Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Hilangnya Aluna


__ADS_3

Bab 56


".. Darah Daging Yang Di Benci.."


"Apa?-??"Ucap Antasari dan Bima bersamaan.


"Ya pak,,kami sudah menyelidikinya,,itu data yang ada di resepsionis.."Ucap Beni.


"Apa kalian sudah mengecek CCTV nya???"Tanya Antasari.


"Ini kami sedang menunggu pak Antasari dan pak Bima untuk mengecek CCTV nya..."Ucap Beni.


"Oke,,kita langsung konfirmasi ke pihak hotel.."Ucap Antasari segera melangkah kakinya memasuki hotel.


Mereka semua pun mengikuti langkah Antasari.


Sesampainya di dalam hotel tampak mereka bernegosiasi kepada semua pihak hotel termasuk pemilik nya yang memang mengenal baik keluarga Mahadewa.


Dari rekaman CCTV tidak di temukan sama sekali gerak gerik Aluna,, Dokter Malik atau pun Robert.


"Sepertinya ada pihak hotel yang sudah bekerjasama dengan mafia itu..!!!"Ucap Antasari menatap tajam semua karyawan hotel yang berada di ruangan itu.


"Kamu tahu Khan apa yang terjadi dengan hotel mu ini,,,jika masalah ini tidak bisa di ungkap..!!"Ucap Antasari penuh penekanan dengan tatapan membunuh ke arah pemilik hotel.


Seketika wajah pemilik hotel itu pucat pasi.


"Baik pak Antasari saya akan menyelesaikan masalah ini.."Ucap pemilik hotel dengan wajah pucat pasi,,kalau sampai hotel nya di tutup oleh keluarga Mahadewa bisa hancur masa depan keluarga nya.


"Oke,,kami berikan waktu 30 menit,,"Ucap Antasari sambil berlalu keluar di ikuti Bima,Beni dan kedua anak buahnya.


Selang 30 menit pemilik hotel menemui mereka.


"Bagaimana hasilnya ????!!"Tanya Bima menatap tajam pemilik hotel.


"Pak Bima,,pak Antasari ,, sebelumnya saya minta maaf atas ketidak nyamanan dan kesalahan yang kami lakukan pada keluarga Mahadewa.."Ucap pemilik hotel itu dengan wajah takut.


"Setelah kami cari tahu ternyata ada karyawan kami yang bermain curang dengan menerima sejumlah uang.."Ucap pemilik hotel lagi dengan wajah takut.


"Dimana mereka..????"Tanya Bima dengan sorot mata tajam.


"Bawa mereka kesini...!!!"Ucap pemilik hotel kepada salah satu security.


"Baik pak.."Ucap Security itu.


Tak lama security pun datang dengan tiga orang yang tadi ikut mengecek CCTV ,,Kapala manager hotel,dan dua orang resepsionis.


"Ini mereka pak Antasari,,pak Bima,, mereka yang sudah membantu Robert, Dokter Malik dan Aluna memanipulasi data dan menghilangkan jejak CCTV..!!."Ucap pemilik hotel dengan wajah marah kepada tiga pegawainya.


"Saya akan memecat mereka secara tidak hormat.."Ucap pemilik hotel itu lagi.


"Jebloskan mereka ke penjara..!!!"Ucap Antasari dingin.


Seketika wajah tiga orang itu menjadi pucat pasi ketakutan.


"Jangan tuan,,kalau saya di penjara, bagaimana nasib anak istri saya.."Ucap manager hotel itu sambil memohon dan menangis memegang kaki Antasari.


Sedangkan kedua resepsionis itu menunduk dan menangis sesenggukan.


"Saat kamu membantu seorang penjahat dan mendapatkan bayaran,,apa yang kamu pikirkan tentang anak istri mu???"Ucap Antasari masih dengan sikap acuh dan dingin nya.


"Ampun tuan,, maafkan saya.."Ucap manager hotel itu masih dengan menangis dan memohon.


"Kalau semua kejahatan bisa hilang dengan maaf,,pasti di dunia ini penuh dengan kriminal.."Ucap Antasari lagi.


"Kamu sudah melaporkan mereka ke polisi??"Tanya Antasari sambil menatap pemilik hotel.


"Sudah pak,, mereka masih dalam perjalanan.."Ucap pemilik hotel.


