Darah Daging Yang Di Benci

Darah Daging Yang Di Benci
Lamaran Bayu


__ADS_3

Bab 52


"..Darah Daging Yang Di Benci.."


Pagi ini Bayu penuh semangat ,, penampilan nya pun lebih berbeda,luka lebam Bayu sudah tampak samar dengan salep dan obat yang di berikan oleh Dokter Intan semalam.


"Bagus banget kerja obat nya Intan,,"Ucap Bayu sambil tersenyum sendiri menatap dirinya di cermin.


Ting...


Satu pesan masuk ke dalam ponsel nya.


( Selamat pagi papah Bayu ),bunyi pesan itu dengan di tampilkan nya wajah balita perempuan yang imut dan lucu sedang tertawa sambil menyatukan jari-jari tangan nya sendiri.


Bayu membaca nya dengan tersenyum bahagia,, kemudian Bayu membalas pesan itu.


( Selamat pagi juga sayang nya papah,,nanti kalau urusan papah sudah selesai,,kita main cantik.)isi pesan Bayu di ikuti gambar love.


( Baik papah,Salsa tunggu,hati-hati di jalan ),balas pesan di seberang.


"Maafkan papah sayang,papah tidak bisa menikah dengan mamah mu karena di hati papah sudah ada wanita lain.."Ucap sendiri Bayu sambil menghela napas.


"Nelam hampir 7 tahun aku memendam rasa ini,hari ini aku akan memperjuangkan mu..aku akan menjadikan mu istri dan ibu dari anak-anakku.."Ucap Bayu sambil tersenyum dan menatap dirinya sendiri di cermin.


Dengan langkah pasti dan senyum yang mengembang, Bayu pun meninggalkan apartemen nya.


Sesampainya di dalam mobil,Bayu segera mengirim pesan kepada Bima.


( Jangan lupa bro,,hari gw mau ngelamar adik Lo), pesan pun terkirim dan langsung terbaca.


( Oke,,gw menuju kesana )balas Bima.


Bayu pun menutup ponselnya sambil tersenyum dan langsung melajukan mobilnya membelah jalan raya dengan penuh semangat.


**************


Bima yang baru saja mendapat pesan dari Bayu, langsung menelpon Aluna.


"Sudah siap..!!"Ucap Bima saat telepon terhubung.


"Sudah dong Dewa sayang.."Ucap Aluna manja.


"Aku sudah sampai di depan hotel.."Ucap Bima.


"Oke sayang.."Ucap Aluna tersenyum dengan hati bahagia.


Walaupun semalam tiba-tiba Robert datang ke kamar hotel nya,,dia harus melayani beberapa ronde,,tapi ketika menerima pesan dari Bima semalam,,tubuhnya yang letih dan remuk menjadi semangat lagi.


Pagi ini Aluna sudah tampil cantik dan mempesona.


"Hai sweety ku menggoda sekali kamu pagi ini.."Ucap Robert menatap Aluna sambil menyipitkan matanya yang baru terjaga dari tidurnya.


"Semalam aku sudah bilang,kalau aku sudah ada janji sama Bima pagi ini.."Ucap Aluna sambil buru-buru mengambil tas nya.


Tiba-tiba Robert memegang tangan Aluna dengan tatapan menuntut.


"Om,, tolong jangan sekarang Bima sedang menunggu ku di bawah.."Ucap Aluna memohon.


"Oke.,,tapi setelah urusan dengan si Bima selesai,,segera pulang berikan servis terbaik.."Bisik Robert di telinga Aluna sambil meremas kuat dada Aluna yang menggoda.


"Iya pasti,,aku ga pernah ingkar janji sama om.."Ucap Aluna meringis sambil mencoba melepaskan tangan Robert dari dada nya.


"Tentu saja,, kalau kamu ingkar kamu akan tahu akibatnya..!"Ucap Robert dengan penuh penekanan di telinga Aluna sambil mencium pipi Aluna dan melepaskan tangan nya dari dada Aluna.


"Aku jalan dulu om.."Ucap Aluna lega sambil merapikan baju di bagian dada nya.


Robert tidak menjawab,,hanya seringai buas tampak di wajahnya.


Aluna segera bergegas meninggalkan Robert,, sebelum nafsu bejat Robert kembali bangkit.


