
Bab 42
"...Darah Daging Yang Di Benci.."
Bima menatap tajam Sinta yang wajahnya sudah pucat pasi.
"Mohon maaf bapak dan ibu,, seperti nya masalah ini harus di selesaikan dengan cara kekeluargaan.."Ucap pak RT bijak.
"Oke..kita akan menyelesaikan masalah ini dengan kekeluargaan,,tapi saya mau papah saya juga di hadirkan di sini..."Ucap Bima masih dengan menatap tajam Sinta.
Sinta terperanjat,, wajahnya semakin pucat,,dia hanya pasrah dengan mata berkaca-kaca menatap Bima.
Nelam yang mengerti perasaan Sinta., langsung memeluk nya.
"Mamah,,tenang semua akan baik-baik saja,"Ucap Nelam lembut.
Sinta langsung membalas pelukan Nelam dengan menangis tersedu-sedu.
"Kita duduk dulu yuk mah.."Ucap Nelam membawa Sinta ke sebuah sofa yang berada di ruang tengah rumah Dokter Malik.
"Maaf Dokter ,boleh saya ijin ke dapur meminta air putih untuk mamah.."Tanya Nelam dengan suara lembut sambil melihat ke arah Dokter Malik.
"Biar bibi yang ambilkan.."Ucap perempuan paruh baya itu yang merupakan asisten rumah tangga Dokter Malik.
"Terimakasih bi.."Ucap Nelam sambil mengangguk.
Bima yang melihat sikap Nelam, seketika hatinya yang sedang di kuasai emosi , merasakan kesejukan seperti tersiram air.
"Nelam..inikah jawaban,kenapa aku tidak bisa menghilangkan perasaan ku padamu ??ternyata kamu bukan adik kandung ku..kita tidak sedarah..tapi kenyataan ini sangat sakit.."Bima berkata dalam hati.
Tak lama bibi pun membawakan segelas air putih dan memberikan nya pada Nelam.
"Ini non minum nya.."Ucap bibi
"Terimakasih banyak bi.."Ucap Nelam mengganguk hormat.
Si bibi ikut mengangguk dan tersenyum.
"Sudah cantik,baik hati,sopan lagi."Batin bibi.
"Mah..di minum dulu air nya.."Ucap Nelam sambil mendekatkan gelas ke bibir Sinta.
Tanpa suara Sinta pun meminum air yang di berikan Nelam sampai tandas.
"Mama tarik napas,,tenang dulu.."Ucap Nelam sambil mengambil gelas dari tangan Sinta dan meletakkan nya di meja.
"Jangan menangis lagi.."Ucap Nelam selembut mungkin sambil menghapus air mata Sinta.
"Mas kamu juga sini duduk dulu..biar tenang.."Ucap Nelam sambil tersenyum dan menatap Bima sendu.
Seperti terhipnotis,,Bima mengikuti perkataan Nelam,,Bima pun duduk di sofa yang tak jauh jaraknya dari Nelam.
"Dokter pasti menyediakan obat-obatan khan??Tanya Nelam ke Dokter Malik.
"I..iya.."Dokter Malik menjawab dengan gugup.
"Tolong ambilkan kotak obat Dokter bi,,biar nanti saya obati luka nya.."Ucap Nelam tersenyum ke arah bibi.
"Baik non.."Ucap bibi melangkah pergi untuk mengambil kotak obat.
Bima menatap tak suka pada Nelam tentang perkataannya ke Dokter Malik,dan Nelam mengetahui itu.
"Biar aku yang telpon papah ya.."Ucap Nelam dengan mata teduhnya yang membuat Bima seperti terhipnotis lagi,mengiyakan setiap ucapan Nelam.
Bima hanya mengangguk.
Nelam pun tersenyum sambil meraih ponselnya.
Kemudian Nelam langsung menghubungi Antasari.
"Hallo.. Assalamualaikum pah.."Ucap Nelam ketika Panggilan telepon tersambung.
"Waalaikumsalam sayang.."Ucap Antasari di seberang sana.
"Papah sibuk tidak hari ini..?"Ucap Nelam.
"Tidak terlalu sibuk,,kenapa sayang??""Tanya Antasari.
"Begini pah,,Nelam sama mamah sedang berada di perumahan XX,, kalau papah tidak sibuk kami ingin di jemput papah.."Ucap Nelam.
"Kalian tidak bawa mobil??"Tanya Antasari.
__ADS_1
"Bawa pah,, kebetulan mobil kami mogok.."Ucap Nelam meyakinkan.
"Oke,kamu share lok saja ya,, sebentar lagi papah jalan kesana."Ucap Antasari.
