
Bab 43
".. Darah Daging Yang Di Benci.."
Dokter Malik hanya pasrah ,saat polisi memborgol tangan nya dan menggiring nya ke dalam mobil.
Sinta yang syock pun langsung jatuh pingsan.
"Mah.."Nelam berteriak memanggil nama Sinta.
Antasari dan Bima langsung mengangkat tubuh Sinta dan membawanya ke dalam mobil.
"Ben..kamu ikut ke Rumah Sakit.."Perintah Antasari kepada Beni sambil masuk kedalam mobil Bima.
Antasari duduk disamping Bima yang menyetir ,, sedangkan Nelam duduk di kursi belakang dengan posisi kepala Sinta di paha nya.
Mobil pun melaju menuju Rumah Sakit terdekat.
Sesampainya di Rumah Sakit, Sinta langsung di bawa ke ruang IGD..
Cukup lama Sinta pingsan,,Dokter mengatakan kalau Sinta mengalami syock berat yang membuat jiwa nya begitu terguncang.
Dokter juga mengatakan jika Sinta sudah sadar,,bisa di pindahkan ke ruang inap.
Hampir 2 jam Sinta tak sadarkan diri.
Nelam dan Bima menunggu di luar,, sedangkan Antasari menunggui Sinta di ruang IGD.
Nelam dan Bima pun duduk di bangku yang disediakan Rumah Sakit untuk pengunjung.
"Mas Bima,,apa benar kalau mamah hanya syock berat??? "Tanya Nelam dengan raut wajah yang sangat khawatir sambil menatap Bima.
"Tenang Nelam,, InsyaAllah mamah baik-baik saja.."Jawab Bima dengan kedua tangan yang memegang bahu Nelam,,sorot mata Bima begitu dalam menatap Nelam.
"Tapi ini sudah hampir 2 jam mamah tidak sadar mas.??."Tanya Nelam lagi dengan mata berkaca-kaca.
"Dokter sedang melakukan pemeriksaan,,kita bantu do'a.."Jawab Bima sambil mengusap air mata Nelam yang mulai mengalir dari sudut matanya yang indah.
Nelam pun langsung menghambur ke pelukan Bima sambil menangis.
Bima membalas pelukan Nelam sambil mengelus lembut kepala Nelam.
Bersamaan dengan mereka berpelukan,,Bayu muncul dengan membawa sekantong plastik belanjaan.
Hati Bayu tiba-tiba merasa sakit,,dia cemburu melihat Nelam dan Bima berpelukan.
Berlahan Bayu pun melangkah mendekati Bima dan Nelam.
''Hmm.."Ucap Bayu.
Bima dan Nelam yang sedang berpelukan pun seketika itu juga kaget dan melepaskan pelukan mereka.
"Hai..Bay.."Ucap Bima sambil menghapus air mata nya yang sempat keluar dari sudut matanya saat memeluk Nelam.
"Gw telepon Lo sama Nelam ga di angkat-angkat,,jadi gw telepon om Beni,, katanya kalian ada di Rumah Sakit karena Tante Sinta pingsan.."Jelas Bayu sambil membuka kantong plastik yang di bawa nya.
"Ini gw bawakan minuman dan sedikit makanan.."Ucap Bayu lagi sambil menyerahkan sebotol air mineral ke Nelam,, kemudian memberikan satu botol lagi kepada Bima.
"Makasih mas Bayu.."Ucap Nelam sambil menghapus air matanya dan menerima air botol mineral dari Bayu.
"Sama-sama Nelam.."Ucap Bayu tersenyum manis dengan tatapan sangat dalam ke Nelam.
"Thanks Bay.."Jawab Bima saat menerima sebotol air mineral dari Bayu.
Bima yang melihat tatapan penuh arti Bayu ke Nelam,, merasa cemburu ,,ingin rasa nya dia mencungkil bola mata Bayu yang tidak lepas tatapan nya dari wajah Nelam.
"Tidak Bima,,ini bukan saat untuk cemburu.."Ucap Bima dalam hati,mencoba untuk berdamai dengan perasaan nya.
"Kamu baik-baik saja Nelam ??"Tanya Bayu yang terus menatap wajah Nelam.
__ADS_1
"Alhamdulillah,,aku baik-baik saja mas,hanya mengkhawatirkan keadaan mamah.."Jawab Nelam sambil tersenyum ke arah Bayu.
Seketika jantung Bayu berdegup kencang melihat Nelam tersenyum padanya,,ini pertama kali dia berbicara sedekat ini dengan Nelam.