"Oke..Ayo Bima,,Beni,,kita harus segera menemukan Robert dan Aluna sebelum mereka kabur ke luar negeri.."Ucap Antasari melangkah meninggalkan ruangan itu.


Bima,,Beni dan kedua anak buahnya pun mengikuti langkah Antasari.


"Tuan Mahadewa,, maafkan saya..."Jerit manager hotel di iringi dengan tangisan.


Mereka tidak mempedulikan teriakan dan jeritan dari manager hotel dan kedua orang resepsionis itu, mereka tetap melangkah pergi meninggalkan hotel.


"Pak Antasari dan pak Bima lebih baik pulang saja,, biarkan kami yang meneruskan penyelidikan ini.."Ucap Beni saat mereka sudah berada di parkiran.


"Baiklah,,kami tunggu kabar secepatnya.."Ucap Antasari sambil masuk ke dalam mobilnya.


"Bima pamit om,,,"Ucap Bima yang akan masuk ke dalam mobil nya juga.


"Iya pak Bima,, hati-hati.."Ucap Beni.( walaupun Beni mengenal Bima dari bayi dan Bima memanggil nya dengan sebutan om,,tapi Beni tetap menghormati Bima sebagai anak dari atasan nya yang sudah menjadi pengusaha sukses juga ).


Mobil Bima dan Antasari pun melaju pergi meninggalkan hotel.


Beni dan kedua anak buahnya juga masuk ke dalam mobil mereka ,dan pergi meninggalkan hotel,, untuk mulai melakukan penyelidikan lagi.


Di dalam mobil,,Bima terdiam seribu bahasa, teringat perkataan Antasari di hotel tadi kepada manager hotel,, kalau semua kejahatan harus di pertanggung jawabkan.

__ADS_1


Bima menarik napas dalam-dalam,, Antasari melirik ke arah Bima,,dia dapat melihat kegusaran di hati Bima dari raut wajah puteranya.


"Bim,,lebih baik kita cari tempat minum kopi dulu ,,kita ngobrol sebentar..sudah cukup lama kita tidak ngobrol sambil minum kopi"Ucap Antasari melirik Bima.


Bima pun mengangguk dan mencari tempat minum kopi di jalan yang di lalui mereka,, sehingga sampai lah mereka di kedai kopi yang terlihat nyaman buat tempat ngobrol.


Bima pun memarkirkan mobilnya,, mereka mencari tempat duduk yang nyaman,, kemudian memesan dua cangkir kopi dan cemilan.


"Bim,,,apa kamu sangat mengkhawatirkan Aluna?? atau kamu sedih dengan rencana Bayu dan Nelam ??"Tanya Antasari sambil menatap Bima.


Sudah lama mereka tidak membicarakan masalah pribadi.


Bima menarik napas.,tepat saat pesanan mereka datang.


"Silahkan pak,, pesanan nya.."Ucap pramusaji dengan tersenyum.


"Terimakasih.."Ucap Antasari.


Pramusaji itu mengangguk dan tersenyum,, kemudian pergi meninggalkan meja Antasari dan Bima.


"Jawab pertanyaan papah Bim.."Ucap Antasari sambil menyesap kopinya.


"Untuk Aluna,, entahlah, sejak bertemu Nelam perasaan Bima ke Aluna seperti sudah habis menguap.."Ucap Bima sambil menghela napas dan menyesap kopinya.


"Kamu mencintai Nelam..??"Tanya Antasari.


"Iya,,tapi tidak mungkin untuk memiliki nya.."Ucap Bima sambil memijit keningnya.


Antasari menghela napas..,menatap Bima nanar.


"Pah,,kalau seandainya Nelam tahu ternyata Bima yang menyebabkan Yusuf meninggal,,pasti Nelam sangat membenci Bima..."Ucap Bima menunduk sedih.


"Apa lagi kalau kalian tahu semua kalau aku adalah ayah biologis dari Yusuf.."Ucap Bima dalam hati merasakan kepedihan.


"Tapi kamu tidak bisa menyiksa perasaan mu seperti ini,, setelah semua urusan Aluna selesai,, jujur lah pada Nelam,, kalau kamu tidak sengaja menabrak Yusuf,,karena ada seseorang yang sabotase rem mobilmu Bim.."Ucap Antasari menatap sendu Bima.


"Pah,, kesalahan Bima pada Nelam bukannya tentang Yusuf saja,,tapi.."Ucap Bima ragu.


