
Bab 55
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Aluna menghela napas saat telepon di putus oleh Robert.
Kemudian Aluna memejamkan mata sambil berpikir untuk melepaskan diri dari Robert,,dia sudah tidak terobsesi lagi untuk menjadi istri Bima dan dendamnya pada Antasari telah sirna,,saat dia mengetahui kenyataan sebenarnya.
"Aku akan pergi menemui Robert,,aku akan coba bicara baik-baik pada.nya,,semoga bandot tua itu mau mengerti.."Aluna berkata sendiri sambil menghela napas nya.
Aluna melirik jam pada ponsel nya,,jam menunjukkan pukul 6,ada waktu satu jam lagi untuk menemui Robert.
Aluna bergegas merapikan diri nya dan segera memesan aplikasi taksi online.
Saat Aluna keluar dari kamar,,dia berpapasan dengan bi Sumi.
"Lho,,non Aluna mau kemana..?"Tanya bi Sumi menatap Aluna.
"Saya mau ke hotel dulu bi,,mau ambil pakaian-pakaian saya.,,bibi tahu Khan kalau saya memakai pakaian Nelam itu kurang nyaman.."Ucap Aluna mencoba meyakinkan bi Sumi sambil memperlihatkan pakaian Nelam yang di pakai nya.
"Apa Tn Antasari sudah tahu non,,..???"Ucap bi Sumi.
"Ga perlu bi,,aku cuma sebentar saja kok,,,"Ucap Aluna tersenyum.
"T...tapi..."ucap bi Sumi.
"Sudah ya bi taksi pesanan aku sudah datang.."Aluna berkata sambil pergi meninggalkan bi Sumi.
"Non.."Teriak bi Sumi tanpa di hiraukan Aluna.
"Aku harus memberi tahu neng Nelam.."Ucap bi Sumi sambil bergegas melangkahkan kakinya ke kamar Nelam.
Tok..tok ..Bi Sumi mengetuk pintu kamar Nelam.
Pintu pun terbuka dan tampak bi Nur membukakan pintu.
"Ada apa bi Sumi???"Tanya bi Nur yang tampak bingung melihat wajah bi Sumi yang terlihat cemas.
"Neng Nelam di mana ya Nur..,,saya ingin memberitahukan tentang Aluna."Ucap bi Sumi.
"Ada apa bi???"Tanya Nelam yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Non Aluna baru saja pergi terburu-buru naik taksi.."Ucap bi Nur dengan tatapan cemas.
"Pergi!!??"Kemana bi???"Ucap Nelam kaget menatap bi Sumi.
"Katanya mau ke hotel ambil pakaian nya.."Ucap bi Sumi.
"Mengambil pakaian..??"Tanya Nelam sambil mengerutkan keningnya menatap bi Sumi.
Bi Sumi mengangguk.
"Baiklah bi,,saya akan bicara sama papah tapi saya mau shalat dulu.."Ucap Nelam.
"Iya neng,,,saya juga mau shalat dulu.."Ucap bi Sumi.
Nelam mengganguk.
Setelah shalat,,Nelam pun naik ke atas menuju kamar Antasari.
Tok..tok..
"Nelam.."Ucap Sinta membukakan pintu.
"Maaf mah,, mengganggu.."Ucap Nelam.
"Ada apa,,tidak biasa nya kesini..?"Ucap Sinta menatap Nelam.
"Ayo masuk,,"Ucap Sinta menyuruh Nelam masuk.
Nampak Antasari yang sedang duduk di ranjang sambil membuka lap top nya.
__ADS_1
"Ada apa nak?,,tidak biasa kamu sampai ke kamar kami sayang..??"Ucap Antasari sambil menutup lap top nya dan menatap Nelam yang sudah duduk di sofa yang berada di kamar mereka yang sangat besar.
"Maaf pah mengganggu,,ini tentang kak Aluna.."Ucap Nelam menatap Antasari.
"Ada apa dengan wanita itu,,baru datang saja sudah buat ulah..!!!"Ucap Sinta ketus sambil duduk di hadapan Nelam.
"Mah,,kita dengarkan dulu penjelasan Nelam.."Ucap Antasari yang turun dari ranjang melangkah menuju sofa dan duduk di samping Sinta.
"Kenapa Aluna...??"Tanya Antasari sambil menatap tajam Nelam.
"Bi Sumi bilang tadi sekitar jam 6, kak Aluna pergi dengan terburu-buru memesan taksi,katanya mau ke hotel mengambil pakaian nya.."Ucap Nelam dengan wajah yang cemas.