"Kamu pasti lapar.,,di makan roti nya.."Ucap Bayu sambil menyerahkan roti ke Nelam.
"Aku belum lapar mas Bayu,, mungkin mas Bima yang lapar.."Nelam berkata sambil menatap ke arah Bima.
Netra mereka bertemu,, mereka saling melempar senyum.
Bayu yang melihat tingkah mereka berdua,, merasakan Kecewa.
"Wah beruntung nya Lo bro punya adik yang perhatian banget sama Lo.."Ucap Bayu yang tersenyum sinis ke arah Bima.
Bima hanya menghela napas tidak menjawab pertanyaan Bayu.
Bima langsung bangun dari duduknya,,dan segera melangkahkan kakinya ke arah pintu IGD.
Nelam yang melihat Bima menuju ke ruangan IGD segera beranjak dari duduknya dan berjalan cepat menyusul Bima.
Bayu pun melakukan hal yang sama,dia segera berjalan cepat menyusul Bima dan Nelam.
"An**r nie si Bima,,gw ga boleh pdkt sama ade nya,, kemarin katanya sudah ikhlas!!!"Gerutu Bayu dalam hati.
Sesampainya di ruang IGD,, terlihat Antasari sedang berbicara dengan dokter penjaga.
Mereka bertiga pun mendekati Antasari.
"Pah bagaimana keadaan mamah...??"Tanya Bima ragu untuk memanggil Antasari Papah,,,apa lagi dia tahu kalau dia bukan anak kandung Antasari.
"Menurut Dokter , mamah mengalami syock karena kenyataan berat yang sedang di hadapi nya,, sehingga membuat mamah mu tidak mau sadar karena jika sadar,,dia merasa takut untuk menerima semua kenyataan."Ucap Antasari sambil menatap istrinya Sinta yang sedang berbaring tak berdaya.
"Tapi mamah baik-baik saja Khan pah??"Tanya Nelam dengan wajah khawatir.
"Mamah baik-baik saja sayang,,sekarang mamah di pindahkan ke ruang inap,,kamu tidak usah khawatir.."Jawab Antasari sambil mengelus lembut kepala Nelam.
"Apa yang terjadi dengan tante Sinta??"Apa sebenarnya yang terjadi??"Bayu berkata dalam hati dengan penuh tanda tanya.
************************
Kini Sinta sudah berada di ruang VIP.
"Nelam.,lebih baik kamu pulang istirahat dulu,biar papah dan Bima yang menjaga mamah.."Ucap Antasari lembut sambil menghampiri Nelam yang duduk di samping ranjang Sinta sambil menggenggam tangan Sinta.
"Ga pah.. Nelam ingin disini untuk menjaga mamah..'Ucap Nelam sambil menatap Sinta yang terbaring lemah dengan wajah pucat.
"Pah..Nelam mau berbicara sesuatu pada papah.."Ucap Nelam yang langsung menoleh ke arah Antasari.
"Apa yang kamu mau bicarakan.."Ucap Antasari dengan tatapan sendu ke Nelam.
"Kita bicara di luar pah bersama mas Bima"Ucap Nelam sambil menoleh ke arah Bima.
Bima hanya mengangguk dan tersenyum.
",Mas Bayu boleh nitip mamah sebentar..?"Tanya Nelam sambil menoleh ke arah Bayu.
Bayu yang dari tadi menyimak obrolan mereka,, terlonjak kaget saat mendengar Nelam berbicara padanya,,apa lagi saat netra mereka bertemu.
Mungkin bagi Nelam ini hal yang biasa saja,,tapi bagi Bayu ini adalah hal yang luar biasa,,yang membuat jantung nya berdegup kencang.
"B..boleh Nelam.."Jawab Bayu gugup.
"Pasti lah dengan senang hati saya akan menjaga tante Sinta.., kalian tidak perlu khawatir.."Ucap Bayu yang berusaha bersikap tenang.
"Terimakasih mas.."Ucap Nelam dengan senyuman yang bisa membuat jantung Bayu hampir copot.
"Om tinggal dulu Bay.. kalau ada apa-apa langsung hubungi kami.."Ucap Antasari sambil menepuk pelan pundak Bayu.
"Iya om siap.."Ucap Bayu tersenyum.
__ADS_1
Bima tidak berkata sepatah katapun.,dia hanya menatap Bayu sekilas,, kemudian langsung melangkah keluar kamar.
"Ada apa dengan si Bima,, seperti nya dia ga suka gw di sini.."Bayu berkata dalam hati sambil menatap Bima yang sedang melangkahkan kaki nya keluar kamar.