Belum sempat Bima menyelesaikan ucapannya,, tiba-tiba ponsel Antasari berdering.


Tampak nama Beni tertera di ponsel Antasari,,dan dia pun langsung mengangkat telepon Beni.


"Hallo Ben.."Ucap Antasari


"Maaf pak mengganggu ,,saya sudah coba menyelidiki,, ternyata Aluna dan Robert sudah berada New York ,, mereka berangkat bersama kapal penyelundupan barang-barang gelap Robert.."Ucap Beni di seberang sana.


"Saya akan segera mengirimkan anak buah kita kesana pak, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,,"Ucap Beni lagi.


"Baik pak.."Ucap Beni.


Antasari pun menutup telepon nya.


Tiba-tiba ponsel Antasari berdering lagi,,tapi kali ini Sinta yang menghubunginya.


"Hallo,, Assalamualaikum pah.."Ucap Sinta di seberang sana.


"Waalaikumsalam mah.."Ucap Antasari.


"Papah sama Bima ada dimana sekarang ??mamah sama Nelam khawatir..!!"Ucap Sinta cemas.


"Papah sama Bima sedang ngobrol sebentar di kedai kopi,, sebentar lagi kami pulang.."Ucap Antasari.


"Ya sudah cepat pulang,, hati-hati,, Assalamualaikum.."Ucap Sinta.


"Ya mah, Waalaikumsalam.."Ucap Antasari sambil menutup ponselnya.


"Tadi kamu mau bicara apa Bim??"Tanya Antasari menatap dalam Bima.


"Ga jadi pah.."Jawab Bima sambil menghabiskan kopinya.


"Kalau kamu sudah nyaman,,papah tunggu cerita kamu,,,"Ucap Antasari sambil menghabiskan kopinya.


"Kita pulang sekarang Bim,, mamah sama Nelam sudah menunggu.."Ucap Antasari sambil bangkit dari duduknya.


Bima hanya mengangguk dan ikut beranjak dari duduknya.


Mereka pun pergi meninggalkan kedai kopi.


Hampir 45 menit Antasari dan Bima tiba dirumah ,,saat menaiki lantai atas,, tampak Sinta dan Nelam sudah menunggu di ruang santai yang berada di lantai atas.


"Pah,,Bima,,syukur lah kalian sudah pulang.."Ucap Sinta yang langsung berdiri menghampiri Antasari dan Bima.


Nelam juga ikut berdiri dan menghampiri mereka.


"Bima mau langsung ke kamar mah,,mau istirahat besok pagi-pagi ada meeting.."Ucap Bima sambil mencium pipi Sinta tanpa melihat sedikit pun ke arah Nelam,,Bima segera beranjak pergi dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Nelam tampak sedih melihat kelakuan Bima,yang sama sekali tidak memperdulikan kehadiran nya,, Antasari hanya menghela napas melihat kelakuan Bima dan kesedihan Nelam.


"Kak Aluna bagaimana pah???"Ucap Nelam menatap Antasari sambil berusaha menyembunyikan kesedihannya dari perlakuan Bima tadi.

__ADS_1


"Aluna sudah pergi bersama Robert ke New York.."Ucap Antasari menatap Sinta dan Nelam bergantian.


"Bersama Robert???,ke New York ???"Tanya Sinta menatap tajam Antasari.


"Beni dan anak buahnya masih melakukan penyelidikan,,apa tujuan mereka ke New York ,selain bisnis gelap Robert.."Ucap Antasari menatap Sinta.


"Tapi kak Aluna baik-baik saja Khan pah ??Ucap Nelam yang tiba-tiba merasakan kecemasan.


"Semoga Aluna baik-baik saja,.."Ucap Antasari menatap sendu Nelam.


"Tapi perasaan Nelam tidak enak pah.."Ucap Nelam dengan mata berkaca-kaca.


"Nelam,, do'akan Aluna baik-baik saja,, sekarang tidur lah,, istirahat,,sudah malam.."Ucap Antasari sambil melangkah mendekati Nelam dan mengelus lembut kepala nya.


Nelam hanya mengangguk,, Antasari mencium kening Nelam .


"Nelam ke kamar dulu mah.."Ucap Nelam sambil menghampiri dan mencium pipi Sinta.


"Iya sayang,, istirahat lah.."Ucap Sinta.


