
Bab 115
"Darah Daging Yang Di Benci "
Nelam tersentak kaget atas permintaan papah nya.
"Sekolah di luar negeri pah...??"Tanya Nelam tak percaya menatap Antasari.
Antasari mengangguk kan kepala nya.
"Melihat bakat mu,,kami ingin menyekolahkan mu di bidang fashion,,apa kamu mau sayang..??"Ucap Sinta lembut.
"Iya mah,, Nelam sangat menyukai bidang fashion,, Nelam ingin sekali menjadi desainer terkenal mah.."Ucap Nelam malu.
"Kalau begitu tepat sekali,,kami akan menyekolahkan mu di Fashion Institute Of Technology atau lebih di kenal FIT sayang.."Ucap Antasari.
"Apa itu sekolah khusus di bidang Fashion pah..??"Tanya Nelam sambil mengerutkan keningnya.
"Iya itu adalah sekolah terbaik di dunia.."Jawab Antasari.
"Di dunia..????"Nelam berkata sambil mata nya membulat tak percaya.
"Nelam,,FIT itu institut jurusan seni dan desain dari State University Of New York.."Jelas Sinta.
"Apa,,??New York mah...???"Tanya Nelam semakin membulat kan mata nya dan menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.
Nelam tidak percaya jika diri nya akan kuliah di Amerika Serikat.
"Hai,,kamu kenapa sayang..?? Antasari berkata sambil menatap Nelam.
"Kamu tidak suka kuliah di Amerika...??"Tanya Antasari sambil mengerutkan keningnya.
"B.. bukan pah,,maaf,,tapi Nelam tak percaya jika Nelam bisa kuliah ke New York Amerika serikat.."Suara Nelam lirih menatap bergantian Sinta dan Antasari.
Antasari dan Sinta pun saling tatap,, kemudian mereka sama-sama tertawa,, sedang kan Nelam menatap heran ke dua orang tua nya yang sedang menertawakan nya.
"Sayang,,kamu kuliah di mana saja tinggal bilang sama kami.."Sinta berkata sambil menghampiri Nelam dan mengelus punggung nya dengan lembut.
"Apa di sini tidak ada Universitas yang bagus mah..pah..??"Tanya Nelam lagi.
Antasari tersenyum mendengar pertanyaan Nelam.
"Apa alasan kamu sebenarnya tidak mau kuliah di New York nak...??"Tanya Antasari penuh selidik.
"B.. bukan tidak mau pah,,tapi.."Nelam berkata dengan gugup.
"Tapi kamu takut berjauhan dengan Bima Khan..??"Tanya Sinta sambil tersenyum.
"Sekarang juga kami sudah jauh mah.."Nelam berkata sambil menunduk kan wajah nya.
__ADS_1
Antasari menghela napas.
"Nelam,,hidup itu adalah pilihan,, jangan pernah menyesali keputusan yang sudah kita ambil,, melangkah lah maju ke depan jangan pernah menoleh lagi ke belakang.."Antasari berkata sambil menarik napas dalam-dalam.
"Papah sangat tahu Bima laki-laki seperti apa,,dia tidak akan pernah mengingkari janji nya.."Ucap Antasari lagi.
"Sayang,,kami memilih kota New York,selain FIT itu salah satu institusi desainer terbaik di dunia,,kami juga ingin kamu berubah,saat Bima keluar nanti kalian akan di pertemukan dengan kehidupan yang baru.."Sinta berkata dengan lembut sambil menggenggam jemari Nelam.
"Tapi ijazah SMA Nelam belum ada dan.."Nelam berkata sambil mengelus perut nya.
"Masalah ijazah papah sudah mengurus nya dari awal kamu tinggal bersama kami.."Antasari berkata sambil memberikan map pada Nelam.
Nelam menerima nya dengan raut wajah tak mengerti,saat membuka map mata Nelam terbelalak tidak percaya,,kalau yang dia pegang adalah ijazah SMA nya.
"Bagaimana papah mendapatkan ini..??"Nelam berkata dengan wajah bahagia.
"Tentu saja di sekolah mu Nelam.."Ucap Antasari sambil tertawa di ikuti oleh tawa Sinta.
"Maksud nya,, bagaimana papah bisa mengurus ijazah Nelam.."Ucap Nelam bersemu merah karena di ter tawakan.
"Tentu saja bisa di urus,,saat itu kamu sudah mengikuti ujian nasional jadi tinggal menunggu kelulusan dan ijazah sayang.."Ucap Sinta lembut sambil tersenyum.