"Siap pah,, terimakasih pah,, hati-hati,, Assalamualaikum.."Ucap Nelam mengakhiri panggilan telepon.
"Waalaikumsalam sayang.."Ucap Antasari menutup telepon nya juga.
Selama Nelam menelpon Antasari,, tatapan mata Bima tidak lepas dari Nelam.
Sikap dan kepribadian Nelam benar-benar memancarkan aura penuh pesona untuk Bima, sehingga tidak sadar Bima terus menatap Nelam.
"Mas..mas Bima."Panggil Nelam sambil menggoyangkan lengan Bima.
Bima pun tersentak, wajahnya memerah semua orang langsung tersenyum melihat Bima kecuali Sinta dan Dokter Malik.
Saat mata Dokter Malik dan Sinta bertemu,,Sinta langsung mengalihkan pandangannya.
''Aku harus jujur sepahit apa pun kenyataan ini,,demi kebahagiaan putera ku,,"Sinta berkata dalam hati sambil menatap Bima sendu.
Bima yang sadar jika mamahnya sedang menatap nya, langsung membuang wajahnya dan bersikap acuh.
Tak lama bibi pun datang dengan sekotak obat.
"Ini non kotak obat nya.."Ucap bibi sambil memberikan kotak obat itu kepada Nelam.
"Terimakasih banyak bi.."Ucap Nelam sambil mengambil kotak obatnya.
"Duduk sini dok..biar saya obatkan luka nya.."Ucap Nelam sambil melihat ke arah Dokter Malik.
"Tidak usah nak,nanti saya bisa obati sendiri..saya minum obat nyeri dan obat bengkak saja."Ucap Dokter Malik.
"Biar saja Nelam,,buat apa repot-repot mengobati dia"Ucap Bima sinis sambil menatap tajam ke arah Dokter Malik.
"Kalau gw puteranya kenapa gw ga ada mirip-mirip nya sama dia..?"Bima bertanya dalam hati.
"Mas Bima.."Ucap Nelam mengingatkan kan.
Bima menghela napas berat dan mengusap wajahnya kasar.
"Silahkan kalau Dokter mau meminum obatnya.."Ucap Nelam sambil memberikan kotak obat ke Dokter Malik.
Nelam mengangguk dan tersenyum.
Bagaimana pun Dokter Malik yang sudah membantu kesembuhannya dulu saat dia mengalami depresi.
Dokter Malik segera meminum obatnya setelah bibi datang membawakan air putih.
30 menit menunggu, Antasari tiba di rumah Dokter Malik bersama Beni.
Antasari sengaja mengajak Beni,,karena alamat yang di sebut kan Nelam adalah alamat tempat tinggal Malik dulu.
Antasari sangat yakin pasti ada sesuatu yang terjadi sampai Sinta dan Nelam tiba-tiba berada di rumah Dokter Malik.
"Assalamualaikum.."Ucap Antasari
"Waalaikumsalam.."Ucap semua yang ada di rumah itu.
Bima dan Nelam langsung mencium tangan Antasari dan Beni.
Sinta bukan nya mencium tangan Antasari tapi langsung mencium kaki Antasari sambil menangis tersedu-sedu.
"Mamah minta maaf.. maafkan mamah pah.."Ucap Sinta dengan tangisan yang semakin pilu mengiris hati di kaki Antasari.
"Bangun mah,, jangan seperti ini,,kita bicarakan baik-baik.."Ucap Antasari sambil mengangkat tubuh Sinta mengajak nya berdiri.
Antasari menggandeng Sinta untuk duduk di sofa.
"Kalau sudah kumpul semua mari kita bicarakan secara kekeluargaan,saya sebagai ketua RT disini,akan menjadi penengah.."Ucap pak RT dengan menatap semua orang yang hadir di ruangan itu.
"Kalau begitu kami berjaga-jaga di depan pak Rt"Ucap Salah satu satpam
Pak RT mengangguk.
"Sekarang lebih baik kita duduk semua.."Ucap pak RT.
Dokter Malik duduk di sebelah pak RT.
Bima duduk di sebelah Beni.
Sedangkan Sinta duduk di antara Antasari dan Nelam.
__ADS_1
"Kalau begitu bibi buatkan minuman dulu ya ."
Antasari menatap wajah Malik yang babak belur dan melihat wajah Bima yang penuh amarah,Sinta yang merasa bersalah, Antasari sudah paham apa yang terjadi.
"Begini saya tadi saya dapat laporan dari bibi kalau di rumah Dokter Malik ada keributan ,, dan saat saya kesini ternyata bapak Bima sedang menyeret Dokter Malik yang wajahnya sudah babak belur,, kemungkinan habis di pukuli oleh bapak Bima.."Ucap pak RT.
