
Bab 103
"... Darah Daging Yang Di Benci.."
"Mas Bima..."Nelam berlari dan langsung menghambur ke pelukan Bima.
"Aku merindukan mu mas.."Ucap Nelam terisak.
"Aku juga sangat merindukan mu,, bagaimana keadaan mu sayang...??Tanya Bima melepaskan pelukan Nelam dan menghapus air mata nya.
"Seperti mas lihat,,aku baik-baik saja.."Nelam berkata sambil memegang wajah Bima.
"Anak kita,,?? Apakah dia baik-baik saja...?"Bima berkata sambil berlutut dan langsung mencium perut Nelam.
"Hai,,anak papah apa kabar mu di dalam sana..?? Papah kangen sayang..."Bima berkata dengan mengelus dan mencium kembali perut Nelam.
Nelam tersenyum penuh bahagia.
"Anak kita baik-baik saja sayang.."Nelam berkata sambil menunduk menatap wajah Bima yang sedang mencium perut nya.
Bima tersenyum dengan membalas tatapan Nelam,, kemudian Bima bangkit,,dan menatap dalam wajah Nelam.
"Terimakasih sayang,,sudah menjaga anak kita.."Bima berkata sambil mencium kening Nelam kemudian memeluk nya erat tubuh Nelam.
"Hmm,,masih ada kami di sini.."Ucap Bayu dengan wajah malas.
Nelam tersipu malu,, dengan wajah memerah.
"Hallo bro,, akhirnya Lo keluar juga dari persembunyian.."Bima berkata sambil menggandeng Nelam mendekati Sinta,,Bayu dan Laras.
"Demi sahabat tercinta gw.."Bayu berkata sambil meninju pelan pundak Bima.
"Thanks banget sob,,sudah menyelamatkan istri dan anak gw.."Bima berkata sambil kembali mengelus perut Nelam.
Nelam tersenyum manis menatap wajah suami yang hampir satu bulan tidak bisa di temui nya.
"Ini semua atas bantuan cewek manis di samping gw.."Bayu berkata sambil merangkul pundak Laras yang berada di samping nya.
Tentu saja tindakan Bayu,,membuat Laras malu dan salah tingkah.
"Kamu suka sama Laras bay..??Tanya Nelam dengan mata berbinar bahagia..
Atau kalian sudah jadiin...????Tanya Nelam lagi.
"Iya kami sudah jadian,,tepat hari ini..."Ucap Bayu Santai semakin merangkul erat pundak Laras.
"Kenapa banyak sekali sesuatu yang tidak aku ketahui...??"Nelam berkata sambil memijit keningnya.
"Sayang,, tidak perlu memikirkan mereka,, pikir kan keluarga kita saja.."Bisik Bima.
__ADS_1
"Hai,, kalian ini anak muda melupakan kalau ada orang tua di sini.."Sinta berkata dengan wajah cemberut dengan melipat kedua tangan di dada nya.
"Maafkan kami Tante aku yang cantik..."Bayu berkata sambil menghampiri Sinta dan memeluknya.
"Kamu tidak ingin memeluk mamah Bim..?? Tanya Sinta melotot ke arah Bima.
Bima hanya tersenyum kemudian melangkah mendekati mamah nya dan memeluk nya,,kini Sinta berada di pelukan dua laki-laki tampan.
Nelam dan Laras yang melihat momen itu tersenyum bahagia.
Saat mereka sedang di selimuti rasa bahagia,, tiba-tiba.
Prok..prok..
Terdengar suara tepuk tangan di ruangan itu,, semua menoleh ke sumber suara,, tampak Sakti dan beberapa anak buah nya.
"Kak Sakti.."Ucap Laras lirih.
"Benar-benar keluarga harmonis yang sedang merayakan kebahagiaan,, sampai tidak tahu kehadiran ku.
Bima dan Bayu melepaskan pelukan mereka dari Sinta,, kemudian menyuruh Sinta,,Nelam dan Laras mundur ke belakang.
" Sakti,,apa mau lo.??"Bayu berkata sambil menatap tajam Sakti.
"Hallo Bayu,, Bima sahabat gw apa kabar kalian..?-?Sakti berkata dengan memandang sinis dan penuh kebencian ke arah Bima dan Bayu.
"Katakan apa yang lo inginkan..??"Tanya Bima yang sudah mengepal kan tangannya.
Sakti hanya tertawa dan berjalan ke arah Bima.
