
Bab 41
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Malik segera meraih ponselnya dan mengetikkan sebuah pesan ke seseorang.
( Aku ingin bertemu dengan mu,, ada hal penting yang harus kita bicarakan )
Pesan terkirim.
( Aku tidak ada waktu )
Balas orang itu.
( Oke.. kalau kamu tidak mau bertemu dengan ku,,jangan menyesal,,aku akan menemui suami tercinta mu..).
Balas Dokter Malik dan pesan langsung terbaca, kemudian ponselnya berbunyi ,, Dokter Malik pun langsung mengangkat ponselnya dengan tersenyum licik.
"Hallo sayang..""Jawab Dokter Malik.
"Hallo..kamu jangan macam-macam Malik.."Jawab orang diseberang sana.
"Aku hanya ingin bertemu dengan mu cantik..aku kangen.."Ucap Dokter Malik.
"Kamu gila Malik.."Umpat seseorang disana.
"Aku gila pada dirimu..pada kecantikan mu dan pada tubuh mu sayang.."Ucap Dokter Malik sambil tertawa.
"Kalau kamu tidak mau bertemu ,, sekarang juga aku akan menemui suami tercintamu dan putera kesayangan mu."Ucap Dokter Malik lagi.
"Dasar bejat.,"Umpat seseorang di seberang sana.
"Aku tunggu kamu 1 jam dari sekarang di rumah ku..,kamu pasti masih inget rumah ku khan?"Ucap Dokter Malik sambil tertawa.
Seseorang di seberang sana tidak menjawab langsung mematikan ponselnya.
"Lihatlah Sinta sayang,, kejadian puluhan tahun silam akan terulang lagi,,"Ucap Dokter Malik dengan tersenyum licik penuh kemenangan.
Dengan langkah pasti dan senyum penuh kebahagian Dokter Malik pun melangkah kan kaki nya keluar dari hotel menuju parkiran dan melajukan mobil nya membelah jalan raya menuju rumah nya .
*************************
Di butik Sinta.
"Kenapa Malik tiba-tiba bersikap seperti ini lagi, setelah puluhan tahun ??"Sinta bertanya dalam hati, wajahnya tampak bingung dan pucat.
"Mah.."Ucap Nelam sambil menyentuh lembut tangan Sinta.
Sinta langsung terperanjat kaget.
"Eh..Nelam.."Ucap Sinta yang tampak gugup.
"Mamah kenapa?wajah mamah pucat,apa mamah sakit??"Ucap Nelam yang langsung duduk di hadapan Sinta.
"Ga kok sayang,mamah baik-baik saja.."Ucap Sinta tersenyum sambil mengelus wajah Nelam.
"Mamah yakin..??"Ucap Nelam penuh selidik.
"Iya mamah ga papa."Ucap Sinta coba meyakinkan Nelam.
"Oh iya sayang,tadi ada pelanggan telpon kalau dia ingin melihat rancangan butik kita,,jadi mau menemuinya dulu.."Ucap Sinta sambil berdiri dari duduknya.
"Oke mah,,Nelam siap-siap dulu ya.."Ucap Nelam sambil ikut berdiri dan hendak melangkah untuk mengambil tasnya.
__ADS_1
"Kamu tidak usah ikut, mamah sendiri saja,".Ucap Sinta sambil memegang tangan Nelam dan berusaha setenang mungkin.
Nelam mengerutkan keningnya.
"Ko tumben,,mamah ke pelanggan sendirian.??."Tanya Nelam heran.
"Iya sayang , kebetulan pelanggan ini sahabat dekat mamah dari SMA,,kami bertemu sekalian reunian.."Ucap Sinta sambil tersenyum.
"Kamu telepon Bima atau mang Ujang untuk jemput kamu sayang""Ucap Sinta lagi.
"Mamah berangkat dulu ya sayang.."Ucap Sinta sambil mencium kedua pipi Nelam.
"Ya mah hati-hati.."Jawab Nelam sambil tersenyum.
Sinta pun bergegas pergi meninggalkan Nelam.
Nelam menatap kepergian Sinta dengan tatapan heran.
"Mamah seperti menyembunyikan sesuatu.."Gumam Nelam.
karena merasa ada hal yang ganjil dan perasaan tidak enak ,Nelam pun bergegas mengambil tas nya dan berencana mengikuti Sinta.
Jika memakai jasa ojek online,akan memakan waktu,,Nelam meminjam motor,helm dan jaket, salah satu pegawai di sana,dengan alasan ada sesuatu hal penting yang harus di urus,jika memakai mobil takut macet.
Segera Nelam melajukan motornya untuk menyusul mobil Sinta,Nelam agak menjaga jarak sedikit agar Sinta tidak curiga.
Saat mengendarai motor ,Nelam sempat menghubungi Bima,meminta untuk mengikuti GPS yang telah di kirimnya.
Bima dan Bayu saat itu baru tiba di kantor , setelah menerima pesan dari Nelam,,Bima meminta Bayu untuk menghandle meeting tersebut.
Dan tanpa membuang waktu ,Bima segera melajukan mobilnya membelah jalan raya,mengikuti GPS yang Nelam kirimkan.
Hampir satu jam akhirnya Sinta sampai di perumahan elit Dokter Malik.
Nelam pun mengikuti mobil Sinta dengan pelan,masih dengan menjaga jarak.
Tak lama pintu pun terbuka, tampak Dokter Malik tersenyum bahagia melihat kedatangan Sinta,dia pun langsung mempersilahkan Sinta masuk.
