundak Sinta yang sudah duduk di samping nya.
"Oh ya.!!"Ucap Sinta sambil menatap sendu Bima.
"Kamu baik-baik saja Bim..."Ucap Sinta sambil memegang lembut tangan Bima.
"Kalian saling mencintai,, mamah tahu itu.."Ucap Sinta dengan jemari Bima.
"Kadang cinta tidak harus memiliki mah,, walaupun kita sudah yakin dengan orang yang kita cintai,,tapi kalau tidak jodoh mau bilang apa..."Ucap Bima balas menatap nanar Sinta.
Sebagai seorang ibu,,Sinta merasakan duka dan kesedihan yang begitu dalam di hati Bima,, walau sekeras apapun Bima berusaha menutupi hati nya tapi semua tidak bisa membohongi Sinta dengan naluri nya sebagai seorang ibu.
"Tapi Nelam dan Bayu belum menikah Bim.."Ucap Sinta lembut.
Baru saja Sinta ingin melanjutkan ucapannya,, Antasari langsung memegang lengan nya,,dan memberikan isyarat kalau Sinta jangan melanjutkan pembahasan nya.
"Kamu ikut makan siang Bim???"Ucap Antasari.
"Bima belum tahu pah,,lihat saja nanti..'Ucap Bima sambil mengambil cemilan dan memasukkan ke dalam mulutnya.
"Oke.."Jawab Antasari.
"Oo ya bi Sumi tolong panggilkan Nelam dan bibi nur kesini.."Ucap Antasari.
"Baik tuan.."Ucap bi Sumi.
Tak berapa lama Nelam dan bi Nur menghampiri mereka.
"Sini sayang..."Ucap Sinta lembut sambil menepuk tempat duduk di samping nya.
Nelam dengan tersenyum duduk di samping Sinta.
__ADS_1
Sedangkan bi Nur duduk disamping Bima.
"Nelam,,,Hari ini keluarga Bayu mengundang kita makan siang,, sekalian membicarakan tanggal pernikahan kamu dan Bayu,.."Ucap Antasari lembut menatap Nelam.
Nelam hanya menunduk.
"Apa kamu benar-benar bersedia menjadi istri Bayu nak..?"Ucap Antasari lagi dengan lembut.
Nelam tidak menjawab,, sedetik kemudian dia melirik Bima yang mulai sibuk dengan ponselnya.
"Menikah itu sesuatu yang saklar,,kalau bisa hanya sekali seumur hidup,,dan menikah itu salah satu ibadah nak,,jadi jangan pernah di permainkan.."Ucap Sinta lembut sambil menggenggam tangan Nelam.
"Nelam sudah menerima lamaran mas Bayu,, berarti Nelam siap menjadi istrinya.."Jawab Nelam sambil menatap ke arah Bima.
Tapi Bima tampak cuek dan masih sibuk dengan ponselnya.
Nelam merasakan dadanya sesak dan tiba-tiba hati nya sakit sekali,, padahal dia berharap Bima marah dan melarang nya.
"Ya sudah kalau kamu sudah yakin pilihan mu.."Ucap Antasari.
"Sekarang ayo kita siap-siap.."Ajak Antasari sambil bangkit dan menggandeng tangan Sinta.
"Ayo Nelam.."Ucap bi Nur sambil membimbing tangan Nelam untuk berdiri.
Nelam mengganguk dan bangkit dari duduknya,, kembali sekilas menatap Bima,, ternyata Bima sedang menatap nya juga,, sesaat netra mereka bertemu,,tapi Nelam buru-buru membuang pandangannya, karena sebentar lagi dia akan menjadi istri Bayu.
Akhirnya tinggal lah Bima sendiri,, dia memandang ikan-ikan koi yang mulut nya tidak berhenti untuk minta di beri makan.
Berlahan air mata keluar dari sudut matanya.
"Hai Bima,, kenapa kamu sekarang jadi cengeng begini.."Ucap Bima sendiri sambil mengusap air matanya dan bangkit melangkah tegak.
Di dalam kamar Nelam.
"Nelam,, apa kamu benar-benar menerima Bayu sebagai suami mu.."Ucap bi Nur yang mulai berganti baju.
Nelam menarik napas.
"Bibi khan tahu kalau aku sudah menerima lamaran mas Bayu.."Ucap Nelam sambil menggigit bibir bawahnya dan tangan nya sedang memegang baju yang akan dia kenakan.
"Sayang kamu harus yakin,,bibi yakin nak Bayu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab.."Ucap bi Nur sambil mendekati Nelam dan memeluknya.
"Iya bi Nelam juga yakin.."Ucap Nelam.
"Ya sudah,,ayo cepat ganti baju mu,,takut orang tua mu menunggu.."Ucap bi Nur mengelus lembut pundak Nelam dan melepaskan pelukan nya.
Nelam mengangguk dan tersenyum.
Saat Nelam dan bi Nur keluar dari kamar bertepatan dengan kedatangan Antasari dan Sinta dari lantai atas.
"Nelam sayang cantik sekali kamu nak.."Ucap Sinta dengan tersenyum menghampiri Nelam dan memegang wajah Nelam.
"Mamah bisa saja,, Nelam jadi malu,,mamah juga cantik sekali.."Ucap Nelam dengan wajah bersemu merah.
"Benar sayang,, walaupun hanya sapuan Make up tipis tapi kamu sudah terlihat sempurna sayang.."Ucap Sinta tersenyum sambil menatap wajah Nelam.
Nelam pun ikut tersenyum.
"Nanti mamah ingin kamu mengambil banyak kursus kalau bisa kamu harus kuliah,, karena selain cantik,,wanita itu harus mandiri,,harus punya ketrampilan,biar ga di rendahkan apa lagi sama pasangan.."Ucap Sinta sambil melirik Antasari.
"Mah.."Ucap Antasari tajam menatap Sinta.
Sinta hanya tersenyum, kemudian mendekati Antasari.
"Papah setuju khan dengan pemikiran mamah.."Ucap Sinta lembut sambil bergelayut manja di lengan Antasari.
"Iya papah setuju banget,, bahkan papah sudah memikirkan nya,,tapi ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan nya.."Ucap Antasari mengelus lembut lengan istrinya yang sedang menggandeng tangan nya.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang.."Ucap Antasari ..
"Apa Bima tidak ikut pah..???Tanya Sinta
"Bima..."belum sempat Antasari melanjutkan ucapannya.
Tiba-tiba.
"Aku ikut...!!!
*********************
Wah ternyata Bima mau ikut ..
Kira-kira bagaimana ya kelanjutan nya.
Ikuti terus setiap cerita nya.
Jangan lupa dukung selalu Author.
Vote..like dan komen.
__ADS_1
Sehat selalu.