"Bima Mahadewa,, seorang laki-laki terhormat,,anak pengusaha terkaya dan terpandang,,tapi ternyata seorang pengecut yang hanya bermental tempe..."Sakti berkata tepat di wajah Bima.
Saat Bima ingin memukul,, tiba-tiba Sakti menodongkan pistol tepat di kening Bima,, begitu pun dengan anak buah Sakti semua langsung mengeluarkan pistol.
Bayu terperanjat kaget,, begitu juga Nelam,Sinta dan Laras, mereka berteriak,,di susul tangisan Nelam dan Sinta.
"Sakti,,Kita bisa membicarakan ini baik-baik.."Ucap Bayu.
"Bayu Sudrajat,, ternyata dari dulu sampai sekarang Lo ga berubah ,,selalu berlindung di ketiak bajingan ini.
"Jaga mulut Lo...!!"Teriak Bima ingin memukul Sakti tapi dengan sigap Sakti dan anak buahnya langsung menodongkan pistol ke arah Bima.
Sakti pun tertawa kencang.
"Ternyata Bima Mahadewa takut dengan kematian.."Tatapan Sakti penuh kebencian.
"Kak Sakti,, tolong sadar lah kak..."Ucap Laras.
Sakti pun mengalihkan pandangan nya ke Laras,, menatap penuh kemarahan.
__ADS_1
"Cepat,,kesini pengkhianat...!!!"Perintah Sakti sambil berteriak.
"Jangan sakiti dia..."Ucap Bayu sambil menggenggam tangan Laras yang berada di samping nya,, tampak ke khawatiran di wajah Bayu.
"Jangan sentuh adik gw kep*r*t...!!!"Teriak Sakti sambil menepis kasar tangan Bayu yang menggenggam tangan Laras.
Sakti mendorong kasar tubuh Bayu,, sehingga tubuh Bayu tersungkur ke lantai.
Laras berteriak,,dia ingin membantu Bayu tapi buru-buru tangan nya di cekal oleh Sakti,,saat Bayu ingin bangun,, sebagian anak buah Sakti menodongkan pistol pada nya.
Plak.
Sakti menampar keras wajah Laras,,Laras memegang wajah nya yang memerah dan terlihat gambar tangan Sakti di wajah nya.
"Demi laki-laki kepa**t seperti dia kamu mengkhianati Kakak mu sendiri...!!!"Teriak Sakti sambil menunjuk wajah Bayu yang terduduk di lantai.
Bima dan Bayu begitu geram,,tapi mereka tidak mau bertindak ceroboh,, karena Sakti dan anak buahnya memegang pistol,, mereka tidak mau bertindak ceroboh apa lagi ada 3 perempuan,, mereka tidak mau terjadi apa-apa dengan mereka.
"Laras melakukan ini karena Laras sangat menyayangi kakak,. Laras ga mau kalau kakak masuk ke dalam lubang yang salah.."Ucap Laras terisak.
"Laras tidak mau kakak menyesal,, dengan ambisi dan sakit hati kakak,,itu justru membuat kak Sakti semakin salah langkah.
"Apa kata mu...!!!"Sakti berkata sambil mencengkram kasar wajah Laras.
"Sakit kak.."Rintih Laras.
"Hentikan pak Sakti,, perbuatan mu menyakiti Adik mu.."Ucap Nelam yang tampak melangkah mendekati Sakti dan Laras.
Sakti yang mendengar suara Nelam langsung melepaskan tangan nya dari wajah Laras.
"Yang kamu inginkan aku Khan...??!!"Tanya Nelam menatap tajam ke arah Sakti.
"Nelam..!!"Teriak Bima.
Nelam hanya menatap Bima dengan tatapan nanar,, melihat suami nya di kelilingi orang-orang yang mengacung kan pistol nya ke arah nya,,dan bisa kapan saja jika peluru itu menembus tubuh Bima dan Bayu.
Sakti tertawa penuh kemenangan.
"Dari kamu kecil aku sudah menginginkan kamu Nelam,,tapi bajingan ini yang telah merebut mu dari ku..."Sakti berkata sambil memukul wajah Bima hingga menampilkan luka di sudut bibir nya.
"Mas Bima..!!Teriak Nelam.
Nelam ingin menghampiri Bima tapi Sakti menahan tangan Nelam.
********
Maaf ya baru Up, jangan lupa novel terbaru author
__ADS_1