Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Dokter Intan


__ADS_3

Bab 79


"... Darah Daging Yang Di Benci..."


"Dokter Intan mengidap kanker otak,,dan sudah memasuki stadium 3.."Ucap sang Dokter dengan tatapan nanar nya ke arah Bayu.


"Ga mungkin Dok,,anda pasti salah diagnosa.."Ucap Bayu sambil menggelengkan kepalanya menatap tajam ke arah sang Dokter.


Dokter hanya tersenyum tipis.


"Pak Bayu,, sebenarnya penyakit yang di derita Dokter Intan ini sudah lama,,awal nya ini merupakan tumor otak yang kemungkinan besar bisa di sembuhkan dengan melakukan operasi.."Ucap Dokter menatap nanar Bayu.


Waktu itu saya sudah menganjurkan Dokter Intan untuk melakukan operasi,.."Ucap Dokter sambil menarik napas.


"Tapi Dokter Intan menolak nya,,apa lagi saat dia tahu kalau dia sedang mengandung Salsa.."Sang Dokter berkata dengan suara bergetar,, bagaimana perjuangan Dokter Intan untuk mempertahankan janin yang di kandung nya.


"Selama hamil Salsa, Dokter Intan tidak mau meminum obat-obatan apa lagi kemoterapi,, karena dia tidak mau terjadi sesuatu pada janin nya.."Ucap sang Dokter dengan suara yang mulai parau.


Bayu merasakan sesak di dadanya,, seperti ada batu besar yang menghimpit,, mendengar semua penuturan dari Dokter yang berada di hadapannya.


Mayang yang mendengar nya,,menangis semakin terisak,, sedangkan Adam menarik napas sambil mengelus lembut pundak istrinya.


"Apa Dokter Intan bisa di sembuhkan Dok..??"Ucap Adam dengan mata nanar dan wajah penuh kebingungan.


Dia seperti bermimpi,, rencana pernikahan Bayu yang ternyata di persiapkan untuk Bima, dan juga tanpa di ketahui dia dan istrinya sama sekali ternyata Bayu sudah menikahi wanita lain yang ternyata sahabat anaknya sendiri yang sudah mereka kenal,, bahkan mereka sudah mempunyai seorang puteri yang berarti cucu nya.


Dan saat ini juga dia harus menerima kenyataan pahit ,kehilangan cucunya tanpa sempat melihat tumbuh kembang cucu nya,, apalagi sampai memanggil nya dengan sebutan opa.


Dan baru beberapa jam mengenal menantunya,, sekarang menantunya terbaring lemah melawan penyakit ganas.


Takdir benar-benar sebuah rahasia,,dan tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui dan dapat menolaknya.


"Kita serahkan semua kepada yang Kuasa,, tidak ada yang tidak mungkin bagi Nya,,,kami akan berusaha semaksimal mungkin..."Ucap Dokter menatap bergantian Bayu, Adam dan Mayang.


"Kita akan segera melakukan kemoterapi pak Bayu..."Ucap Dokter menatap Bayu.


"Lakukan yang terbaik Dok untuk istri saya.."Ucap Bayu pasrah.


Tiba-tiba telepon di meja Dokter berdering.


"Hallo..."Ucap Dokter.


"Oke..."Ucap Dokter lagi.


Kemudian Dokter menutup telepon nya dan menatap Bayu.

__ADS_1


"Dokter Intan sudah sadar dan memanggil nama anda pak Bayu.."Ucap dengan suara parau dan menatap nanar ke arah Bayu.


Bayu menatap Adam dan Mayang,, dengan seribu langkah,Bayu langsung berlari ke kamar perawatan Intan di ikuti oleh Dokter, Adam dan Mayang.


Tampak Bima dan Nelam sedang duduk di kursi tunggu sambil menyandarkan kepalanya di kursi tunggu, dengan Nelam yang di sampingnya menyandarkan pundak nya.


"Bay..."Ucap Bima yang langsung berdiri melihat kehadiran Bayu,, Nelam pun ikut berdiri d samping Bima.


"Lo harus kuat bro.."Ucap Bima menepuk pundak Bayu.


Bayu mengangguk dan tersenyum kecut,,tampak wajah yang penuh kesedihan dan kegelisahan,,mata nya pun terlihat merah terlihat kalau Bayu habis menangis.


"Gw masuk dulu bro..."Ucap Bayu pelan.


"Oke..."Ucap Bima sambil menepuk pundak Bayu.


Bayu melangkah ke dalam kamar perawatan,, tampak seorang perawat sedang memeriksa tensi darah dan detak jantung Sinta.


