Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Hari bahagia Nelam dan Bima 2


__ADS_3

Bab 73


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


Bima tak berkedip menatap Bayu,,dia tidak percaya dengan pendengarannya.


"Apa maksud semua ini Bay.??Ucap Bima.


"Menikah lah dulu,,semua akan di jelaskan nanti setelah acara selesai.."Ucap Bayu sambil menepuk pelan pundak Bima.


"Dan ini bro,,mas kawin yang pernah Lo siapkan untuk Nelam dulu..."Ucap Bayu tersenyum sambil memberikan sekotak cincin.


"Cincin bertahtakan berlian seberat 10 gram.."Bisik Bayu.


Bima menerima kotak cincin itu,,iya Bima ingat sekali kotak ini,,dia yang memesannya langsung di toko berlian ternama,, untuk model cincin dan kotak nya saja limited edition.


Secara perlahan,Bima membuka sedikit kotak itu,,tampak sebuah cincin yang unik dan sangat indah,,Bima tersenyum membayangkan kalau cincin ini akan melingkar di jari manis Nelam.


"Gw ga pernah membuangnya bro,, karena gw yakin suatu saat,,cincin ini akan terpasang di jari seseorang yang dari awal berhak memakai nya.."Ucap Bayu sambil memegang pundak Bima.


"Terimakasih Bay.."Ucap Bima langsung memeluk Bayu.


"Bagaimana ini bapak-bapak pernikahan ini jadi tidak???"Ucap pak penghulu menatap bergantian Antasari,,Bima dan Bayu.


"Bima,,cepat kesini,,pak penghulu setelah ini ada acara lagi..!!!Ucap Antasari dengan suara cukup tinggi.


Semua orang yang menatap Bima dan Bayu,,kini menatap Antasari.


"Mohon maaf semua keluarga saya,, terutama Puteri saya Nelam dan kedua orangtua Bayu.."Ucap Antasari.


"Sebenarnya pernikahan ini bukan untuk Bayu,tapi di persiapkan untuk Bima dan Nelam..."Ucap Antasari menatap bergantian Bima dan Nelam.


"Karena waktu nya terbatas,,jadi saya akan memberikan klarifikasi nanti saat akad selesai.."Ucap Antasari.


"Ayo Bima,,cepat duduk di samping Nelam.."Perintah Antasari.


Bima tersentak kaget dan langsung melepaskan pada Bayu, dengan cepat Bima bangkit dari duduknya,,menepuk pundak Bayu, kemudian melangkah pasti duduk di samping Nelam.


Nelam yang dari tadi hanya diam terpaku,, merasa tak percaya kalau yang sekarang ada di samping nya yang akan mengucapkan janji suci adalah Bima Mahadewa,, laki-laki yang benar-benar dia impikan untuk menjadi pendamping hidup nya.


Bima menatap Nelam penuh kasih dan kebahagiaan,,dan seulas senyuman menghiasai bibir nya,, perlahan Nelam membalas senyum Bayu dengan sedikit malu.


"Bagaimana pak Bima,,apakah sudah siap???"Tanya pak penghulu.


"Siap pak.."Jawab Bima tegas sambil tersenyum.


"Silahkan bapak jabat tangan pak Antasari sambil mengucapkan ijab kabul,,apa pak Bima sudah hafal???"Tanya penghulu menatap Bima


"InsyaAllah.."Jawab Bima sambil mengangguk.


"Oke..kita mulai sekarang.."Ucap pak Penghulu.


Bima pun menjabat tangan Antasari


" Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Bima Mahadewa bin Malik Ibrahim dengan putri saya Nelam Purnamasari binti Antasari Mahadewa dengan mas kawin cincin bertahtakan berlian seberat 10 gram di bayar tunai..."Ucap Antasari tegas dan lantang.


"Saya terima nikah dan kawinnya Nelam Purnamasari binti Antasari Mahadewa dengan Mas kawin tersebut di bayar Tunai..."Bima mengucapkan ijab Qobul sekali helaan napas dengan tegas dan lantang.


"Sah..."Ucap penghulu.


"Sah..sah.."Ucap para saksi.