Akhirnya Aluna pun sampai di mobil Bima dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Lambat banget..!!"Ucap Bima ketus.


"Maaf Wa,, namanya juga perempuan pasti banyak dong yang harus di poles biar tampil sempurna."Ucap Aluna manja sambil memegang lengan Bima dan ingin mencium pipi Bima.


"Aku sedang menyetir.."Ucap Bima yang menghindari pipinya dari ciuman Aluna.


"Aku bahagia sekali,, terimakasih ya Wa.."Ucap Aluna yang menatap sendu Bima yang mulai melajukan mobilnya.


Tak berapa lama,,mobil Bima sampai di kediaman orangtuanya berbarengan dengan sampainya mobil Bayu.


"Selamat pagi kakak ipar.."Ucap Bayu tersenyum lebar saat keluar dari mobil bersamaan dengan Bima dan Aluna keluar dari mobil juga.


"Hallo Bay,, semangat sekali kamu pagi ini.."Ucap Aluna melihat penampilan Bayu dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Yoi..."Jawab Bayu tertawa sambil menepuk pundak Bima dan melangkah masuk ke dalam rumah.


"Hai..main masuk aja lo,, bukan ijin dulu sama tuan rumah nya.."Ucap Bima sambil mengejar langkah Bayu.


Sinta pun ikut berlari kecil mengikuti langkah Bima dan Bayu.


Sesampainya di dalam rumah,, tampak Antasari ,Sinta, Nelam dan bi Nur sudah menunggu di ruang tamu.


"Assalamualaikum.."Ucap Bima.


"Waalaikumsalam.."Jawab mereka semua.


Bima,Bayu dan Aluna mencium punggung tangan Antasari,Sinta dan bi Nur.


Aluna memeluk dan mencium pipi Sinta dan Nelam.


Saat mata Nelam dan Bima bertemu Nelam langsung menundukkan pandangan nya.


"Nelam.."Bayu menyapa Nelam sambil memberikan tangan nya untuk di cium Nelam.


Nelam yang mendapat sodoran tangan Bayu kaget,, matanya melihat ke arah Bima yang sedang menatap tajam ke arah nya.


Dengan berat hati Nelam menerima sodoran tangan Bayu, kemudian mencium punggung tangan Bayu.


Saat mereka semua sudah duduk,, Antasari pun memulai pembicaraan.


Bayu yang dari tadi optimis, tiba-tiba menjadi gugup.,lidah nya menjadi kelu,,dengan susah payah dia menenangkan hatinya sambil menelan air liur nya.


"M..maksud saya kesini,,saya mau melamar Nelam om..tante.."Ucap Bayu dengan dada berdegup kencang.


"Melamar Nelam????"Ucap Antasari.


"Iya om.."Ucap Bayu mencoba berani menatap Antasari.


"Papah dan mamah minta maaf,, karena tidak bisa menemani Bayu kesini,karena mereka masih di Australia,,"Ucap Bayu lagi.


"Mereka sudah Video call semalam kepada kami.."Ucap Sinta.


"Ya,, mereka juga sudah kasih tahu saya tante.."Jawab Bayu sambil mengangguk.


"Kami menyerahkan semua kepada Nelam..."Ucap Antasari sambil melihat ke arah Nelam.


"Bagaimana Nelam,,apa kamu menerima lamaran Bayu ??"Tanya Antasari.


Nelam menoleh ke arah bi Nur.


"Ikuti kata hati mu nak.."Ucap bi Nur lembut sambil mengusap pelan pundak Nelam.


Kemudian Nelam melihat ke arah Antasari dan Sinta.


Antasari dan Sinta tersenyum dan mengangguk, menyerahkan semua keputusan Kepada Nelam.


Sekilas Nelam melirik ke arah Bima, Aluna yang mengetahui itu langsung menggenggam tangan Bima.


Sesak dan sedih itulah yang di rasakan Nelam,,sambil menarik napas Nelam pun berkata..


"Saya terima lamaran mas Bayu tapi dengan satu syarat.."Ucap Nelam menatap Bayu.

__ADS_1


Seketika senyum mengembang di bibir Bayu,,berbeda dengan Bima,bagi nya mendengar ucapan Nelam bagaikan petir di siang hari.