Hampir 15 menit Nelam menunggu Bima di pinggir jalan yang tak jauh dari rumah dokter Malik, terlihat kecemasan di wajah nya
Akhirnya Bima pun tiba dan saat melihat Nelam, Bima segera menepikan mobilnya dan langsung turun dari mobil dan menghampiri Nelam.
"Kamu bawa motor sendiri.?."Tanya Bima cemas sambil memegang tangan Nelam.
"Jangan cemaskan aku mas.,cepat lihat mamah di dalam rumah itu perasaan aku tidak enak.."Ucap Nelam dengan wajah penuh khawatir.
"Ayo kita kesana,,"Ajak Bima.
Bima dan Nelam menuju rumah yang terlihat rapi dan asri.,tanpa gerbang besi yang tinggi.
"Kamu tahu ini rumah siapa mas??"Ucap Nelam dengan suara pelan.
"Aku juga ga tahu ini rumah siapa.."Jawab Bima dengan suara pelan juga.
Mereka memasuki halaman rumah dan Bima langsung memencet bel rumah itu setelah sampai di depan pintu.
Pintu pun terbuka,tampak seorang perempuan paruh baya yang membukakan pintu.
"Maaf,,Tuan dan Nyonya mau cari siapa ya??Tanya perempuan setengah baya.itu.
"Saya mau cari wanita yang barusan datang kesini bi.."Jawab Bima sopan.
"Wanita..?"Ucap perempuan itu dengan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Mungkin Tuan dan Nyonya salah,,dari tadi tidak ada tamu yang datang kesini apa lagi seorang wanita.."Ucap bibi itu meyakinkan.
"Aku yakin mamah kesini..itu yang di parkir mobil mamah.."Bisik Nelam sambil menunjuk mobil Sinta.
"Itu mobil mamah saya,,bibi jangan bohong saya bisa melaporkan bibi ke polisi.."Ucap Bima dengan mengancam.
"Tidak..jangan.. bajingan kamu..!!!!""Tiba-tiba terdengar teriakan dari lantai atas.
Bima langsung menarik tangan Nelam menerobos masuk,, mereka yakin kalau yang berteriak itu suara Sinta.
"Tuan,,Nyonya kalian tidak boleh masuk.."Cegah perempuan setengah baya itu.
Tapi Bima dan Nelam tidak menghiraukan nya., mereka terus masuk dan naik ke lantai atas,, perempuan setengah baya itu terus mengejar Bima dan Nelam.
Sampailah mereka di sebuah kamar,tapi teriakan itu terhenti hanya terdengar suara Isak tangis seorang perempuan.
Bima merasa yakin kalau ada yang tidak beres di dalam kamar itu dan dia yakin kalau suara tangisan itu adalah suara mamah nya
Dengan sekuat tenaga Bima mendobrak pintu kamar itu.
"Bruk .."
Saat pintu terbuka, mereka melihat Sinta tak berdaya di bawah kekuasaan seseorang pria yang tak lain adalah Dokter Malik.
Dada Bima bergemuruh penuh Amarah,,dengan emosi dia langsung menarik tubuh Dokter Malik yang berada di atas tubuh Sinta dan langsung menghajarnya.
"Bug .."
"Kurang ajar kau bajingan,,apa yang sudah kamu lakukan pada mama ku.."Ucap Bima penuh emosi.
Dengan penuh amarah,Bima terus menghajar Dokter Malik tanpa ampun,, sedangkan Dokter Malik sendiri dalam keadaan tidak siap,,tidak punya kesempatan sama sekali untuk menghindar apa lagi melawan Bima yang sedang di kuasai emosi, sehingga kemarahan Bima tidak terkendali.
Perempuan paruh baya itu menjerit dan langsung turun ke bawah untuk menelpon keamanan setempat.
Nelam membantu Sinta merapikan pakaian nya,, kemudian memeluk Sinta,, membawa nya keluar dari kamar.
Saat mereka sampai di ruang tengah,,sudah ada pihak keamanan dan RT setempat,, bertepatan saat Bima menarik paksa tubuh Dokter Malik yang sudah lemah dan wajah babak belur.
"Tahan pak,,apa yang bapak lakukan dengan Dokter Malik?bapak tidak boleh main hakim sendiri,kami bisa melaporkan bapak kepada pihak berwajib karena tindakan kekerasan dan penganiayaan.."Ucap pak RT
Sedangkan kedua tangan Bima di pegang oleh kedua satpam itu
"Silahkan bapak melaporkan saya,saya akan tuntut balik bajingan ini karena sudah mencoba memperkosa mamah saya.
"Aku tidak pernah memaksa mamah mu,mamah mu sendiri yang datang dan menyerahkan dirinya sendiri padaku.."Ucap Dokter Malik sambil meringis kesakitan.
"Kurang ajar kau bajingan, dasar dokter mesum..!!""Ucap Bima yang ingin memukul kembali Dokter Malik tapi tangan nya terus di pegang kuat oleh kedua satpam tersebut.
"Lepaskan saja pak..biar anak ini puas memukuli saya sampai mati,,dan setelah saya mati kamu akan menyesal telah membunuh ayah kandung mu sendiri.."Ucap Dokter Malik sambil menatap tajam ke arah Bima.
Sontak pernyataan Dokter Malik membuat semua orang terkejut.
Terlebih Bima,, perkataan Dokter Malik benar-benar bagaikan petir di siang hari.
Nelam pun kaget dan tidak percaya yang di ucapkan Dokter Malik.
Sedangkan Sinta terlihat wajahnya pucat pasi..
************************
Kepo ya???
Ikuti terus cerita nya,,masih banyak cerita-cerita seru.
__ADS_1
Yuk beri dukungan terus buat novel ini..
Jangan lupa Vote ,,like dan komen