__ADS_1


"Alhamdulillah.."Ucap pak penghulu,, Antasari ,,Bima,Bayu dan yang lainnya dengan napas lega,, kemudian di teruskan dengan do'a


Nelam menitikkan air matanya saat Bima mengucapkan ijab kabul dan kata sah dari penghulu dan semua saksi.


Antasari,,Sinta,,bi Nur,,bi Sumi ikut menitikkan air mata.


Dan seseorang yang dari tadi merasakan sakit di hatinya,, dan mencoba menahan air matanya jangan sampai lolos,, seketika tidak bisa terbendung lagi,, apa lagi saat dia tahu kalau mempelai pria yang menikah hari ini, bukanlah pria yang kemarin menikahinya.


Haru,,sedih dan bahagia.


Mayang dan Adam hanya saling tatap,,Adam menghela napas.


"Bayu melakukan ini pasti ada alasan yang kuat mah,,sabar dulu,kita tunggu penjelasan ini setelah selesai acara.."Ucap Adam sambil berbisik.


"Anak ini,,selalu bikin sport jantung orang tua.."Ucap Mayang dengan wajah kesal.


Kalau saja hanya mereka bertiga,, pastinya Bayu sudah habis di buat perkedel.


"Dasar anak kurang ajar,,awas kamu..."Mayang bergumam pelan sambil menatap tajam kearah Bayu.


Adam langsung mengelus punggung Mayang dan menggenggam tangan nya.


Bayu yang menyadari jika orang tua nya akan murka terutama mamah nya,,hanya menyunggingkan senyum.


Kemudian matanya mencari sosok yang dari tadi menatap nya dengan mata berkaca-kaca,,Bayu melihat sepasang mata itu sedang mengeluarkan air mata.


Saat netra mereka bertemu ,,Bayu menyunggingkan senyum nya.


"Alhamdulillah sekarang kalian sudah sah sebagai suami istri.."Ucap penghulu sambil tersenyum.


"Silahkan sang istri mencium tangan suaminya..."Ucap penghulu menatap Nelam dan Bima.


Bima dan Nelam pun saling berhadapan,, Nelam mengambil tangan Bima dan mencium tangannya,, kemudian menunduk malu.


( Tentu saja semua momen di dekomentasi kan oleh juru kamera yang profesional ).


"Baiklah prosesi akad nikah sudah selesai,, silahkan bapak dan ibu tanda tangan disini..."Ucap pak penghulu sambil menyerahkan buku nikah yang harus di tanda tangani Bima dan Nelam.


"Simpan lah buku ini sebagai tanda kalian sah sebagai pasangan suami istri..."Ucap pak penghulu sambil menyerahkan buku nikah kepada Bima dan Nelam.


"Terimakasih pak.."Ucap Bima dan Nelam.


Selesai akad Bima dan Nelam menghampiri Antasari dan Sinta,, mereka meminta restu.


Saat Nelam mencium punggung tangan Sinta, seketika Sinta langsung menangis haru dan memeluk Nelam.


"Sayang,,, sekarang kamu adalah anak sekaligus menantu mamah.."Ucap Sinta menangis dengan masih memeluk Nelam.


"Iya mah,,Nelam juga tidak menyangka.."Ucap Nelam membalas pelukan Sinta.


"Mamah bahagia sekali,,, jadilah istri yang baik untuk Bima,,tegur lah dia jika melakukan kesalahan-kesalahan.. "Ucap Sinta melepaskan pelukannya kemudian mencium lembut pipi Nelam.


"Iya mah..."Ucap Nelam tersenyum sambil menghapus air matanya.


Bima juga menghampiri Sinta,,mencium punggung tangan wanita yang telah melahirkan nya,,Sinta juga langsung memeluk Bima.


"Akhirnya Nelam bisa jadi istrimu Bim..."Ucap Sinta yang kembali menangis haru.


"Iya mah,, terimakasih atas do'a mamah selama ini..."Ucap Bima lirih.


"Jaga Nelam selalu,, jangan pernah kamu menyia-nyiakan dia apa lagi sampai menyakitinya,karena mamah akan menjadi orang pertama yang membuat perhitungan padamu Bim..."Ucap Sinta dengan penuh penekanan.