"Kami tinggal dulu ya mas.."Ucap Nelam tersenyum sambil menyusul langkah Bayu dan Antasari.
"Iya Nelam.."Jawab Bayu dengan senyum bahagia.
Sepeninggalan mereka,,Bayu langsung memegang dadanya yang berdegup begitu kencang.
"Oo Nelam,,kamu benar-benar sudah merebut hati ku.."Ucap Bayu sambil menjatuhkan pantatnya di sofa bed yang berada di ruangan itu.
Antasari,,Bima dan Nelam memilih duduk di taman yang berada dekat masjid Rumah Sakit,, mereka memilih tempat yang agak sepi biar bisa bebas membicarakan masalah keluarga mereka.
"Pah..,Nelam ingin berbicara tentang mamah.."Ucap Nelam membuka pembicaraan.
"Papah pasti sudah tahu semua,tapi Nelam minta sama papah,, jangan pernah papah berniat meninggalkan mamah.."Ucap Nelam sambil memegang lengan Antasari,,air mata sudah mulai mengalir dari sudut kedua matanya dan langsung membasahi kedua pipinya yang mulus.
Bima langsung membuang pandangannya,,hati nya teriris melihat air mata Nelam,,dada nya sesak mendengar permintaan Nelam kepada seseorang yang merawat nya dari bayi dengan tulus dan penuh kasih sayang, walaupun dia tahu kalau dia bukan darah daging nya
"Sayang.,kalau papah ingin meninggalkan mamah mu,sudah dari awal saat papah tahu apa yang sudah si bajingan itu lakukan ,sampai mamah mu harus hamil.."Jawab Antasari sambil memejamkan matanya,,terasa sesak mengingat kejadian puluhan tahun yang lalu.
Bima pun tersentak kaget dan menatap ke seseorang yang selama ini di idolakan nya dari dia kecil.
"Bima... dari awal papah mengetahui kehadiran mu di rahim mamah mu,,papah sudah menerima mu dengan sepenuh hati,"Ucap Antasari menatap dalam Bima.
"Walaupun papah bukan papah biologis mu,,tapi bagi papah kamu adalah putera kandung papah,, putera kebanggaan papah,, putera dari seorang keluarga besar Mahadewa.."Ucap Antasari sambil memegang pundak Bima
"Papah tidak membenci Bima dan mamah??"Tanya Bima dengan mata berkaca-kaca.
"Papah sangat mencintai dan menyayangi mu dan mamah mu,, papah tidak punya alasan untuk membenci kalian berdua,,kalian berdua adalah belahan jiwa papah,dan belahan jiwa papah sekarang lebih sempurna dengan hadirnya Nelam di tengah-tengah kita.."Jawab Antasari yang berusaha untuk menahan air matanya agar tidak lepas dari kedua sudut matanya.
"Papah.."Nelam langsung menghambur ke pelukan Antasari sambil menangis.
Bima pun tidak bisa membendung air matanya, langsung ikut memeluk Antasari.
Di tengah-tengah tangis bahagia,, tiba-tiba ponsel berbunyi,, terpampang nama Bayu di layar ponselnya.
Bima melepaskan pelukan nya dan menghapus air matanya.
Bima pun segera mengangkat ponselnya.
"Hallo Bay.."Ucap Bima saat panggilan sudah terhubung.
"Hallo Bim..cepat balik kesini,,nyokap Lo sudah sadar nie..Dokter sama perawat juga sudah ada disini..""Ucap Bayu di seberang sana.
"Oke Bay kami segera kesana.."Ucap Bima langsung menutup ponselnya.
"Ada apa Bim???""Tanya Antasari.
"Bayu barusan memberi tahu kalau mamah sudah sadar pah.."Jawab Bima dengan tersenyum bahagia
"Apa mamah sudah sadar mas.??."Tanya Nelam dengan wajah berbinar.
"Iya Nelam."Jawab Bima dengan wajah berbinar juga sambil menatap Nelam.
"Ayo pah..mas cepat kita kembali ke kamar,,kita lihat mamah.."Ucap Nelam penuh kebahagiaan sambil menarik tangan Antasari dan Bima.
****************************
Tunggu kelanjutannya di bab berikutnya.
Masih panjang ceritanya.
Minta dukungan nya ya biar tetap semangat nerusin ceritanya di sela-sela kesibukan author.
Jangan lupa Vote..like dan komen
Sehat selalu buat kita semua
__ADS_1
Terimakasih.
.