"Bagaimana tensi nya.."Ucap Dokter yang berada di belakang Bayu.


"Tensi dan detak jantung nya semakin melemah Dok.."Ucap salah satu perawat.


Tangisan Mayang kembali pecah,,saat mendengar perkataan perawat.


"Maaf pak Adam bisa membawa bu Mayang keluar.."Ucap Dokter sambil menatap Adam dan Mayang.


"Maaf bu,,tapi tangisan ibu mengganggu kami memeriksa pasien.."Ucap sang Dokter tegas.


"Ayo mah,, Dokter Intan harus segera di periksa.."Ucap Adam sambil merangkul tubuh Mayang keluar dari kamar perawatan Intan.


Mayang menurut sambil mendengus kesal mengikuti langkah suaminya.


Dokter pun mulai memeriksa keadaan Dokter Intan.


"Mas Bayu.."Terdengar suara lirih Dokter Intan memanggil lirih Bayu.


Bayu segera mendekati Dokter Intan,, menggenggam jemari tangannya.


"Iya sayang aku di sini..."Ucap Bayu yang berusaha keras menahan air matanya.


Tampak bibir pucat Dokter Intan tersenyum tipis,, menatap sendu ke arah lelaki yang dua hari lalu sudah berstatus suami nya,, lelaki yang selama ini sangat di dambakan dan di impikan


"Terimakasih.."Ucap Dokter Intan masih dengan tatapan sendu nya.


"Sttt..jangan banyak bicara dulu,,kamu pasti sembuh sayang,,kita akan menjalani rumah tangga yang bahagia.."Ucap Bayu sambil meletakkan jari telunjuknya ke bibir Dokter Intan yang pucat.

__ADS_1


Senyum Bayu mengembang tapi air mata yang tak tertahan meluncur mulus dari sudut matanya.


Dokter Intan menggelengkan kepalanya.


"Waktu ku tidak banyak mas.."Ucap Dokter Intan dengan air mata yang mengalir di wajah pucat nya.


"Tidak sayang,,kamu akan segera sembuh,, Dokter akan memberikan pengobatan yang terbaik untuk mu,,dan aku akan selalu berada di samping mu.."Ucap Bayu dengan air mata yang mengalir ,sambil menciumi jemari tangan Dokter Intan.


Dokter Intan tersenyum bahagia dengan tatapan redup ke arah suaminya.


"Mas,,aku bahagia sekali,,bisa menjadi istri mu walaupun hanya dua hari..."Ucap Dokter Intan lirih masih dengan tatapan semakin redup.


"Aku sangat mencintaimu mas,, terimakasih sudah menjadi ayah untuk Salsa Puteri kita.."Ucap Dokter Intan lagi dengan suara yang semakin lirih terdengar.


"Dokter Intan,,maaf biar kami periksa keadaan Dokter dulu .."Ucap Dokter yang merupakan sahabat Dokter Intan.


Intan menggelengkan kepalanya,, dengan tatapan redup yang terus ke arah Bayu.


"Dokter benar sayang,,kamu harus segera mendapatkan tindakan..."Ucap Bayu mencoba meyakinkan Dokter Intan.


Dokter Intan tetap menggelengkan kepalanya.


"Aku hanya ingin berada di dekat mu mas.sampai napas terakhir ku.."Ucap Dokter Intan dengan napas yang mulai tak beraturan dan tatapan mata yang semakin redup.


"Mas,,,aku mencintaimu..."Ucap Dokter Intan lagi,, tangan yang sedang di genggam Bayu,, dengan sangat lemah membelai wajah Bayu.


"Dokter tolong istri saya Dokter...!!"Teriak Bayu saat tangan Dokter Intan yang tak bergerak,, terlihat napas yang tak beraturan.


Dokter dan perawat langsung memasang alat pacu jantung,, berkali-kali Dokter berusaha memompa jantung Dokter Intan.


Bayu terus menatap ke arah monitor dengan dada berdegup kencang,,tampak irama detak jantung Dokter Intan semakin melemah,, dan suara yang di takutkan Bayu pun terdengar.


Tak ada lagi irama jantung Dokter Intan terlihat.


Pusing,, gemetar,sedih dan gelap.


****************


Pasti para reader ada yang bertanya,,kenapa sosok Dokter Intan dan Salsa hanya hadir sebentar di cerita ini..??


Jawabannya karena sosok Dokter Intan dan Salsa adalah pemanis dalam cerita ini...


Takdir hidup tidak ada yang tahu...


Berlanjut besok ya...

__ADS_1


Jangan lupa dukungan..Vote..like dan komen nya untuk Author.


Terimakasih


__ADS_2