"Tapi perasaan Nelam tidak enak pah.."Ucap Nelam lagi dengan menatap nanar Antasari.
"Mungkin dia kembali ke hotel untuk menemui seseorang yang butuh pelayanan nya.."Ucap Sinta dengan sinis.
"Mah,,!!.. Jangan langsung mengambil kesimpulan tentang seseorang sebelum ada bukti..!!"Ucap Antasari sedikit keras.
"Oh papah membentak mamah hanya karena wanita gatal itu..!!!"Ucap Sinta yang mulai tersulut emosi sambil menatap tajam Antasari.
"Atau jangan-jangan selama ini papah memang mencintai Rossa??atau,,,,, jangan-jangan papah ikut andil atas lahir nya Aluna??-?Tanya Sinta dengan penuh emosi dan kilatan amarah di matanya.
"Mah.!!!!!!.Jaga bicaramu..!!!!"Ucap Antasari dengan berteriak dan mencoba menahan emosi.
Baru saja Sinta ingin menjawab tapi Nelam sudah memotongnya.
"Pah..mah,,sudah jangan ribut,, maafkan Nelam,,kalau begitu biar Nelam minta bantuan mas Bima saja.."Ucap Nelam dengan mata berkaca-kaca dan langsung berlari meninggalkan kamar Antasari dan Sinta.
"Kamu benar-benar keterlaluan Sinta.."Ucap Antasari menatap tajam Sinta, kemudian pergi keluar kamar menyusul langkah Nelam menuju kamar Bima...
"Tok..tok..Kak Bima.."Ucap Nelam sambil mengetuk pintu kamar Bima dan memanggil nama Bima.
Tak lama pintu kamar pun di buka Bima.
"Nelam..!!"Ucap Bima sambil mengerutkan keningnya menatap aneh ke arah Nelam.
"Mas Bima,,kak Aluna tadi pergi meninggalkan rumah dengan terburu-buru,,katanya mau ke hotel mau ambil pakaian nya,,,aku khawatir mas,, perasaan aku tidak enak.."Ucap Nelam dengan wajah penuh khawatir menatap Bima.
"Tidak mas,,aku yakin kak Aluna menginap di hotel itu tidak sendiri..aku khawatir...""Sebelum Nelam melanjutkan ucapannya, Antasari memotongnya.
"Papah,sudah menelepon om Beni untuk menyelidiki nya,,jadi kamu tenang dulu Nelam.."Ucap Antasari lembut sambil mengelus kepala Nelam.
"Perasaan Nelam tidak enak pah.."Ucap Nelam sambil menunduk sedih.
Antasari membawa Nelam ke dalam pelukannya.
"Ya sudah,, kalau begitu biar Bima ke hotel tempat Aluna menginap,, untuk memastikan keselamatan Aluna.."Ucap Bima sambil menatap Antasari dan Nelam.
"Aku ikut mas.."Ucap Nelam menatap Bima
"Jangan Nelam,,kamu di rumah saja.."Ucap Bima.
"Iya,,kamu di rumah saja,,biar papah sama Bima yang pergi.."Ucap Antasari melepaskan pelukannya dari Nelam.
"Ya sudah,, kalian hati-hati ,,"Ucap Nelam terpaksa.
"Kami siap-siap dulu,,ucap Bima masuk ke dalam kamar dan menutup pintu nya.
"Nelam,, sebaiknya kamu hibur mamah,, sepertinya mamah sangat marah,sedih dan kecewa.."Ucap Antasari dengan menggenggam tangan Nelam, sambil melangkah menuju kamar nya.
"Iya pah,,Nelam juga mau minta maaf sama mamah.."Ucap Nelam sambil mengikuti langkah Antasari dengan tangan yang di genggam papah nya.
Sesampainya di kamar,, tampak Sinta sedang berada di balkon kamar,, punggung nya bergetar menandakan kalau Sinta sedang menangis.
"Papah siap-siap saja,,biar Nelam yang menenangkan mamah.."Ucap Nelam lembut.
"Iya nak..,, terimakasih ya.."Ucap Antasari sambil mengelus lembut pundak Nelam.
Nelam mengangguk dan tersenyum,, kemudian melangkah mendekati Sinta yang tampak masih menangis duduk sendiri di balkon.
"Mah.."Ucap Nelam lembut sambil mengelus pelan bahu Sinta dan duduk disebelah Sinta.