"Saya berharap masalah ini bisa di selesaikan secara kekeluargaan.."Ucap pak RT lagi.
"Maaf mengganggu, silahkan di minum pak Rt, ibu.. bapak"Ucap bibi sambil mengangguk.
"Terimakasih bi.."Ucap Nelam dan pak RT.
"Saya sudah paham apa yang sudah terjadi,tapi saya ingin mendengar langsung dari orang nya sendiri.."Ucap Antasari dengan menatap tajam Dokter Malik.
"Katakan Malik, apa yang kamu lakukan terhadap istriku??!!"Ucap Antasari dengan suara sedikit meninggi.
Dokter Malik hanya menunduk.
Dia tidak menyangka,sesuatu yang dia pikir akan bahagia dan segera memiliki Sinta, ternyata malah jadi petaka.
"Apa kamu sekarang sudah jadi pengecut Malik??"Ucap Antasari dengan penuh penekanan.
"Aku minta maaf Antasari,,dari dulu sampai sekarang Aku tidak bisa melupakan Sinta,, justru cinta ku padanya semakin hari semakin besar.."Ucap Dokter Malik sambil menunduk.
"Ya aku tahu,, bagaimana perasaan mu kepada istri ku,,tapi apakah itu harus membuat mu berbuat licik???"Ucap Antasari dengan tatapan tajam ke arah Dokter Malik.
"Kamu seorang Psikiater handal, seharusnya dengan kemampuan dan nama besar mu,kamu bisa menjaganya bukan memanfaatkan nya untuk kepentingan pribadi.
"Aku tahu satu bulan sebelum pernikahan kami,,kamu telah memperkosa istriku, sehingga istriku mengandung janin mu,,!!"Ucap Antasari tegas.
Sontak semua terkejut.
Terutama Sinta dan Dokter Malik,, sedangkan Bima langsung syock,,wajah dan matanya terasa panas menahan sesak di hatinya dengan kenyataan yang terkuak ini.
"Jadi selama ini papah tahu,kalau aku bukan putera kandung papah!!!""Teriak Bima menatap tajam Antasari.
"Dan kalian sebagai orang tua selama ini telah membohongi ku..!!!""Teriak Bima lagi sambil menatap Sinta dan Dokter Malik.
"Bima,, maafkan mamah sayang,,,,"Sinta berkata sambil menangis tersedu-sedu.
Nelam langsung membawa Sinta ke pelukan nya dan mengelus pelan pundak Sinta.
"Tenang dulu Bima,,papah belum selesai bicara.."Ucap Antasari dengan sikap dan suara setenang mungkin.
"Walaupun kamu bukan anak kandung papah,,tapi kamu tetap anak papah,,penerus Mahadewa.."Ucap Antasari dengan tegas.
"Dan masih ada lagi kejahatan yang kamu perbuat Malik.. "Ucap Antasari sambil menarik napas.
"Selama 20 tahun lebih kamu sudah menyuntikkan cairan yang mematikan saraf,, sehingga aku harus kehilangan sebagian memori ku tentang Sekar dan putri ku Nelam.."Antasari berkata dengan suara penuh penekanan menandakan kalau dirinya sedang menahan gejolak amarahnya.
Kembali semua orang terkejut dengan pernyataan Antasari.
Semua menatap Dokter Malik tak percaya.
"Aku melakukan itu demi Sinta.."Jawab Dokter Malik membela diri.
"Aku tidak mau Sinta terluka, dengan perselingkuhan mu dan Sekar..!"Dokter Malik berkata sambil menatap nanar ke arah Sinta.
Sedangkan Sinta masih tetap menangis dalam pelukan Nelam.
"Dua tindakan mu itu sudah termasuk kriminal,, pemerkosaan dan penyalah gunakan obat yang bisa menyebabkan nyawa seseorang melayang..!!!"Ucap Antasari kali ini dengan suara tinggi.
"Maafkan aku Malik,aku akan menjebloskan mu ke polisi.."Ucap Antasari dengan penuh keyakinan sambil tersenyum sinis ke arah Dokter Malik.
Lagi-lagi semua di buat terkejut dengan perkataan Antasari.
Dan bersamaan dengan itu,datanglah beberapa petugas kepolisian untuk menangkap Dokter Malik.
Seketika Sinta merasakan kepalanya berputar-putar dan semua menjadi gelap.
********************************
Cerita semakin seru.
Yuk ikuti terus bab selanjutnya.
Selalu minta dukungan..Vote..like dan Komen.
Sehat selalu.
'
__ADS_1