__ADS_1


"Tenang,,Bima akan menjaga Nelam dengan segenap jiwa raga Bima.."Ucap Bima tegas.


"Mamah percaya sama kamu..."Ucap Sinta sambil melepaskan pelukan nya dari Sinta dan mengusap air mata mamah tercinta nya.


"Pah.."Ucap Nelam lembut mencium punggung tangan Antasari, kemudian memeluk pria yang bertahun-tahun yang dia tidak ketahui keadaan nya,,kini menjadi wali nikah untuk nya,,air mata kembali membasahi wajahnya.


"Jangan menangis,,ini adalah hari kebahagiaan mu sayang..."Ucap Antasari memeluk dan mengelus lembut punggung Nelam.


"Tersenyumlah sayang,, kehidupan baru ada di depanmu,sambut dengan penuh sukacita, papah selalu berada di samping mu.."Ucap Antasari melepaskan pelukan nya dari Nelam dengan mata berkaca-kaca.


" Maafkan papah yang tidak pernah merawat mu dari bayi,, yang tidak pernah tahu penderitaan mu dan sekarang kamu akan menikah dengan Bima putera kesayangan papah.."Ucap Antasari menghapus air mata Nelam.


"Walaupun dari kecil yang Nelam tahu papah sudah meninggal,,tapi hati Nelam merasakan kalau Nelam masih punya papah..."Ucap Nelam dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


Antasari kembali memeluk erat Nelam dan mencium kening nya.


"Sekali lagi papah minta maaf ya sayang..."Ucap Antasari lagi sambil mengusap air mata Nelam.


Nelam mengangguk dan tersenyum.


"Berterimakasih lah pada bibi mu yang selalu menemani mu dalam suka dan duka..."Ucap Antasari tersenyum menatap bergantian antara Nelam dan bi Nur.


Lagi-lagi Nelam tersenyum dan mengangguk dan menghambur ke pelukan bi Nur.


"Terimakasih bi,,atas semua yang bibi lakukan untuk Nelam.."Ucap Nelam kembali menangis.


"Sudah kewajiban bibi,kamu bukan saja keponakan tapi sudah bibi anggap sebagai anak kandung bibi sendiri.."Ucap bi Nur lembut sambil memeluk dan mengelus lembut pundak Nelam,, air mata mulai membasahi pipi mereka berdua


"Sekarang kamu sudah menjadi istri,, jadilah istri yang baik dan Soleha untuk suami mu,, karena suami adalah imam untuk mu.."Ucap bi Nur sambil melepaskan pelukan,, tersenyum menatap Nelam.


"Iya bi.."Ucap Nelam tersenyum.


Bima mendekati Antasari.


"Pah,, maafkan Bima.."Ucap Bima mencium punggung tangan Antasari.


"Tidak apa yang perlu di maafkan,,jadilah suami yang terbaik untuk Nelam,, karena papah ga akan rela jika kamu berani melukai dan menyakiti Puteri papah..."Ucap Antasari sambil memeluk Bima.


"Iya pah.."Jawab Bima tegas.


"Ya sudah minta restu sm bi Nur,, karena dia yg telah merawat Nelam setelah ibunya meninggal."Ucap Antasari sambil melepaskan pelukan nya pada Bima.


"Tapi inget pah,,jika acara sudah selesai, papah harus memberikan penjelasan..!!"Ucap Bima yang melangkah mendekati bi Nur.


"Bi,, terimakasih sudah memberikan ijin aku menikahi Nelam..."Ucap Bima sambil mencium punggung tangan bi Nur.


"Iya nak Bima,,bibi turut bahagia tapi jangan pernah melukai hati Nelam.."Ucap bi Nur tersenyum.


"Siap bi..Ucap Bima dengan pasti.


"Terimakasih nak,,,"Ucap bi Nur sambil tersenyum.


"Bayu!!!!!!!!"tiba-tiba terdengar suara teriakan


seseorang memanggil nama Bayu.


***********


Yang selalu setia menemani ku pasti makin Kepo ya!!


Ikuti terus bab selanjutnya

__ADS_1


Dukungan..Vote..like dan komen Jangan lupa.


Terimakasih.


__ADS_2