
Bab 97
"..Darah Daging Yang Di Benci.."
Nelam terperanjat kaget,, ternyata salah satu klien mereka adalah Sakti.
Nelam menghela napas,,mencoba menenangkan hati nya dan bersikap profesional.
"Sebenarnya siapa lelaki ini??,mau apa dia..??Tanya Nelam dalam hati,,sambil menghindari tatapan Sakti.
"Hallo ibu Sinta,, senang berjumpa dengan anda.."Ucap Sakti menyalami Sinta di ikuti oleh kedua rekannya.
"Saya juga senang berjumpa dengan kalian,, Semoga pertemuan ini bisa membawa manfaat dan keberuntungan buat kita.."Ucap Sinta ramah membalas uluran tangan mereka dengan tersenyum.
"Ini,,pasti istri Bima Mahadewa..??"Ucap Sakti menatap Nelam.
"Iya perkenalkan ini menantu sekaligus Puteri saya.."Ucap Sinta memperkenalkan Nelam.
"Kami pernah bertemu di pesta pernikahan Bu Nelam dan pak Bima,, mungkin bu Nelam lupa dengan saya.??."Ucap Sakti tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Tentu saja saya ingat,,bapak datang bersama tunangan bapak Khan bu Laras..???"Ucap Nelam berusaha tenang dan membalas uluran tangan Sakti,,dan segera melepaskan nya.
Kedua rekan Sakti saling tatap sambil mengerutkan kening mereka.
"Benarkah..??Jadi pak Sakti ini sudah bertunangan..?? Saya doakan biar cepat ke pelaminan.."Tanya Sinta penuh semangat.
"Oo..tapi kami sudah putus.."Ucap Sakti gugup sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Putus..??"Tanya Nelam penuh selidik.
"I...iya,, kurang cocok dari pada pas nikah cerai.."Ucap Sakti lagi.
"Sayang sekali pak Sakti,, semoga pak Sakti dapat jodoh terbaik.."Ucap Sinta tersenyum.
"Ya bu Sinta,, tolong doakan,, karena ada seseorang yang benar-benar saya cintai dari dulu,,dan sekarang saya sedang berjuang mendapatkan nya.."Sakti berkata sambil melirik Nelam.
"Oh ya,,kalau pak Sakti benar-benar mencintai nya,,perjuangkan pak.."Ucap Sinta.
"Pasti itu Bu.."Ucap Sakti tersenyum.
"Ya sudah,, sekarang kita mulai meeting,, kapan-kapan kita ngobrol lagi pak Sakti.."Sinta berkata sambil mengajak dan mempersilahkan mereka duduk.
Meeting pun di mulai dan berjalan lancar,,di akhiri dengan kerjasama di antara mereka.
"Setengah jam lagi waktu makan siang,, bagaimana kalau kita makan siang bareng.."Ucap Sakti dengan menatap bergantian Nelam dan Sinta.
"Maaf,,saya ada janji makan siang dengan suami saya.."Ucap Nelam sambil tersenyum.
"Kamu mau makan siang dengan Bima..??"Tanya Sinta.
"Ya mah,,mas Bima ingin menemani Nelam makan siang terus.."Ucap Nelam tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Wah,, ternyata di balik sikap tegasnya,,pak Bima suami yang sangat perhatian ya.."Ucap Sakti dengan tatapan sinis nya.
"Ya tentu pak Sakti,,apa lagi sekarang Nelam sedang hamil muda.."Sinta berkata sambil mengelus lembut pundak Nelam dengan penuh kebahagiaan.
"Oh ya,, berarti sebentar lagi bu Sinta akan jadi nenek dong.."Sakti berkata sambil menatap tajam Nelam.
"Iya,,saya sudah tidak sabar,,maka nya pak Sakti segera menikah selain ibadah,, Menik ah itu juga menyenangkan hati kedua orang tua.."Ucap Sinta menatap Sakti.
"Iya bu,, do'akan biar saya segera mendapatkan wanita itu.."Ucap Sakti menatap bergantian Sinta dan Nelam.
"Pasti.."Ucap Sinta tersenyum.
Meeting pun selesai,, mereka semua meninggalkan ruangan itu.
"Mah,,Nelam mau ke ruangan dulu ya.."Ucap Nelam saat mereka keluar dari ruang meeting.
"Iya sayang,,mama mau mengecek barang-barang dulu.."Ucap Sinta.
"Oh ya mamah,,nanti mau ikut makan siang bersama kami..??"Tanya Nelam menatap Sinta.