Nelam pun mengingat kejadian yang sudah hampir 9 tahun yang lalu,,waktu itu dia sedang menunggu pengumuman kelulusan dan sudah tidak ada lagi kegiatan belajar di Sekolah, sehingga Nelam menerima tawaran lembur sampai larut malam dari tempat nya bekerja.
Tawaran lembur yang membuat nya bertemu dengan Bima,, Nelam memejamkan mata nya sesaat mengingat malam perkosaan itu.
"Sayang.."Ucap Sinta lembut membuyarkan lamunan Nelam.
Nelam terlonjak kaget,,saat sadar dia sudah ada di pelukan Sinta.
"Maaf kan kami sayang.."Sinta berkata dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak mah,,kalian semua sudah takdir,jika tidak ada kejadian malam itu,mungkin kita tidak di pertemukan,,dan Nelam tidak tahu jika masih mempunyai orang tua..Ucap Nelam lirih menghapus air mata nya.
"Iya semua sudah takdir dan kehendak yang Maha Kuasa,,kita harus mengambil hikmah dari semua nya.."Ucap Antasari menatap dua wanita di hadapan nya yang sangat di sayangi nya.
Sinta dan Nelam mengganguk.
"Kapan kita berangkat ke New York pah..??"Tanya Nelam sambil menghapus air mata nya.
"Terserah,,kamu mau berangkat besok juga tidak apa-apa.."Ucap Antasari santai.
"Tapi Nelam belum punya visa dan paspor pah..??"Tanya Nelam bingung.
"Itu sudah di urus semua,,kamu tenang saja.."Ucap Antasari santai.
"Kita juga berangkat akan menggunakan jet pribadi sayang.."Ucap Sinta sambil tersenyum.
"Seiring nya waktu kamu harus tahu aset apa saja yang orang tua kamu punya.."Ucap Sinta lagi.
__ADS_1
Nelam hanya mengangguk,, ternyata kekayaan orang tua nya benar-benar berlimpah,,belum lagi kekayaan Bima.
"Ish,,buat apa aku mikirin harta,,bagi ku keluarga adalah segala nya,,harta itu hanya bonus,,aku juga sudah biasa hidup sederhana dari kecil..."Gumam Nelam dalam hati.
"Ya sudah papah mau keluar dulu ada urusan.."Antasari bangkit dari duduknya dan mendekati istri dan putrinya.
"Hati-hati pah.."Ucap Sinta mencium punggung tangan Antasari.
Nelam juga mencium punggung tangan papah nya,, Antasari mencium kening Sinta dan Nelam bergantian, kemudian melangkah pergi meninggalkan kediaman Mahadewa.
**************
Antasari dan Bayu datang hampir bersamaan di kantor polisi dengan tujuan ingin menemui Bima.
"Assalamualaikum,,om mau jenguk Bima juga...??"Tanya Bayu sambil mencium punggung tangan Antasari.
"Waalaikumsalam,,ada yang mau om sampai kan ke Bima,,kamu sendiri ada perlu ke Bima...??"Tanya Antasari.
"Iya om,,Bayu ingin memberikan ini pada Bima,,dan ini juga buat om dan sekeluarga..."Bayu berkata sambil memberikan sebuah surat undangan yang tertera nama Bayu dan Laras.
"Alhamdulillah kamu akan menikah Bay.."Ucap Antasari saat membuka undangan.
"Kenapa harus di Bali Bay..??"Tanya Antasari.
"Iya om,, karena semua keluarga Laras di Bali,, InsyaAllah mamah dan papah juga bisa hadir.
Antasari menghela napas.
"Semoga semua berjalan lancar Bay,, InsyaAllah kami akan hadir di pesta pernikahan mu.."Antasari berkata sambil menepuk pelan pundak Bayu.
"Terimakasih om.."Ucap Bayu.
Antasari mengangguk.
"Ayo kita temui Bima.."Ajak Antasari.
Antasari dan Bayu pun melangkah memasuki kantor polisi tempat Bima menjalani hukuman.
***********
Bagaimana akhir dari kisah percintaan Bima dan Nelam..???
Apakah dengan kepergian Nelam untuk belajar fashion ke luar negeri membawa kesukaan nya untuk nya..??
Ikuti bab terakhir nya ya,,mungkin 1 atau 2 bab lagi tamat.
Jangan lupa novel kedua author,,yang masuk ke "You Are Writer A Season 7"
__ADS_1