Nelam pun turun kebawah menuju kamarnya., sepeninggal Nelam, Antasari dan Sinta pun melangkah masuk ke kamar mereka.


***************


Di tempat lain,, tampak Bayu sedang terlelap disamping anak perempuan yang imut yang berusia kira-kira 3 tahun.,, tampak Bayu tidur sambil memeluk anak perempuan itu yang tak lain adalah Salsa.


Pintu kamar pun terbuka,, tampak wajah Dokter Intan muncul di kamar itu,, seketika Dokter Intan tersenyum penuh bahagia melihat dua orang yang sangat di sayangi nya,Bayu dan Salsa yang tidur saling berpelukan.


"Seandainya kita bisa menjadi keluarga Bay,,, pasti setiap hari Salsa merasakan pelukan hangat dari seorang ayah.."Ucap Dokter Intan dalam hati.


Dokter Intan menghampiri mereka ke ranjang,, kemudian memandangi wajah kedua nya,,membelai wajah mereka bergantian dengan lembut penuh kasih.


Bayu yang merasakan sentuhan di wajah nya , berlahan membuka matanya berlahan dan melihat wajah Dokter Intan yang berada di hadapan nya, sedang tersenyum manis dan menatap nya sendu.


Bayu pun langsung bangkit dari posisi tidur nya menjadi duduk dan melihat ke jam tangan nya.


Tanpa berkata apa-apa,dan menatap Sebentar ke Dokter Intan,,Bayu melihat ke arah Salsa mencium pipi nya lembut,,Salsa menggeliat.,Bayu langsung mengelus kepala Salsa agar tidurnya kembali nyenyak kemudian Bayu menyelimuti tubuh Salsa.


Bayu pun beranjak dari ranjang tanpa menoleh ke arah Dokter Intan.,Bayu segera meraih ponselnya dan tas laptop nya,,dan bergegas melangkahkan kaki nya keluar meninggalkan kamar Salsa.


Dokter Intan pun mengikuti segera langkah Bayu.


"Bayu.."Panggil Dokter Intan saat mereka berada di luar kamar.


Bayu seketika menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Dokter Intan yang memanggil nama nya.


"Ada apa???"Ucap Bayu menatap tajam Dokter Intan.


"Terimakasih sudah menemui dan menemani Salsa.."Ucap Dokter Intan.


"Kamu jadi ibu jangan terlalu sibuk,,jam berapa sekarang??"Ucap Bayu sinis sambil melirik ke jam tangan nya.


"Ya aku tahu Bay,,tapi ini pekerjaan ku sebagai Dokter.."Ucap Dokter Intan membela diri.


"Kalau kamu tidak bisa merawat Salsa dengan baik, serahkan Salsa kepadaku..!!Ucap Bayu sinis penuh penekanan.


"Bay,, "Ucap Dokter Intan dengan mata berkaca-kaca.


"Sudah lah intan,,aku malas berdebat,,sudah malam,,aku capek,.."Ucap Bayu yang membalikkan tubuhnya kembali.


"Menginap lah di sini Bay.."Ucap Dokter Intan.


"Maaf Intan aku tidak bisa,,aku pulang sekarang,,besok pagi-pagi aku ada meeting.."Ucap Bayu yang membelakangi Dokter Intan,,dan Bayu pun melangkah keluar meninggalkan Dokter Intan yang berdiri terpaku menatap kepergian Bayu.


Saat terdengar deru mesin mobil Bayu, perlahan buliran air mata pun lolos keluar dari sudut matanya.


"Seandainya kamu mau menikah dan kita bersama membangun rumah tangga,,aku pasti berhenti bekerja Bay.."Ucap Dokter Intan sendiri sambil menangis menahan sesak di dadanya.


************


Sementara di belahan negara lain, lebih tepatnya di kota New York, tampak di sebuah apartemen dua insan manusia baru saja selesai dengan pergumulan panas nya.


Wanita dan lelaki yang seharusnya menjadi ayah dan anak.


**************


Pasti sudah tahu dong siapa mereka?


Bagaimana hubungan Bayu dan Dokter Intan??


Apakah Bayu dan Nelam jadi menikah???


Bagaimana perasaan Bima dan Nelam???


Ikuti terus Bab selanjutnya.


Jangan lupa dukungannya.


Vote..like dan komen.

__ADS_1


Selamat beristirahat.


__ADS_2