Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Pengobatan Bima


__ADS_3

Bab 87


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Sebelum berangkat ke kantor Bima berencana untuk pergi ke psikolog dulu,, dia sudah membuat janji dengan psikiater ternama yang tidak di ragukan lagi kemampuan nya.


Nama nya Dokter Andre,,dia adalah salah satu psikiater terbaik lulusan salah satu Universitas ternama di London.


Dokter Andre adalah adik kelas dari Dokter Malik,( Kalau yang mengikuti dari awal cerita ini,, pasti tahu siapa Dokter Malik ).


Dengan penuh semangat dan langkah pasti,Bima pun melajukan mobilnya membelah jalan raya menuju tempat praktek Dokter Andre,, kebetulan mereka sudah ada janji terlebih dahulu.


Tanpa Bima sadari ada seseorang yang mengikuti nya dari mulai di kediaman nya hingga sampai di tempat praktek Dokter Andre.


Sesampainya di tempat praktek Dokter Andre,,Bima langsung memarkirkan mobilnya,, dan dengan langkah pasti memasuki tempat praktek tersebut.


"Selamat pagi,, dengan bapak Bima ya.."Sapa petugas di meja pendaftaran dengan tersenyum ramah.


"Ya betul,, Dokter Andre nya sudah datang..??"Ucap Bima tersenyum sambil menatap petugas tersebut.


Seketika petugas tersebut langsung gugup dengan tatapan dan senyum Bima.


"S..sudah pak,,mari saya antar.."Ucap petugas itu dengan gugup dan wajah memerah karena malu.


Bima menggelengkan kepala dan tersenyum tipis sambil mengikuti langkah petugas itu,, sesampainya di ruang Dokter Andre,,petugas itu langsung mengetuk pintu.


Tok..tok..tok


"Iya masuk.."Ucap Dokter Andre dari dalam.


"Pagi Dokter,,bapak Bima sudah datang.."Ucap Petugas itu sambil menganggukkan kepalanya.


"Oh ya.. langsung suruh masuk saja.."Ucap Dokter Andre membenarkan posisi duduk nya dan jas nya yang sudah terlihat rapi.


"S.. silahkan masuk pak Bima.."ucap petugas itu gugup saat harus berhadapan dengan Bima.


"Oke,, Terimakasih..."Ucap Bima tersenyum manis dengan santai masuk ke dalam ruang praktek Dokter Andre.


Senyum Bima mampu menghipnotis petugas itu,,dan membuat petugas itu diam membisu.


"Hai,, kenapa kamu berdiri saja di situ,,ini masih pagi,apa kamu mau ijin pulang..??Ucap Dokter Andre sambil mengerutkan keningnya.


Petugas itu langsung tersentak kaget.


"M..maaf Dok.."Ucap petugas itu buru-buru keluar dari ruangan Dokter Andre dan menutup pintunya.


Dokter Andre hanya menggelengkan kepalanya,, sedangkan Bima tersenyum tipis.


"Apa kabar pak Bima,, sudah lama kita tidak bertemu.."Ucap Dokter Andre sambil mengulurkan tangan nya dan mempersilahkan Bima duduk.


"Kabar saya baik Dok.."Ucap Bima sambil membalas uluran tangan andre dan langsung duduk di hadapan Dokter Andre.


"Oh ya pak Bima saya mau mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Dokter Malik."Ucap Dokter Andre dengan wajah sendu.

__ADS_1


"Mohon maaf waktu itu tidak bisa datang,, karena sedang berada di Jerman..."Ucap Dokter Andre lagi.


"Oh ya pak Bima,,selamat atas pernikahan bapak ,, semoga langgeng sampai tua.."Ucap Dokter Andre.


"Terimakasih Dok.."Ucap Bima tersenyum.


"Mohon maaf pak Bima,,apa ada yang bisa saya bantu,, sehingga pak Bima menyempatkan diri pagi- pagi kesini..??"Ucap Dokter Andre menatap Bima.


"Iya Dok,,ini soal hubungan saya dan istri saya..."Ucap Bima sambil menghela napas.


"Sebelum kami bertemu dan saling mengenal,,saya mempunyai suatu kesalahan yang sangat fatal pada istri saya.."Ucap Bima menarik napas.


Dokter Andre mendengarkan dengan serius.


"Sampai sekarang istri saya tidak pernah mengetahui kesalahan yang saya lakukan pada nya..."Ucap Bima lagi sambil menatap Dokter Andre.


Bima memejamkan mata sesaat dan menarik napas kembali kemudian membuangnya kasar.


"Karena kesalahan itu,,saya belum bisa melaksanakan kewajiban saya sebagai seorang suami.."Ucap Bima tertahan.


"Coba tarik napas dulu,, tenangkan hati pak Bima,,kalau memang pak Bima tidak merasa nyaman untuk cerita,,pak Bima perlu Menceritakan secara detail.."Ucap Dokter Andre menatap Bima.


Bima kembali menarik napas,, mengusap wajahnya kasar.