__ADS_1
"Mah,, maafkan Nelam yang sudah membuat hati mamah terluka dan sudah membuat mamah dan papah bertengkar.."Ucap Nelam sambil merangkul Sinta dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
"Papah sangat mencintai dan menyayangi mamah,,papah tidak bermaksud untuk kasar sama mamah,, maafkan papah, maafkan Nelam ,,"Ucap Nelam yang mulai terisak sambil memeluk Sinta.
"Iya Nelam,,mamah juga minta maaf ,,mamah terbawa emosi,,mamah cemburu,,mamah jadi ingat bagaimana dulu Rossa yang berusaha keras untuk mengambil papah mu..."Ucap Sinta dengan menangis tersedu-sedu sambil membalas pelukan Nelam.
"Nelam mengerti mah,,tapi kak Aluna besar tanpa kasih sayang seorang ibu,,kak Aluna dibesarkan dan di didik di tangan orang yang salah,, sehingga dendam dan benci menguasai diri dan hati nya.."Ucap Nelam sambil mengelus punggung Sinta.
"Mah,, maafkan papah tadi sudah membentak mamah.."Ucap Antasari yang tiba-tiba muncul di depan mereka dengan pakaian yang sudah rapi.
"Pah.."Sinta berkata sambil mengangkat wajahnya nya dan langsung memindahkan pelukannya dari Nelam ke Antasari.
"Mamah juga minta maaf mah,,karena terbawa cemburu dan masa lalu,, mamah jadi bersikap kurang ajar sama papah.."Ucap Sinta lagi dengan menangis tersedu-sedu sambil memeluk Antasari.
"Mamah ga perlu cemburu,,mamah tahu kalau dari dulu papah hanya menganggap Rossa sebagai sahabat sekaligus saudara,, kenyataan nya Rossa sudah meninggal dan mempunyai seorang putri,,ya seorang putri yang hidup di besarkan oleh seorang bajingan seperti Robert..."Ucap Antasari menarik napas dan memejamkan matanya sambil menahan sesak membayangkan Aluna yang di besarkan oleh seorang mafia seperti Robert.
"Papah minta ijin mamah untuk mencari Aluna.."Ucap Antasari lagi sambil mengelus lembut bahu istrinya.
"Iya pah,, pergilah bawa Aluna kesini,,,mamah berjanji akan menyayanginya seperti anak sendiri.."Ucap Sinta menatap Antasari.
"Terimakasih sayang.."Ucap Antasari sambil menghapus air mata Sinta.
Tok..tok
Terdengar suara ketukan pintu.
"Itu pasti Bima.,, papah berangkat mah.."Ucap Antasari sambil mengecup kening Sinta.
"Hati-hati pah.."Ucap Sinta mengangguk dan tersenyum.
"Nelam jaga mamah mu.."Ucap Antasari sambil mengelus kepala Nelam.
"Iya pah.."Jawab Nelam tersenyum.
Antasari pun melangkahkan kakinya ke pintu kamar,, saat pintu kamar terbuka, tampak Bima yang sudah rapi menunggu.
"Kita berangkat sekarang pah.."Ucap Bima.
"Oke.."Jawab Antasari.
Bima tersenyum ke arah Sinta dan Nelam.
Antasari dan Bima pun melangkah pergi meninggalkan rumah dan langsung mengendarai mobil membelah jalan raya.
******************
Tak lama waktu berselang,,Bima dan Antasari pun tiba di hotel tempat Aluna menginap.
Saat itu Antasari sudah ada janji dengan Beni,,Beni sudah menunggu di parkiran bersama dua orang anak buahnya.
"Selamat malam pak Antasari,,pak Bima.."Ucap Beni sambil menyalami Antasari dan Bima di ikuti oleh kedua anak buahnya.
"Bagaimana,,apa benar Aluna datang ke hotel ini???"Tanya Antasari kepada Beni.
"Mohon maaf pak tadi kami sudah mengecek ke kamar yang di booking Aluna,tapi ternyata sudah check out dari kemarin pagi.."ucap Beni.
"Maksudnya om??? bukannya dari kemarin pagi Aluna bersama kita??Ucap Bima menatap Beni.
Beni menarik napas dalam-dalam.
"Ternyata kamar itu di booking atas nama Rossa.."Ucap Beni menatap dalam Antasari dan Bima.
"Apa!!!!?????"Ucap Bima dan Antasari bersamaan.
**********************
Misteri apa lagi yang tersembunyi dari cerita ini ????
Ikuti terus kelanjutan nya...
Kasi aku dukungan,, vote ,,like dan komen ya..
__ADS_1
Terimakasih.