Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Tragedi berdarah di New York


__ADS_3

Bab 59


"... Darah Daging Yang Di Benci.."


Setelah kesepakatan di dapat,,Aluna pun pergi dengan Angkasa mengendarai mobil dan langsung membelah jalan raya yang lengang karena sudah tengah malam.


Di sepanjang jalan Angkasa tidak mengajak Aluna bicara sama sekali,,dia hanya menjawab seperlunya saja jika Aluna bertanya,,berbeda sekali saat berhadapan dengan Robert tadi,,sikapnya di kelab malam seperti para lelaki hidung belang,,tapi saat berdua dengan Aluna begitu dingin sekali.


"Sikap orang ini persis seperti Bima,,aku akan merayu nya saat sampai di apartemen nanti,,dia harus membantu ku keluar dari cengkeraman ib**s itu..."Ucap Aluna dalam hati.


Akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen yang cukup mewah,,Angkasa tetap bersikap dingin,,dia melangkah lebar memasuki apartemen,,Aluna sedikit berlari mengikuti langkah nya.


"Hai,,,tuan Angkasa pelan kan sedikit langkah mu.."Ucap Aluna saat langkah mereka sudah sejajar.


Angkasa tidak menjawab,, dia hanya melirik sekilas ke arah Aluna,, kemudian menekan sandi apartemen nya.


Saat pintu terbuka,,Angkasa segera masuk dan dengan cepat menarik Aluna masuk dan langsung mengunci pintunya,,tentu saja perlakuan Angkasa membuat Aluna kaget.


"Tuan Angkasa kenapa kasar sekali.."Teriak Aluna.


Angkasa tidak menjawab, kemudian dia meraih ponselnya,dan tampak menghubungi seseorang.


"Hallo pak,,iya dia sudah bersama saya di apartemen,,,"Ucap Angkasa


"Baik pak.."Ucap Angkasa lagi kemudian menutup ponselnya.


Aluna mengernyitkan dahi nya.


"Istirahat lah,,besok kita akan kembali ke Indonesia.."Ucap Angkasa menatap Aluna


Aluna yang dari mengernyitkan dahinya karena bingung,, sekarang merasa semakin bingung.


"Indonesia???Maksud pak Angkasa??"Tanya Aluna bingung sambil menatap tajam ke Angkasa.


"Sebaiknya ibu jangan terlalu banyak bertanya,,ikuti saja perintah saya,, silahkan ibu istirahat di kamar,, kalau butuh apa-apa silahkan hubungi saya,,, saya akan tidur di sofa ini..."Ucapan Angkasa begitu tegas bagaikan sebuah perintah.


Aluna yang masih di Landa kebingungan pun menurut,dia segera menuju kamar yang di tunjuk Angkasa.


Di dalam kamar,,Aluna merasa bingung.


"Siapa sebenarnya Angkasa itu??? seperti nya dia mendapat perintah dari seseorang ?? Indonesia ?? Antasari ??Bima??Apakah Angkasa orang suruhan mereka ???"Aluna bertanya sendiri.


"Hmmm,, siapapun dia semoga orang yang bisa membantu ku keluar dari neraka si mafia ib*i* itu.."Ucap Aluna sambil merebahkan dirinya di kasur.


Saat Aluna baru saja terlelap,, tiba-tiba ada seseorang yang mengguncang tubuh nya.


"Ibu Aluna bangun,,kita harus segera pergi dari sini.."Ucap seorang pria yang tak lain adalah Angkasa.


Aluna memicing kan mata nya,mencoba mengumpulkan konsentrasi nya untuk benar-benar melihat siapa yang membangunkan nya.


Saat dia benar-benar sadar.


"Pak Angkasa???"Ucap Aluna.

__ADS_1


"Ayo cepat bu Aluna..."Ucap Angkasa sambil menarik tangan Aluna untuk bangun.


"Ada apa sebenarnya pak.."Tanya Aluna yang tangannya terus di tarik oleh Angkasa untuk memasuki mobil.


Angkasa tidak menjawab,,dia langsung mendorong Aluna untuk masuk ke dalam mobil dan langsung memakaikan safety belt ke tubuh Aluna, kemudian dia pun ikut masuk kedalam mobil dan langsung melajukan mobilnya dengan kencang,,Aluna pun berteriak karena Angkasa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


Di tengah perjalanan tampak dua mobil jeep mengejar mereka,,Angkasa semakin kencang membawa mobilnya,,dan tiba-tiba ponsel Angkasa berdering.


"Iya kami sudah keluar dari apartemen,, sekarang kami sedang menuju ke lapangan xx,,dua jeep mengejar kami.."Ucap Angkasa.


"Baik pak.."tiba-tiba Angkasa memutar arah mobilnya untuk mengecoh lawan nya.


Angkasa dengan gesit terus melajukan mobilnya, sehingga dua jeep itu sudah tak terlihat lagi.