"Ga usah dech,,mamah nanti makan siang dengan papah saja.."Sinta berkata sambil mengelus kepala Nelam.
"Kita Khan bisa makan siang bareng mah.."Rajuk Nelam.
"Kalian Khan belum berbulan madu,,mamah sama papah tidak mau mengganggu kalian.."Ucap Sinta lembut sambil mencubit pipi Nelam yang sedikit mulai berisi.
"Mamah.."Ucap Nelam tersenyum sambil memeluk Sinta sesaat.
"Ya buat dirimu senyaman mungkin,, mamah tidak menyuruh mu bekerja sayang,,kamu nya yang bersikeras ingin tetap kerja.."Ucap Sinta mengelus lembut perut Nelam.
"Bu Nelam,,pak Bima sudah sampai 20 menit yang lalu,, sekarang sedang menunggu di ruangan ibu.."Ucap salah satu resepsionis.
"Oh ya,, terimakasih ya mba..,"Ucap Nelam tersenyum.
"Ya Bu sama-sama,,saya permisi dulu.."Ucap resepsionis itu sambil berlalu.
Nelam mengangguk.
"Ya sudah,,sana temui suami mu.."Ucap Sinta.
"Oke mah.."Nelam berkata sambil mencium pipi kiri dan kanan Sinta.
Sinta hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya menatap kepergian Nelam.
Nelam segera menuju ruangan nya.
"Assalamualaikum.."Ucap Nelam saat membuka pintu ruangan nya.
Tapi tidak ada jawaban,hanya dengkuran halus yang terdengar,, Nelam tersenyum saat melihat Bima tertidur pulas di sofa.
Nelam menghampiri Bima,,dan duduk Bima yang terlelap,, menatap wajah suaminya yang begitu damai dalam tidurnya,, wajah yang mempunyai sejuta pesona untuk kaum hawa.
__ADS_1
Berlahan Nelam membelai wajah dan rambut suaminya,,saat Nelam ingin mengecup bibir Bima,, tiba-tiba Nelam teringat kata-kata Sakti.
Mengatakan jika Bima bukan laki-laki baik-baik,, Bahkan Bima lah yang menghancurkan hidup nya,,mata Nelam pun berkaca-kaca, dia tidak mau mendengar kata-kata itu.
"Bima mencintai ku dengan tulus,, tidak mungkin Bima menikahi ku karena menutupi kesalahannya.."Ucap Nelam dalam hati sambil menggeleng kan kepala nya.
Tidak terasa air mata Lolos dari sudut matanya,, mengalir ke pipi nya yang mulus,,dan tanpa Nelam sadari ada air mata yang jatuh ke wajah Bima,, karena wajah Nelam sedang menatap Bima.
"Hai,,kamu kenapa sayang..?Saat dia sudah terjaga dan mengusap air yang jatuh ke wajah nya,,Bima pun segera duduk dan memeluk Nelam.
"Seperti nya pengaruh hormon kehamilan mas.."Ucap Nelam berbohong.
"Sayang kalau ada yang mengganjal hati mu,, terutama tentang aku,,kamu bilang saja jangan sampai ada yang di sembunyikan.."Ucap Bima membawa Nelam ke pelukan nya.
"Iya mas.."Ucap Nelam dengan suara parau.
Nelam mengangguk di pelukan Bima.
"Hai aku sudah lapar ini,,pasti Dede bayi sudah lapar juga ya??Ucap Bima sambil mengelus perut Nelam.
"Iya mas."Ucap Nelam lirih.
"Jangan menangis lagi istriku tersayang,,dan calon ibu dari anak-anakku.."Bisik Bima lembut di telinga Nelam,, membuat jantung Nelam berdetak kencang.
"Mas kita berangkat sekarang yuk.."Ucap Nelam tersenyum sambil menghapus air matanya.
Bima pun ikut menghapus air mata Nelam,, kemudian mencium lembut tangan Nelam.
Bima dan Nelam pergi meninggalkan butik.
"Kamu mau makan apa sayang...?"Tanya Bima saat mobil membelah jalan raya.
"Apa saja mas.."Ucap Nelam tersenyum
"Kita cari tempat makan khusus Betawi saja ya.."Ucap Bima.
Nelam mengangguk dan tersenyum.
Tanpa mereka sadari,,ada mobil yang mengikuti mereka.
***********
Ikuti terus ya cerita ini,, karena hanya tinggal beberapa bab lagi.
Jangan lupa tinggalkan jejak,, dukungan ,Vote, like dan komen.
Jangan lupa karya terbaru author
Selamat malam.
__ADS_1
Selamat istirahat.