"Ketika hasrat saya sudah tidak terbendung pada istri saya,,entah kenapa tiba-tiba bayangan kesalahan itu hadir dengan jelas,,membuat saya tidak bisa melakukan nya.."Bima kembali menarik napas dan mengusap kasar wajahnya.


Dokter Andre mengangguk tanda mengerti tentang keadaan Bima.


"Maaf sebelumnya, apakah pak Bima tidak berniat untuk mengakui kesalahan bapak pada sang istri..??"Tanya Dokter Andre menatap Bima dalam-dalam.


Dokter Andre kembali mengangguk.


"Oke,, kalau begitu kita akan melakukan terapi *** awal,, semoga bisa membantu dan memberikan ketenangan pada pak Bima.."Ucap Dokter Andre.


Bima mengangguk.


Hari ini Bima melakukan terapi *** pertama nya,,Bima berharap semoga dia bisa secepatnya membahagiakan Nelam,,begitu juga dengan dirinya tidak perlu menahan hasrat nya pada wanita yang sudah menjadi isterinya


Terapi *** pun di lakukan hampir satu jam.


"Untuk terapi *** saya berharap pak Bima bisa segera mempraktekkan nya,dan bila bisa langsung praktek malam ini bersama sang istri.."Ucap Dokter Andre tersenyum.


"Dan ini ada buku panduan,,mungkin bisa pak Bima baca.."Ucap Dokter Andre tersenyum sambil menyerahkan buku pada Bima.


"Baik Dokter,, terimakasih banyak,,besok pagi saya akan kembali.."Ucap Bima sambil menerima buku dan menjabat tangan Dokter Andre.


"Baik pak Bima,,sampai ketemu besok pagi.."Ucap Dokter Andre.


Bima pun melangkah meninggalkan ruangan Dokter Andre,,saat melewati meja pendaftaran,, petugas pendaftaran dan perawat tampak berbisik-bisik dan senyum-senyum sendiri sambil menatap Bima.


Bima hanya menggelengkan kepalanya,, dan dengan santai nya pergi meninggalkan tempat praktek Dokter Andre.


Saat Bima sudah melajukan mobil nya membelah jalan raya menuju kantor,, seseorang yang tadi mengintainya,,turun dari mobil dan menyunggingkan senyum sinis.

__ADS_1


Seseorang itu masuk ke tempat praktek Dokter Andre.


"Eh pak Sakti mau ketemu pak Dokter ya..?"Tanya petugas ramah dan sambil tersenyum.


"Hmm.."Jawab Sakti tanpa menoleh sedikit pun ke arah para petugas dan perawat.


"Sombong banget sie pak Sakti itu,,pak Bima yang lebih segala nya saja dari dia terkesan ramah.."Ucap salah satu petugas yang terlihat kesal dari wajahnya.


"Sudah ayo kita fokus kerja lagi,,kayak baru pertama kenal pak Sakti saja,,sifat nya memang seperti itu.."Ucap salah satu perawat.


( Ternyata yang mengintai Bima adalah Sakti,, pria yang mengaku tunangan Laras,,yang hadir di pernikahan Bima dan Nelam ).


Tok..tok


( Sakti mengetuk pintu saat sampai di ruangan Dokter Andre ).


"Masuk.."Ucap Dokter Andre.


Sakti pun langsung membuka pintu,, dan langsung masuk dan menghempaskan pantatnya yang berada di ruangan Dokter Andre.


"Sakti..!!"Ucap Dokter Andre sambil mengerutkan keningnya dan melepaskan berkas-berkas pasien yang ada di tangan nya.


Kemudian Dokter Andre pun bangkit dari duduknya menuju sofa dan menghampiri Sakti.


"Pasti ada hal penting sehingga kamu bisa datang kesini...??"Ucap Dokter Andre menatap tajam Sakti.


Sakti tertawa kecil dan menatap Dokter Andre dengan tatapan tajam.


"Untuk apa pria itu kesini..???"Ucap Sakti penuh penekanan dengan tatapan tajam nya.


"Maksud mu Bima..??""Ucap Dokter Andre berusaha tetap tenang.


"Iya siapa lagi..??"Ucap Sakti masih dengan tatapan membunuh.


"Hanya dia pasien mu pagi ini khan??"Karena jadwal praktek mu jam 11.00.."Ucap Sakti lagi dengan tersenyum sinis dengan tatapan mata yang membunuh.


"Aku seorang psikiater,,pasti kamu tahu apa saja yang menjadi keluhan pasien-pasien ku.."Ucap Dokter Andre santai sambil kembali ke meja kerja nya.


Sakti mendengus kesal,, wajahnya memerah sambil mengepalkan tangannya.


**************


Wuih,,ada dendam apa ya Sakti dan Bima..?


Ada hubungan apa antara Dokter Andre dan Sakti...??


Bisakah Bima sembuh dengan therapi s*k dari Dokter Andre..??


Ikuti terus Bab selanjutnya..


Dukungan,Vote,like dan komen nya ya selalu untuk Author..


Terimakasih ya,,puasa tinggal satu hari lagi.

__ADS_1


Semangat.


__ADS_2