Angkasa terus melajukan mobilnya sehingga sampai ke tanah lapang,yang tampak sudah ada helikopter dan beberapa orang yang sedang menunggu mereka.


Angkasa segera membuka safety belt dirinya dan Aluna,dan segera turun sambil membawa Aluna berlari cepat menuju helikopter dan beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Hampir saja langkah mereka sampai didekat helikopter.,, tiba-tiba.


Dor...


Terdengar suara tembakan,,Aluna merasakan kalau tangan yang sedang menggenggam nya erat berlahan-lahan mengendur,,dan Aluna melihat tubuh Angkasa ambruk ke tanah dan tampak keluar darah dari bagian punggung nya.


Aluna menjerit histeris,, dan seketika itu juga Aluna merasakan ada yang merengkuh tubuhnya menjauh dari Angkasa,,Aluna merasakan pelukan hangat yang pernah dia rasakan dulu.


"Bima,,"Aluna bergumam dalam hati sambil melihat laki-laki yang memeluknya.


"Iya,,ini aku Bima.."Jawab Bima dengan tersenyum.


"Bima.."Aluna pun menangis sambil memeluk tubuh Bima,,dan bertepatan dengan itu Aluna melihat seseorang yang mengarahkan pistol ke arah Bima.


"Tidak...!!!!"Teriak Aluna.


Dan dor...


Kemudian terdengar lagi beberapa tembakan.


Aluna merasakan tubuh nya melayang gelap semua.


Bima yang merasakan tubuh Aluna ambruk di pelukan nya dengan darah bersimbah di dada Aluna,, langsung panik dan berteriak memanggil nama Aluna.


"Aluna,,bangun Aluna.."Teriak Bima.


"Aluna.."Teriak Antasari yang menghampiri Bima dan Aluna.


"Kita harus segera membawa Aluna ke Rumah sakit pah.."Teriak Bima.


Antasari mengangguk.


Saat Bima akan berdiri,, tiba-tiba Aluna memanggil namanya.


"Bima.."Ucap Aluna lirih.

__ADS_1


"Aluna bertahan lah kami akan membawa mu ke Rumah Sakit.."Ucap Bima.


Aluna tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.


"Tidak perlu Bima,,aku bahagia sekali,,karena bisa berada di pelukan mu saat detik-detik terakhir ku.."Ucap Aluna dengan suara lemah dan air mata yang sudah keluar dari sudut matanya.


"Maafkan aku,,aku benar-benar mencintai mu Bima.."Ucap Aluna lagi dengan suara yang semakin lemah dan tangan yang berusaha menggapai wajah Bima.


Bima langsung menangkap tangan Aluna yang berada di wajah nya,Bima tak kuasa menahan air matanya.


"Aku juga minta maaf Aluna.."Ucap Bima sambil menangis dan menciumi tangan Aluna.


"Aluna,, bertahanlah kita akan ke Rumah Sakit.."Ucap Antasari yang sudah berada di samping Aluna sambil mengusap rambut Aluna,, Antasari juga tidak bisa menahan air matanya.


"Om,, maafkan saya,yang sudah bertahun-tahun membenci dan menyimpan dendam pada om.."Ucap Aluna dengan suara semakin lemah dengan menatap sendu Antasari.


"Jangan panggil om,panggil aku papah,, karena anak Rossa anak aku juga.."Ucap Antasari menangis.


Aluna tersenyum dengan tatapan yang semakin redup.


"Pah..."Ucap Aluna yang napas nya mulai tak beraturan.


"Aluna.."Ucap Bima dan Antasari.


"Tolong makam kan aku disamping makam mamah ku dan sampai kan permintaan maaf ku pada Nelam dan tante Sinta."Ucap Aluna dengan napas dan suara yang tersendat-sendat, kemudian kedua bola mata Aluna mulai meredup dan berlahan-lahan pun tertutup sempurna.


"Tidak..!!!Aluna...!!Bima menangis tersedu-sedu.


Antasari pun ikut menangis,, tiba-tiba terdengar suara orang terbahak-bahak.


"Dasar wanita bodoh,,sama seperti ibu nya yang pel*c*r,,rela mengorbankan nyawa demi lelaki yang tidak pernah mencintai nya.."Ucap Robert dengan tertawa dan menatap sinis ke arah Antasari dan Bima.


"Dasar kepa*r*t,,Bajing**,,"Ucap Antasari sambil berdiri menatap tajam Robert dengan penuh kemarahan.


"Hallo,, Antasari sudah lama kita tidak bertemu.."Ucap Robert dengan seringai jahat sambil mengacungkan pistol nya ke arah Antasari.


Dor...dor...dor...


*************************


Apa yang terjadi selanjutnya???


Apakah Antasari mati tertembak oleh Robert???


Ikuti terus cerita nya ya.


Kasi jejak dan dukungan terus ya buat author.


Jangan lupa Vote..like.. komen


Selamat menjalankan ibadah puasa.


Salam sehat buat kita semua.

__ADS_1


__ADS_2