"Alhamdulillah,, terimakasih Nelam,, syarat apapun yang kamu minta, selama mampu pasti aku kabulkan.." Ucap Bayu menatap Nelam dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Aku ingin kita langsung menikah,,tidak perlu tunangan.."Ucap Nelam tegas.


"Apaaaa????!!"Tiba-tiba Bima langsung berteriak dan semua orang menatap nya.


Nelam pun langsung menunduk dengan wajah sedih,,bi Nur yang berada di samping Nelam,,terus mengelus lembut pundak Nelam.


Sekuat mungkin Bima menenangkan hatinya,, tangan Aluna yang sedang menggenggam tangan nya merasakan remasan yang kuat dari tangan Bima, sehingga Aluna menahan sakit.


Dengan lembut Aluna mengelus pundak Bima,,Bima pun tersadar dan melepaskan genggaman tangan Aluna.


"Kamu yakin mau langsung menikah Nelam??"Tanya Antasari sambil menatap Nelam.


"Iya pah.."Ucap Nelam membalas tatapan Antasari.


"Tapi,apa tidak terlalu cepat Nelam??"Ucap Sinta lembut sambil menatap nanar wajah Nelam.


"Lebih baik cepat menikah mah, dari pada bertunangan,,selain lebih banyak menghabiskan biaya,juga menghabiskan waktu pah..mah.."Ucap Nelam sambil menatap bergantian Antasari dan Sinta.


Antasari dan Sinta saling tatap


"Baiklah nak,kalau memang itu keputusan mu.."Ucap Antasari menatap sendu ke arah Nelam.


"Kalau begitu segera kamu bawa orang tua mu kesini Bay, untuk menentukan tanggal pernikahan kalian.."Ucap Antasari lagi sambil menatap Bayu.


"Siap om,,Bayu akan segera mengabarkan ke mamah dan papah.."Ucap Bima dengan penuh kebahagiaan sambil menatap bergantian Antasari,Sinta dan Nelam.


Antasari mengangguk sambil tersenyum.


"Bima,,kamu tidak apa-apa jika Nelam melangkahi mu??"Ucap Antasari yang menatap wajah gusar Bima yang dari tadi menatap tajam ke arah Nelam.


Bima yang sibuk menatap tajam Nelam pun tersentak kaget.


"Terserah kalian saja.."ucap Bima membalas ucapan Antasari.


"Oh ya pah,, kalau Bima dan Aluna kami bertunangan dulu,, karena hubungan kami pernah kandas,,jadi kami ingin menata ulang hubungan kami."Ucap Bima menoleh ke Aluna sambil menggenggam mesra tangan Aluna.


"Terserah kamu saja Wa,,aku ikut apa pun yang terbaik untuk hubungan kita.."Ucap Aluna lembut sambil menatap mesra dan membalas genggaman tangan Bima.


"Kalau begitu,kalian tentukan saja tanggal pertunangan kalian,mamah dan papah ikut saja.."Ucap Antasari sambil menghela napas dan melihat sekilas ke arah Sinta dan Nelam.


Sinta hanya menarik napas, sedangkan Nelam, terlihat rona kesedihan di wajahnya.


Antasari menghela napas kembali,dia tahu yang di rasakan putera nya., sekilas dia melirik ke arah Aluna yang begitu bahagia dengan keputusan Bima.


Tiba-tiba ponsel Bima berdering.


Bima pun langsung mengangkat telepon nya.


"Hallo selamat siang.."Ucap telepon di seberang sana.


"Iya selamat siang.."Ucap Bima.


"Apa benar ini dengan pak Bima??"Ucap orang di seberang sana lagi.


"Iya benar,,ini dari mana??Tanya Bima.


"Maaf pak Bima mengganggu,kami dari kantor polisi mau memberitahu kan tentang keadaan bapak Dokter Malik.."Ucap orang di seberang sana yang ternyata dari pihak kepolisian.


"Dokter Malik??ada apa dengan dia??? Tanya Bima.


Semua orang tersentak kaget dan menatap Bima saat mengucapkan nama Dokter Malik.


****************************


Kepo ya??..he..he...


Maka nya ikuti terus bab nya

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya.


Vote..like..komen jangan lupa.


__ADS_2